Pembantu Cantik Itu Milikku

Pembantu Cantik Itu Milikku
EPISODE 9


__ADS_3

Sesampainya di rumah pak parli dan fitri menurunkan barang belanjaan dari mobil, sedangkan Bu rina berlalu untuk masuk kerumah lebih dulu.


"ma.. mama dari mana??" tanya Bima yang tiba tiba mengagetkan ibunya


"mama habis dari supermarket, tumben kamu nanya gini?" tanya ibunya balik yang merasa heran karena jarang jarang anaknya itu bertanya saat ibunya tidak ada dirumah


"ehmm... ya kan tadi Bima tiba dari rumah tapi mama nggak ada, ayah dan bibi dina bilang mama lagi keluar bersama Fitri" jawab Bima gugup


"iya tadi mama ajak Fitri karena mama pengen aja ada yang temanin"


"trus Fitri mana ma??" tanyannya lagi. mamanya yang heran kenapa tiba tiba Bima menanyakan keberadaan fitri pun bertanya balik


"fitri di luar sedang mengeluarkan barang barang dari mobil bersama pak parli, emangnya kenapa kamu tumben mencari dia??"


"suruh Fitri buatin Bima kopi ma trus antar ke kamar Bima" jawab Bima dan langsung pergi menuju kamarnya, takut mamanya bertanya terus yang macam macam.


Fitri pun memasuki rumah dan hendak ke kamarnya tiba tiba Bu Rina memanggilnya


"fit, kesini sebentar"


" iya Bu.. ada apa??"


"tolong kamu buatin Bima kopi trus bawa ke kamarnya"


"tuan Bima udah datang Bu?"


"iya fit, sekarang dia ingin minum kopi jadi tolong kamu buatin"


"baik Bu.."


Fitri Bun langsung kedapur untuk mbuatkan Bima kopi, saat kopi yang di buatnya sudah jadi Fitri pun langsung membawanya menuju ke kamar Bima.


Fitri yang sudah berada di depan kamar bima pun mengetuk pintu kamar Bima


Tokkkk... tokkk....


Bima yang menyadari kehadiran fitri pun menyuruh ya untuk segera masuk "silahkan masuk!!" jawab Bima


"tuan ini kopinya"


"taruh saja di meja!! jawab Bima datar tanpa melihat kearah Fitri


Fitri yang mendengar Bim pun langsung menaruh kopinya di meja dan hendak keluar, Bima yang menyadari kalau Fitri hendak keluar pun tiba tiba menghentikan langkah fitri dengan memegang lengan tangan fitri


"eh yang nyuruh kamu keluar siapa!!!! tetap disini temanin saya minum kopi"


"ta.. tapi tuan???"


"nggak ada tapi tapian!! ini perintah!!!" jawab Bima tegas dan tidak ingin di bantah


"ba.. baik tuan" jawab Fitri pasrah


"apa kamu akan terus berdiri disitu hah!!"

__ADS_1


"ni si tutul emang bener bener ya hobby nya suka marah marah!! kan dia yang nggak silahkan duduk, ntar aku duduk di silahkan lagi!! huufftt.. sabar fit sabar.." Fitri membatin


"maaf tuan" akhirnya fitri duduk karena tidak ingin tuannya itu tambah marah


"kamu dari mana??" tanya Bima, sebenarnya Bima sudah tau kalau Fitri habis pulang mengantar ibunya ke supermarket tapi Bima berpura pura seolah olah tidak mengetahuinya agar ada bahan untuk mengobrol


"tadi saya habis mengantar Bu Rina berbelanja di supermarket tuan"


"trus kemana lagi??"


"iihh ini si tutul kok kepo banget ya!!"


"tidak ada tuan,habis itu kami langsung pulang"


"kamu su


ka??" tanya Bima lagi


"cihh.. pertanyaan macam apa itu?? ya jelas lah aku suka karena aku bisa sekaligus jalan jalan cuci cuci mata hihihihi"


"iya tuan suka"


"ok klalau begitu kamu silahkan keluar!!"


"apa!??!!" jawab fitry sontak kaget nggak percaya kalau tuannya itu memanggilnya hanya menannyakan hal yang dia anggap nggak penting banget.


"ta tapi tuan?, maksud saya tuan menyuruh saya disini untuk menanyakan hal ini aja??!!"


"emangnya kenapa? saya rasa tidak ada lagi yang ingin saya bicarakan!! emang ada hal yang harus saya tanyakan lagi??" jawab Bima cuek


Bima yang mendengar pun enggan menghiraukan. dalam hati Bima ia tersenyum melihat tingkah fitri yang menurutnya sangat polos. ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya, ia merasa sukses membuat Fitri kesal dengan tingkahnya.


fitry yang sedang berada di dapur pun masih teringat akan kelakuan tuannya tadi, ia pun mengomel ngomel kecil "dasar singa tutul!! untung aja kamu itu bosnya aku, kalau nggak udh ku buat sup kamu!!" kata Fitri yang tanpa di sadari bi Dina melihatnya yang Edang mengoceh ngoceh sambil memasak.


"kamu sedang ngomong sama siapa fit, singa tutul siapa fit??" tanya bi dina


deggg... Fitri pun kaget karena bi dina sedari tadi melihatnya mengoceh ngoceh sendiri


"anu bi.. itu.. film di tv tadi itu bikin emosi" jawab Fitri berpura pura


"ya ampun fit,, film toh.. kirain siapa"


"duh syukur deh nggak ketahuan" batin Fitri


Malam pun tiba, makanan pun sudah terhidang di meja. tak lama kemudian bell pun berbunyi sepertinya tamu yang di tunggu pun datang.


"selamat datang nak,,apa kabarmu nak jawab Bu Dina yang sudah menanti kehadiran keponakannya itu yang adalah donny bersama suaminya pak rangga Raharja.


"baik Bu, pak" jawab Donny sambil menyalami om dan tantenya yang sudah di anggapnya sebagai orang tuanya sendiri


Bima yang sudah turun dari kamarnya pun melihat kedatangan sepupunya itu pun segera bergabung


"sudah lama kamu datang??" tanya Bima datar

__ADS_1


"baru aja bim"


" kirain nggak bakal kembali kembali ke Indonesia" ledek Bima


"ya kan aku juga rindu dengan sepupuku yang satu ini, rindu untuk melihat dia akan segera menikah hehehe" jawab Dony terkekeh


"sialan Lo"


kedua orang tuany yang melihat tingkah keduanya pun menghentikan candaan mereka


"kalian itu ya nggak pernah berubah, selalu aja nggak akur, ya sudah kalau gitu kita makan aja dulu" jawab bu Rina menghentikan candaan mereka


"Fitri..." panggil Bu Rina


Fitri yang menyadari kalau nyonya itu memanggilpun segera datang


"iya Bu"


"apa makanannya sudah siap?" tanya Bu Rina


"iya sudah siap"


deegggg.... Dony yang melihat ke arah fitry pun kaget bukan main, ia tidak menyangka wanita yang di tabraknya pekan lalu berada disini.


"eh kamu tinggal disini juga ya??" tanya donny


sontak orang orang yang berada disitu, termasuk Bu Rina, pak rangga dan Bima pun kaget.


Fitri pun kaget mendengar Donny yang bertanya padanya, ia seperti mengingat ingat kembali sejak kapan ia pernah bertemu dengan lelaki itu.


"kamu tidak ingat dengan saya? waktu itu kita pernah bertemu di stasiun bus" jawab Dony mengingatkan kembali


"oh iya maaf kalau saya lupa" jawab Fitri menunduk


tidak suka


"kalian sudah lama kenal??" tanya Bu Rina


"tidak Bu.. waktu itu saya tidak sengaja menabraknya di stasiun bus, nggak sempat saya menanyakan namanya tiba tiba dia langsung pergi" jawab Donny menjelaskan


sedangkan Bima yang melihat percakapan Donny tentang Fitri pun terlihat seperti tidak suka, entah kenapa ia terlihat tidak menyukai pertemuan mereka saat ini


"ya sudah kalau gitu kita makan malam aja dulu"


jawab Bu Rina


merekapun pergi menuju ruang makan, saat hendak makan Dony pun melirik ke arah Fitri. Bima yang menyadarinya pun merasa kesal.


"ngapain sih si Dony terus terusan menatap gadis itu!! saat makan pun ia masih aja melirik gadis itu!!" jawab Bima kesal


selesai makan merekapun kembali ke ruang keluarga, sementara Fitri masih sibuk untuk merapikan meja makan.


sementara di ruang keluarga mereka mengobrol di ruang keluarga

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2