Pembantu Cantik Itu Milikku

Pembantu Cantik Itu Milikku
EPISODE 2


__ADS_3

"udah dong Bu sedihnya bagaimana bisa fitry pergi dengan melihat ibu sedih terus gini yg ada fitry ikutan sedih ninggalin ibu begini"


"tapi nak ibu belum terbiasa di tinggal anak ibu jauh walaupun sehari apalagi kamu anak ibu satu satunya yang ibu punya. ibu khwatir kamu disana bisa jaga kesehatan nggak"


"ya pastilah Bu.. pokoknya ibu nggak usah khwatir, cukup doakan fitry agar disana fitry bisa di trima bekerja, lagian kan fitry kesana nggak sendiri. fitry kan berangkatnya bareng bibi Dina bukan orang lain jadi aman


"ya udah kalau begitu, yg jelas kamu harus bisa jaga diri dan jaga kesehatan dan jangan lupa selalu kabarin ibu"


"siap Bu" merekapun berpelukan sebelum fitry berangkat bersama bibi Dina ke kota.


Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam ke kota S dengan menggunakan bus.


dengan kepala tersandar di kaca jendela bus fitry terbayang bayang suasana di desa dan keadaan ibu. baru kali ini fitry pergi tanpa ibunya, ada rasa sedih namun ia harus tegar biar bagaimanapun ia pergi untuk mencari kerja dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai anak.


semenjak ayahnya meninggal, dia harus bekerja keras untuk menggantikan ayahnya sebagai kepala rumah tangga


"fit kita harus turun karena kita udh nyampe di terminal" suara bibi Dina membuyarkan lamunan fitry


" iya baik bi" Jawab fitry


merekapun turun dengan mengangkat tas bawaan mereka menuju angkot untuk di tumpanginya. tapi tiba fitry kebelet ingin buang air kecil.


"bi apakah perjalanannya bisa di tunda bentar karena fitry kebelet, fitry ingin buang air kecil"


"ok bibi akan antar kamu pergi ketoilet"


"nggak usah bi, biar fitry aja. lagian kalo kita berdua pergi trus yang jagain barang barang kita siapa" tanya fitry


"ya udah bibi tunggu kamu disini aja kalo gitu, Oya toiletnya ada di sebelah kiri ujung terminal ini ya"


"baik bi" jawab fitry meninggalkan tempat itu


dengan melirik kekanan dan kekiri untuk mencari toilet akhirnya fitry pun menemukannya. selang berapa menit akhirnya fitry pun keluar dari toilet dan menemui bibi tapi tiba tiba


Bruuukkkk...


"maaf..saya tidak sengaja" kata fitry menunduk meminta maaf karena merasa bersalah sudah menabrak seseorang namun fitry enggan memandang seseorang tersebut


"ok nggak apa apa" ucap seorang pria yg dia tabrak. wah wanita ini cantik banget, walaupun penampilannya terlihat seperti gadis biasa biasa aja namun kecantikannya terlihat natural tanpa di buat buat.


tanpa di sadari pria itu menarik simpati pada gadis yang menabraknya barusan, karena menurutnya baru kali melihat gadis yang penampilannya biasa namun kecantikannya tetap terpancar. tidak seperti wanita yang dia kenal kebanyakan melakukan perawatan untuk mendapatkan kecantikan yang sempurna.


tak sempat mengajak gadis itu berkenalan namun gadis itu sudah menghilang


"aaaggggg... sial kenapa tadi nggak mengajaknya bekenalan dulu, setidaknya meminta nomor telfonnya agar aku bisa menghubunginya" kesalnya dalam hati


...__________________________________...


setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah bak istana


"bi apakah kita salah alamat??" tanya fitry karena menurutnya itu bukan sebuah rumah tapi bisa di katakan sebuah istana.

__ADS_1


"nggak fit, kita udah nyampe dirumah majikan bibi. Oya tunggu sebentar ya bibi mencet bel dulu agar pak satpam membukakan pintu untuk kita"


tak selang berapa detik akhirnya satpam membukakan mereka pintu, di lihatnya yang datang adalah bibi Dina maka satpam pun mempersilahkan masuk


"bi.. yang bersama bibi itu siapa" tanya satpam. karena setaunya bibi Dina nggak punya anak dan dia belum pernah lihat gadis itu di rumah ini.


"oh ini keponakan saya dari desa, dia saya ajak kesini untuk bekerja karena kebetulan kita perlu 1 asisten lagi. perkenalkan ini fitry ponakan saya"


" ponakannya cantik bi, masa iya mau jadi pembantu. dia cocoknya jadi nyonya dirumah ini" jawab pak satpam asal yang umurnya tidak tergolong tua karena masih beranjak 30 tahun.


fitry dan bibi pun hanya tersenyum mendengar perkataan pak satpam barusan. dan akhirnya mereka pun pamit untuk masuk kedalam. fitry pun sangat takjub dengan bangunan rumah ini karena baru kali ini dia masuk dalam rumah yang terlihat bak istana yang megah ini. luarnya aja udah megah begini apalagi di dalamnya. tak selang lama merekapun tiba di dalam dan di sambut dengan pekerja yang lainnya.


"fit kamu tunggu disini dulu ya, bibi mau menemui nyonya dirumah ini" jawab bibi yang hendak meninggalkan fitry


entah kenapa hati fitry masih ada yang mengganjal entah itu perasaan takut atau cemas memikirkan bagaimana dengan penghuni rumah ini, apakah mereka galak atau sebaiknya.


selang beberapa menit akhirnya bibi Dina datang menemui fitry


"fit kamu di tunggu nyonya di ruang keluarga. ayo saya antar kamu"


"baik bi"


merekapun ke ruang keluarga yang berada di tengah ruangan rumah itu tengah seorang wanita yang sedang menunggu kehadiran mereka. wanita tersebut terlihat seumuran dengan bibi Dina, hanya saja penampilannya yang elegan dan terlihat berkelas yang membuatnya terlihat masih muda. fitry berfikir mungkin dia adalah nyonya di rumah ini.


"silahkan duduk" wanita itu mempersilahkan mereka duduk.


"terima kasih nyonya"


"perkenalkan nama saya fitry Stefany dan umur saya 21 tahun nyonya"


"wah.. masih mudah banget ya. dan kamu juga cantik banget"


" terima kasih nyonya"


" nama saya Rina Raharja, cukup panggil saya Bu Rina saja.


" baik bu"


"saya terima kamu bekerja dirumah saya, kebetulan kami masih membutuhkan satu asisten rumah tangga lagi"


" terima kasih banget Bu"


"sama sama, hari ini kamu cukup melihat lihat area rumah ini dulu agar kamu hapal. Bu Dina nanti bisa bantu mengantar kamu"


"baik bu" jawab fitry menunduk


"ok kalau gitu,, sekarang kamu bisa ke kamar kamu dulu untuk istirahat karena kamu baru aja tiba pastinya lelah"


"iya Bu terima kasih, kalau gitu saya pamit ke kamar dulu Bu" akhirnya fitry pun berlalu menuju kamar dengan di temani Bu Dina.


" silahkan masuk fit ini kamar kamu"

__ADS_1


"wah.. bi apakah nggak salah ini kamar saya, kamar ini cukup luas"


"iya fit ini kamar kamu, bahkan kamar nyonya dan tuan jauh lebih besar dari ini"


" berarti mereka cukup kaya ya bi"


"ya begitulah"


"Oya bi, suami dan anak Bu Rina kemana kok saya nggak melihat penghuni rumah ini selain Bu Rina??" tanya fitry penasaran karena sepanjang kedatangannya ia tidak melihat adanya penghuni rumah ini selain Bu Rina dan para pekerja di rumah ini.


"oh itu,, tuan Rangga dan tuan muda Bima lagi ada urusan pekerjaan di luar negeri dan kata Bu Rina besok mereka akan pulang"


"oh gitu.. trus penghuni yang lainnya kemana? tanyanya lagi penasaran.


"den Bima itu anak mereka satu satunya, sebenarnya mereka memiliki dua orang anak tapi adik dari Bima meninggal di saat usianya tiga tahun karena kecelakaan jadi tinggal den Bima lah anak satu satunya mereka jadi wajar seluruh kekayaan mereka ini akan jatuh kepada anak mereka nantinya yaitu den Bima.


bi Dina sudah 10 tahun bekerja bersama Bu Rina dan tuan Rangga jadi wajar bi Dina mengetahui semua cerita tentang keluarga Raharja.


"bi kelihatannya mereka orang baik ya, dari perkataannya menjelaskan tadi terlihat kalau mereka orang baik"


"ia fit mereka itu orang baik, apalagi kepada semua pelayan dirumah ini. oh ya.. lebih baik sekarang kamu mandi lalu istirahat karena sebentar lagi pekerjaan kita akan di mulai, nanti kalau ada yang belum kamu pahami tinggal panggil bibi, kamar bibi bersebelahan dengan kamar kamu"


"siap bibiku sayang" akhirnya bibi Dina pun berlalu meninggalkan fitry menuju kamarnya.


fitry lalu bergegas untuk mandi, setelah mandi fitry menyusun barang barangnya di kamar. memindahkan pakaiannya dari tas ke lemari pakaian yang telah di sediakan. kamar fitry bisa di katakan seperti bukan kamar untuk para asisten rumah tangga karna ruangannya cukup luas dan perabotan yang di dalam kamarnya tersedia TV dan AC.


"ya Tuhan.. semoga aja mereka semua benar benar baik dan aku akan betah kerja disini" batin fitry


"astaga.. aku sampai lupa untuk menelfon ibu kalau aku udah nyampe" ia hendak mengambil hp nya dari tas nya untuk menelfon ibunya, ya.. hp nya bisa di bilang hp jadul tapi dengan begitu fitry tidak terusik bahkan malu. justru fitry bersyukur masih bisa memiliki alat komunikasi di tekannya nomor ibunya dan akhirnya tersambung.


"hallo Bu.."


"halo nak, kamu udah nyampe?


" ia Bu fitry udah nyampe sejam yang lalu,maaf baru kasih kabar ke ibu"


"ia nak nggak apa apa,, Oya bagaimana kamu sudah bertemu dengan majikan kamu?


"ia Bu sudah dan mereka terlihat baik pada semua pelayan dirumah ini dan juga fitry"


"syukurlah nak, mudahan kedepannya sikap mereka tetap seperti itu ya, maafkan ibu karena harus kamu yg bekerja di usia kamu yang masih muda, dan bekerja menjadi asisten rumah tangga"


"nggak apa apa Bu,,ini sudah jadi tanggung jawab fitry sebagai anak untuk membantu orang tua, Oya bu sudah dulu ya nnti fitry sambung lagi"


"ia nak,, kamu jangan lupa jaga kesehatanmu ya"


"baik bu" jawab fitry mengakhiri telfon mereka.


fitry merupakan siswa lulusan terbaik di sekolahnya, nilainya pun di atas rata rata. keterbatasan ekonomi lah yang membuatnya tidak melanjutkan ke universitas, dan terpaksa bekerja untuk menyambung hidup keluarganya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2