
"Bima.. kamu nggak sarapan dulu nak??" tanya Bu Rina yang melihat Bima hendak pergi dengan terburu buru
" nanti aja ma.. pa.. bima lagi ada meeting penting di kantor" jawab Bima yg menyalami ibu dan bapaknya
lalu pergi.
ASTRA BIRMA GROUP
"Pak ini data klien kita yang ingin bekerja sama dengan kita" jawab Rian asisten Bima sambil menyerahkan dokumen yang di pegangnya.
dengan tatapan mematikan dan rasa tidak suka bima yang hanya tersenyum sinis saat di lihatnya nama yang tertulis di kertas itu.
"Batalkan kerjasama dengannya dan kali perlu kita beli perusahaanya!!"
"apa pak,, apa bapak bercanda? bahkan kita sudah menerima untuk bekerjasama dengannya
"saya tidak perduli dan tidak mau tau!!!,, pokoknya batalkan kerja sama dengannya. aku akan menghancurkan perusahaanya!!" jawab Bima penuh dengan amarah dan tatapan mematikan
"Sialan!! dia rupanya ternyata. aku akan menghancurkan kalian, kalian sudah bermain main denganku dan kini aku sendiri yang akan menghancurkan kalian!!" jawab Bima dengan tatapan kemarahan saat melihat nama yang tertulis di dokumen tersebut yang adalah Handoko Wijaya seorang presdir di GOYSIN GROUP.
Rian pun yang takut bertanya lagi akhirnya memilih untuk melaksakan apa yang di perintahkan bossnya itu. sedangkan Bima masih memikirkan kehancuran dari perusahaan GOYSIN GROUP.
Tokkkk.... tokk....tok....
sauara pintu membuyarkan lamunan Bima
Bu
"silahkan masuk"!! perintah bima
'
"permisi pak,, ada yang ingin bertemu dengan bapak"
jawab Rika sekretaris Bima
"siapa??"
"pak Donny pak"
dengan tatapan yang terkejut Bima pun langsung menyuruh masuk
"silahkan dia masuk!!"
"baik pak" jawab Rika dan akhirnya berlalu keluar
selang beberapa detik akhirnya seseorang memasuki ruangan Bima
"selamat siang Bim" seorang pria masuk menghampiri Bima di ruangannya
dengan tatapan datar Bima melihat Dony
"sejak kapan qm tiba dari Amerika tampa menghubungiku?!" tanya Bima
"Ya elah.. emangnya aku ini pacarmu yang apa apa harus laporan ya sama kamu!?" ejek Dony
"sialan Lo!! trus ngapain kamu datang ke Indonesia??"
"kamu itu ya udah seperti pak RT aja, apa apa harus laporan trus gitu pertanyaannya udah kyk warga yang ingin membuat KTP aja!! bisa nggak kalo tamu itu disuruh duduk dulu trus di sediain kopi!"
"nggak perlu di persilahkan juga kamu udah duduk sediri" jawab Bima santai
"kamu itu ya nggak berubah juga!"
Dony merupakan sepupu Bima, orang tua Dony sudah meninggal sejak Dony masih kecil jadi Dony di besarkan oleh orang tua Bima. kedekatannya sudah seperti saudara, di besarkan dan tumbuh di keluarga Raharja lantas tidak membuat Dony manja. ia berusaha keras sehingga mempunyai usaha sendiri. ia seorang presdir dari perusahaan terkaya nomor 5 di dunia.
__ADS_1
"permisi pak,, bapak memanggil saya" tanya Rian yang tiba tiba masuk karena Bima yang telah menelfon ya
"saya akan makan siang diluar bersama dony jadi selama saya keluar tolong kamu yang heandel pekerjaan bersama Rika!"
"baik pak"
Bima dan Dony pun berlalu menuju salah satu kafe ternama di jakarta, mereka memesan meja VIP yang khusus hanya orang ternama yang bisa memesannya.
mereka pun duduk di tempat yang telah disediakan dan sembari memesan makanan.
"apa kabarmu selama saya di Amerika?" tanya donny membuka percakapan
"seperti yang kamu lihat, baik"
"sepertinya tidak terlihat baik, kamu agak kurusan. apakah kegalauanmu itu tidak hilang hilang". tanya Dony sambil mengejek sepupunya bima
"apa tujuanmu jauh jauh dari Amerika hanya ingin mengejek aku!!"
hhhhhhh..... Dony tertawa penuh kemenangan
"Come on bro!! lupakan semua,di luar masih banyak wanita. apa perlu aku yang carikan"
"nggak perlu, emangnya aku sesedih itu yang tidak laku jadi perlu bantuan mu untuk mencarikan ku wanita!!!"
Donny yang tidak berhenti menahan tawanya pun kini terbahak bahak mendengar perkataan sepupunya itu
wuuaaahhaaaa...
"ok baiklah klo gitu"
"kamu sendiri, bagaimana hubunganmu dengan citra?" tanya Bima balik
"kami sudah lama putus, perbedaan agama yang tak menyatukan kami"
"trus sekarang bagaimana?? siapa lagi wanita yang mampu mencuri hati saudaraku ini
"wah jangan sampai kamu membuat para wanita patah hati dengan sikapmu itu"
"kita sama aja bro.. bukannya di luar sana banyak yang mengejar ngejarmu" tanya Dony balik
"ah udah ah.. lupakan soal wanita. bukankah kita kesini untuk makan, lebih baik kita makan aja dulu" jawab Bima
mereka pun menikmati makanan yang telah terhidang.
"Oya Don, sekarang kamu tinggal dimana?"
"aku tinggal di apartemen aja"
"loh kenapa nggak tinggal dirumah aja??"
"aku ini sudah dewasa,,aku mau mandiri"
"ya oke lah"
setengah jam berlalu, selesai makan mereka pun meninggalkan tempat itu. mereka pun berpisah. Dony kembali ke kantornya dan Bima pun kembali ke kantornya untuk bekerja.
****
DI RUMAH KEDIAMAN RAHARJA
"Fit...!!" panggil Bu Rina
"iya Bu.."
"kamu siap siap ya temani saya keluar"
__ADS_1
"emangnya kita mau kemana Bu" jawab Fitri
" temani saya pergi ke supermarket buat beli keperluan dapur soalnya nanti malam ada keponakan saya mau datang"
"oh iya baik bu.. lalu begitu saya pamit untuk bersiap2 dulu" fitry pun pamit untuk bersiap siap, sedangkan ibu di Dina membalas dengan anggukan.
Lima belas menit pun berlalu dan fitri pun telah siap, mereka pun berangkat ke salah satu supermarket yang berada dalam mall besar.
kurang lebih setengah jam akhirnya merekapun tiba di senbuah mall, fitry kaget dan kagum melihat bangunan tinggi nan megah tersebut. maklum fitry baru kali ini melihat bahkan berada secara langsung di mall.
"ayo fit kita masuk" ajak Bu Dina membuyarkan lamunan fitry
"eh.. mmmmm i iya Bu"
mereka pun menuju ke supermarket untuk membeli keperluan dapur. setengah jam sudah mereka menghabiskan waktu untuk berbelanja, akhirnya mereka keluar dari super market tersebut. saat hendak berjalan tiba tiba mata fitry tertuju pada salah satu gun cantik yang berada di salah satu toko di mall tersebut, fitri terus memandangi gaun tersebut. Bu Dina yang menyadarinya pun hanya tersenyum melihat fitry yang terus memandangi gaun itu.
"kamu suka gaun itu fit??" tanya Bu Dina yang membuyarkan lamunan Fitri
"eh.. anu...ti...tidak Bu, maaf Bu kalau saya melamun. sekarang kita mau kemana lagi Bu??" tanya fitry terbata bata, ia kaget dan malu karna Bu Dina mendapatinya sedang memandangi baju cantik di salah satu toko itu"
"ku suka fit dengan baju itu?? kalau kamu suka ya ambil aja" tanya Bu Dina lagi sambil tersenyum
"ti.. tidak Bu"
"nggak apa apa fit, nggak usah malu"
Bu Dina pun masuk kedalam toko tersebut sambil memegang tangan fitry.
"silahkan Bu.. ada yang bisa saya bantu??" tanya salah satu pegawai toko tersebut
"tolong ambilkan baju yang ada di depan itu"
"baik bu.."
tak menunggu lama akhirnya pegawai tersebut menyerahkan baju itu. "silahkan Bu"
"fit ini kamu cobain aja dulu" tanya Bu Dina
"tapi Bu.. ini harganya sangat mahal. lagian saya juga mau kemana dengan baju ini??"
"udah fit cobain aja dulu, nggak usah pikirin yang lain lain"
"Fitri yang tak bisa nolak pun akhirnya mencoba gaun tersebut
tak menunggu waktu lama akhirnya fitri keluar dengan menggunakan gaun yang telah di cobanya
Bu Dina kagum melihat Fitri yg menggunakan gun itu.
"astaga fit kamu cantik banget, kamu cocok dengan gaun itu"
"ibu berlebihan deh.. emang bajunya aja yang cantik"
"kamu itu emang dari sananya udah cantik, di tambah dengan gaun itu kamu makin cantik fit"
"saya enggak pantas Bu dengan gaun ini, ini tuh buat orang orang terpandang seperti ibu sedangkan saya hanya pembantu jadi mana pantas pakai baju ini"
"ya nggak bisa gitu juga fit, kalau kamu suka ya ambil aja.. anggap aja ini hadiah dari saya"
"tapi Bu.."
Bu Dina yang tidak mendengarkan Fitri pun beranjak untuk ke kasir membayar gaun itu. setelah membayar, mereka pun beranjak pergi menuju mobil untuk pulang.
Mohon Maaf ya guys baru bisa up
__ADS_1
Author akhir akhir ini sangatlah sibuk jadi baru ini bisa up lagi, author usahakan untuk bisa up terus.
mohon untuk terus bantu author untuk like, komen, share dan vote karya receh author ini biar author makin semangat untuk up terus β€οΈππ