Pembasalan Dendam

Pembasalan Dendam
Menyedihkan


__ADS_3

" Gua hanya ingin bertanya saja " jawab Gladis mengatur nafasnya.


" Silahkan " jawab Zeline dingin, Naura dan Silvia hanya diam mendengarkan.


Tidak jauh dari mereka berenam, Nathan dan Dilan juga memperhatikan mereka berenam.


" Lu kenal dengan Alex, teman satu SMP kita dulu ?" tanya Gladis to the point.


" Gua rasa seperti nya lu kenal deh bahkan mungkin dekat, iya kan ?" tanya Kirana menimpali.


" Dekat apanya " jawab Zeline males.


" Benarkah ? gua pikir lu menyukainya, jadi tidak akan apa apa kan jika gua menunjukkan fhoto ini ke lu ?" tanya Gladis menunjukan fhoto Alex yang memegang nampan berisikan sedotan dan tersenyum manis.


Zeline hanya menatap datar fhoto yang di perlihatkan Gladis tidak berminat untuk bersuara.


" Apa ini ? apakah dia yang melipat nya ?" tanya Jelita teman Gladis.


" Jika memang dia, itu berarti sangat mengerikan " celetuk Jelita salah satu teman Gladis juga.


" Gua tidak menyangka bahwa Alex menjadi sedotan yang seperti di fhoto nya ini " ucap Gladis lagi menatap dalam kedua mata Zeline.


" Sedotan ?" tanya balik Zeline.


" Iya sedotan " jawab Gladis.


" Apa jangan jangan lu tidak tau ?" tanya Gladis di jawab gelengan kepala oleh Zeline.


" Artinya dia tipe lelaki yang dengan mudah menyedot perempuan sampai habis, jika sudah habis dia akan membuangnya dan mencari yang baru " jawab Gladis enteng.


( Apa ) batin Zeline.


( Kenapa gua bodoh dalam hal ini, gua di butakan oleh cinta, bedebah cinta pertama ) teriak Zeline dalam hati.


" Sepertinya dia tipe lelaki normal " ucap Jelita memperhatikan fhoto Alex.


" Apa lu buta ? dia memang benar benar lelaki seperti itu, lihat saja tampang nya, bermodal tampan tapi malah menyakiti perempuan sana sini " ucap Gladis sinis.


" Jujur saja, gua tidak tau apa yang harus gua lakukan jika gua juga ikut menyukainya, gua pikir seperti nya gua akan gila " ucap Kirana menimpali.


" Lihat saja tampang nya, seperti nya dia terlihat tulus, tetapi jika dia mendapatkan hadiah " ucap Gladis.


" Maksud lu Alex ?" tanya Kirana memperjelas.

__ADS_1


" Iya benar, memangnya siapa lagi, kita kan sedang membahasnya " jawab Gladis santai.


Kemudian Gladis menscroll fhoto Alex ke bawah, menampilkan gambar Alex yang memegang beberapa burung terbuat dari kertas.


" Apakah semua burung kertas itu juga di pakai ulang untuk orang lain padahal sebenarnya itu pemberian dari seseorang untuk nya kan sewaktu SMP dulu ?" tanya Jelita menyindir Zeline, karena memang dulu Zeline memberikan beberapa burung kertas untuk Alex, namun sepertinya burung kertas pemberian Zeline malah di kasih ke orang lain.


" Mungkin " jawab Kirana mengangguk.


" Gua tidak mengerti kenapa beberapa perempuan masih saja terjebak dalam perangkapnya, dan kenapa mereka jatuh cinta pada lelaki seperti dia " ucap Gladis pedas.


" Benar benar sangat menyedihkan " lanjutnya lagi.


( Benar benar sangat menyedihkan ) tiba tiba kata kata Gladis yang terakhir terngiang-ngiang di kepalanya.


" Lu benar Gladis, lu benar " teriak Zeline tiba tiba dan menghentakkan meja, membuat para siswa dan siswi terlonjat kaget termasuk Naura dan Silvia.


" Lu memang benar, gua sangat sangat menyedihkan karena gua menyukai laki laki seperti dia bahkan gua mengklaim dia adalah cinta pertama gua, gua memang bodoh, gua menyedihkan, bahkan saking menyedihkan nya gua, gua hampir gila karena dia, puas lu " teriak Zeline berapi-api lalu pergi dari hadapan Gladis dkk.


Zeline berlari keluar kelas dan menuju roftof sekolah, saat ini yang di fikir kan Zeline hanyalah ketenangan, dia sungguh lelah dengan hidup nya hanya karena lelaki pengkhianat seperti Alex.


" Oppa " gumam Zeline menutup kedua matanya dan menangis.


Sedangkan di dalam kelas.


" Kenapa ? gua salah ?" tanya Gladis tanpa dosa.


" Kita bertiga hanya ingin dia tau aja kok kelakuan aslinya Alex, kita tidak bermaksud membuat dia sedih " ucap Kirana membela diri.


" Kalian tidak usah repot-repot untuk melakukan itu karena gua yakin dia tidak butuh itu semua dari kalian bertiga, kalian bertiga hanya bisa membuat dia terpuruk, apa sih mau nya kalian hah, kalian tidak pernah lelah mengganggu nya, jangan kira gua dan dia masih diam ya saat kalian perlakukan buruk, ada saat nya kita berdua hilang kendali jika kalian bertiga masih saja mengganggu ketenangan gua dan dia, camkan itu baik baik " gertak Naura dingin menatap tajam Gladis dkk.


" Buat apa kalian masih di sini ? pergi " usir Silvia yang juga ikutan marah.


Di tempat Nathan dan Dilan.


" Astaga, jadi laki laki itu adalah cinta pertama nya ?" celetuk Dilan menggeleng.


" Tidak semua orang merasakan cinta pertama mereka itu adalah kebahagiaan, terkadang cinta pertama lah yang membuat diri kita sendiri menjadi sakit hati dan frustasi " jawab Nathan dingin.


" Lu tau apa tentang cinta pertama Nathan ? lu aja mana pernah pacaran wkwk " ejek Dilan.


" Lu sudah bercermin ? lu aja sampai sekarang masih sendiri " ucap Nathan mengejek Dilan kembali.


" Lu mah kagak lucu " celetuk Dilan cemberut.

__ADS_1


Roftof


Dret dret tiba tiba handphone Zeline bergetar, ternyata ada yang menelepon nya, Zeline mengatur nafas dan suaranya sebelum mengangkat telepon orang itu.


" Annyeong oppa " sapa Zeline berusaha ceria.


" Annyeong sayang, kamu kenapa hem , ada masalah ?" tanya si penelepon.


" Zeline tidak kenapa kenapa oppa, oppa tenang saja " jawab Zeline berusaha tersenyum.


" Masa sih, coba oppa lihat muka kamu ?" ucap orang itu tidak percaya dan mengalihkan panggilan menjadi panggilan video call, mau tidak mau Zeline harus mengangkat nya.


" Sayang, kamu kenapa ?" tanya Zayn panik saat melihat muka sembab Zeline.


Yaps yang menelpon Zeline adalah Zayn, entah kenapa Zayn ingin menelpon Zeline, mungkin hanya kebetulan saja saat Zeline memanggil namanya Zayn hehe.


" Aku tidak kenapa kenapa oppa, hanya sedikit letih saja " bohong Zeline.


" Mau oppa jemput ?" tawar Zayn bertanya.


" Yang benar saja oppa, yang ada bukannya oppa jemput yang jemput aku, tapi malah oppa yang di jemput terus di tarik tarik sama fans nya oppa " celetuk Zeline kesal.


" Tunggu 10 menit sayang, dan jangan kemana mana sebelum oppa menghubungimu lagi " ucap Zayn mematikan teleponnya sepihak.


" Aish oppa mah selalu begitu " gumam Zeline menatap layar handphone nya yang sudah mati.


" Eh tapi kata oppa tunggu 10 menit ? memangnya nungguin apa ya ?" tanya Zeline bingung.


" Tau ah gua mending masuk kelas aja, kasihan Naura dan Silvia nungguin " gumam Zeline.


Zeline berjalan turun dari roftof dan kembali ke kelas, saat sampai di kelas Naura dan Silvia langsung menghampiri Zeline dan bertanya.


" Zeline lu tidak apa apa ?" tanya Naura khawatir.


" Gua gak kenapa kenapa kok, tadi habis di telpon sama oppa juga hehe " jawab Zeline terkekeh sedikit.


" Oppa ? siapa ?" tanya Silvia bingung.


" Obat nya Zeline kalo dia lagi sedih itu mah " celetuk Naura tersenyum genit.


( Oppa ) batin Nathan


__________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2