Pembasalan Dendam

Pembasalan Dendam
Revenge note ?


__ADS_3

" Siapa Alex ?" tanya Zayn penasaran.


" Naura, bisakah lu bantu gua ke kamar ?" tanya Zeline sebelum Naura menjawab pertanyaan Zayn.


" Biar oppa saja sayang " cegah Zayn langsung menggendong Zeline, membawanya ke kamar.


" Gomawo oppa " ucap Zeline menatap sendu Zayn.


" Tidak masalah sayang " jawab Zayn lembut.


Sesampainya di kamar Zeline, Zayn meletakkan Zeline di atas kasur nya dan membaringkannya.


" Istirahat lah, semoga kamu cepat sembuh, oppa mau ke bawah dulu " pamit Zayn lembut.


" Em " jawab Zeline mengangguk.


Zayn tersenyum manis ke arah Zeline dan mencium lembut kening Zeline, lalu meninggalkan nya.


Zayn turun kebawah karena ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Zeline hari ini.


" Naura, lu belom jawab siapa Alex ?" tanya Zayn mengulangi pertanyaannya.


" Dia kekasih Zeline " bukan Naura yang menjawab, tapi Gilang yang menjawab sambil menahan amarah.


" Lebih tepatnya m a n t a n k e k a s i h Zeline " ralat Naura berapi api.


" Apa, maksud lu mereka berdua putus ?" tanya Gilang terkejut.


" Em, karena dia lah Zeline di serempet motor, dan hampir saja bunuh diri " jawab Naura menghela napas.


" Bunuh diri ?" kaget Zayn dan Gilang bersamaan.


" Hem, dia sangat kecewa dan frustasi, bayangkan saja bagaimana dia tidak seperti itu, Alex itu adalah cinta pertama nya dan dia di khianati cinta pertama nya sendiri bahkan Alex bilang kepada kekasih barunya bahwa Zeline adalah seorang penguntit, dia bilang kalau waktu itu dia hanya kasihan dengan Zeline makanya dia bersikap baik kepada Zeline dan Zeline nya saja yang salah paham mengira mereka berdua berpacaran, padahal dia tidak menganggap Zeline adalah kekasih nya, dia juga bilang Zeline hanya mengaku ngaku saja sebagai kekasihnya, dia bilang dia tidak pernah berkencan selama SMP apalagi dengan Zeline " ucap Naura kesal.


" Apa, dia bilang seperti itu di hadapan perempuan barunya ?" kaget Gilang.


" Hem, dia bilang seperti itu " jawab Naura mengangguk.


" Pantesan saja akhir akhir ini dia jarang sekali mampir ke toko, gua rasa dia hanya memanfaatkan Zeline saja " ucap Gilang marah.


" Gua rasa juga seperti itu bang, tapi lu tau sendiri kalau Zeline susah di bilangin nya " celetuk Naura lagi.


" Bisa tidak lu ceritakan semuanya dari awal ?" pinta Zayn menatap penuh harap Naura.

__ADS_1


" Bisa " jawab Naura menghela nafas dan menceritakan semuanya dari awal mereka joging yang tidak sengaja melihat Alex sampai di mana kejadian Zeline yang di serempet motor.


Zayn dan Gilang lagi dan lagi menahan amarah mendengar semua penjelasan yang keluar dari mulut Naura.


**** gumam Zayn menggertak kan giginya.


" Gua mohon kalian jangan bertindak gegabah oke " mohon Naura melihat Zayn dan Gilang yang terlihat sangat marah namun di tahan mereka berdua.


" Tergantung situasi, kondisi dan ke adaannya bagaimana nantinya " ucap Gilang santai.


" Aish sudahlah, gua mau pulang " pamit Naura.


" Owh iya, kata Zeline terimakasih banyak untuk hari ini dan maaf sudah merepotkan " ucap Zayn menyampaikan pesan Zeline.


" Tidak masalah bang, kalau begitu gua pamit " pamit Naura ke mereka berdua.


" Hati hati " jawab Zayn dan Gilang.


Di dalam kamar Zeline


Zeline masih saja menangis, tiba tiba handphone nya berbunyi dret dret dret.


Zeline mengambil handphonenya yang terletak di atas naskah, Zeline melihat dan membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


" Nomor tidak di kenal ?" gumam Zeline.


💬 [ Apakah anda ingin menjadi anggota Revenge Note ]


Hanya dengan menekan link ini anda akan secara otomatis menjadi member dari revenge note.


" Hah, apa ini ?" tanya Zeline mengernyit.


( Tidak ada yang tahu bagaimana bisa karena satu buah pesan yang masuk ke dalam ponsel gua, bisa mengubah hidup gua, tanpa harus gua turun tangan sendiri untuk membalas kan dendam gua )


🌞


Pagi hari di kediaman Argawiguna


Zeline memaksakan diri uln tetap pergi ke sekolah, padahal keluarga nya sudah melarangnya untuk jangan ke sekolah dan beristirahat saja di rumah termasuk Zayn.


Namun Zeline tetap kekeh ingin pergi ke sekolah, mau tidak mau keluarga nya dan juga Zayn mengiyakannya.


Zeline berangkat sendiri karena Naura sudah terlebih dulu berangkat, Naura mengira bahwa hari ini Zeline tidak masuk, maka dari itu dia pergi terlebih dahulu.

__ADS_1


Di dalam perjalanan Zeline hanya diam dan menutup kedua matanya, sungguh lelah rasanya perasaan Zeline saat ini.


25 menit perjalanan akhirnya Zelin sampai ke sekolah, namun sekarang ada yang berbeda dari Zeline.


Zeline berubah menjadi dingin dan pendiam, membuat satu sekolah bingung dengan sikap Zeline yang sekarang terkecuali Naura, Nathan dan Dilan yang tau alasannya karena apa.


Memang Nathan dan Dilan waktu itu tidak sengaja melihat dan mendengar percakapan Zeline, Naura dan seorang laki laki yang menggandeng lengan seorang perempuan.


Nathan dan Dilan juga sedang joging waktu itu, kebetulan di tempat yang sama dengan tempat joging Zeline dan Naura, saat itu mereka berdua berada tidak jauh dari tempat duduk Alex maka dari itu mereka berdua mendengar semua yang di bicarakan Zeline, Naura dan laki laki yang di anggap Nathan adalah mantan kekasihnya.


" Ehem " dehem Silvia ingin mengeluarkan suara namun terlebih dulu di cegah Naura dengan isyarat jari telunjuknya ke arah bibir pertanda diam.


" Why ?" tanya Silvia tanpa suara menatap bingung Naura.


" Nanti gua jelasin " jawab Naura yang juga tanpa suara.


" Oke " balas Silvia menggerakkan jari nya membentuk bulat 👌


" Maaf Zeline, gua kira lu gak ke sekolah " ucap Naura membuka suara.


" Ah tidak apa apa Naura, santai saja " jawab Zeline memaksakan senyum.


" Eh ada Silvia juga " ucap Zeline lagi berusaha menutupi masalahnya.


" Iya Zeline baru aja gua sampai hehe " jawab Silvia canggung.


" Oh, ayo duduk " ucap Zeline


Zeline, Naura dan Silvia asyik ngobrol, lebih tepatnya Naura dan Silvia karena sedari tadi Zeline hanya diam.


Tiba-tiba saja geng Gladis dkk menghampiri meja mereka bertiga.


" Ada keperluan apa kalian bertiga kemari ?" tanya Naura dingin menatap nyalang Gladis dkk.


" Sans dong, gua hanya ingin mengobrol sedikit dengan Zeline hem " jawab Gladis lembut namun menusuk.


Di meja lain, Nathan dan Dilan hanya memperhatikan interaksi antara Zeline dkk dan Gladis dkk.


" Ada urusan apa kalian bertiga sama gua ?" tanya Zeline membuka suara dengan aura yang sangat dingin.


" Ah gua ehem " jawab Gladis tiba tiba gagap.


" Gua apa ?" tanya Silvia penasaran.

__ADS_1


__________


Bersambung


__ADS_2