
Keesokan harinya Zeline dan Naura bersiap siap pergi ke sekolah, Zeline dan Naura memutuskan untuk naik bus karena tidak ingin identitas mereka berdua terbongkar dan di ketahui siswa SMA merah putih.
Saat ini Zeline dan Naura sedang berada di halte bus untuk menunggu bus berhenti di depan mereka, kurang lebih 5 menit akhirnya bus yang di tunggu mereka berdua datang dan berhenti pas di depan mereka berdua.
Zeline melangkah maju di susul Naura, saat ingin menginjakkan kakinya ke dalam bus, tiba tiba saja seorang pria menyerobot masuk ke dalam bus terlebih dahulu di susul oleh temannya, membuat Zeline menghela nafas, berbeda dengan Naura yang terlihat sangat kesal.
" Hei lu " tegur Naura marah.
" Why ?" tanya pria itu dingin.
" Kenapa lu masuk duluan hah, seharusnya kita berdua yang masuk terlebih dahulu ?" tanya Naura marah.
" Karena kalian masuk nya lama " jawab temannya.
" Apa apa an lu bilang kita lama, kita berdua udah mau naik, tapi tiba tiba saja kalian berdua nyerobot masuk " ucap Naura membela diri.
" Ara, sudah biarin aja " tegur Zeline menatap Naura lembut.
" Tapi Zeline " protes Naura memelas.
" Gua lagi males debat " ucap Zeline cepat.
" Huft, kali ini lu aman " ancam Naura sinis menatap kedua pria itu.
Zeline menarik lembut lengan Naura menyuruh nya masuk dan duduk di sampingnya.
" Gua dekat jendela ya " ucap Zeline lembut ke arah Naura.
" Em " jawab Naura yang masih saja kesal.
" Jangan cemberut terus dong, entar bang Gilang malah tidak mau sama lu lagi " ejek Zeline menghibur Naura.
" Apa an sih lu " ucap Naura malu.
Zeline hanya tersenyum tipis menanggapi celotehan Naura yang menurutnya sangat lucu.
( Cantik ) batin seseorang.
Saat Zeline menatap ke arah samping tiba tiba pandangan nya tidak sengaja bertabrakan dengan pandangan pria yang sedari tadi memperhatikan nya, pria yang membuat sahabatnya Naura jengkel.
Beberapa detik kemudian Zeline tersadar, buru buru dia mengalihkan pandangannya dari pria itu, begitu pula sebaliknya dengan pria itu.
( Aish kenapa sih gua, gua kan sudah punya Alex, sadar Zeline sadar, bukan gua banget kalo sikap gua seperti )batin Zeline menjerit dan memukul pelan jidatnya.
Zeline mengambil handphone nya dari saku rok sekolah dan mengeluarkan earphone nya untuk mengalihkan pikirannya, sedangkan Naura sedari tadi sibuk dengan novelnya, Zeline mulai menyetel lagi dan memeramkan kedua matanya, bersandar di pundak Naura.
" Kebiasaan lu zel, memang ya pundak gua ini sangat nyaman untuk sandaran lu " celetuk Naura bercanda.
__ADS_1
" Em " respon Zeline masih dengan mata tertutup.
Beberapa menit berlalu, akhirnya Zeline dan Naura sampai di depan sekolah mereka, mereka berdua bersiap siap turun tanpa menghiraukan kedua lelaki itu yang ternyata juga satu sekolah dengan mereka berdua.
" Akhirnya sampai juga " senang Naura.
" Langsung masuk kelas aja " ucap Zeline menuntun Naura memasuki kelas mereka berdua.
Baru saja Zeline membuka pintu kelas, terdengar suara seseorang yang menurut mereka berdua sangatlah familiar, Zeline dan Naura saling pandang dan dengan serentak menatap ke arah depan, ternyata musuh bebuyutan mereka semasa SMP.
" Owh lihat lah siapa mereka " celetuk temannya.
" Wah wah, kita bertemu lagi teman " ucap temannya yang lain tersenyum sinis.
" Hai Zeline, hai Naura " sapa orang itu.
" Oh My God " gumam Zeline pelan.
" Astaga gua hanya ingin kedamaian di sekolah baru, apakah tidak bisa ?" ucap Naura juga bergumam.
" Oh hai " sapa Zeline dan Naura serentak menatap ketiga orang yang menyapa mereka.
" Semoga kita berteman baik " sahut orang itu.
" Ah hehe semoga saja " jawab Zeline males.
" Maaf, apakah kita berdua boleh duduk di sini ?" tanya Zeline ramah kepada satu orang siswi dengan rambut yang di kuncir kuda.
" Em silahkan " jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari fhoto yang di pegang nya.
" Terimakasih " ucap Zeline duduk diikuti Naura.
" Perkenalan nama gua Zeline dan ini sahabat gua Naura " ucap Zeline memperkenalkan diri.
" Hai, gua Naura sahabat Zeline " ucap Naura memperkenalkan diri nya.
" Gua Silvia " ucap memperkenalkan diri masih dengan posisinya.
Zeline dan Naura saling pandang dan mengedikan kedua bahu mereka.
" Wah, apakah lu menyukai dia ?" tanya Zeline menunjuk fhoto Zayn yang berada di hadapannya.
" Em, panggil gua istrinya Zayn "jawabnya.
" Hah, istri ?" tanya Naura kaget menahan tawa.
( Kok gua gak terima ya ) batin Zeline bingung.
__ADS_1
" Hem, mungkinkah kalian berdua juga salah satu penggemar dia ?" tanya Silvia penasaran menatap Zeline dan Naura yang saling pandang.
" Bukan, bukan seperti itu, hanya saja dia sering mampir ke toko bunda gua " jawab Zeline cepat.
" Apa ? benarkah ? dimana ?" tanya Silvia berteriak histeris saking senangnya dia.
" Bahkan toko bundanya juga mendapatkan tanda tangan nya " celetuk Naura yang ikut menimpali.
" Apa !!! Wah benar kah ? Astaga itu adalah sesuatu yang sangat penting yang ingin gua dapatkan dari nya huhuhu " histeris Silvia, membuat Zeline menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Nanti lain kali bakal gua tunjukkan di mana alamat toko bunda gua " ucap Zeline.
Saat mereka asyik dengan percakapan mereka bertiga, tiba tiba saja kelas di hebohkan dengan masuknya kedua pria yang baru saja membuka pintu kelas.
" Kenapa dia ke kelas ini ?" tanya Zeline mengernyitkan.
" Sebenernya apakah mereka berdua terkenal ?" tanya Naura heran karena melihat tingkah teman satu kelasnya tiba tiba menjadi heboh dan histeris.
" Kalian berdua sebenarnya berasal dari mana ? apakah kalian berdua berasal dari perdesaan ? gua rasa tidak " tanya Silvia penasaran.
" Kita tidak dari desa, hanya saja kita berdua tidak terlalu tertarik dengan sekitar " ucap Naura membela diri.
" Sebenernya mereka berdua berasal dari keluarga kaya, mereka berdua sangat terkenal, dia namanya adalah Nathan Adelio Ayden putra semata wayang dari CEO Dewantara company, perusahaan terkaya ke tiga, dan yang satunya itu adalah sahabat dekatnya Nathan, namanya Dilan Bagaskara Syahputra, putra semata wayang dari CEO Wijaya company, perusahaan terkaya ke empat " ucap Silvia menjelaskan.
" Owh " ucap Zeline dan Naura mengangguk.
Percakapan mereka bertiga terhenti kala kedatangan ibu guru yang memasuki kelas mereka.
" Selamat pagi, dan selamat datang di sekolah SMA merah putih untuk kalian semua " sapa ibu guru tersenyum ke arah mereka semua.
" Selamat pagi Bu " sapa balik mereka semua.
" Perkenalkan nama ibu adalah ibu Metha, ibu akan membimbing kalian semua selama 1 tahun di SMA merah putih, karena ibu adalah wali kelas kalian semua, mohon kerja samanya " ucap ibu Metha memperkenalkan diri.
" Untuk kalian semua, ingat bahwa kalian sekarang adalah siswa SMA bukan lagi siswa SMP, masa SMA adalah masa masa terpenting dalam hidup kalian, jadi jalani masa SMA kalian dengan penuh warna oke, para guru di sini akan memaafkan nilai kalian jika nilai kalian jelek, tapi tidak jika kalian berolah, berkhianat, berkelahi, itu bukanlah katagori yang bisa di maafkan, jadi ibu harap kalian saling melindungi dan jangan ada yang berkelahi apalagi saling bully membully, faham " ucap guru Metha panjang lebar.
" Faham Bu " jawab mereka serentak.
" Ibu Metha kalau boleh tau, umur ibu berapa ?" tanya salah satu siswi tiba-tiba menghentikan langkah ibu Metha yang ingin keluar dari kelas.
" Saya ?" tanya ibu Metha menunjuk dirinya sendiri.
Mereka semua pun mengangguk termasuk siswi yang bertanya tadi, menunggu jawaban dari ibu Metha.
" Ibu juga tidak tau berapa umur ibu hehe " jawab ibu Metha cengengesan dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua, namun satu detik kemudian mereka semua tertawa karena sikap ibu Metha yang sangat sangat ramah dan juga lucu menurut mereka.
__________
__ADS_1
Bersambung