Pembasalan Dendam

Pembasalan Dendam
Kediaman Argawiguna


__ADS_3

Malam hari di kediaman Argawiguna.


" Zeline keluarlah dan makan malam " panggil sang bunda sedikit berteriak.


" Iya bunda " teriak Zeline dari balik pintu kamarnya.


Zeline keluar dari kamar dengan raut muka males karena melihat abangnya yang sudah duduk manis di meja makan bersama sang bunda.


" Kenapa tuh muka di tekuk begitu ?" tanya Gilang mengejek.


" Jangan mengejek gua " tegur Zeline sinis.


" Santai dong manis, jangan sinis sinis " tegur Gilang lagi yang masih saja mengejek adik perempuannya.


" Sudah sudah kalian berdua ini, mari makan " tegur bunda.


" Nah ibu menggoreng ikan asin ini, dari bau nya sih terlihat sangat wangi, pasti rasanya enak " ucap bunda mengeluarkan piring yang berisi satu ikan asin.


" Wah kelihatannya ikan asin itu sangat enak, Zeline akan makan dengan baik " ucap Zeline bersemangat hendak mengambil ikan asinnya, namun kalah cepat dari tangan sang bunda yang memukul pelan lengannya.


" Auh, bunda kenapa sih ?" tanya Zeline jengah.


" Biarkan Abang kamu terlebih dahulu " perintah bunda.


Zeline melihat kesamping dimana Gilang berada, dan ternyata Gilang malah mengejek nya dengan menjulurkan lidah ke arahnya.


" Ah apa apaan sih ini, gua juga mau makan bang Gilang, memang nya putra bunda saja yang punya mulut ? Zeline juga punya mulut loh bunda kalo bunda lupa " kesal Zeline menatap bunda dan abangnya satu persatu.


" Ini bukan masalah anak lelaki atau perempuan, tapi dahulukan yang tertua terlebih dulu Zeline " jawab bunda santai.


" Gua ternyata baru sadar kalo lu sudah tua bang " ejek Zeline sinis.


" Hei, apa kata lu hah, begini begini gua belom tua tau walaupun gua anak tertua, ganteng begini juga di bilang tua " ucap Gilang tidak terima.


" Ganteng ? ganteng dari mananya coba, mungkin kalo di lihat dari lobang sedotan Abang masih tidak terlihat ganteng, ganteng juga oppa Zayn kemana mana " ucap Zeline mengejek Gilang dan memuji Zayn tanpa dasar.


" Kalian ini sudah sudah, berhenti bertengkar dan cepat habiskan makanan kalian, jangan lupa setelah ini kamu antar kan pesanan pelanggan bunda Zeline " tegur bunda dan menyuruh Zeline.


" Aish kok Zeline sih bunda ? Abang tu " protes Zeline tidak terima karena di suruh bundanya, sedangkan abangnya tersenyum manis kearahnya.


" Kamu tidak mau mengantar ? ya sudah tidak apa apa, tapi uang saku kamu bunda potong " ancam bunda.

__ADS_1


" Baiklah baiklah " ucap Zeline males.


" Makanlah yang banyak anak manis, setelah ini belajar yang rajin " ucap bunda lembut kepada Gilang.


( Hah dia bisa hidup tanpa putri nya, tapi malah tidak bisa hidup tanpa putranya, kan ngeselin ) batin Zeline menatap sekilas bunda dan Gilang.


( Bicara sama Abang Gilang aja lembut, sedangkan bicara dengan gua malah kek toa rusak, puji aja tuh terus putra mu bunda, ini juga salah gua kenapa gua nutupin semuanya dari bunda dan ayah, kan jadinya gua jadi anak yang malang, kalo di bandingkan sama Abang juga gua jauh di atas lu bang huh, dasar Abang laknat ) batin Zeline tidak terima karena semakin hari bundanya selalu membedakan mereka berdua walaupun sekedar menyindir Zeline, tapi tetap aja Zeline sangat kesal.


( Tunggu aja waktunya kalo udah tiba, kalian semua akan terkejut dengan prestasi yang gua raih selama ini ) batin Zeline tersenyum misterius.


( Ada apa dengan Zeline, senyumnya sangat misterius, apakah dia sedang merencanakan sesuatu ? ) batin Gilang takut takut melirik Zeline.


" Selamat malam, Ayah pulang " sapa ayah memasuki rumah dan menghampiri mereka.


" Kamu sudah pulang sayang " sapa bunda lembut.


" Em, hari ini sangat melelahkan " keluh ayah.


" Apa kamu mau ikutan makan malam ?" tanya bunda menatap lembut ayah.


" Aku sudah makan sayang, kalian saja yang makan, ayah mau bersih bersih dulu ke kamar ya " pamit ayah.


" Cepat habiskan makanan mu Zeline " tegur bunda.


" Ayah, kemana bunda ?" tanya Zeline saat melihat sang ayah yang berada di rumah tv bersama Gilang, tanpa menghiraukan Gilang yang menatap kearah nya.


" Bunda kamu berada di dapur princess " jawab ayah tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.


Zeline hanya mengangguk dan pergi ke dapur menemui bunda nya yang berada di sana, Zeline sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Gilang.


" Bunda, mana kue yang mau di antar ?" tanya Zeline menatap bundanya yang sedari tadi sibuk menata pesanan pesanan kue pelanggan.


" Ini, kamu berhati-hati lah di jalan, jika sudah selesai segeralah pulang " ucap bunda lembut.


" Em " jawab Zeline mengangguk dan berlalu pergi dari dapur menuju ruang keluarga.


" Zeline pamit pergi dulu ayah, mau ngantar pesanan pelanggan nya bunda " pamit Zeline dan menaiki kendaraan nya.


" Aish anak itu, apakah dia marah ?" tanya Gilang kepada dirinya sendiri.


" Memangnya habis kamu apa in dia sampai marah ke kamu boy ?" tanya ayah

__ADS_1


" Gak ngapa ngapain ayah, Gilang hanya mengejek nya saja kok " jawab Gilang singkat.


" Kamu ini selalu saja mengejeknya " ucap ayah menggelengkan kepalanya.


" Habisnya di lucu dan gemesin kalo lagi cemberut " jawab Gilang tersenyum membayangkan muka lucu adiknya saat cemberut.


Sesampainya Zeline di alamat yang di maksud oleh bundanya, Zeline sedikit bingung karena banyak orang yang bergerombolan di sana, Zeline melihat kesekitar tanpa sengaja membaca poster yang berada di atas.


" Ah pantesan aja rame, pasti oppa sekarang mau manggung " gumam Zeline menghela nafas.


Zeline berjalan ke arah gerombolan banyak orang dan sedikit berteriak.


" Permisi, siapakah di antara kalian yang memesan kue ?" tanya Zeline sedikit berteriak.


" Maaf kak, aku yang pesan " panggil seorang perempuan yang berada di tangga kenaikan kedua.


Dengar segera Zeline menghampirinya orang tersebut.


" Ini pesanannya, semuanya 85.000 " ucap Zelin ramah.


" Terimakasih banyak kak, ini uang nya " ucap perempuan itu tak kalah ramah dan memberikan uang 100.000 ke arah Zeline.


" Terimakasih kembali, dan ini kembaliannya " ucap Zeline memberikan uang kembaliannya dan tersenyum.


Baru saja Zeline berbalik arah untuk menuruni tangga, tiba tiba saja semua orang yang bergerombolan itu berteriak histeris, membuat Zelin mau tidak mau menutup kedua kupingnya, saat menuruni tangga satu langkah, Zeline berteriak histeris karena ada yang menarik rambut nya.


" Astaga rambut gua ish " teriak Zeline histeris dengan cepat berlari menuruni tangga, walaupun sedikit kesusahan namun dia berhasil.


" Aish banyak banget fans nya oppa " gumam Zeline kesal.


Sesampainya di bawah Zeline hanya bisa menatap nanar ke arah gerombolan banyak orang-orang.


" Wajar sajalah oppa banyak fansnya, oppa Zayn sangat baik dan juga lembut kepada para fans, oppa juga termasuk laki laki yang sangat perhatian, beruntung banget seseorang yang bakalan menjadi pendamping hidup oppa, andai saja gua bisa bersama dengan oppa, pasti gua adalah perempuan yang sangat bahagia di dunia ini, tapi itu tidak akan mungkin, karena bagaimanapun juga oppa Zayn hanya menganggap gua sebagai adik nya, bukan lebih " gumam Zeline sendu.


" Aish, apa sih yang gua pikirin, gua kan sudah punya Alex, em ngomong ngomong bagaimana keadaan Alex ya ? sudah lama sekali gua dan dia tidak berkirim pesan, terakhir gua kirim dia pesan, sampai sekarang belom ada di bacanya " gumam Zeline lagi teringat sok sok Alex yang akhir akhir ini entah kenapa seperti menghindari nya.


" Mungkin hanya perasaan gua doang " ucap Zeline berusaha berfikir positif tentang kekasihnya.


( Panggilan sayang Zeline untuk Zayn adalah oppa )


__________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2