
Pembalasan dendam.
Menceritakan tentang seorang perempuan yang memiliki dendam terhadap sang kekasih / cinta pertamanya. Membuat dirinya yang dulu di kenal sebagai perempuan lembut dan hangat menjadi pribadi perempuan yang sangat tertutup dan menutup hatinya rapat rapat kepada laki laki manapun, namun pada hari pertama sekolahnya, dengan tidak sengaja nya dia memiliki rasa kagum terhadap laki laki yang baru saja di lihat nya di bus yang sama dengannya.
Perempuan itu tidak menyadari jika ada seseorang lelaki yang dulunya adalah sahabat masa kecilnya memiliki perasaan terhadap nya, lelaki tersebut adalah sahabat dekat sang abang dan juga dirinya semasa kecil hingga sekarang, namun lelaki itu hanya bisa mencintai dalam diam tanpa sepengetahuan dirinya, terkecuali kakak nya yang sangat sangat mengetahui perasaan sahabatnya kepada adik kandung nya itu.
Lelaki itu hanya bisa terdiam saat mendengar fakta dari mulut sang sahabat jika perempuan yang di cintai nya memiliki kekasih, bahkan dirinya tidak bisa berbuat apa apa, hingga suatu ketika, dirinya melihat dengan mata kepala nya sendiri betapa hancurnya kehidupan perempuan itu saat di khianati sang mantan kekasihnya dan di tuduh sebagai penguntit, membuat dirinya menahan amarah yang sangat besar.
Dirinya berjanji tidak akan pernah mengampuni lelaki yang sudah berani merubah perempuan yang dia cintai menjadi perempuan yang sangat tertutup dan pendiam.
( Tidak akan pernah gue maafkan siapapun yang menyakiti hatinya ) batin Zayn.
( Gue tidak segan segan menghancurkan kalian yang berani mengusik ketenangan adik gue ) batin Gilang.
( Akan gue hancurkan kalian yang berani menyakiti sahabat gue Zeline, gue bersumpah ) batin Naura.
Flashback on
Saat ini Zeline berada di depan lemari Alex yang biasa di gunakan Alex untuk menyimpan Tasnya.
Sebenernya Zeline ragu tapi dengan percaya pada dirinya sendiri Zeline membuka lemari Alex dan memasukkan air minum kedalam lemari Alex, karena memang sekarang Alex sedang latihan main basket.
Di saat Zeline ingin pergi dari tempat lemari Alex, tiba tiba saja dia di kejutkan dengan kedatangan Alex dan menahannya agar tidak pergi.
" Apakah kau menyukai ku ?" tanya Alex dingin menatap kearah kedua matanya.
" Hah ?" balas Zeline bingung dan gugup.
" Seandainya aku meminumnya, apakah kau dan aku dalam suatu hubungan ( pacaran )?" tanya Alex lagi.
Tanpa menunggu jawaban dari Zeline, Alex membuka lemarinya dan mengambil minuman yang baru saja di kasih Zeline, Alex membuka tutup botol nya dan meminumnya di hadapan Zeline, Zeline yang melihat Alex minum lagi dan lagi semakin terpesona, Zeline tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Alex.
( Awal dari cinta pertamaku, hari itu adalah hari pertama di saat kami baru saja menginjak kelas 9 ) batin Zeline.
__ADS_1
Satu tahun sudah berlalu, selama satu tahun itu pula hubungan Zeline dan Alex berjalan, saat ini Zeline menghubungi Alex untuk bertemu di taman sekolah, entah apa yang akan di ucapkan Zeline kepdanya.
Sesampainya di taman, mereka berdua duduk di bangku taman dengan Zeline yang memulai percakapan mereka berdua.
" Apa kau tau, hari ini adalah hari dimana kau dan aku sudah resmi satu tahun bersama, hari ini adalah hari pertama anniversary kau dan aku ?" tanya Zeline tersenyum manis ke arah Alex dan menyodorkan kotak ke hadapan Alex.
" Apa ini ?" tanya Alex penasaran.
" Hadiah " jawab Zeline singkat masih dengan senyuman manisnya.
" Sudah satu tahun ?" tanya Alex mengeryit.
" Dan ini, ada satu lagi " ucap Zeline memberikan satu kotak lagi kehadapan Alex.
Dengan gerakan cepat Alex menyambar satu kotak yang baru saja di berikan Zeline ke arahnya.
" Aku terlalu sibuk dengan ujian, maaf karena aku melupakan nya " ucap Alex singkat, Zeline hanya tersenyum mendengarnya.
" Wah, inikan sepatu yang selama ini sangat aku inginkan, bagaimana mungkin kamu bisa tahu ?" tanya Alex senang dan segera memakai sepatunya.
" Apakah pas ?" tanya Zeline tersenyum.
" Hem, sangat pas, ukurannya pun juga sangat pas " jawab Alex senang.
" Ah, baguslah kalau begitu " ucap Zeline merasa lega.
" Tapi aku dengar dengar, jika ada yang membelikan sepatu kepada orang lain atau kekasihnya, orang itu akan melarikan diri " ucap Zeline menatap serius Alex yang berada di samping nya.
" Jangan pernah percaya dengan yang begituan " tegur Alex tiba tiba berubah menjadi dingin.
" Bagus sekali " puji Zeline mengalihkan pembicaraan.
" Hem kau benar, ini sangat sangat bagus " ucap Alex.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian.
Saat ini mereka berdua tengah berdiri di depan kelas mereka berdua, dan membicarakan tentang rencana kelanjutan sekolah mereka berdua.
" Hari ini adalah hari terakhir kita di sekolah yang sama, akan lebih baik jika kita bisa melanjutkan sekolah SMA yang sama, sangat di sayangkan sekali " ucap Zeline menatap sekilas ke arah Alex.
( Sangat di sayangkan ? apa maksudnya itu huh ? ) batin Alex sinis.
" Jangan berselingkuh saat kita sudah berada di SMA, apalagi sekolah SMA kita berbeda " ucap Zeline memperingati.
" Kau ngomong apaan sih ?" tanya Alex jengah.
Zeline hanya tersenyum dan menghela nafas panjang mendengar respon yang keluar dari mulut Alex.
" Huft, hari ini juga hari terakhir kita berada di tempat ini, mari kita berphoto bersama " ajak Zeline mengeluarkan handphone nya dan bersiap memotret, namun tiba tiba Alex berteriak memanggil siswa dan siswi yang berlalu lalang untuk berphoto bersama, spontan membuat Zeline menatap heran ke arahnya namun dia hanya diam.
" Hei kalian semua kemari, kita akan berphoto bersama " teriak Alex memanggil yang lainnya.
~ wah berphoto bersama.
~ ayo ayo, aku juga mau.
~ Yeay.
~ Ayo Zeline
" Ah baiklah, aku akan fhoto 1,2,3 cekrek " ucap Zeline menghitung dan terdengar suara dari kamera ponsel nya.
( Saat ini cinta pertama ku masih berumur 17 tahun, dia masih begitu manis ) batin Zeline menatap photo yang berada di ponsel nya.
Flashback off.
_____________________________
__ADS_1
Bagiamana kah cerita selanjutnya ???
cerita ini terinspirasi dari film yang aku tonton, film kesukaan ku, mohon maaf jika banyak typo bertebaran, jangan lupa tinggalkan jejak kalian. ❤️