Pembasalan Dendam

Pembasalan Dendam
Gara gara Alex


__ADS_3

" Apakah benar itu Alex ?" tanya Zeline tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


" Tenang Zeline" ucap Naura menenangkan Zeline.


" Bagiamana gua bisa tenang Naura, itu Alex Naura, itu Alex " ucap Zeline menahan air matanya.


" Ayo kita kesana dan meminta penjelasannya " ajak Naura menahan amarah.


" Em " jawab Zeline mengangguk.


Zeline dan Naura berjalan ke seberang jalan untuk menemui Alex yang duduk di taman bersama dengan seorang perempuan, terlihat jelas jika mereka berdua sangatlah romantis.


" Alex " panggil Zeline bergetar menahan dirinya yang hampir saja menangis di hadapan lelaki itu.


" Loh kamu " kaget Alex.


" Kenapa hem ? lu kaget ?" tanya Naura sinis.


" Dia siapa sayang, apa kamu mengenal nya ?" tanya seorang perempuan itu lembut, perempuan yang bersama Alex sedari tadi.


" Dia " ucap Alex bingung.


" S s sayang " gumam Zeline menahan sakit.


" Siapa mereka sayang ?" tanya perempuan itu sekali lagi.


" Dia, dia adalah perempuan yang selama ini mengawasi ku sayang, seperti yang aku ceritakan ke kamu " jawab Alex cepat karena tidak ingin membuat perempuan itu marah.


" Oh, jadi dia orangnya, orang yang menguntit di sekitar kamu " jawab perempuan itu mengangguk.


" A apa ? penguntit ?" ulang Zeline.


" Hei lu Alex, kalo ngomong itu mulut lu di jaga, lu mau gua bogem hah !" bentak Naura marah.


" Asal lu tau, perempuan yang lu bilang penguntit ini adalah pacar Alex, lebih tepatnya pacar Alex saat SMP " ucap Naura membela Zeline dan menatap marah perempuan itu.


" Hah benarkah begitu Alex ?" tanya perempuan itu kaget.


" Tidak, itu tidak benar " jawab Alex cepat membela diri.


" Teman lu itu setiap hari selalu saja memperhatikan gua, dan sekarang mengaku dia adalah pacar gua semasa SMP ? yang benar saja ! bahkan gua sama sekali tidak pernah berpacaran semasa SMP dulu, apalagi dengan dia " tunjuk Alex sinis menatap rendah Zeline.


" Lagian gua hanya kasihan melihat sahabat lu yang selalu saja mencari perhatian gua, jadinya gua memperlakukan nya dengan baik, namun apa balesannya hah, dia justru salah faham dengan apa yang gua lakukan kepadanya " sambung Alex pedas.


" Astaga, dia begitu sangat bodoh, lebih baik kita pergi aja sayang yuk " ejek perempuan itu dan membawa pergi Alex dari hadapan Zeline.


Baru beberapa langkah mereka berdua pergi, Zeline memanggil nama Alex dan plak plak.

__ADS_1


Zeline menampar kedua belah pipi Alex, Alex tidak terima dan mendorong kuat Zeline hingga akhirnya Zeline terjatuh di tumpukan sampah, membuat Naura yang melihatnya sangat sangat marah.


" Hei lu br*ng*** " marah Naura berteriak namun tidak di hiraukan Alex dan juga perempuannya.


Di tempat lain di waktu yang sama.


" Astaga " kaget Dilan


" Seperti nya dia di buang lelaki itu " lanjutnya lagi.


Nathan terdiam, masih memperhatikan Zeline dan Naura.


" Mengapa hidupnya sangat menyedihkan ? apa kurangnya Zeline sehingga dengan mudah nya dia membuang nya, benar benar sangat kasihan " celetuk Dilan.


" Pulang " jawab Nathan singkat karena dia tidak tega melihat Zeline yang masih saja menangis tanpa berminat untuk berdiri dari duduknya.


Kembali ke tempat Zeline dan Naura.


" Astaga Zeline, apa lu tidak apa apa ? ayo berdiri " tanya Naura khawatir, dan membantu Zeline untuk berdiri.


" Dia benar benar menggunakan sepatu itu untuk melarikan diri dari hadapan gua " gumam Zeline lirih.


" Dia benar benar jahat " gumamnya lagi dan menangis sesenggukan.


Naura mengepalkan tangannya kuat menahan amarah.


Kini Zeline dan Naura berada di lampu merah khusus untuk orang yang berjalan kaki, Naura menyebrang dengan semangat nya saat tiba di seberang jalan Naura merasakan ada yang kurang, saat berbalik badan, Naura kaget melihat Zeline yang masih berada di seberang jalan.


" Zeline, kemari lah cepat, lampunya masih hijau " panggil Naura berteriak.


" Zeline " teriak Naura lagi.


" Zeline, gua bilang lampu nya sudah hijau, jadi cepat lah kemari " teriak Naura lebih keras.


" Astaga Zeline " teriak Naura frustasi karena sedari tadi dia berteriak sama sekali tidak di hiraukan Zeline.


( Dia adalah cinta pertamaku, apakah dia benar-benar mudah berubah ? sekarang aku benar benar sangat frustasi, dia sangat jahat ) gumam Zeline menangis.


Naura menitikkan air mata saat melihat Zeline yang begitu hancur, baru kali ini dia melihat seorang Zeline yang benar benar terlihat hancur dan kacau.


" Zeline " teriak Naura tiba tiba.


Naura tidak menyadari jika Zeline berjalan nyebrang ke arahnya, Zeline pun tidak sadar jika kakinya berjalan ke seberang jalan tanpa melihat kanan dan kiri, hingga akhirnya mengakibatkan nya ke serempet motor.


" Astaga Zeline " teriak Naura histeris dan berlari ke arah kerumunan banyak orang.


Sesampainya Naura di dekat Zeline, Naura melihat jelas betapa hancurnya hidup Zeline.

__ADS_1


" Zeline apa lu tidak apa apa ?" tanya Naura khawatir.


" Dia jahat, dua jahat Naura " ucap Zeline meracau.


" Pak, bapak saya boleh minta tolong bawa saya dan teman saya ke alamat rumah ini pak ?" tanya Naura ke salah satu pria paruh baya yang berada di sana.


" Baik nona, mari " jawab pria paruh baya.


Di kediamannya Argawiguna.


Zayn dan Gilang sedang duduk di rumah tamu sambil menonton tv dan mengemil.


Zayn melihat ke arah jam dinding, terlihat di sana jam sudah menunjukkan angka 11, itu artinya sudah jam 11 malam, namun tidak ada tanda tanda kehadiran Zeline.


" Sudah jam 11 malam, Zeline belom pulang " ucap Zayn khawatir menatap Gilang.


" Dia kan pergi bersama Naura " jawab Gilang acuh.


" Tapi mereka belom pulang sedari tadi, bukankah mereka keluar dari pagi " ucap Zayn lagi.


" Cepatlah lu telpon dia " perintah Zayn.


" Gua males Zayn, handphone gua di kamar " ucap Gilang.


" Sebenernya lu ini Abang nya bukan sih ?" tanya Zayn sinis


" Terserah lu " jawab Gilang acuh.


Baru saja Zayn mengambil handphone dan ingin menghubungi Zeline terhenti karena dia mendengar bunyi dari layar monitor.


Dengan gerakan cepat Zayn berdiri dari duduknya dan melihat ke layar monitor, di sana terlihat jelas yang berada di depan pintu rumah adalah Naura dan Zeline, tapi yang membuat Zayn bingung, kenapa dengan wajah mereka berdua, dengan segera Zayn berlari ke arah pintu untuk membukakan pintu.


" Kenapa dia ?" tanya Gilang pada dirinya sendiri saat melihat Zayn yang terlihat panik.


" Gua lihat ajalah " ucapnya lagi pada dirinya sendiri.


Zayn sudah sampai di depan pintu rumah dan membukakan pintu, saat pintu terbuka Zayn sangat kaget melihat keadaan Zeline, begitu juga dengan Gilang yang tidak kalah kagetnya.


" Astaga Zeline, Naura ada apa dengan Zeline, kenapa dia bisa terluka seperti ini ?" tanya Zayn panik dan dengan segera menggendong Zeline ala bridal style


" Ini semua gara gara Alex " jawab Naura marah.


" Apa !! Alex !!" kaget Gilang mengepalkan tangannya.


__________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2