
" Jangan di dengerin omongan nya Naura, dia mah suka bercanda " ucap Zeline cepat.
" Benarkah ?" tanya Silvia polos.
" Hahaha lu polos amat sih Silvia " celetuk Naura tertawa.
" Apa an sih Naura, gak ada yang lucu " cemberut Silvia.
Zeline hanya menggeleng dan tersenyum tipis.
Dret dret dret handphone Zeline bergetar.
" Handphone siapa tu ?" tanya Silvia.
" Handphone Zeline " jawab Naura menunjuk Zeline dengan bibir nya.
" Oppa " sapa Zeline saat telpon nya sudah tersambung.
" Hah oppa ? Abang ?" tanya Naura penasaran.
" Em " jawab Zeline mengangguk.
" Sayang " panggil Zayn dari sebrang telpon.
" Iya oppa, oppa dimana ? kok rame ?" tanya Zeline heran.
" Kamu masih di roftof ?" bukannya menjawab, Zayn malah balik bertanya.
" Aku sudah di kelas oppa " jawab Zeline.
" Di kelas ? coba kamu lihat ke bawah sayang " ucap Zayn tersenyum manis.
" Hah " bingung Zeline dan berjalan ke arah jendela lalu menjenguk ke arah bawah.
" Oppa " panggil Zeline terkejut karena melihat seorang lelaki yang sedang berdiri di tengah tengah lapangan, Zeline mengenali siapa pria itu walaupun pria itu mengenakan masker dan topi.
" Wah ternyata kamu mengenali ku sayang " goda Zayn.
" Oppa ngapain ke sini ?" tanya Zeline bingung.
" Mau jemput kamu sayang " jawab Zayn tersenyum dari balik masker.
" Kemari lah " panggil Zayn lembut.
" Sebentar " jawab Zeline.
" Naura " panggil Zeline.
__ADS_1
" Em " sahut Naura yang seperti nya sudah hapal apa yang akan di lakukan sahabatnya itu.
" Good luck " ucap Naura memberi semangat, Silvia dan yang lainnya mengernyit bingung.
" Kok good luck Naura, memang Zeline sedang ada lomba ya ?" tanya Silvia polos.
" Astaga " ucap Naura menepuk jidat.
" Sayang, jangan lakukan hal bodoh " larang Zayn dari seberang telpon.
" Hehe telat oppa " jawab Zeline dan bersiap siap.
" Satu " ucap Naura menghitung.
" Lu ngitung apa Naura ?" tanya Silvia yang tidak di hiraukan Naura.
" Dia menghitung apa an sih ?" tanya Dilan ke arah Nathan.
" Kita lihat saja " jawab Nathan yang juga sangat penasaran.
" Sayang jangan lakukan " larang Zayn sekali lagi masih lewat telepon, dari bawah Zayn tidak terlepas pandangan nya dari gerak gerik Zeline yang ingin melancarkan aksinya.
" Oppa bersiap siap lah " ucap Zeline mengingatkan dan mematikan handphone nya.
Di bawah Zayn hanya bisa menghela nafas, dan memasukkan handphonenya kedalam saku celana.
" Apa an sih dia " gerutu Gladis jengah.
" Tiga " teriak Naura dan.....
Brak
Hap
" Zeline " teriak Silvia histeris dari dalam kelas, begitu juga dengan siswa dan siswi yang lain, mereka semua berteriak memanggil nama Zeline.
Sedangkan di lantai bawah tepatnya di halaman sekolah, Zeline berada di dalam gendongan Zayn, terlihat jelas muka lucu Zeline walaupun sedikit tertutup.
" Oppa " panggil Zeline di dalam gendongan Zayn, dan memasang wajah imutnya agar Zayn tidak memarahi nya.
" Kamu ya, nakal banget hem " ucap Zayn gemas dan menciumi seluruh wajah Zeline dengan masih menggunakan masker nya.
" Ahahaha oppa, aku geli " tawa Zeline pecah.
" Makanya jangan nakal " ucap Zayn lembut.
" Aku gak nakal oppa, aku hanya ingin di tangkap oppa aja kok, itu doang memangnya tidak boleh ?" tanya Zeline sendu.
__ADS_1
" Boleh sayang, sangat boleh " jawab Zayn cepat.
" Benarkah ? hore " girang Zeline seperti anak kecil.
Interaksi mereka berdua tidak terlepas dari semua siswa dan siswi, walaupun mereka tidak mendengar apa yang di bicarakan Zeline dan Zayn, tapi terlihat jelas jika mereka berdua saling menyayangi, apalagi mereka melihat jelas seorang lelaki itu seperti nya sangat menyayangi Zeline.
" Setelah ini aku di bawa kemana ?" tanya Zeline menatap mata Zayn yang berada di balik topinya.
" Oppa mau ngajak kamu jalan jalan, kebetulan oppa lagi punya waktu senggang " jawab Zayn tersenyum.
" Oke " ucap Zeline bersemangat.
" Turunin aku oppa, aku bisa jalan sendiri kok " rengek Zeline yang berada di dalam gendongan Zayn.
" Yakin ?" tanya Zayn.
" Em " jawab Zeline mengangguk.
Zayn menurunkan Zeline dari gendongan, Zeline mulai berdiri tegak dan menggandeng lengan Zayn terlebih dulu membuat para siswa histeris termasuk Nathan yang masih setia melihat interaksi mereka berdua.
" Ayo " ucap Zeline mengaitkan jari lengannya ke jari lengan Zayn.
" Hem " jawab Zayn tersenyum dan menggenggam erat tangan Zeline.
Sepeninggalan Zeline dan Zayn satu sekolah mendadak heboh dan penasaran, siapakah gerangan lelaki itu ?.
Di dalam kelas Zeline.
" What, laki laki itu siapanya Zeline ? Naura kasih tau gua cepetan " tanya Silvia heboh.
" Gua meleleh tau " celetuk salah satu siswi heboh.
" Hooh, mereka berdua sangat swet " jawab siswi lainnya.
" Naura jawab gua " desak Silvia tidak sabar.
( Siapa dia ? ) batin Nathan terdiam.
" Dia adalah orang kesayangan nya Zeline " jawab Naura singkat berhasil membuat hati Nathan tiba tiba sesak.
( kenapa ini jantung gua ? rasanya sesak banget huh huh ) batin Nathan menepuk dadanya.
" Sudahlah lebih baik kita makan yuk, kebetulan gua tadi beli banyak cemilan " celetuk Naura mengalihkan pembicaraan.
" Ayo " jawab Silvia cepat.
__________
__ADS_1
Bersambung