
Keesokan harinya adalah hari yang sangat cerah, Alline berharap bahwa angin segar yang cerah ini memberikan secerca harapan untuk segera bebas dan tidak lagi menjadi tawanan seperti ini. Alline memutuskan untuk berjalan jalan di sekitaran hotel nya, di dekat hotel terdapat sebuah pasar yang cukup lengkap, menjual berbagai bahan makanan, cemilan dan semua yang khas tradisional London, Alline berpikir sejenak dan mengagumi hal hal kecil disini yang terlihat sangat alami. Berbeda dengan hingar bingar kota London yang sangat terkenal itu.
Alline memutuskan untuk membeli beberapa makanan dan juga minuman, dan Alline masih terus menelusuri pasar hingga ujung. pada saat itu Alline merasa sedikit tenang dan melupakan permasalahan yang sedang ia hadapi. Alline masih berpikir apakah dirinya akan segera menelpon Syifa atau tidak. Alline takut jika dia menghubungi Syifa maka Syifa juga akan dalam bahaya seperti dirinya. Tapi jika Alline tidak memberikan kabar sedikitpun pada Syifa. maka Syifa pasti akan merasa sangat khawatir dengan keadaan Alline. Dalam perjalanan nya keluar dari pasar tradisional. Alline berhenti di depan telpon umum di seberang jalan. Alline duduk termenung di sebelah nya dan tetap masih saja berpikir ulang untuk menghubungi Syifa. akhirnya setelah banyak menimbang Alline memutuskan untuk memberikan kabar pada Syifa. dengan sedikit gemetar tangan Alline mulai memutar tombol nomor telepon Syifa.
"Tutttt"
"Tuuutttt"
"Tuuuutttt"
Alline menunggu Syifa mengangkat telpon nya sangat lama, dalam hati Alline berpikir mengapa Syifa lama sekali mengangkat telepon nya, Alline memutuskan untuk mengakhiri telepon nya tapi ternyata telpon nya di angkat.
"*Haloo Syifaa"
" Iya haloo, siapa ini*"
" *Syifa ini Alline. maaf aku menghilang dan lupa memberikan kabar padamu"
" Ohh Alline sudah lama aku mencari mu, ehm dimana kamu berada sekarang"
" Syifa aku belum bisa menceritakan nya sekarang, nanti jika semua sudah aman aku pasti akan kembali, aku menelpon hanya untuk memberikan kabar padamu bahwa aku baik baik saja, dan kamu jangan mengkhawatirkan tentang aku"
" Tapi Alline kamu dimana, aku bisa menjemputmu sekarang"
" maaf Syifa aku belum bisa memberikan informasi tentang keberadaan ku, yang terpenting sekarang kamu sudah tahu kalau aku baik baik saja, dan maafkan aku karena pasti aku membuat kamu khawatir beberapa hari ini, nanti kita pasti akan bertemu lagi Syifa. kamu jaga baik baik disitu. aku pasti aman walaupun aku sendirian saat ini"
" Baiklah Alline berhati hatilah, banyak orang yang jahat di luar sana"
" maksut nya"
" tuut tuut tuut tuutt*"
Telepon dimatikan sepihak oleh Syifa. Alline merasa heran dengan kata terakhir yang di ucapkan Syifa. hati hati banyak orang jahat di luar sana. Apakah sebenar nya Syifa sudah tau bagaimana keadaan Alline sekarang. tapi itu mustahil karena Alline yakin Syifa tidak mungkin mengenal Hensel. Alline terus memikirkan Syifa. Alline takut jika Syifa sedang tidak baik baik saja saat ini. akhirnya Alline memutuskan untuk kembali ke hotel nya. setelah berjalan menyusuri pinggiran kota London. Alline sampai di hotel nya. menikmati makanan yang sudah ia beli, Alline merasa kembali ke masa kecil nya. makanan yang ia beli sungguh mengingatkan ke masa masa indah ketika ia sering menginap kerumah nenek nya. dulu nenek nya suka mengajak ia pergi keluar dan ke pasar tradisional dan membeli makanan yang khas disana. Alline merasa ingin kembali dengan kehiduoan kecil yang terbebas dari masalah kehidupan seperti sekarang ini. rasanya Alline ingin menangis jika mengingat semua kejadian yang sudah ia alami. satu malam merubah segalanya merubah hidup nya. kemarin kehidupan yang Alline jalani masih terbilang cukup nyaman. tapi hari ini entah apa dan kenapa Alline harus bertemu dengan laki laki kurang ajar seperti Hensel.
" mengapa harus aku yang mengalami semua ini, mengapa harus aku yang bertemu dengan laki laki seperti Hensel. mimpi apa aku salah apa aku hingga hidup ku harus menderita seperti ini"
Alline terus saja mengutuki apa yang terjadi. hingga hidup nya terasa seperti tawanan dirumah sendiri. Alline sudah lelah dengan semua ini, tapi Alline tidak mungkin berbuat gegabah karena sedikit saja salah langkah maka Alline akan celaka. Bagaimanapun caranya Alline tidak boleh lagi masuk dalam perangkap Hensel. apapun yang terjadi Alline harus segera keluar dari penjara ini.
****
Pagi hari Hensel meminta pembantu nya untuk membuatkan kopi dan roti panggang kesukaan nya, Hensel duduk di tepi kolam rumah nya, di sofa rotan milik nya sambil memandang ke arah kolam renang dan menikmati hawa mendung pagi ini, Hensel sedikit ingin bersantai dari pikiran nya sendiri yang sudah sejak berapa hari ini tidak dapat sama sekali diajak kompromi.
" Hari ini aku benar benar ingin mengistirahatkan otakku. Aku tidak ingin memikirkan apapun yang selalu membuat ku tidak bisa tidur nyenyak akhir akhir ini "
Lamunan Hensel dikejutkan dengan kedatangan bik Inah yang membawakan makanan dan kopi pesanan nya tadi.
" *nak Hensel ini kopinya"
" bik Inah makasi yah bik "
" Sama sama nak Hensel* "
Bik Inah memang pelayan paling senior di rumah peninggalan almarhum papa Hensel ini. Bik Inah saksi bisu dari kehidupan Hensel sejak kecil hingga saat ini, dan hensel menggap bik Inah seperti keluarga nya sendiri.
Hensel mulai memakan roti bakar kesukaan nya sambil menikmati suasana, yang akhirnya di buyarkan karena teriakan Mike dari dalam rumah yang begitu histeris membuat Hensel sangat terkejut.
" *Hensell Hensell Cepet Hensell "
" Mike ada apa sih, gua baru aja mau nikmatin* *hidup sebentar gabisa banget sih ha "
" Eh bocah, tu ponsel si Syifa bunyi tadi gua yang angkat, anjir suara nya cewe makanya lu cepet sekarang ke kamar gua*"
__ADS_1
Mike dan Hensel bergegas untuk naik ke atas ke kamar Mike dan Syifa. di dalam kamar Syifa masih menelpon dengan wanita itu dan ternyata benar saja Alline yang menelpon Syifa. dengan cekatan Hensel memberikan kode pada Syifa untuk segera menanyakan dimana keberadaan Alline
" Tanyain dia sekarang dimana "
Dengan sedikit menekan pergelangan tangan Syifa. akhirnya Syifa tidak mampu untuk melawan lagi dan pasrah mengikuti Hensel.
Tapi ternyata Alline memang tidak ingin memberitahukan dimana kah dia berada. itu sungguh membuat Syifa merasa senang karena dengan begini Alline menyelamatkan dirinya sendiri begitu juga Syifa.
" *Anj***g sialan tuh cewe main segala rahasia rahasiaan. gua aja udah berharap dia ngomong malah kaya gini jatoh nya sialaaan"
" Udah bro sabar dulu, Lo musti pelan pelak cari dia, kalo Lo mau berhasil nangkap dia lu juga musti cerdas bro "
" Maksut lu gue goblok gitu Mike ? haa ?"
" Weitss sabar dulu dong bro gausah terpancing emosi gitu, gua tau lu udah pusing nyariin nih cewe. tapi ya semua butuh proses kali bro"
" Hisshh gak guna semua nya "
" Eh broo gimana kalo kita lacak aja ni nomor, pasti kita tau posisi tuh cewe dimana "
" Ehh anjir bener juga Mike. tumben otak lu encer kalo lagi urusan beginian hahaha "
" ehh gausah menghina gua ya, Yo da salin nomor nya ke ponsel lu, gua punya kenalan yang bisa lacak nomor "
" Siaap mantab emang lu Mike gue suka gaya loo hahaha* "
Akhirnya Mike dan Hensel bergegas untuk pergi ke kantor yang dikatakan Mike punya kenalan yang bisa melacak nomor itu, Hensel sudah sangat tidak sabar untuk segera menangkap gadis sialan itu, Hensel sangat bersemangat kali ini.
" *Sob gua sama temen gua butuh bantuan nih "
" Halo haloo Mike sudah lama rasanya kita gapernah jumpa, gimana gimana apa nih yang bisa gua bantu buat temen gua satu ini "
" Gini bro gua ada nomor, gua minta bantuan buat lu lacakin nomor nya, kira kira itu si yang punya telpon posisi nya dimana "
" Oke boleh sob gua bisa bantu lu, tunggu disini sebentar ya gua cari data dulu, 15 menit lagi gua anter data nya "
Hensel sangat senang sekali pada akhirnya kurang selangkah lagi, semua akan berakhir dan Alline kembali jatuh ke tangan nya hahaha sedikit lagi sedikit lagi, tidak henti nya Hensel melebarkan senyuman nya karena sebentar lagi dia yang akan memenangkan permainan ini.
****
Setelah beberapa lama akhirnya yang ditunggu telah tiba.
" *Bagaimana Mr Barm, apakah anda sudah dapat melacak nomor yang diberikan oleh teman saya tadi "
" Sudah tuan Hensel, rupa nya nomor itu adalah salah satu nomor di telepon umum. bukan berasalan dari ponsel seseorang atau nomor pribadi "
" Oh begitu, jadi lebih mudah untuk di lacak keberadaan nya, apakah begitu Mr Barm ? "
" Benar seperti itu Mr Hensel. Jadi nomor ini berdasarkan kode nya, berada di Brimingham tepat nya di pusat Brimingham keberadaan nya"
" Hahh ?? apakah anda serius dengan semua ini Mr Barm ? "
" Saya serius Mr Hensel, itu nomor telepon Brimingham"
" Baiklah Mr Barm atas nama teman saya Mike saya ucapkan terimakasih, maaf Mike Tiba tiba saja harus keluar karena ada urusan mendadak di kantor nya "
" Baik tidak masalah Mr Hensel. saya senang bisa membantu anda "
" Baiklah saya pamit Mr Barm. senang bertemu dengan anda selamat siang "
" Selamat siang* "
Hensel sangat terkejut melihat kenyataan bahwa ternyata Alline melarikan diri sejauh itu, Hensel tidak menduga jika wanita seperti Alline mampu melakukan hal hal diluar nalar nya, Hensel berpikir bahwa Alline tidak akan mungkin jauh dari City Of London. Ternyata dugaan Hensel salah, wanita itu mampu pergi sejauh itu. Pantas saja anak buah ku tidak mampu melacak keberadaan nya, ternyata dia melarikan diri cukup jauh. Tidak bisa di percaya wanita ini cukup nekat juga.
Hensel memutuskan untuk menelpon Mike dan menceritakan kenyataan pahit yang sungguh membuat Hensel kaget bukan kepalang saat ini.
__ADS_1
" *Halo Mike. "
" Iya Hen gimana udah tau posisi tuh cewe dimana ?"
" Udah tau gua "
" Etdahh ngapa lu jadi lemes gini ha ? lu udah tau posisi dia jadi begini, tadi aja pas awal lu semangat banget mau nangkep tuh cewe "
" Masalah nya gua kaget tuh cewe melarikan diri beneran anjir "
" Lah ya kan emang beneran mana ada dia bohongan selama ini "
" Lu tau dia pergi kemana haa ?"
" Lah kemana kata nya tadi, gua kan ga disitu "
" BRIMINGHAM !! "
" Haaahhhh ???? Whatt thee ??? "
" Makanya gua bilang gua kaget bener, tuh cewe beneran kabur dari gua, bukan lagi dia senekat itu "
" Wah gila sih lu Hen bisa urusan sama cewe nekat macem gini hahahaha. Pantes la sama lu sama sama nekat nya. kali aja jodoh hahahahaha "
" Eh lu gausah bacot ya Mike. Sekarang lu harus bantuin gua. Nanti sore kita berdua terbang ke Brimingham !"
" Hah ?? Lu Gila Hen ? Gua belum kelar urusan kantor lu mau seenak nya ajak gua, kaga bisa kaga bisa "
" Eh ini perintah ya, gaada penolakan. Batalin semua janji elu buat seminggu kedepan kita berdua plus anak buah gua berangkat ntar sore ke Brimingham. cepet siapin semua barang barang elu. dan sekarang pulang "
" Eh dasar Bucin gilaa, seenak nya aja main perintah orang lagi "
" Gausah Bacot* "
Hensel langsung menutup telepon nya, Hensel langsung bergegas dan bersiap siap membawa barang bawaan dan semua yang harus disiapkan. Hensel sudah tidak ingin lagi kecolongan, dan harus kucing kucingan lagi dengan Alline. Hensel ingin segera menemukan nya dan memberikan pelajaran pada nya, berani nya dia bermain main dengan Hensel. Hensel memerintahkan anak buah nya untuk juga bersiap siap terbang ke Brimingham untuk mencari Alline.
" *Louis cepat kumpulkan anak buah mu, pilih mereka yang paling bagus kerja nya 25 orang. sore ini kita terbang ke Brimingham. persiapkan dirimu ".
" Baik tuan Hensel perintah saya laksanakan "
" Bagus* "
Hensel tersenyum puas. sebentar lagi ya sebentar lagi segala keinginan nya akan segera tercapai.
****
Syifa yang sejak pagi merasakan ketakutan, karena Alline menghubungi nya saat dia justru malah di sekap di rumah Hensel. Syifa merasa bersalah tidak tahu harus berbuat apa, Syifa yakin sekarang ini Hensel akan segera mengetahui keberadaan Alline. memang akhrinya Alline bisa di temukan tetapi untuk melepaskan Alline dari jeratan Hensel ini pasti sangat tidak mudah. Syifa merasa bersalah dan beranggapan bahwa dirinya lah yang menjadi penyebab Alline akan kesulitan setelah ini.
" Alline maafkan aku, aku sahabat yang tidak baik untuk mu, semua ini salah ku, aku yang menyebabkan hidup mu jadi seperti ini. Alline maafkan aku, kamu harus terjebak dengan laki laki seperti Hensel karena aku, maaf aku "
Tidak henti henti nya Syifa menangis, menangisi nasib nya dan sahabat nya baru saja kami berdua bahagia hidup di kota super sibuk seperti London. tetapi akhirnya semua ini justru berbalik menjadi Boomerang karena bertemu dengan laki laki seperti Hensel dan Mike. Syifa tidak mampu berbuat apa apa, jangan kan menolong Alline. untuk menolong dirinya sendiri dan bebas dari rumah penjara itu saja sangat sulit bagi Syifa. rasanya tersiksa sekali harus menghadapi kenyataan pahit seperti ini.
****
Sore hari nya, Hensel Mike dan puluhan anak buah nya bersiap untuk pergi ke Brimingham. Hensel menyewa pesawat pribadi untuk penerbangan nya beserta anak buah nya, Hensel mulai meneliti apa saja yang harus di persiapkan dan apakah ada yang tertinggal atau tidak.
" *Louise apakah semua sudah aman ? "
" Siap saya rasa sudah tuan "
" Jangan sampai ada yang ketinggalan barang sedikit pun, aku tidak mentoleransi kesalahan bahkan sedikit saja "
" Baik tuan, saya rasa semua sudah lengkap "
" Baiklah kita berangkat sekarang* "
__ADS_1
Hensel Mike dan anak buah nya bersiap untuk menuju Brimingham dan mencari keberadaan Alline. kali ini di kota yang tidak terlalu luas. Hensel yakin bahwa dirinya dan anak buah nya akan segera menemukan Alline, dan akhirnya Hensel lah yang akan menjadi pemenang dari semua permainan ini. Hensel sudah tidak sabar untuk segera sampai di Brimingham dan menemukan Alline.
Haloo semua pembacaku terimakasih sudah setia untuk menunggu up nya dan mohon maaf beberapa hari Hiatus karena kesibukan author 🙏🙏 Semoga ceritanya bisa menghibur ya 💕💕💕