Pemuas Psychopat

Pemuas Psychopat
Episode 6


__ADS_3

 


Keesokan harinya, Alline terbangun dari tidur nya, sesekali Alline mengerjabkan matanya, ia merasa sangat pusing dan seluruh badan nya terasa sakit semua. " Aduuh kenapa susah banget buka mata sih, kenapa jadi sakit semua gini".


Alline mengerjabkan mata nya berkali kali berusaha mengenali ruangan tempat ia terbaring, Alline masih terus saja berpikir keras dimana dia berada sekarang, lalu saat Alline menoleh ke arah kanan nya. Terdapat sosok seseorang dengan badan yang kekar, berdada lebar yang sedang tertidur dengan pulas. seketika Alline merasa kaget. " Astaga apa yang terjadi, bajuku siapa yang mengganti dan semuanya terasa sakit, bagaimana bisa aku tidur bersama Mr Hensel"


Ingatan Alline mulai kembali, semalam dia mabuk di club, bertemu dengan Mr Hensel dan dia diperkosa oleh nya, sekarang sudah hancur masa depan Alline, Alline menangis mengingat bahwa dirinya dan masa depan nya kini sudah hancur. Hidupnya kini sudah berbeda, Alline bukanlah Alline yang dulu lagi, semua akibat perbuatan bejat Mr Hensel yang arogan itu kepadanya. Alline terus saja terisak menangis dan menangis. " Apa yang sudah aku lakukan, apa yang sudah terjadi, sekarang semuanya telah hancur, bagaimana dengan masa depan ku sekarang", Alline tidak sadar bahwa Isak tangisnya itu membuat Hensel terbangun dari tidur nya. Hensel mendengar semu umpatan Alline dan dia hanya tersenyum licik mendengar itu semua.


" Ohh Mrs Alline pagi yang cerah, mengapa kau awali pagimu itu dengan Isak tangis yang menyebalkan itu, mengapa kau sesali segalanya. Sedangkan permainan mu semalam sudah mampu membuatku kelelahan hahaha".


Seketika celotehan Hensel membuat Alline tersentak kaget, dan tersulut emosi mendengar apa yang sudah dikatakan olehnya. " Hah apa kau bilang ? Dasar bajingan, apa yang kau mau dariku hah, sudah puas kau merenggut segalanya, membuat masa depan ku tidak lagi cerah, sudah puas kau haa".


Hensel tertawa keras mendengar amarah Alline yang sedang memuncak itu,


" Hahahaha ohh tenanglah Mrs Alline, percuma umpatan mu itu, tidak akan merubah segalanya, sofa putih panjang itu yang menjadi saksi bisu, bagaimana semua yang terjadi semalam hahaha, kau tanya apa yang aku mau ? oh sayangg lucu sekali, tentu saja aku mau tubuhmu apalagi ? hahahaha"


Alline merasa dirinya sangat hina, merasa sangat malu, tentu saja Hensel bejat itu sudah melihat segalanya. tentu saja dia sudah menjelajahi semua, bahkan yang membersihkan dirinya, menggantikan bajunya adalah Hensel. Alline tidak lagi menjawab perkataan Hensel, dia hanya menangis menangis dan menangis, sampailah Alline berfikir untuk tidak lagi melanjutkan magang nya di perusahaan Hensel, dia ingin memutuskan segala kontrak dan secepatnya pergi dari London. Alline sudah tidak sanggup lagi melihat semua yang terjadi, Alline tidak sanggup lagi menatap muka Hensel yang selalu membuatnya muak dan marah. Alline tidak sanggup lagi mengingat bagaimana Hensel merebut kesucian nya, dan menjelajahi tubuhnya. " Tidak tidak aku tidak sanggup".


Diseberang Hensel yang sedari tadi meninggalkan Alline sendiri dengan tangisan nya itu, Hensel masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah dia selesai mandi, baru saja keluar dari kamar mandi, dia mendengar Alline mengatakan bahwa dirinya tidak sanggup. Dan Hensel hanya tertawa mendengar itu semua.


" Hahaha Mrs Alline. memang apa yang aku bebankan padamu ha, sampai kau mengatakan kau tidak sanggup".

__ADS_1


Alline kaget mendengar suara keras tertawa dari arah sebelah kanan nya. Alline mengusap air mata nya, lalu Alline berdiri dengan sedikit sempoyongan karena menahan rasa sakit dari sekujur tubuhnya, dengan terus saja menitihkan air mata nya, Alline mendekat ke arah Hensel.


" Mr Hensel, aku rasa anda sudah mendapatkan apa yang anda inginkan, anda menginginkan tubuh saya, anda sudah mendapatkan nya, anda ingin membalaskan dendam anda kepada saya, karena saya menghina anda, anda sudah mendapatkan nya, semua sudah anda dapatkan", belum selesai Alline berbicara, Hensel memotong pembicaraan nya, " Lantas Mrs Alline apa yang kau inginkan ?".


Alline sedikit bergetar, ia terus saja menangis " Saya hanya ingin, lepaskan saya, biarkan saya pulang, cabut kontrak anda, anda sudah mendapatkan segalanya, saya hanya minta itu, saya tidak ingin yang lain. Lepaskan saya".


Hensel mengernyitkan dahinya, alisnya terangkat dan tangan nya mengepal menahan marah. " Apa yang kau katakan Mrs Alline ? Hahaha anda kira, anda bisa pergi begitu saja semau Anda hahaha ohh tidak Mrs Alline. Pekerjaan adalah pekerjaan, anda tidak dapat berbuat semau Anda apabila itu menyangkut pekerjaan, saya sudah katakan dari awal, sebelum kontrak itu anda tanda tangani, saya sudah mengatakan dengan tegas bahwa anda tidak dapat menarik atau mencabut kontrak yang sudah anda tanda tangani, karena ketika anda sudah tanda tangan berarti anda menyetujui segalanya, tolong jangan menggabungkan urusan ranjang kita dengan pekerjaan, oh Mrs Alline anda sungguh tidak profesional dengan begini.


Alline merasa tertampar dengan apa yang dikatakan Hensel, dia tidak percaya bahwa sekarang dirinya sedang berhadapan dengan seorang yang dia rasa sudah gila, tidak punya hati, ingin menangnya sendiri, dan suka melihat orang lain menderita, apalagi namanya ini kalau bukan seorang Psychopat. Alline tidak percaya dan bingung harus melakukan apa, Alline kalap dia ingin kabur dari Hensel sekarang juga, " Anda memang orang yang tidak punya hati, saya tidak menyangka bahwa saya harus berhadapan dengan orang seperti anda".


Hensel tertawa keras mendengar nya " Ohh kucing kecilku, aku sangat senang mendengar nada tidak berdaya mu itu, kau harusnya tau, jika kau keluar rumah maka tidak akan ada yang menyayangi mu seperti majikan mu ini hahahaha". Hensel tertawa, tertawa melihat Alline menangis, sekali lagi satu kehidupan berada dalam genggaman nya, Hensel merasa puas, dia meyakini bahwa dirinya memang tidak punya hati, dan dia bisa mendapatkan segalanya dengan seperti ini. Dalam hati Hensel menegaskan " Aku menang".


Alline mengendap menuju pintu, ternyata pintu itu tidak di kunci, Alline membukanya secara perlahan, lalu dirinya menyelinap keluar, dengan hati hati Alline melangkah kan kakinya, Hensel terus saja mengoceh tidak jelas, membanggakan dirinya yang tidak punya hati dan bisa memenangkan segalanya, mendapatkan semua yang dia inginkan dengan mudah nya, Alline berhasil keluar dari kamar, Alline mengedarkan matanya dengan cepat, mencoba mencari pintu menuju keluar, karena rumah Hensel sangatlah luas dan besar, Alline takut salah jalan dan berujung tertangkap Hensel dan hal itu bisa membuat dirinya tidak akan selamat.


Akhirnya Alline menemukan pintu keluar, dia langsung berlari sekencangnya, syukurlah pintu itu juga tidak di kunci, Alline bergegas keluar dan berhati hati tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, setelah Alline diluar Alline langsung berlari sekencang nya sekuatnya, kabur dari perumahan ellite Victoria, saat Alline berlari dia menemukan sebuah taksi dia langsung masuk, dan kabur menjauh dari perumahan itu.


****


Disisi lain Hensel masih saja terus menertawakan Isak tangis Alline, dia tertawa berbahagia, mendengarkan bahwa ternyata dirinya adalah pemenang dari segala permainan ini, Alline yang bertekuk lutut padanya, pasrah akan apa yang sudah dia tentukan atas kehidupan Alline, Hensel tertawa dan terus tertawa. Sampai Hensel menyadari bahwa tidak ada lagi Isak tangis di belakang nya, Hensel hanya tersenyum kecut " Hahahaha sudah sesi menangis mu Mrs Alline, apakah sekarang kau sudah pasrah menyerahkan hidup mu untuk majikan mu ini hahaha". Yang terjadi hanyalah keheningan, dalam hati Hensel merasa kesal, karena Alline tidak menjawab apa yang dia katakan. " Oh Mrs Alline, apakah kau sudah bisu ataukah telinga mu sudah tuli, hingga kau tidak mampu menjawab pertanyaan ku". Dan tetap saja keheningan yang ada disana, Hensel mulai geram, emosinya memuncak kala Hensel tidak mendengarkan sedikitpun jawaban dari sana, " Mrs Alline !!!", Hensel berteriak dan dia membalikkan badan nya, dia lihat kosong, dia mencari keseluruh sudut kamar nya, tidak ada Alline berada dimana mana, sampai Hensel menyadari bahwa pintunya sedikit terbuka " Sialan kabur".


Hensel mencari Alline keseluruh sudut rumahnya, Hensel mengira bahwa Alline pasti Masi ada disekitaran situ, Hensel tidak yakin Alline bisa keluar dari rumahnya yang luas itu dengan mudah, sedangkan Hensel yakin bahwa seluruh rumah nya sudah terkucni. Hensel tersenyum sinis, " Dimanakah kau kucing kecil, kenapa kau nakal sekali kabur dari tuanmu ini", Hensel terus mencari dan mencari dari setiap sudut rumahnya, tidak ada, iya Alline tidak ada dimana mana, dia sama sekali tidak menemukan Alline, Hensel turun ke lantai dasar, dia terus saja mencari Alline dan ternyata Hensel melihat di bawah garasi tempatnya memarkirkan mobil sedikit terbuka, setelah membopong Alline semalam, ternyata Hensel lupa mengunci pintu nya sendiri. Hensel mulai geram " Awas saja kau Alline, jangan sebut aku pewaris tunggal Edward Williams. jika untuk mencarimu di London saja aku tidak mampu"

__ADS_1


Hensel memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Alline, sampai ketemu dimanapun Alline berada , Hensel sangat geram pada dirinya sendiri, bagaimana bisa hanya sekedar menjaga satu wanita saja dia sampai kecolongan " Ahh sialan". Hensel merasa dikalahkan oleh Alline, rasa penasaran nya mulai bertambah pada satu gadis ini, bahkan Alline tidak tertarik pada Hensel, diluar sana Hensel menolak ribuan wanita, bahkan banyak wanita yang justru ingin tidur bersama Hensel, dan itu cuma cuma, sedangkan Alline justru menolak mentah mentah kegagahan Hensel, Hensel merasa bahwa Alline adalah satu satunya wanita yang aneh yang pernah dia temui selama ini, Alline berbeda dengan kebanyakan wanita London.


****


Ditempat yang lain, Syifa dan Mike yang sudah menghabiskan malam indah mereka berdua masih saja malas malasan untuk terbangun dari tidur nya, sebelum akhirnya Syifa menyadari, jika semalam dia pergi dugem bersama Alline, dan dia meninggalkan Alline begitu saja di club sendirian, entah bagaimana nasib Alline sahabatnya itu, lantas Syifa bergegas menelepon Alline " Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan". Syifa heran mengapa ponsel Alline bisa mati, dan dari semalam Alline sama sekali tidak menghubungi Syifa sama sekali. " Kemana si Alline ini, bikin orang jadi khawatir aja, merasa bersalah ni aku malah aku tinggalin dia ena ena disini". Syifa merasa bersalah dan ingin segera bergegas untuk mencari dimana keberadaan Alline sahabat nya itu.


Syifa bergegas ingin masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, namun tiba tiba saja ada yang menariknya, siapa lagi kalau bukan Mike yang baru saja terbangun dari tidur nya, " Ohh sayang apakah kau ingin mengakhiri kencan manis kita begitu cepat hmm ?", Syifa sedikit bergidik mendengar ucapan Mike yang begitu manja nya, tapi Syifa harus bergegas mencari Alline " oh sayang, besok Masi bisa kita lanjutkan, hari ini selesai dulu ya, aku mau cari sahabat aku yang semalam".


Mike sedikit berpikir dia teringat kalau yang dimaksud Syifa sekarang ini adalah perempuan yang menjadi bagian dari Hensel, Hensel yang membawa sahabat Syifa ini, dan Mike merasa bahwa sahabat Syifa sekarang masih aman di tangan Hensel.


" Oh sayang aku yakin sahabat mu itu pasti akan baik baik saja, aku masih ingin bersamamu saat ini, ayolah".


Syifa masih kekeuh dengan keinginan nya, Syifa merasa bertanggung jawab atas sahabat nya itu " Tidak mungkin Mike, aku harus mencari Alline".


Mendengar keinginan Syifa yang begitu kuatnya membuat Mike kehabisan kata kata nya, akhirnya Mike menggunakan cara lain untuk membuat Syifa mau tetap melanjutkan permainan nya.


Tiba tiba saja Mike memeluk Syifa dari belakang, menciumi lehernya, terus saja mendekap Syifa dengan memberikan sedikit demi sedikit sentuhan sentuhan nakal, Syifa masih saja mencoba keluar dari jeratan Mike, tapi Mike sama sekali tidak melepaskan pelukan nya, Mike membalikkan Syifa, yang kini mereka sedang berhadapan dan berpelukkan, Mike mencium pipi Syifa, beralih mencium bibirnya dengan lembut, memagutnya terus, walau Syifa sudah ingin terus melepaskan pelukan dan ciuman nya, Mike tak bergeming, ia terus memagutnya, Sampai akhirnya Syifa merasa kewalahan dan tidak tahan lagi dengan setiap sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Mike, akhirnya Syifa membalas ciuman itu, Mike yang merasa bahwa dirinya mendapatkan lampu hijau, Mike mulai menurunkan dress yang dipakai oleh Syifa, mendorong Syifa jatuh ke atas kasur, dan menindihnya. Mike mulai menyusuri inci demi inci tubuh Syifa, yang membuat Syifa terasa gatal dan tidak sabar untuk segera melanjutkan permainan sampai menu utama.


Mike hanya tersenyum nakal melihat Syifa yang sudah menggeliat liat seperti cacing kepanasan, "Ayoo" rengek Syifa yang membuat Mike terkekah, Mike melanjutkan aksinya, kamar itu terasa ramai hanya dengan suara decitan ranjang, dan suara desahan mereka berdua yang tengah asyik menikmati percintaan panas itu, "Ehmm Mike, kenapa permainan mu bikin aku ketagihan sihh". Mike tidak menggubris racauan Syifa. dia terus saja melanjutkan aksinya, dan terus mengulang ngilanginnya. sampai mereka berdua terkulai lemas dan kembali tertidur diatas ranjang nya.


Terimakasih yang sudah sabar menunggu up dari author ya ❤️ Selamat membaca ❤️

__ADS_1


__ADS_2