
Syifa kembali ke paviliun nya, Dia bergegas menghubungi sahabat nya yang sedari tadi dia hubungi tidak bisa, Syifa terus saja menggerutu dan mengutuki dirinya sendiri. Bagaimana dia bisa melupakan Syifa sahabat nya itu, ketika dia sedang asyik bercinta dengan Mike. " Bodoh nya Syifa Syifa, gimana bisa lu ninggalin sahabat lu sendiri, malah asik aja sama Mike, pengaruh setan mah ya gini". Syifa terus saja mondar mandir dan menatapi ponselnya, dia terus berusaha menghubungi Alline. tapi sayang nya ponsel Alline mati, Syifa berusa menelpon teman teman kampus nya yang juga sama sama magang di London. tidak satupun dari mereka tahu dimana Alline berada. Syifa semakin merasa bersalah. Dia merasa bahwa dirinya lah yang pantas di salahkan atas semua ini, dirinya begitu ceroboh meninggalkan Alline sendirian, sedangkan Alline sendiri adalah tipikal perempuan yang pendiam, dia tidak terbiasa dengan kehidupan malam. Baru kali ini Alline mau diajak Syifa untuk clubbing, dan hasilnya malah seperti ini.
Syifa kebingungan dimana lagi dia harus mencari keberadaan Alline. Syifa hampir putus asa mencarinya, sampai matahari mulai tenggelam Syifa belum menemukan tanda tanda keberadaan Alline. " Yaampun Alline kemana si tuh bocah ya, masa iya dia musti ilang di London gak lucu kan, perasaan tempat clubbing sama tempat paviliun dia itu Deket ngga jauh jauh amat, kok bisa gaada kabar sampe hari udah kembali petang gini".
Syifa terus saja khawatir dan memikirkan keadaan Alline sahabat nya, akhirnya Syifa memutuskan untuk keluar dan mencari Alline. Syifa bergegas menuju paviliun Alline, bisa jadi Alline sudah pulang hanya saja dia lupa menghidupkan ponsel nya, Syifa memesan taksi online dan langsung menuju paviliun Alline. Sesampainya disana, Syifa melihat paviliun Alline yang lampunya mati, seperti tidak ada tanda tanda kehidupan disana, tapi Syifa tidak ingin berkecil hati, mungkin saja Alline lelah dan memutuskan untuk tidur cepat malam ini, Syifa naik ke pintu utama dan mengetuk ngetuk pintunya " Tok tok tok. Alline kamu disana kan, tok tok tok, line kamu diasana kan, bukain dong pintunya, Alline linee ??". Syifa berteriak dengan sangat kencang dan berusaha membuka pintu paviliun Alline. ternyata disana tidak yang menjawab sama sekali. itu tandanya dari semalam Alline sama sekali tidak pulang, Syifa mulai khawatir dengan keadaan Alline. " Ya ampun dia gak pulang, kemana lagi sih line, bikin gua jadi merasa bersalah banget kalo kaya begini". Syifa terus saja mengutuki dirinya, karena kecerobohan nya, Alline hilang sampai hari ini belum ditemukan dimana dia berada. bersama siapa dan bagaimana keadaan nya, Syifa hanya bisa berdoa semoga Alline tetap baik baik saja, dan dia tidak menemui masalah diluar sana. Syifa memutuskan untuk kembali ke paviliun nya, karena hari sudah larut malam, dan besok Syifa sudah harus masuk kantor lagi untuk bekerja, akhirnya Syifa mengakhiri pencarian nya sampai malam ini, dan besok dia akan terus mencari Alline sampai ketemu.
****
Disisi lain, Alline yang sudah berhasil kabur dari cengkraman seorang Psychopat dia merasa lega, dan dirinya merasa sangat terancam. namun dirinya bersyukur karena sudah bisa kabur dan berada sedikit jauh dari perkotaan, Alline memutuskan untuk tidak pulang ke paviliun nya, karena Alline tahu mungkin Hensel akan mencarinya, dan menariknya paksa untuk menjadi budak pemuas hasrat Hensel, Alline tinggal di hotel yang tidak terlalu bagus, dia menyesuaikan dengan sisa uang yang dia bawa, dan beruntunglah dirinya masi menyimpan kartu ATM yang selalu dia selibkan di saku bra nya, " Untung ada ATM cadangan, Masi bisa hidup lah untuk kedepan, tunggu situasi nya aman baru aku akan kembali ke paviliun membereskan semua barang barang ku dan aku kembali pulang ke Oxford".
Alline merebahkan dirinya sendiri di atas kasur, mengatur nafasnya dan ia merasa lega sangat lega, untuk sekarang kehidupan nya sudah aman, tapi disisi lain Alline merasa sangat sangat terpukul, jika dia mengingat apa yang sudah terjadi, dia tidak menyangka bahwa hidup telah membawanya jauh kesini, semua ini diluar nalar Alline, semua ini diluar rencana Alline, apa yang bisa Alline katakan nantinya, pada orang tuanya, pada keluarga nya, bahkan pada calon suaminya nanti perihal dirinya yang kini sudah tidak utuh lagi, semua orang mengenal Alline adalah gadis baik baik, tidak sama seperti kebanyakan gadis lain, semua menganggap bahwa Alline tidak mungkin melakukan perbuatan tidak baik itu, tapi entahlah mengapa Alline ditakdirkan begini, bahkan dirinya harus melepas kebanggaan nya dengan seseorang yang bahkan Alline saja tidak mengenalnya, apalagi mencintai nya.
Alline terus saja mengutuk Hensel, bagaimana ada manusia tidak berkurang seperti Hensel, apa yang ada di dalam otak nya itu, apakah hanya tentang kepuasan hasratnya itu, bagaimana bisa dia menjadi laki laki licik, Alline heran dengan siapa Hensel itu di besarkan, hingga bisa menjadikan dirinya seperti sekarang ini.
__ADS_1
" Hensel Ferdio Williams, yang katanya pewaris tunggal saham Edward Williams. Tapi sama sekali tidak mencerminkan seperti orang terpandang, perbuatan nya tidak layak untuk disebut sebagai pewaris Williams. siapa yang tidak tahu keluarga Williams, terkenal dermawan, ramah tamah, sopan santun nya, tapi entahlah bagaimana bisa keluarga itu memiliki generasi penerus seperti Hensel. Tingkah nya perangainya, tidak pantas untuk menjadi keluarga Williams. kalau aku jadi Emha Williams aku sudah mencoret nama Hensel dari pewaris dan keluarga Williams"
Alline terus saja memaki Hensel, dengan sikap dan perbuatan nya itu, Alline merasa penasaran dan ingin tahu, bagaimana bisa Hensel menjadi sosok yang seperti itu, siapa yang membesarkan dia, dan apa yang membuat Hensel menjadi orang yang tidak terkendali, arogan, kasar, tidak punya hati. Bukankah Emha Williams adalah orang yang penyayang, bagaimana bisa Hensel bisa menjadi seperti itu. akhirnya Alline berusaha mencari tahu bagaimana silsilah keluarga Williams. Alline meminjam laptop yang di sediakan hotel, dan mulai mencari informasi di google.
Disitu tertera susunan keluarga Williams. Dari kakek dan nenek Hensel. Williams Groub adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor, didirikan oleh Mark Williams dan Rose Williams, mereka di karuniai dua penerus. yang pertama adalah Edward Louise Williams dan Emha Rosalie Williams. Edward menikah dengan seorang model cantik bernama Ainsley Cooper, dan Emha menikah dengan pengusaha minyak dari Arab Saudi bernama Robert Aquiline.
Dari pernikahan Edward dan Ainsley, mendapatkan pewaris bernama Hensel Ferdio Williams, sedangkan dari pernikahan Emha dan Robert mendapatkan dua pewaris.
yaitu Harwin Aquiline Williams dan Haura Aquiline Williams.
Alline menutup laptopnya dan sedikit berpikir, apakah selama ini yang membuat seorang Hensel menjadi pribadi yang keras ini adalah ketika dia masih di umur balita sudah harus kehilangan kedua orang tuanya sekaligus, dan setelahnya Hensel ditinggal oleh nenek nya. apakah semua ini yang membuat Hensel menjadi kaku ? apakah dia kurang kasih sayang ? Bukan kah dia sudah mendapatkan kasih sayang dari Emha dan Rose, juga paman nya Robert.
" Ahh gatau sudah bodo amat sama orang seperti Hensel, mau dia sudah terpuruk atau apapun itu yang membuat dirinya menjadi segila ini aku tidak mau tau, intinya dia sudah merusak masa depan ku, menghancurkan hidupku"Alline terus saja tidak bisa mengalihkan otak nya untuk tidak memikirkan tentang Hensel, Alline terus saja mengingat bagaimana Hensel menindihnya, bagaimana Hensel mengikat tangan nya, bagaimana Hensel membuat dirinya tidak berkutik dan bagaimana akhrinya Alline berpasrah dibawah sana dan melihat semuanya dengan jelas sebelum akhirnya rasa sakit yang terat sakit di pahanya yang membuat dirinya tidak sadarkan diri. Alline tidak sadar tiba tiba saja air matanya jatuh, mengalir dengan derasnya. Alline menangis sekali lagi dia menangis, mengingat segalanya sudah berubah." Ah Hensel sialan, karena perbuatan bejatmu aku harus menderita seperti ini"
__ADS_1
Alline berusaha mengalihkan pikiran nya dari Hensel. lalu tiba tiba saja Alline teringat dengan sahabat nya Syifa, Alline merasa bersalah karena sampai hari ini Alline belum mampu untuk menghubungi Syifa, Alline yakin Syifa pasti mencari cari keberadaan Alline. tapi Alline masih belum bisa menghubungi Syifa. Alline takut bahwa dirinya Masi di intai oleh hensel. Alline takut jika dirinya menghubungi Syifa lalu Hensel akan menemukan dirinya dan membawa nya kembali.Alline berusaha mencari ponsel nya, Alline melihat ke baju yang tadi di pakainya. Alline lupa bahwa semua barang barang nya tertinggal di rumah Hensel sialan itu, ponsel baju tas dan semuanya. membuat Alline semakin sulit untuk menghubungi rekan rekan nya yang lain. niat hati Alline untuk segera pulang ke Oxford harus di urungkan terlebih dahulu karena semua data masih tersimpan di dalam ponselnya. Tapi Alline sudah tidak perduli lagi, walaupun kuliahnya yang sudah di tahap akhir harus hancur, yang terpenting adalah dirinya harus keluar dari London. dan harus pergi sejauh mungkin dari jangkauan Hensel. baginya kini adalah keselamatan nya dan keluarga nya jauh lebih penting. berhadapan dengan seseorang yang memiliki mental Psychopat itu tidak lah mudah. dan Alline sangat sangat menyadarinya. Bahwa hari ini posisinya sungguh sulit dan sangat tidak aman. apalagi Hensel adalah orang kaya, tidak ada cara lain selain pergi menjauh. karena melawan Hensel itu sangat tidak mungkin bagi Alline.
****
Hensel yang sedari tadi menunggu kabar dari anak buahnya. terus saja merasa kesal, karena sampai larut malam mereka tidak mampu menemukan keberadaan Alline. belum ada telpon sama sekali sampai hari sudah petang, lalu tiba tiba ponsel Hensel berbunyi, dia berharap itu adalah kabar baik yang sedari tadi sudah ia tunggu " Halo gimana udah ketemu ?". Dari seberang sana ada seseorang yang dirasa sedang ketakutan dengan sedikit gemetar suara di seberang sana menjawab " Maaf tuan, kami Masi belum menemukan Nona Alline, kami sudah mengintai paviliun nya, sudah mencari di sekitaran kota london tapi kami masi belum bisa menemukan Nona Alline". Hensel geram dan mengepalkan tangan nya, dia menjawab dengan berteriak dan mengancam " Dasar gak becus, kalian itu berapa ha ? Cari perempuan satu aja sampai sehari nggak ketemu ? kerja apa kalian haa ?. Gua gak mau tau cari dia sampai ketemu gaada diantara kalian yang boleh pulang !! ingat itu !" Belum sempat anak buah Hensel menjawab perintah nya, Hensel sudah menutup telepon nya dengan kasar. Hensel terus saja menggumam " Pinter juga ni kucing kecil, bahkan anak buah gua yang udah terlatih aja gak bisa nemuin dia, awas aja lu kalo udah ketemu, abis lu sama gua".
Hensel Yakin, cepat atau lambat Alline pasti akan berada di genggaman nya lagi, Hensel merasa sangat tertarik dengan perempuan yang suka kucing kucingan seperti Alline. membuat Hensel merasa tertantang dan hormon adrenalin nya serasa bangkit. " Gue suka gaya Lo hahahaha". Hensel kembali ke dalam kamarnya, Hensel melihat seluruhnya berantakan, bantalnya berserakan, akhrinya Hensel memutuskan untuk duduk di sofa, karena jujur saja Hensel merasa jijik dengan keadaan kamar yang berantakan itu. sebelum Hensel duduk, dia melihat bercak darah tercecer, dan mulai tertawa dengan keras " Hahahah darah. Harusnya kau ingat bagaimana aku memenangkan tubuhmu kucing kecil ku". Hensel merasa puas, dan dirinya menyentuh bercak darah itu, pikiran nya mulai melayang, mengingat bagaimana dirinya mendekap tubuh Alline, bagaimana Alline yang sama sekali tidak berdaya di bawah nya, bagaimana dia memenangkan segalanya. Hensel merasa puas dengan apa yang sudah terjadi.
Hensel merasa bahwa dirinya tertarik dengan Alline semenjak pertama bertemu dengan dirinya. Hensel bukan tertarik dengan keanggunan nya, atau dengan lemah lembut atau sikap nya, melainkan Hensel tertarik dengan tubuh Alline. bagi Hensel tubuh Alline sangat profesional, pas di genggaman nya, apalagi dadanya. sungguh eksotis. siapapun yang melihat nya secara langsung seperti Hensel kemarin Hensel yakin bahwa siapapun laki lakinya pasti akan merasa terpesona dengan keindahan tubuhnya. " ahh memang beda kau dengan yang lain, tak terjamah bahkan serasa kulitmu juga Masi perawan".
__ADS_1
Pikiran Hensel terus saja melayang layang mengingat kejadian yang sudah terjadi semalam, sampai akhirnya Hensel tidak dapat memejamkan matanya hanya karena selalu terbayang bayang dengan wajah Alline, tubuhnya, dan adegan panas semalam. Hensel hanya memainkan bir di tangan nya dan tidak sabar menunggu Alline di temukan. Hensel tidak sabar untuk segera memainkan permainan selanjutnya. karena bagi Hensel tubuh Alline adalah candu baginya. dia tidak pernah merasa sangat tertarik dengan tubuh seseorang, hanya Alline yang mampu membuat nya seperti ini.
Halo teman teman semuanya, terimakasih yang sudah selalu stay buat baca novel aku, dan menanti kelanjutan episode nya. jangan lupa komen ya, jangan lupa klik favorit nih biar ngga ketinggalan update nya ❤️❤️