Pemuas Psychopat

Pemuas Psychopat
Episode 5


__ADS_3

Disisi lain, Alline yang sedari tadi menunggu Syifa, entah mengapa Syifa tak kunjung datang, dia berusaha menelpon ponsel Syifa tapi ternyata ponsel nya mati. " Kemana si Syifa nih, udah sampe mau pagi gini belum balik kemana aja". Alline mengedarkan matanya melihat kanan kiri depan belakang, club masih tetap sama, tidak pernah sepi dan bahkan pengunjung tidak pernah berkurang.


Sampai akhirnya Alline di hampiri oleh seseorang yang sedikit tidak asing, Alline sepertinya mengenali nya, karena sedikit pusing Alline mengerjab kan matanya berkali kali


" Mr Hensel ?"


Seseorang itu tersenyum kecut pada Alline


" Iya Alline, jangan panggil Mr. panggil saja Hensel agar terlihat lebih akrab".


Alline hanya tersenyum dan mengangguk,


" kamu disini sendiri line ?", Alline menggelengkan kepala nya


" oh tidak Mr oh Hensel, saya bersama teman saya",


" oh begitu, lantas dimana teman mu",


Alline berusaha mencari sosok Syifa tapi tetap saja dia tidak menemukan nya


" saya tidak sendiri Hen, saya bersama dengan teman kuliah saya, hanya saja sedari tadi dia menari dan aku tidak dapat menemukan nya lagi, karena ketiduran".


Hensel hanya tersenyum mendengar penjelasan Alline


" oke kita sama sama sendiri sekarang, kamu mau kan minum dengan ku, ya anggap saja kali ini sebagai tanda pertemanan kita"


Alline masih sedikit bingung, mengapa Mr Hensel ingin berteman dengan nya, dan sejujurnya Alline sudah tidak sanggup lagi untuk minum, tapi tidak mungkin untuk menolak ajakan Mr Hensel


" Boleh Hen, tapi saya tidak bisa minum terlalu banyak".


Hensel hanya memandang Alline, dan mulai menyodorkan gelas berisikan bir


" Baiklah, sedikit saja yang penting kamu menemaniku".


Alline terpaksa menuruti perkataan Hensel, dan meminum bir yang di pesankan oleh Hensel, lama kelamaan Alline mulai benar benar mabuk, dia tidak bisa menguasai dirinya sendiri. Sedangkan Hensel terus saja menyodorkan minuman untuk Alline, walaupun dia menolak, tetap saja Hensel memaksa Alline untuk terus minum. Pikiran kotor Hensel mulai bekerja


" Bagus minum terus, gua kerjaan lu malam ini hahaha, siapa suru lu maki maki gua di kantor gua sendiri kemarin ha, rasain lu sekarang pembalasan gua".


Hensel menarik Alline untuk keluar dari club, Alline berjalan sempoyongan ditarik paksa oleh Hensel


" Hensel apaan sih, gausa narik narik deh".


Hensel dengan kasar terus menarik tangan Alline dan memaksa nya masuk kedalam mobil.

__ADS_1


" Alline masuk sekarang",


Hensel mendorong Alline masuk kedalam mobil nya, dan Alline terpaksa selalu mengikuti apapun yang di inginkan Hensel, karena Hensel jika di lawan dia bisa sangat kasar, akhirnya Alline memilih jalan aman untuk tetap menuruti apapun yang Hensel inginkan.


" Hensel kita mau kemana"


Hensel tetap saja fokus dengan setir kemudinya


" duduk saja dan diam"


.Hensel selalu menjawab pertanyaan Alline dengan dingin, Alline masih merasa sangat sangat pusing dan sulit mengendalikan dirinya sendiri, bahkan hanya untuk sekedar berdiri tegak dan berjalan saja Alline tidak mampu, dia harus selalu di bopong Hensel. Dalam hati Alline terus saja mengutuki dirinya sendiri. Gara gara nurutin kemauan Syifa, jadinya aku terjebak disini, harus bersama Hensel yang kaku dan dingin ini, lagi aku mau dibawa kemana sama Hensel ini sih, ngapain dia bawa aku ke mobil nya.


Dalam hatinya Alline merasa sedikit takut, takut apabila Hensel melakukan perbuatan yang aneh aneh, karena sekarang Alline berada di posisi yang lemah, dan sulit untuk melawan. Alline sangat takut.


****


Akhirnya mobil Hensel berhenti di sebuah kawasan Victoria Road, Alline ditarik Hensel untuk memasuki rumah mewah, entah rumah siapa, Alline sangat asing di tempat itu, Alline berusaha untuk melarikan diri, tapi sayang bahkan untuk berdiri saja Alline tidak mampu.


"Siall"


Hensel yang menyadari aksi Alline ingin berusaha kabur darinya akhirnya mulai mengetatkan diri dengan Alline


" kamu gabisa kemana mana, kalau ingin selamat ikuti apa yang aku perintahkan".


" Mau apa kau hah", Hensel hanya tersenyum kecut ke arah Alline


" Mau apa ? hahahah tenang sayang malam ini kita hanya akan bermain main saja, dijamin puas kok hahaha"


Hensel kembali meminum bir nya, Alline merasa ketakutan, Alline mulai berpikir bagaimana caranya dia agar bisa keluar dari jebakan ini.


Alline berusaha kabur, dan berlari menuju pintu sebelum pinggulnya ditarik oleh Hensel.


" mau kemana kau ha ? mau main main dengan ku hahahah"


Alline semakin ketakutan ia meronta ronta, entah darimana Alline mendapatkan kesadaran nya kembali. Alline berusaha melepaskan pelukan Hensel. namun cengkeraman Hensel lebih kuat daripada tenaga nya.


" Lepaskan aku, apa yang kau mau ha"


Alline dengan sedikit bergetar memberanikan diri untuk menekan Hensel.


" apa yang ku inginkan ? hahahaha. tentu saja tubuh mu ! ini adalah harga yang pantas, untuk kau yang sudah merendahkan seorang direktur utama di kantor nya sendiri"


Alline tidak menjawab. tubuh nya menggigil, Alline ketakutan dia bingung harus melakukan apa.

__ADS_1


Sedangkan Hensel hanya tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajah Alline yang berubah menjadi ketakutan.


" hahaha kenapa manis, kau takut ? hahaha kau belum tau siapa Hensel Ferdio Williams yang sebenar nya, jangan main main dengan ku. atau kau yang akan aku permainkan hahahaha".


Hensel tertawa puas, dia melemparkan Alline ke kasur yang menbuat lamunan Alline tersadar. Alline meronta meronta, mencoba melepaskan tindihan Hensel.


" lepasin akuu, ampuun jangann".


Alline menangis dan terus meronta ronta. Hensel terus saja melancarkan aksinya, dia melucuti satu persatu pakaian yang di kenakan Alline. sampai tinggal dalaman saja. akhirnya Alline memiliki kesempatan untuk kabur saat Hensel lengah. Hensel mengira bahwa Alline sudah takhkuk dengan cumbuan dan kecupan di sekujur tubuhnya. tapi Hensel salah, Alline justru memanfaatkan momen lengah nya untuk kabur.


Bruukk duak " Alline menumbuk Hensel dan menendang ************ Hensel".


Hensel meringis kesakitan, dan berusaha bangkit walau masih terasa sakit. Alline berusaha kabur, rumah itu sangatlah luas, membuat Alline merasa bingung harus keluar lewat mana.


Alline sudah tidak memperdulikan penampilan nya lagi, yang penting dia bisa segera kabur dari orang gila seperti Hensel.


" Dimana pintu nya, kalau tidak segera aku kabur Hensel pasti akan mendapatkan aku lagi".


Alline masih saja kebingungan, lalu dia terkejut dengan suara terbahak bahak dari arah belakang nya,


" hahaha mau kabur kemana kucing kecil, ngga tau jalan aja sok sokan mau kabur dari majikan nya".


sontak Alline merasa merinding dengan ucapan Hensel.


dan dia refleks menoleh ke sumber suara. ia terkejut melihat Hensel sudah berdiri tegak di belakang nya dan membawa seutas tali dan gagang sapu. Alline merinding ketakutan. sebelum dia mampu berlari. tubuhnya sudah sikap oleh Hensel


" mau kemana kucing kecil, mari kita nikmati malam yang panas ini hahahah".


Alline merasa sangat takut, lalu tiba tiba saja tangan nya diikat oleh Hensel.


Alline meronta ingin melepaskan namun apalah daya, kekuatan Hensel lebih daripada kekuatan nya, tak selang lama hensel melemparkan Alline ke atas sofa, Alline hanya meringkuk dan tidak dapat kabur karena tubuhnya sudah di tindih oleh Hensel, dalaman yang tersisa kini sudah dilucuti oleh Hensel, tanpa sehelai benangpun, kini hensel mulai melancarkan aksinya.


Alline hanya bisa bersuara "Ehm hmpp". karena mulutnya di lakban oleh Hensel, Alline tidak dapat bergerak dan hanya menangis dan terus menangis. ketika Hensel mulai melancarkan aksinya.


"Ahmpp". teriakan Alline tertahan oleh lakban ketika Hensel mulai merenggut kegadisan Alline. Alline hanya menangis dan menangis.


Dia tidak mampu melakukan apapun. rasa sakit yang teramat sangat yang berasal dari ************ nya membuat Alline tidak sadarkan diri, karena Hensel bermain dengan cara kasar. darah segar bercucuran dari sana.


Hensel merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan. Hensel terus saja melancarkan aksinya dan melanjutkan malam yang panas itu. sampai dia merasa puas. dan Alline tetap saja pingsan karena tidak tahan dengan rasa sakit yang di deritanya. pergumulan panas pun selesai. Hensel membopong alline menuju kamar pribadinya.


Hensel memberikan baju untuk Alline dan melepaskan ikatan di tangan Alline dan membuka lakban di mulut Alline. setelah sedikit membersihkan Alline. akhirnya Hensel yang juga sudah mulai lelah. akhirnya tertidur di samping Alline. menemani Alline yang masih saja pingsan sedari tadi.


Halo teman teman. terimakasih sudah bersabar nunggu author untuk up ya 😊 Always stay tune. like dan komen jangan lupa ❤️

__ADS_1


__ADS_2