Pemuas Psychopat

Pemuas Psychopat
Episode 4


__ADS_3

Alline bergegas berangkat ke kantor karena dia sudah sedikit terlambat. " Aduuh nih gara gara Syifa semalam ngajakin begadang jadi pagi ini aku agak terlambat ngantor kan, semoga keburu deh taksi online nya". Lima menit kemudia taksi onlin yang sedari tadi sudah ditunggu oleh Alline pun datang.


Sesampainya Alline di kantor, kurang 15 menit saja kantor sudah di buka " Huftt syukurlah aku tidak terlambat, kalau terlambat bisa kacau hari pertama aku magang nih".


Baru saja Alline duduk di meja nya, Alline Heran dengan pemandangan sekitar yang tiba tiba saja semua karyawan menundukkan kepala, Alline kebingungan tetapi justru mengikuti apa yang di lakukan oleh seluruh karyawan di kantor. Tak seberapa lama ternyata mereka menunduk sebagai bentuk hormat kedatangan Mr Hensel. "Ohh jadi kalau Mr Hensel datang semua harus menindukkan kepala gitu ya, hmm lucu juga sih". Tiba tiba ketika Mr Hensel melewati meja Alline, Mr Hensel sedikit melirik Alline dengan tatapan dingin yang selalu menjadi ciri khas Mr Hensel itu sendiri, " Hmm kok ngeri ya lihat Mr Hensel ngelirik kaya begitu, aku jadi takut dah, berasa dia mau memangsaku saat ini juga". Celetuk Alline yang membuat Meyri teman bersebelahan meja dengan nya menoleh " Huss Alline bicaranya dijaga ya, nanti ketahuan orang nya bisa bahaya loh", "ehehe iya Mey keceplosan aku maap". Akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing masing.


****


Hari ini pekerjaan Alline di kantor berjalan dengan lancar dan aman terkendali, Alline berencana untuk langsung pulang dan ingin memasak sea food dirumah nya, dengan bahan makanan yang sudah ia beli kemarin sore, baru saja Alline ingin memesan taksi online untuk pulang tiba tiba saja ponsel Alline berdering, ternyata Syifa yang menelpon nya " Halo Syifa, iya ada apa", suara bising terdengar di sebrang sana " Halo line, malam ini dugem yuu, kita asik asik disini, jangan cuman nongkrong di dapur aja lu", dengan menghela nafas berat Alline ingin menolak ajakan Syifa tapi sudah kepalang tidak enak ingin menolak nya " Hmm gimana ya fa, aku sih pingin nya langsung pulang", Sedikit kesal Syifa menjawab Alline " Ah lu gak asik line, kapan lagi kita bisa dugem lagi, mumpung di London lin, kalo udah kelar magang kita gabisa bebas lagi, ayolah". Bujuk rayu Syifa akhirnya bisa membuat Alline mengikuti keinginan nya, " Yauda deh sekali ini aja ya gue nurutin mau lu". " Hahaha oke baby kita have fun malam ini". Tut Tut Tut suara sambungan terputus. Alline menghela nafas panjang nya, " Untung lu temen gue, kalo bukan mah ogah mau diajakin buat dugem dugem gak jelas itu".


****


Disisi lain Hensel sedang merasa kesal tidak karuan, perusahaan nya memiliki pesaing yang cukup bagus, dan di tabloid bisnis terkini, perusahaan Williams tertinggal satu poin saja dengan perusahaan pesaing, hal itu sudah mampu membuat Hensel merasa murka " Kurang ajar MG grub, dia bisa ngalahin Williams cuman dalam satu poin aja, dan bodohnya tabloid itu langsung mengatakan bahwa bulan ini MG Grub yang memenangkan pasar kancah internasional, sialan sialan, kerja apa karyawan di kantor ini sampai sampai Williams Groub bisa kalah".


Hensel terus saja memaki maki, dan melempar semua yang ada di dekat nya, Hensel merobek halaman tabloid itu dan bergumam " Awas aja MG Grub, hari ini Williams boleh kalah saing, lihat saja nanti aku akan membuat mu hancur". Hensel terus saja membuat kegaduhan di ruang direktur dengan melempar semua barang barang yang ada di dalam, sebelum akhirnya aksinya terhenti karena seseorang yang membuka pintu Cklakk

__ADS_1


" Eh Hensel lu udah gila apa gimana, itu semua yang lu lempar berkas berkas penting lu, ngapain si lu sampe kumat emosian lu begini ha ?" Mike yang tidak lain adalah sahabat karib Hensel mereka bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar, dan hingga kini persahabatan Mike dan Hensel masih tetap terjaga, dan mereka sama sekali tidak pernah bertengkar, mungkin hanya perselisihan paham yang dengan mudah mereka atasi. " Eh lu Mike, ini baca nih tabloid, bisa bisa nya dia bilang kalau Williams Groub kalah sama MG Groub, padahal tuh poin cuman beda satu angka doang, gimana gua ngga rasa pengen maki maki yang nerbitin majalah hari ini ha", Mike kemudian membaca tabloid yang di berikan Hensel lalu dia hanya bergumam " Hmmm Maslaah ini, yaudah si ya emang namanya bisnis itu persaingan ya dimana mana, lu tau lah Hen gausah terlalu dipikirin". Hensel mengernyit dengan kesal " Lu tau Mike gua bangun perusahaan ini susah payah, apalagi pas gua udah ditinggal mama sama papa sendiri di dunia ini ya, gua yang banting tulang mertahanin ni perusahaan, gimana bisa gua tenang lihat perusahaan gua di hancurin". Mike hanya menggelengkan kepalanya, dia tau sikap keras kepala Hensel yang memang sulit untuk di kontrol " Oke oke gue paham, yauda daripada lu pusing disini banting kanan banting kiri, mending malam ini kita dugem, lumayan lah bisa dapet pemandangan indah kan hahaha", Hensel terlihat sedikit berpikir dan akhirnya dia menyetujui saran dari sahabat nya itu " Boleh lah ayo de berangkat". Mike mempersilahkan Hensel jalan duluan " Mari boss anda memimpin hahaha". Akhirnya Hensel bisa tertawa kembali dengan adanya Mike.


****


Pukul 21.00 Alline bersiap menuju club yang sudah dikirimkan lokasi nya oleh Syifa sahabat nya itu, bahkan Syifa sudah membelikan gaun khusus warna hitam, agar bisa dipakai oleh Alline malam ini, karena Syifa tau Alline adalah wanita yang jarang sekali jalan clubbing, otomatis dia mana mungkin punya baju seksi untuk clubbing malam ini. " Astaga ini baju apaan yang dikasi Syifa, udah mirip lingerie aja, geli banget kalo musti pakai ginian, tapi ya gimana lagi emang aku gapunya baju yang cocok buat clubing. Terpaksa banget musti makai baju ini".


****


Akhirnya sampailah Alline di depan club, dia mulai di lihati oleh beberapa lelaki yang merasa tertarik dengan nya, sejujur nya Alline merasa risih dan tidak biasa dengan hal macam seperti ini, " Alline sini", suara Syifa terdengar dari seberang, Alline bergegas menemui Syifa " eh fa, emang gaada tempat lain buat jalan ya, kenapa musti di telpat ginian sih gua risih". Syifa hanya melihat malas dengan perkataan Alline " Halah Lin, lu kapan gede nya si, jaman sekarang aja anak SMA udah hobi dugem lu malah risih, ga asik lu, udah ah yu masuk kita happy happy malam ini". Syifa menarik tangan Alline dan Alline hanya pasrah mengikuti keinginan sahabat nya itu.


****


Malam ini kita happy happy broo teriak Mike pada Hensel, " hahaha iya biar ilang setres gua". "Bentar ya bro gua jalan dulu, kali aja Nemu yang bisa di gandeng hahaha". Hensel hanya bergidik mendengar ucapan sahabat nya, " dasar hidup belang" teriak Hensel untuk sahabat nya Mike " Yang penting happy bro hahaha". Hensel hanya duduk dan menghabisinya beberapa botol bir dan anggur, sebelum setelah nya Mike kembali dengan wajah kecut " Gaada yang asik bro, ga seru malam ini", Hensel hanya tertawa melihat Mike yang ternyata tidak menemukan mangsa " udah minum aja nih", akhirnya mereka berdua minum, lalu mata hensel tertuju pada dua gadis yang duduk di seberang, sepertinya Hensel mengenal salah satu diantara wanita itu, dalam hati Hensel berkata " kaya pernah liat, kaya Alline ya, wah bener Alline lumayan nih", lamunan Hensel terhenti karena Mike terus saja memanggil namanya, " Weh Hensel kesambet setan apaan lu bengong aja, lagi lihatin siapa si", belum sempat Hensel menjawab Mike sudah menoleh ke arah belakang, " Wah bro mata ku oke juga kalo udah lihat yang panas begini ha, haha belajar banyak lu ternyata dari gua hahaha" Mike menertawai Hensel, " Gua mau samperin ah", tangan Mike di tahan oleh Hensel, " Lu boleh sama yang merah, kalo yang hitam bagiam gua", Mike terbahak mendengar kata kata Hensel " hahaha Hensel lu mau ikut jadi buaya juga ternyata hahaha, oke bagus juga selera lu, gua kesana dulu ya". Mike langsung meninggal kan hensel yang masih duduk di tempat nya.


****

__ADS_1


Ditempat di depan DJ, Syifa terus saja menari nari sambil membawa minuman berisikan gelas bir, lalu tiba tiba saja, ada sebuah tangan kekar yang melingkar di pinggul nya,


" Heyy manis boleh kenalan ngga", sontak Syifa sedikit terkejut " Wow langsung gas aja bro" jawab Syifa sedikit menggoda " haha emang musti pakai kode dulu ya".


Laki laki yang menggandeng Syifa tidak lain dan tidak bukan adalah Mike, Mike mulai melancarkan aksinya melempar rayuan rayuan gombal agar dapat mendapatkan Syifa malam ini, " Kamu sendirian aja nih ? boleh kan aku temenin kamu joget disini", Syifa hanya tersenyum dan mengangguk.


Syifa terbuai dengan rayuan dan sentuhan sentuhan dari Mike, " jalan yu kebelakang jangan disini" ucap Mike yang membuat Syifa merinding " Ehm okay tapi jangan lama lama ya". Mike hanya membalas dengan anggukan.


****


Sesampainya di hotel, Mike menggendong Syifa yang sudah menggelayutkan tangan nya di leher Mike, " Kau siap", yang dibalas dengan anggukan manja oleh Syifa.


Sentuhan demi sentuhan yang diberikan oleh Mike membuat Syifa merasa melayang layang, di udara " Ehm jangan lama lama dong", rayu Syifa sambil menggigit gigi bawah nya, " kamu nakal sekali ya", ucap Mike yang tidak kalah menggoda, akhirnya Mike dan Syifa terlena dengan sentuhan yang mereka buat sendiri " Punya mu gede juga ya" Syifa hanya tersenyum manja. tak lama Mike menggoda Syifa " Ish di pegang aja udah basah, udah mau ya hahaha". " Ehmm mau banget", atmosfer di ruang kamar mereka terasa panas, walaupun AC sudah di hidupkan tetap saja rasanya panas, sepanas pergumulan mereka berdua, suara dercak ranjang menjadi saksi bagaimana mereka berdua tengah asyik terbuai dengan kenikmatan dunia. " Ehm terus", gumam Syifa, "santai sayang biar puas".


Mike dan Syifa sangat menikmati permainan ini, dan sampai lupa waktu karena sudah terlanjur panas, dan tidak memperdulikan dengan siapa mereka datang untuk clubbing.

__ADS_1


Halo teman teman semua jangan lupa like dan komen ya, selamat membaca ❤️❤️


__ADS_2