
Setelah jam menunjukkan waktu 08.00 karyawan di perusahaan Williams sudah mulai untuk bekerja, Hensel juga mulai melihat satu persatu hasil kerja karyawan nya dan mengkoreksi satu satu, juga menandatangani berkas yang sudah di acc oleh Hensel sendiri.
Tok tok tok, Hensel menoleh ke arah pintu dan mendapati sekretarisnya yang sedang mengetuk pintu " Masuk Rin", Setelah mendapatkan persetujuan untuk memasukin ruangan Rina membuka pintu dan masuk
" Begini pak, hari ini sudah ada mahasiswa yang telah lulus uji dan sudah bapak setujui Minggu kemarin untuk magang di perusahaan, hari ini anak magang itu sudah sampai di kantor dan dia barada diluar", Hensel mengangkat alisnya dan sedikit mengingat, dia lupa jika dia sudah meng acc anak magang dan itu satu satunya di perusahaan Williams. karena memang perusahaan ini sangatlah terpandang dan terkenal ketat memilih karyawan, baru pertama kali ini perusahaan menerima mahasiswa magang, karena menurut Hensel mahasiswa itu masih kurang pengalaman dan dinilai belum cukup profesional.
" Hmmm aku yang acc anak magang itu ya, sepertinya aku kurang fokus saat melihat berkas berkas, sampai berkas anak mau magang ikut aku tanda tangani, yasudah lah suruh dia masuk sekarang sudah terlanjur bukan", " Baik pak". Rina sekertaris Hensel merasa sedikit takut dengan ucapan Hensel, dia langsung bergegas keluar dan ingin menemui Alline mahasiswa magang yang sudah duduk di ruang tunggu untuk masuk ke dalam ruang direktur. " Saudari Alline silahkan masuk, aku berpesan di dalam ruangan kamu harus sopan ya, dan jangan kaget dengan sikap bos besar yang sedikit dingin, sebetulnya dia baik orang nya", Rina sedikit memberikan semangat untuk Alline, walaupun firasat nya mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi. karena kehadiran Alline disini hanya karena akibat Hensel salah tanda tangan berkas. " Baik Bu terimakasih" ucap Alline". Didalam hati Rina berdoa " Semoga kau selamat Alline".
****
Alline yang masih kesal dengan seseorang yang telah menabrak nya itu, di sepanjang jalan taman kantor terus saja dia ngomel ngomel tidak jelas " Uhh dasar banget ya orang kok songong banget, kesel aku lihat nya, udah nabrak gak minta maaf malah main nyelonong aja". Tidak lama kemudian Alline melirik jam di tangan kirinya, " astaga udah jam 07.40 aja ini, musti cepat cepat ke ruang direktur nih, gara gara orang yang nabrak tadi jadinya aku telat kan hiih bikin sebel".
__ADS_1
Tibalah Alline di meja resepsionis. " Mba saya bisa bertemu dengan bapak direktur ?". " Maaf sebelumnya apakah nona sudah ada janji dengan tuan Hensel ?". Alline menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sedikit berpikir " Ehmm begini mba, saya memang tidak ada janji, tapi saya sudah di acc untuk magang di perusahaan ini, dan hari ini adalah hari pertama saya magang. jadi saya harus bertemu dengan bapak direktur terlebih dahulu". Sedikit mengangkat alis heran reseptionis itu lalu menelpon sekertaris dan menanyakan perihal mahasiswa magang, apakah benar atau tidak nya. " Rina, dari reseptionis dibawah ada tamu untuk pak Hensel. dia bilang bahwa dia adalah mahasiswa yang akan magang di perusahaan, apakah benar adanya ?", diseberang telepon sekertaris Hensel menjawab " Iya benar, suruh mahasiswa magang itu untuk ke meja ku sekarang". tut tut suara telepon terputus. " Baiklah nona Alline anda di tunggu di meja sekertaris direktur, temuilah nona Rina anda akan mendapatkan petunjuk selanjutnya disana. Silahkan naik ke lantai 14 dan belok kanan disana meja nona Rina.". Alline tersenyum simpul " Terimakasih informasinya".
Alline bergegas menuju lift dan memencet tombol lantai 14, lift itu sepi dan hanya Alline saja di dalam nya, tak selang berapa lama lift itu mulai terbuka, disana nampak sebuah ruangan besar dan di sebelah kirinya terdapat satu ruangan kecil yang bertuliskan sekertaris, Alline bergegas menuju ruang sekertaris dan mengetuknya. tok tok tok " Permisi apakah benar ini ruangan Mrs Rina". Rina yang tengah asik memeriksa dokumen penting untuk di tandatangani Hensel pun menoleh. " iya benar. nona Alline silahkan masuk". Alline membuka pintu dan melangkah masuk lalu duduk di depan meja Rina. " Saya sudah siap untuk magang Mrs Rina. jadi mulai kapan kah saya akan bekerja. ?". Rina tersenyum dan melihat dokumen yang berisikan tentang Alline dan mulai membaca satu persatu kelengkapan dokumen. " Alline kamu tunggu di ruang tunggu di depan kantor direktur ya, saya akan menyerahkan dokumen beserta kelengkapan data mu kepada pak direktur terlebih dahulu." " Baiklah saya akan menunggu di luar Mrs Rina terimakasih". Alline dan Rina meninggalkan ruang sekertaris dan menuju ruang direktur, Alline duduk di sofa panjang dan menunggu Mrs Rina menyerahkan dokumen penting tentang nya.
" cantik sekali arsitektur disini, benar memang perusahaan ini berada di London, tetapi arsitektur ruangan ini di desain seperti perpaduan benua Eropa dan sentuhan Arabic didalam nya, terlihat semua bernuansa putih gading seperti kebanyakan rumah di daratan Arab. Belum selesai Alline mengagumi keindahan ruangan direktur itu, Mrs Rina keluar dengan wajah yang berbeda dan tidak seceria biasanya. " Baiklah Alline silahkan masuk, jangan kaget apabila pak direktur bersikap sedikit dingin, sebetulnya dia adalah orang yang baik. semoga harimu menyenangkan". Mrs Alline meninggalkan aku, dan sejujurnya aku merasa aneh dengan sikap Mrs Rina yang tiba tiba saja berubah.
" Ada apakah dengan Mrs Rina ? semoga semua hari hari ku berjalan dengan lancar. semangat Alline"
****
" Begini pak saya adalah", belum sempat Alline menjelaskan tentang dirinya tiba tiba saja pak direktur itu memotong pembicaraan nya. " Iya saya sudah tau" dengan tanpa melihat Alline dan dia terus saja terfokus dengan berkas berkas yang ada di depan nya. " Silahkan anda duduk dan tanda tangani kontrak berjanjian yang sudah saya buat". Alline kemudian duduk di depan pak direktur itu, dan menunggu nya untuk memberikan berkas kontrak perjanjian. Alline merasa tidak asing dengan seseorang yang tengah duduk di depan nya dan seolah dia pernah jumpa dengan direktur tapi entah dimana. Tak lama Direktur itu yang tak lain adalah Hensel melihat wajah Alline dan sedikit mengangkat alisnya. Alline sontak saja terkejut, dia ingat seseorang yang telah menabrak nya dan dia maki tadi pagi adalah direktur dari perusahaan Williams grub yang akan menentukan nasib nya selama 3 bulan kedepan.
__ADS_1
Dalam hati Alline mengutuk dirinya sendiri " Astagaa ternyata orang yang baru saja tadi pagi dia maki dan membuat dia terjatuh adalah direktur dari perusahaan Williams. bodoh nya Alline, bagaimana nasib mu kedepan Alline" Alline terus saja mengutuk dirinya sendiri. " Oh kau rupanya" suara Hensel mengagetkan Alline yang sedari tadi memaki dirinya sendiri " eh iya pak direktur maafkan saya atas kejadian tadi pagi" Hensel tersenyum kecut dan mulai memperkenalkan dirinya
" Lupakan. Perkenalkan saya adalah direktur utama di perusahaan Williams Groub, nama saya Hensel Ferdio Williams, anda bisa memanggil saya Mr Hensel". Alline menunduk malu dan tidak dapat melihat wajah hensel walaupun sungguh dia sangat tertarik dengan ketampanan dan gagah nya Mr Hensel. " Baik pak terimakasih saya Alline Adriana Syarif dan bapak bisa memanggil saya Alline".
Hensel dengan wajah dingin dan serius ala Hensel selama ini melanjutkan membacakan kontrak kerja " Baiklah Alline selamat datang di perusahaan Williams Groub, kamu adalah satu satunya mahasiswi yang terpilih untuk magang di perusahaan ini selama 3 bulan, setelah sebelumnya Williams Groub tidak pernah menerima mahasiswa magang, saya percayakan kualitas kamu dalam bekerja, dan ingat saya tidak suka kesalahan dan bagaimanapun kamu harus ikut bekerja dengan sistem yang sudah dibuat oleh Williams Groub. Kontrak pertama, kamu tidak di perkenankan mengundurkan diri dari Williams Groub sebelum masa magang mu selesai, jika sampai ada kejadian kamu mengundurkan diri. maka di pastikan nama mu dan nama kampus mu akan tercoreng, dan dijamin setelah itu tidak akan ada masa depan mu di kampus. Kedua, kamu harus patuh atas semua keinginan perusahaan, yang berarti juga kamu harus patuh dengan keinginan saya sebagai direktur. dan ketiga kamu harus mengikuti aturan aturan entah itu tertulis maupun tidak tertulis dari perusahaan Williams Groub. bagaimana Alline apakah sudah jelas ? dan disini saya tidak menanyakan kesanggupan kamu, karena ketika kamu setuju magang di perusahaan saya, maka kamu harus sanggup dengan semua aturan dan kontrak yang saya berikan. saya rasa sudah jelas tentang semua yang saya bicarakan. saya sudah menandatangi kontrak ini, silahkan dibaca dan tanda tangan setelah itu kamu boleh pulang, magang di mulai besok jam 07.30".
Alline yang masih terdiam mendengarkan apa apa saja yang sudah di jelaskan oleh Mr Hensel sedikit kaget dengan kontrak yang di berikan dan akhirnya Alline tak mempunyai pilihan lain dia menandatangani kontrak dan langsung pamit undur diri. " Baiklah Mr Hensel saya undur diri". " Bagus tanpa pertanyaan. silahkan". Alline keluar ruangan dan menutup pintu ruang direktur lalu bergegas untuk pulang.
****
Hensel yang sedikit terheran dengan dirinya yang salah menandatangani dokumen tentang mahasiswa magang, dan akhirnya dengan terpaksa Hensel menerima mahasiswa itu untuk magang, karena k cerobihan nya sendiri tidak membaca berkas yang ada " Gimana bisa si gua salah tanda tangan, jadinya kaya begini ada mahasiswa magang segala udah pasti tuh anak kurang pengalaman. Bisa kacau ni perusahaan kalau dibuat ajang belajaran kaya begini".
__ADS_1
Hensel melanjutkan memeriksa dokumen yang akan di tanda tangani, kali ini Hensel membaca terlebih dahulu karena tidak ingin salah tanda tangan lagi. Tok tok tok, suara pintu terdengar pasti mahasiswa magang itu " Masuk" Hensel sedikit kesal dan dia bersikap dingin. " Perkenalkan pak saya", Hensel merasa malas dan langsung menjawab " Saya sudah tau, silahkan duduk saya jelaskan kontrak kerja". setelah Hensel menatap wajah mahasiswa itu. Hensel mengangkat alisnya. " uhh ni cewe yang maki maki gua tadi, hahaha akhirnya gausah bikin jebakan dia sudah datang sendiri. gua kerjain lu". Hensel tertawa sinis dan mulai memikirkan aksinya untuk mengerjai mahasiswa songong yang sudah memaki dia. Setelah Hensel menjelaskan kontrak kerja dan Alline pergi. Hensel tertawa terbahak bahak " Hahahah masuk jebakan lu, awas aja lu gue bikin gilaa, makan tuh kontrak gabisa kemana mana kan lu tiga bulan. hahaha tiga bulan lu gua jaman jati di neraka hahaha. eh ngomong ngomong tuh bodi boleh juga barang mau di icip dikit hahaha". Hensel tertawa puas dan merasa senang. akhirnya dia sudah lama tidak bermain main dengan perempuan dan sekarang dia menemukan sasaran empuk untuk permainan nya. Hensel sudah tidak sabar untuk memulai aksinya.
Halo teman teman semua. makasih banyak ya udah mau baca novel author ❤️ author butuh banget nih komen nya mau kritik dan saran juga boleh 😊 terimakasih sudah mau membaca ❤️❤️