Pendekar Palu Dewa Naga Hijau

Pendekar Palu Dewa Naga Hijau
Episode Datok lembah kabut bab 1


__ADS_3

Sang surya masih belum memperlihatkan diri. Udara di penghujung malam itu masih diremangi kegelapan. Angin dingin masih mencucuk menembus kulit sampai ke tulang


dikawasan puncak gunung kambing yg banyak ditumbuhi pohon pohon besar,tampak berkelebat satu bayangan yg sedang memanggul sosok tubuh manusia.gerakannya sangat cepat dan sulit di tangkap oleh mata biasa,seolah tanpa beban bayangan hitam tersebut berlari sangat cepat sekali.


Orang yg berlari dan memanggul sosok tubuh manusia itu,berpakaian berwarna hitam dan wajahnya di tutupi cadar sehingga sebagian wajahnya sulit untuk di lihat,sedangkan sosok yg di panggulnya memakai pakian bewarna putih dan bersanggul berbentuk naga,melihat ciri ciri orang yg di panggul tidak lain adalah jasad seorang tokoh silat yg di juluki pendekar tongkat seribu yaitu dayang serumbe


di kisahkan episode sebelumnya (Lima Iblis Maut) dayang serumbe beserta ketiga sahabatnya pak uban,datok rantai jagat dan pendekar bayang seribu melakukan perjalanan untuk mencari lima iblis maut yg selalu membuat kerusuhan dimana mana.ketika di dalam perjalanan mereka berempat di hadang oleh lima iblis maut,dan pertempuran antara dayang serumbe melawan salah satu lima iblis maut berlangsung sengit,tapi salah satu lima iblis maut mempunyai kepandaian di atas dayang serumbe,sehingga perempuan setengah abad ini mati dengan tubuh gosong akibat bentrokan pukulan pukulan sakti yg di lancarkan salah satu kawanan lima iblis maut.


pak uban,pabeak dan bangil segera membawa jasad dayang serumbe dengan melemparkan tiga buah benda bulat hitam sebesar kelereng ke jurusan balo dan kawan kawanya


mendapat serangan yg tidak di duga.balo segera mengeluarkan satu pukulan untuk memapasi tiga buah yg berbentuk seperti kelereng ,begitu pukulan balo bentrok dengan tiga buah kelereng, seketika itu juga asap tebal dan bewarna hitam pekat menghalangi pandangan balo dan kawan kawannya kesempatan itu di pergunakan baik baik oleh pak uban, bangil dan pabeak untuk melarikan diri dan mereka bertiga segera berlari dan membawa jasad dayang serumbe di dasar bukit batu daya.


malam itu hujan deras dengan di sertai suara dentuman yg mengelegar di atas langit dan kilat menyambar bak lidah api membelah langit,akan tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk menguburkan jasad dayang serumbe.


setelah mereka bertiga memberi penghormatan terakhir kepada dayang serumbe,akhirnya mereka pun meninggalkan tempat tersebut.taklama setelah mereka bertiga pergi, berkelebat satu bayangan hitam dan tegak berdiri di atas kuburan dayang serumbe.


Manusia itu tidak lain yg saat ini sedang berlari kencang sambil membawa jasad dayang surembe.Tidak lama orang yg berjubah hitam segera menghentikan langkahnya,sambil menatap dengan tajam kesebuah pondok kecil yg terbuat dari bambu,sekitar lima tombak berada di hadapannya


setelah melihat pondok beberapa saaat,orang yg memanggul jasad dayang serumbe berteriak


“Mata dewa!!!,apakah kau ada di dalam pondok…!”


Pondok kecil yg terbuat dari bambu dan tidak jauh berada di hadapan manusia berjubah hitam,tampak sunyi,yg terdengar hanya kicauan burung burung hutan yg bersautan sangat gembira menyambut kemunculan sang surya,embun tipis pun kala itu mulai memudar di kawasan bukit gunung kambing.


“celaka!!!”.desis orang berjubah hitam penuh raut muka kecemasan di balik cadarnya hitamnya itu. 


“kalau mata dewa tidak ada disini,bisa membusuk jasad dayang serumbe!!!.ah…aku harus bagaimana?apakah aku harus menemui datok lembah kambut..?selain mata dewa,hanya datok lembah kabut yg bisa mengawetkan jasad dayang serumbe,tapi itu tidak mungkin,karena lembah kabut sangat jauh dari sini”sambil pandangannya menyapu kemana mana,seperti mencari sesuatu


“aku tau sifat manusia satu ini,pagi pagi begini pasti masih berada di alam mimpi”guman manusia yg wajahnya di tutupi cadar hitam itu. 


Setelah menyunggingkan senyum di balik cadarnya,ia kembali berteriak,tapi teriakan kali ini di sertai tenaga dalam,sehingga pondok tampak bergetar


“mata dewa!!!.apa kau ada di dalam pondok peot mu itu..?”


Tidak lama berteriak,tiba tiba saja pintu pondok terbuka dan di sertai suara seseorang menyahuti,sehingga membuat sakit telingga manusia yg sedang memanggul jasad dayang serumbe


“manusia mana pagi pagi buta sudah lancang membangunkan ku tidur!!!”

__ADS_1


Mendapat sautan dari dalam pondok,sekelumit senyum membersit di balik cadarnya,walaupun telinganya agak sakit,karena orang yg di maksud membalas teriakannya dengan tenaga dalam pula.


“mata dewa!!!,maafkan atas kelancanganku,karena ada urusan yg sangat penting,sengaja aku membangunkanmu hihihi”


“hem…kau ingin menunjukan tenaga dalammu padaku dewi!!!”


“hi..hi..hi.bukan ingin menunjukkan,tapi sengaja untuk membangunkan mu mata dewa”balas manusia bercadar sambil tertawa kecil.


“dewi cadar hitam,apakah kau sudah menemukan orang yg kita cari?karena aku mencium bau bangkai manusia dari arah kau berada”


Dewi cadar hitam tidak menjawab pertanyaan mata dewa,malah terlihat dewi cadar hitam mengenduskan hidungnya,apa yg di katakan mata dewa benar,walaupun tidak begitu kuat, bau busuk yg keluar dari tubuh dayang serumbe,membuat dewi cadar hitam buru buru melangkahkan kakinya ke pondok,tapi baru saja tiga langkah,dewi cadar hitam harus menghentikan langkahnya,ketika mendengar mata dewa melarangnya untuk masuk ke dalam pondok


“Dewi cadar hitam!!!,jangan kau bawa jasad dayang serumbe ke pondok ku!!! Letakan saja tubuh dayang ketanah!!!.”


Dari dalam pondok berkelebat satu bayangan merah dan tegak berdiri tiga langkah di hadapan dewi cadar hitam.manusia yg tidak jauh di hadapan dewi cadar hitam,wajahnya cukup membuat orang sesekali melihat pasti ketakutan,karena tampang pemuda yg berusia 25 tahun ini walau terlihat tampan dan gagah,ada satu keanehan terletak di matanya,karena mata pemuda ini memiliki tiga mata,dua mata seperti mata manusia pada umumnya,dan satu mata lagi terletak di pangkal hidung sebesar telur ayam kampung,rambutnya panjang meriap riap sampai ke bahu dan mengenakan pakaian berwarna merah tua.


Dewi cadar hitam tampak tersenyum di balik cadarnya ketika berhadapan dengan mata dewa sambil ia berkata


“mata dewa.kenapa tubuh dayang serumbe tidak boleh masuk ke dalam pondokmu?apakah kau takut pondokmu akan bau bangkai hi hi hi”canda dewi cadar hitam


Pemuda yg mempunyai mata ada tiga,tampak tersenyum mendengar candaan wanita yg menyembunyikan kecantikan di balik cadarnya itu ,sehingga tidak sembarangan orang yg bisa menikmati kecantikannya dewi cadar hitam.


Dewi cadar hitam hanya manggut manggut mendengar penjelasan mata dewa.untung saja saat dia membawa jasad dayang serumbe tidak ada satu pondokpun yg ingin di singgahinya.padahal ketika dewi cadar hitam membawa jasad dayang serumbe, berapa pondok atau gubuk kecil yg di lihatnya


terlintas juga dalam pikirannya untuk singgah barang sebentar di sebuah pondok yg sudah tua sekedar melepas lelah,tapi pikirannya berubah ketika dia melihat jasad dayang serumbe,dan khawatir kalau jasad yg sedang di panggulnya itu akan membusuk,maka dia pun membatalkan niatnya untuk singgah dan melannjutkan perjalannya untuk cepat cepat bertemu dengan mata dewa.


“dewi!..selama kau membawa jasad dayang serumbe apakah kau ada singgah ke sebuah pondok atau?”


“kau tak perlu cemas mata dewa,selama aku membawa jasad dayang,tidak ada satu pondokpun yg aku singgahi,aku khawatir kalau tidak membawanya cepat jasad ini,tentu saja jasad dayang akan membusuk”potong dewi sambil meletakan jasad dayang ketanah.


“bagus dewi”ucap mata dewa sambil berlutut di tanah dan memeriksa tubuh dayang serumbe


“tubuhnya hitam,seperti terkena pukulan sakti”


“betul mata dewa,dayang mati di karenakan terkena pukulan salah satu dari lima iblis maut”


“lima iblis maut!”desis mata dewa

__ADS_1


“iya. lima iblis maut,aku melihat pertempuran dayang serumbe melawan salah satu dari lima iblis maut,kehebatan lima iblis maut tidak bisa di remehkan,wajar saja kalau selama ini mereka terus berkeliaran,seperti yg kau lihat sekarang keadaan dayang serumbe”


“aku sudah mendengar tentang sepak terjang lima iblis maut yg akhir akhir ini sangat meresahkan para penduduk di berbagai kampung serta di dunia persilatan golongan putih” kata mata dewa berhenti sejenak sambil matanya memandang kearah dewi cadar hitam,sepertinya dia ingin menembus cadar hitam yg selama ini setia melindungi kecantikan dewi cadar hitam,sesaat mata dewa melanjutkan kata katanya.


“yg aku tidak habis pikir,kenapa para tokoh tokoh tua golongan putih seoalah hanya diam dan bersembunyi melihat kekejaman lima iblis maut tanpa ada yg bertindak!!! ”


Dewi cadar hitam hanya diam mendengarkan perkataan mata dewa,apa yg di katakan mata dewa barusan benar adanya,ketika tokoh hitam membuat onar,menebar ke kejian dan pembunuhan dimana mana,kenapa para tokoh tokoh putih seolah menghilang,seakan mereka menutup telinga dan mata,bahkan sebagian tokoh putih banyak yg hilang raib bak di telan bumi


dewi cadar hitam,maupun mata dewa saat itu hanya terdiam dan mereka berdua saling beradu pandang,karena ada satu perasaan  yg tersembunyi di balik perasaan mereka masing masing,yg hingga saat ini masih terpendam di dasar hati yg paling dalam.


"Dewi!!!”tegur mata dewa memecah kesunyian sesaat


”alangkah baiknya kalau dewi membuka cadar saat berbicara kepadaku”kata pemuda itu sambil menatap mata dewi lebih dalam,seakan dia ingin mencari sesuatu di dalam mata perempuan yg berada di hadapannya itu


dewi cadar hitam di tatap sedemikian rupa tampak kikuk dan menjadi salah tingkah,karena dia tahu kalau pemuda yg menatapnya itu menyukai dirinya,tapi selama ini dewi cadar hitam berlaku cuek terhadap pemuda itu,padahal hati dewi cadar hitam berdebar debar,ada perasaan bahagia kalau sudah bertemu dengan pemuda yg mempunyai mata ada tiga itu


menurutnya pemuda itu lumayan tampan,kulitnya bersih,dan tampak gagah,walaupun matanya ada tiga,tapi tidak menutupi ketampanan parasnya itu,hingga perempuan ini tertunduk dan tidak mampu melawan tatapan mata si pemuda.


Sambil tertunduk dewi cadar hitam berkata


”Mata dewa,lebih baik kita mengurusi jasad ini lebih cepat lebih bagus”


Mata dewa hanya diam sambil kata hatinya berkata


”perempuan ini sepertinya mengalihkan pembicaraan.tapi tidak mengapa kalau hari ini aku tidak bisa melihat wajahnya,mungkin suatu saat, aku yakin dia akan memperlihatkan wajahnya padaku”


mata dewa hanya menarik nafas dalam dalam dan mengalihkan pandangannya ke jasad dayang serumbe. 


“untuk menghidupkan dayang serumbe,kita harus menunggu selama seratus empat puluh empat purnama lagi dewi”


“apa!!!.seratus empat puluh empat purnama?apa kau tidak salah mata dewa”kejut dewi cadar hitam dan memastikan perkataan mata dewa


“iya dewi.seratus empat puluh empat purnama,berarti kita harus menunggu selama dua belas tahun mendatang”


"Mata dewa!! Setahu aku kehebatan ilmu mu untuk mengawetkan tubuh seseorang yg sudah mati Cuma bertahan selama satu purnama”


“iya,kau benar dewi,kekuatan ilmu embun pembungkus raga hanya bertahan selama satu purnama,kecuali kita membawa jasad ini di kediaman datok lembah kabut,jangankan satu purnama,dua ratus purnama pun jasad dayang tetap awet”

__ADS_1


Dewi hanya diam menatap jasad dayang serumbe tanpa sepatah katapun yg terucap dari mulutnya


__ADS_2