
"Kambing kambing mana yg berani mengusik ketenangan lima iblis maut...!"
kontan saja ke empat manusia yg berada di atas gerobak sapi tertegun seperti tidak percaya apa yg barusan mereka dengar
sekitar enam tombak kedepan tampak lima orang berwajah sangat buas dan angker berdiri menghadang jalan yg mereka lewati,salah satu dari ke lima orang tersebut berkacak pinggang,mereka tidak lain adalah lima iblis maut yg selama ini malang melintang menebar kejahatan dimana mana
setelah mengetahui siapa yg menghadang jalan mereka,pabeak segera menghentikan gerobak sapinya,dayang serumbe tampak mengamati ke lima orang tersebut satu persatu dan segera berkata kepada pak uban
"pucuk di cinta ulampun tiba,tidak susah payah untuk mencari iblis iblis laknat itu pak uban"
"kau benar dayang, melihat dari tampang dan pakaian mereka,aku yakin merekalah lima iblis maut"kata pak uban sambil meneliti satu persatu orang yg berdiri menghadang jalan mereka
"kalau begitu biar aku hajar iblis iblis itu sekarang pak uban"geram dayang sambil memegang tongkatnya yg bewarna kuning dan hendak berangsur dari duduknya
"jangan gegabah dayang mereka bukan orang sembarangan "cegah bangil
"benar apa yg di katakan bangil dayang,kalau mereka sampai saat ini masih menebar kejahatan,sudah di pastikan kehebatan ilmu mereka sangat tinggi"mengingatkan pak uban
tapi di lihat dari raut wajah dayang,pak uban tau kalau sahabatnya ini agak kesal
"rupanya ada kambing kambing tua yg lewat jalan ini kawan kawan hahaha"terdengar suara teriakan dari arah depan yg tidak lain adalah ketua lima iblis maut yaitu balo,yg lain pun ikut tertawa
"setan bedebah...!!!"maki dayang segera ingin melompat dan menghajar lima iblis maut,tapi tangannya segera di sambar pak uban
"sabar dayang jangan gegabah dulu,biar aku saja,dan aku ingin memastikan apakah mereka benar benar lima iblis maut yg kita cari??"
"tapi pak uban"
"sudah biar aku saja"potong pak uban sambil turun dan melangkah kedepan.dayang serumbe mengerutu tidak jelas
"maaf tuan,kenapa kalian menghadang perjalanan kami"tanya pak uban dengan seutai senyum yg memuakan bagi balo dan teman temanya
"hemm,kenapa?kalian mau tau,baiklah kalau kalian para kambing kambing tua ingin tau,ketahuilah kambing tua, barang siapa yg melewati jalan ini, berarti harus meninggalkan barang barangnya di sini dan kalian juga harus meninggalkan nyawa busuk kalian hahaha"
kembali balo tertawa seakan merasa bahagia apa yg barusan di ucapkannya.pak uban hanya tersenyum tipis dan tampak muak
"kalau boleh saya bertanya, tuan tuan ini siapa..?tanya pak uban memastikan apakah benar mereka lima iblis maut?
"kalian bukan saja sudah tua tapi juga tuli,tadi sudah di katakan pimpinan kami, kalau kami ini adalah lima iblis maut ha ha ha"hardik salah seorang dari kelima iblis maut tersebut yg tidak lain adalah bojat sambil tertawa merasa bangga atas julukannya
pikirnya orang tua yg bertanya barusan langsung ketakutan setelah mengetahui mereka siapa,tapi mereka salah pak uban dan teman temannya malah tersenyum seperti mengejek
"oh jadi kalian lima iblis maut yg terkenal itu"
"kalau sudah tau cepat serahkan barang barang kalian dan segera ambil pedang tusuk nyawa busuk kalian,apa perlu kami yg mencabut nyawa busuk kalian hah"gertak balo
"barang barang?kami tidak membawa barang barang apapun,yang kami bawa hanya ini"kata pak uban sambil menunjukan kopiah yg terbuat dari akar rotan
"kalau kalian mau,ambil saja,aku kasi percuma buat kalian,tapi jangan berebut seperti anak kecil"ejek pak uban
kontan saja ketiga sahabat pak uban tertawa
merasa di ejek pimpinan lima iblis maut pun marah besar
"bearti kalian benar benar ingin mapus"
"justru kalianlah yg harus mampus dan menyerahkan nyawa anjing kalian kepada kami"yang bersuara kali ini adalah dayang yg sudah berada di samping pak uban
lima iblis maut kaget melihat dayang turun dari sebuah gerobak dan melompat ke atas setinggi tiga tombak, sudah di pastikan kalau mereka ini bukan orang orang sembarangan
__ADS_1
"aku sudah menduga sejak awal kalau kalian ini bukan orang sembarangan"tegur balo
"kalau sudah tau kenapa masih belum berlutut di hadapan kami"sergah bangil yg saat itu juga sudah berada di sebelah dayang
"apa berlutut di hadapan kalian puihhhhh,teman teman,rupanya para kambing kambing tua ini sedang bermimpi di siang bolong hahahaha"mengejek balo,kontan saja teman yg lainnya pun tertawa
merasa di tertawakan dan dihina membuat perempuan paruh baya ini sangat marah
"setan busuk ketahuilah aku pendekar tongkat seribu, hari ini akan mencabut nyawa anjing kalian"
balo dan teman temanya segera menghentikan tawa mereka,seperti tidak asing lagi di telinga mereka dengan gelar tongkat seribu yaitu salah satu pendekar dari golongan putih yg berilmu sangat tinggi,banyak para para tokoh hitam yg mati di tangan pendekar tongkat seribu.
"balo kita harus hati hati"bisik bangal pada balo
"setan kurap apa kau takut,mereka tidak ada apa apanya di banding kita"maki balo pada bangal
"hei kenapa kalian berbisik!!.apakah kalian ingin merencanakan kabur dari sini hahaha"sindir dayang mengejek
bukan main geramnya balo,selama malang melintang baru kali ini dia di hina sebegitu rupa
"nenek tua peot,tampaknya kau sudah bosan dengan nyawamu,untuk melawan kalian aku tidak perlu turun tangan cukup temanku saja"
"bedebah..hiatttt"teriak dayang sambil memutar tongkat bambunya seketika itu juga bak angin badai yg keluar dari tongkatnya hingga membuat daun daun yg berada di sekitar dayang berterbangan
"bangsat rupanya kau bosan hidup nenek peot"hardik bojat seraya melompat ke atas setinggi tiga tombak
tampak cahaya hitam pekat menyelubungi kedua telapak tangannya dan melesat kearah dayang serumbe inilah pukulan IBLIS PENGHANCUR KARANG yg di lepaskan oleh bojad untuk memapasi pukulan dayang serumbe yaitu SERIBU TONGKAT MEMUTAR ANGIN
detik itu juga kedua pukulan saktipun beradu,suara dentuman menggelegar di karenakan bentrokan kedua pukulan tersebut sehingga menimbulkan ledakan dan percikan api yg besar
tanah yg berada di sekitar benturan kedua pukulan tersebut berhamburan mencuat ke atas.
dayang serumbe terlontar ke belakang sejauh lima tombak dan tersungkur,tampak sedikit darah meleleh keluar dari celah bibirnya,ini menandakan kalau dayang luka di dalam
Sambil duduk bersila, dayang serumbe mengatur peredaran darahnya yg tidak menentu akibat bentrokan pukulan tadi sehingga membuat nafasnya sesak
"bagaimana kambing betina tua,masih ingin main main lagi"ejek bojad sambil tertawa
"bangsat rendah !!!"hardik dayang serumbe
"kau kira aku sudah kalah,lihat ini"
seketika itu juga berdiri dari duduknya dan melompat sambil memutar mutarkan tongkatnya keatas seperti baling baling,tiba tiba saja bak angin topan keluar dari tongkat tersebut
"hemm PUKULAN SERIBU ANGIN PENGHANCUR"guman bojad dalam hati
"bajod hati hati...!"teriak balo yg tau dengan kehebatan pukulan lawan
"haha tenang saja balo,aku sudah tau bagaimana cara menghadapi pukulan seribu angin penghancur"jawab bojad tenang sambil mengembangkan kedua telapak tangannya ke atas,tampak sinar biru kehitam hitaman membungkusi tangannya
di lain pihak pak uban,bangil maupun pabeak sangat tegang sekali apa yg bakalan terjadi,lebih lebih pak uban,ketegangan di raut wajahnya sangat nampak sekali dan dia berteriak menginggatkan sahabatnya dayang serumbe
"hati hati dayang,itu adalah pukulan iblis penghancur sukma,lebih baik kau segera mundur!!!"
tapi wanita ini memang berwatak keras kepala sehingga dia tidak menghiraukan perkataan pak uban dan tetap saja nekad dan meluncurkan serangannya ke bojad
bak angin ****** beliung mengamuk,daun daun dan ranting ranting beterbangan melaju kearah bojad seperti panah yg lepas dari busurnya
sedangkan bojad tidak tinggal diam,detik itu juga bojad melancarkan pukulannya
__ADS_1
kedua pukulan pun beradu untuk kedua kalinya,tapi kali ini lebih dahsyat karena masing masing kedua belah pihak hampir mengeluarkan seluruh tenaga dalam mereka
ledakan keduapun terjadi.tanah tanah berhamburan,daun daun beserta ranting kayu hangus terbakar,tampak dayang terlempar kebelakang sejauh lima tombak dan tergeletak di tanah dengan tubuh hangus dan tak berkutik lagi,tanda perempuan paruh baya ini sudah menemui ajal
"dayang serumbe!!!"teriak pak uban,pabeak dan bangil hampir bersamaan
ketiga orang itu berlari mendekati mayat yg tergeletak dan tidak jauh dari mereka bertiga
"celaka dia sudah mati..!"kata pak uban yg saat itu sampai duluan dan memeriksa keadaan dayang yg sudah tanpa nyawa
Bangsat..!!!"maki bangil sambil mengepalkan kedua tangannya,pertanda orang ini sudah tidak tahan lagi menahan rasa amarahnya di karenakan sahabatnya mati dengan sangat mengenaskan
"bangil,pabeak,lebih baik kita pergi saja,karna ilmu mereka sangat tinggi,dan aku kenal sekali dengan pukulan mereka tadi"kata pak uban menyuruh sahabat sahabatnya pergi sambil membopong jasad dayang serumbe
tapi bangil alias pendekar bayang seribu masih mematung dengan mengepalkan kedua belah tangannya,grahamnya mengembang dan tidak memperdulikan ucapan pak uban,pabeak yg saat itu berada di samping bangil segera memegang pundak bangil
"ucapan pak uban ada benarnya juga bangil,lebih baik kita pergi dari sini dan segera kita kuburkan jasad teman kita ini dulu,tunggu saatnya kita balas perbuatan mereka"
setelah mendengar perkataan kedua temannya,kini bangil buka suara
"kalian pergilah dulu,biar aku yg akan menyibukan mereka pak uban"belum sempat pak uban membalas ucapan bangil,balo alias ketua pimpinan lima iblis maut berteriak
"cacing tua bagaiman,apa kalian mau mati dengan sendiri atau kami yg akan menghanguskan kalian seperti perempuan peot itu hahaha"
saat itu pak uban geramnya bukan main mendengar ejekan ketua lima iblis maut
"iblis sialan,urusan kita belum selesai,rasakan ini..!!"
melesat tiga buah bola berwarna hitam dari tangan pak uban yg besarnya seperti bola klereng dan melesat kearah lima iblis maut
balo yg saat itu masih tertawa.kagetnya bukan main dan berteriak menginggatkan teman temannya
"awas!!!"teriak balo sambil mengembangkan kedua tangannya kedepan,sepuluh larik sinar keluar dari jari jari tangan balo dan menyambar kearah tiga buah bola tersebut
"duarrrrrrrrr"
asap tebal menyebar ke seluruh dimana balo dan teman temannya berada sehingga menutupi pandangan mereka
"bangsat,pasti mereka melarikan diri"teriak balo geram sambil berlari kearah dimana pak uban,bangil dan pabeak berada
tapi tiba tiba saja balo di buat kaget dan segera melompat mundur sejauh lima tombak kebelakang karena di saat balo hendak mengejar,tiba tiba saja sesuatu keluar dari gumpalan asap yg berbentuk jangkar kapal
jangkar ini sangat besar dan bewarna hitam yg melaju keras kearah balo
kalau balo tidak segera melompat pasti saat itu juga nyawanya melayang dengan dada hancur,tapi dengan cepat dia melompat mundur alhasil selamatlah dia dari maut
karna jangkar tersebut hanya mengenai tempat kosong dan seperti ada yg menariknya kembali hingga jangkar tersebut menghilang
Jahanam!!mereka melarikan diri"geram balo,yg masih berada di tempatnya semula sambil menunggu asap hitam yg berada di sekelilingnya memudar
salah langkah saja bisa bisa nyawanya dan teman temannya melayang,bisa saja senjata rahasia lawan masih berada di sekeliling mereka pikir balo dan menginggatkan teman temannya untuk lebih waspada
tidak lama kemudian asap hitam pun memudar karena di tiup angin
dimana tempat pak uban beserta temannya berada sudah tidak ada seseorang lagi disana yg tersisa cuma sebuah gerobak dengan sapinya saja
"sialan!!! ternyata memang benar dugaanku mereka melarikan diri"maki balo sambil melangkah mendekati gerobak sapi dan memeriksa isi gerobak tersebut
tapi hanya kosong melompong dan tidak ada barang barang apapun di dalam gerobak tersebut,yg ada hanya sehelai daun pokok ketapang,dengan penasaran balo mengambil dan mengamati daun tersebut ternyata ada tulisan dan balo pun membaca isi tulisan tersebut
__ADS_1
"LIMA IBLIS MAUT TUNGGU PEMBALASAN KAMI,NYAWA DI BAYAR NYAWA,DARAH DI BAYAR DARAH."
"hahaha...dasar kambing kambing tua bangkotan"kata balo sambil meremas daun yg di genggamnya hingga hancur