Pendekar Palu Dewa Naga Hijau

Pendekar Palu Dewa Naga Hijau
Episode datok lembah kabut bab 2


__ADS_3

"Sesuai petunjuk yg aku dapat dari alam mimpi, hanya kita berdua yg di tugaskan untuk mencari dan menghidupkan dayang serumbe dengan ilmu yg sudah aku dapatkan dari alam mimpi yaitu ilmu penyusup roh di balik raga"


kata mata dewa yg kala itu seperti menginggat suatu kejadian yg di rasakannya sangat aneh


mata dewa memang sudah menceritakan kepada dewi cadar hitam, ketika dia berada di alam mimpi dan bertemu dengan seorang kakek dan menugaskan dirinya untuk mencari seorang tokoh silat dari golongan putih, yg tidak lama lagi akan menemui ajal


"bajigar!!!.tegur seorang kakek yg berpakaian serba putih, wajahnya tampak keriput pertanda orang itu sudah tua, rambutnya tampak putih, alis juga putih, bola mata tampak besar dan mencorong dari kelopak matanya,urat uratnya tampak bertonjolan keluar, usianya di perkirakan mungkin mencapai seratus enam puluh tahun. tapi yg mengherankan dari kakek berjubah putih itu,dia tidak berdiri  di atas tanah, melainkan mengambang di udara setinggi empat jengkal jari orang dewasa


"dalam beberapa hari lagi, telah datang kematian seorang tokoh silat dari aliran putih, kini aku menugaskan mu untuk mencari jasadnya, dan akan di hidupkan kembali pada suatu hari nanti"


bajigar atau mata dewa yg saat itu duduk bersila tampak bingung, sambil pandangan matanya menyapu kesana kemari, karena tempatnya berada saat itu terasa sangat asing tanpa ada pohon pohon yg tumbuh,luasnya tanpa berdinding sejauh mata memandang


"aneh!!!,"ucapnya dalam hati" padahal baru saja aku merebahkan tubuh dan memejamkan mata di dalam pondok ku, kenapa tiba tiba aku berada di sini?, tempat apa ini? siapa orang tua itu?


mata dewa sepertinya di landa kebingungan atas seribu pertanyaan yg menggeluti hatinya, sampai dia bertanya tanya pada dirinya sendiri tentang keanehan yg di alaminya saat ini.


orang tua yg tegak berdiri mengambang di udara, sejarak lima langkah berada di hadapan mata dewa, tampak tersenyum tipis, seolah kakek itu tau apa yg ada di benaknya mata dewa


"bajigar, ketahuilah, aku sengaja menjemput roh mu kesini" ucap si kakek masih dengan senyum tipisnya.


mata dewa atau bajigar kaget bukan main, hingga wajahnya tampak putih memucat petanda pemuda ini sangat tegang dan ketakutan hingga berbicarapun terbata bata


"kek.!!!.. a ap apakah saya sekarang sudah ma mati?"


kakek berpakaian putih hanya tertawa kecil dan tau ketegangan pemuda yg berada di depannya itu


"bajigar, bukan bearti aku mengundang rohmu ke sini kau sudah mati"


"


Kek... bu bukan kah kalau se.. seorang sudah menjadi roh pertanda orang itu su sudah ma.. mati?" masih terbata bata mata dewa berbicara karena perasaan tegang semakin menyelimuti dirinya.


"bajigar, kematian itu ada dua, kematian pendek dan kematiaan panjang. kematian pendek ketika manusia sedang tidur, sedangkan kematian panjang ketika ajal menjemputnya, hingga suatu saat nanti akan di bangkitkan kembali oleh yg maha kuasa" kakek itu menghentikan ucapanya sejenak sambil menatap pemuda yg tampak ketakutan dengan muka pucat. sambil menarik nafas dalam dalam dan melanjutkan bicaranya


"nah bajigar, saat ini kau sedang mengalami kematian pendek, ketika kau sedang tidur, saat itulah rohmu keluar dari jasadmu, dan ku undang untuk datang ke sini".


bajigar atau lebih di kenal dengan julukan mata dewa tampak lega, sedikit demi sedikit ketegangannya berangsur sirna setelah mendengar penjelasan dari orang tua yg tidak jauh berada di hadapanya.


"jadi saya belum mati kek..? "tanyanya kembali ingin memastikan


"belum" balas kakek masih menyunggingkan senyum tipis


setelah keteganggan yg menyelimutinya telah sirna,mata dewa pun bertanya kembali


"kek!, tadi kakek mengatakan ada seorang tokoh silat aliran putih yg akan menemui ajal, kalau boleh saya tahu, siapa orang itu kek...?


orang tua yg berdiri mengambang tidak segera menjawab pertanyaan mata dewa, pandangan matanya beralih ke atas seakan ingin menembus dinding dinding langit, sambil mulutnya berucap


"menurut penglihatanku, orang yg menemui ajal itu seorang wanita yg bernama dayang serumbe atau pendekar tongkat seribu"


"dayang serumbe" potong mata dewa, dan melanjutkan pertanyaannya


"apakah kakek tahu, dayang serumbe menemui ajal di karenakan apa kek? "


kakek berpakaian putih segera mengalihkan pandangannya ke arah mata dewa seraya berkata


" bajigar, hidup mati adalah rahasia yg maha kuasa, kapan seseorang akan mati, apa penyebabnya, tidak ada yg tahu kecuali yg maha kuasa,sedangkan kita hanya mengira ngira saja,dengan di tunjukan tanda tanda kematian seseorang, jadi kapan atau dimana, itu tugasmu untuk mencari."


mata dewa hanya manggut manggut tanda mengerti apa yg dikatakan orang tua itu.


Kek!, tadi kakek mengatakan ingin menghidupkan daya serumbe, apakah itu tidak menyalahi kodrat dari yg maha kuasa? dan apakah orang yg sudah mati bisa di hidupkan kembali..? "


mendapat pertanyaan,kakek berpakaian putih tertawa kecil dan menjawab pertanyaan yg di lotarkan mata dewa ke dirinya


"bajigar, inilah kekuasaan yg maha kuasa, tidak ada yg tidak mungkin kalau yg maha kuasa menghendaki".

__ADS_1


"maaf kek,kalau boleh saya tahu, kenapa dayang serumbe di hidupkan kembali???" 


Sambil tersenyum santai si kakek berkata


”dua belas tahun mendatang,ada rahasia besar yg harus di selesaikan dayang serumbe,tapi karena kematian terlalu cepat menjemputnya,maka rahasia itu terpendam dalam dirinya”


“rahasia!!!,rahasia apa kek”tanya mata dewa ingin tahu. 


Kakek berpakaian putih tidak menjawab,malah dia melayang mendekati mata dewa


“maaf kek,kalau saya selalu ingin tahu”ucap mata dewa sambil menjurakan kedua belah tangannya ke atas kepala.karna takut orang tua itu marah akibat selalu melontarkan pertanyaan.kakek berpakaian putih hanya tersenyum sesaat Dan berkata.


“dua belas tahun mendatang,dunia persilatan tanah borneo akan kemunculan seorang pemuda sakti,dengan membawa sebuah senjata berupa sebuah palu.!!”


“pemuda sakti bersenjatakan sebuah palu”desis mata dewa dengan penuh rasa tersenyum geli,ingin rasanya dia tertawa kalau tidak menaruh hormat kepada orang tua yg berada dua langkah di hadapannya itu,kegelian mata dewa bukan tentang pemuda sakti, tapi senjata yg di pakai pemuda dua belas tahun mendatang merupakan senjata aneh yg baru di dengarnya.selama lima tahun malang melintang di dunia persilatan dia bahkan tidak pernah bertemu musuh atau kawan yg memakai senjata berupa sebuah palu.


setahunya palu itu di gunakan oleh para para tukang batu,untuk menghancurkan batu besar menjadi batu batu kecil atau di gunakan untuk menpa senjata.oleh sebab itulah pemuda yg mempunyai mata tiga itu merasa lucu mendengar senjata berupa sebuah palu tersebut.


“kek!!!”ucap mata dewa masih tampak senyum kegeliannya


”siapakah pemuda sakti yg akan muncul dua belas tahun mendatang itu kek,,,,?


Orang tua itu kembali mengalihkan pandangannya ke atas langit,seakan mencari sesuatu,tak lama orang tua itu mengalihkan pandangannya semula dan berkata.


“penglihatanku tidak begitu jelas,dari mana asalnya,siapa orang tuanya,dan siapa gurunya.tapi pemuda itu akan menegakkan keadilan,dan membasmi keangkara murkaan yg sudah meraja lela di bumi ini!”


“apakah kakek tau dengan senjata pemuda yg kakek sebutkan tadi”tanya mata dewa sambil senyum senyum


Orang tua itu menghela nafasnya sesaat dan berkata


”yg aku ketahui,senjata itu bukan senjata sembarangan,seratus lima puluh tahun yg silam senjata itu pernah mengegerkan dunia persilatan tanah borneo,banyak tokoh tokoh hitam yg menemui ajal karna keganasan senjata tersebut,tapi hingga sekarang senjata itu maupun pemiliknya seolah lenyap di telan bumi”


Mata dewa tertegun mendengar ucapan orang tua yg berada di depannya itu,tanpa sadar mulutnya berucap kagum


“luar biasa,bearti senjata itu bukan senjata sembarangan ya kek”


“bearti pemuda dua belas tahun mendatang ada sangkut pautnya dengan dayang serumbe…?


“iya!,dari itulah aku menugaskanmu untuk mencari jasad dayang serumbe. ”


Sebenarnya mata dewa ingin bertanya lebih dalam lagi mengenai pemuda dua belas tahun mendatang,tapi ketika dia ingin membuka suara,si kakek sudah berkata lebih dulu


“bajigar!,pejamkan ketiga mata mu”perintah kakek berpakaian putih.seperti ada hawa aneh yg membuat ketiga matanya terpejam saat itu juga.orang tua yg berdiri mengambang di permukaan tanah,segera mengulurkan telapak tanganya dan meletakan telapak tangan kananya di atas kepala mata dewa


tampak asap bewarna keabu abuan keluar dari telapak tangan orang tua itu,semakin lama gumpalan asap semakin besar dan membungkus tubuh mata dewa yg saat itu merasakan hawa dingin merasuki seluruh tubuhnya.tak lama asap yg bewarna ke abu abuan itu sirna


“bajigar,bukalah matamu sekarang”perintah kakek sambil menarik kembali tangannya kembali


mata dewa pun membuka matanya segera.si kakek tampak tersenyum dan berkata


"Bajigar!,aku sudah memberikan satu ilmu kepadamu,yaitu ilmu penyusup roh di balik raga,dengan ilmu tersebut kau bisa memasukan roh manapun ketubuh jasad yg sudah mati,asal jasad itu belum membusuk.tapi ilmu itu hanya bertahan hingga setengah purnama saja.”


Mata dewa merasa tidak percaya apa yg dikatakan orang tua itu,hingga dia bertanya untuk memastikan.


“kek.!


“aku tau apa yg ingin kau tanyakan bajigar”potong kakek sambil tertawa kecil dan melanjutkan ucapannya


”pergunakanlah ilmu itu untuk kebaikan,menolong orang yg membutuhkan,dan menyelidiki seseorang yg kematiannya secara misterius,kau bisa mengundang roh tersebut untuk mencari ke saksian”


“kek!saya benar benar mengucapkan terima kasih kepada kakek yg sudah memberikan ilmu langka ini kepada saya,saya benar benar….”


“sudahlah bajigar,ada saatnya memberi ada saatnya menerima,karena tugas ini sangat berat,kau harus bersabar sampai menunggu dua belas tahun mendatang”potong kakek.


“dua belas tahun mendatang!,maksud kakek? ”tanya bajigar heran

__ADS_1


“bajigar,ketika kau mendapatkan jasad dayang serumbe,berarti kau harus menjaga sampai seratus empat puluh empat bulan purnama.bukan kah kau memiliki ilmu yg bisa membuat tubuh seseorang menjadi beku…?tanya kakek.


Mata dewa sangat kagum dengan orang tua satu itu,bukan hanya namanya saja yg di ketahuinya,tapi ilmu yg selama ini di rahasiakan dan jarang di gunakannya pun si kakek tahu.


menurutnya selain guru dan kedua orang tuanya yg tahu dengan namanya itu ternyata ada orang lain yg tahu dan selalu memanggil dengan nama aslinya.mata dewa merasa kagum dengan kakek yg berada di hadapannya,belum habis rasa kagumnya,si kakek malah berkata lagi hingga membuat hati mata dewa berdebar debar


“dalam menjalankan tugas ini,kau akan di bantu oleh seorang wanita..”


"Wanita..?siapa wanita itu kek…? ”tanya mata dewa ingin tahu,sebagai lelaki normal tentu saja mendengar seorang wanita membuat mata dewa mendesak kakek itu supaya cepat cepat memberi tahu siapa wanita yg di katakan orang tua itu.


si kakek dengan santai menjawab


”wanita yg selama ini dekat dengan dirimu”ucap kakek tersenyum.


“wanita yg dekat dengan diriku..!ucap mata dewa pelan sambil memijit pelipisnya sebentar,tapi keburu di jawab orang tua itu.


“dewi cadar hitam”kata kakek menyebutkan nama seseorang wanita yg sangat di kenal dekat oleh mata dewa.


mata dewa ingin bertanya kembali,tapi kali ini dia sangat kaget luar biasa,rasa herannya semakin bertambah banyak,tampak dari raut wajahnya yg tampak pucak sedikit,bagaimana tidak kaget,tiba tiba saja mata dewa sudah berada di pondoknya saat itu juga.


‘”aneh”membatin mata dewa seketika itu juga bulu kuduknya pun mulai merinding


,”jangan jangan aku tadi hanya bermimpi..!


“bajigar!!!”satu suara menderu di telingga mata dewa yg saat itu tampak seperti orang linglung  kebingungan


”apa yg kau alami barusan, itu adalah kenyataan bukan mimpi,besok dewi cadar hitam akan menemui mu.ingat tugasmu bajigar!untuk menggunakan ilmu itu kau hanya menyebut ilmu tersebut,dan mengalirkan tenaga dalammu dari perut hingga ketelapak tangan,panggilah nama roh yg ingin kau kau kehendaki dengan menempelkan telapak tanganmu di kening jasad yg sudah mati.bajigar,waktu ku tidak banyak sehingga aku mengembalikan rohmu semula”


Mata dewa meresapi kata kata orang tua itu sehingga tak satu kata pun tak luput dari ingatannya,kini nyatalah kalau dia tidak sedang bermimpi, tapi memang di undang datang oleh kakek berpakaian putih di tempat yg belum pernah di jumpainya.


Keesokan harinya dewi cadar hitam menemui mata dewa,dan dewi cadar hitam juga mengalami apa yg di alami  mata dewa ,yaitu mendapat tugas untuk menemukan jasad dayang serumbe.yg membedakan adalah dewi cadar hitam tidak mendapatkan ilmu penyusup roh di balik raga.


Maka mereka berdua pun saling berpencar untuk mencari dayang serumbe,tapi dewi cadar hitam lebih gesit dan lincah,hanya membutuhkan waktu empat hari dia sudah mendapatkan petunjuk tentang keberadaan dayang serumbe


tanpa di ketahui dayang serumbe dewi cadar hitam selalu membuntuti dayang serumbe dari pertemuan dayang dengan empat orang sahabatnya maupun sampai dayang bentrok dengan salah satu kawanan lima iblis maut hingga menemui ajal.tentu saja dewi cadar hitam memiliki ilmu yg tidak bisa di anggap remeh,buktinya selama membuntuti dayang serumbe,keberadaannya tidak di ketahui oleh dayang maupun ke ketiga sahabat dayang serumbe.


"Mata dewa"tegur dewi cadar hitam memecah kesunyian.


"apa tidak sebaiknya kau mengawetkan jasad dayang sekarang juga.aku khawatir jasadnya akan segera membusuk."


Mata dewa tersentak dari lamunannya,tanpa memandang lagi pada dewi cadar hitam.mata dewa pun mengusung jasad dayang serumbe,dan melangkah ke sebuah pohon besar yg hanya beberapa langkah  saja tiba lah mata dewa di pohon yg besarnya sepemeluk tangan orang dewasa


Mata dewa mendongakan kepalanya keatas,di atas pohon terdapat dua cabang pohon yg besarnya seukuran lengan tangan orang dewasa,cabang pohon tersebut melintang seperti gunting raksasa,tanpa pikir lama,mata dewa segera melemparkan jasad dayang serumbe ke atas cabang pohon tersebut,


ketika jasad dayang serumbe sedang melayang ke atas.Mata dewa membuat gerakan aneh seperti orang menari,kedua tangannya membentang keatas dan meliuk meliuk seperti seekor ular,dari kedua telapak tangan mata dewa,menyembul keluar seperti kabut tebal,sehingga membuat daerah di sekitar mata dewa mendadak berhawa dingin.


Dewi cadar hitam yg tidak jauh dari mata dewa ,tampak dagunya bergetar,hawa dingin yg keluar dari kedua tapak tangan mata dewa seakan menembus tulang sumsumnya.


"Ah...bisa mati kedinginan aku,kalau tidak segera menjauh"batin dewi cadar hitam.dengan gerakan yg sulit di lihat mata biasa,dewi cadar hitam melompat ke arah pondok.


Tampak kedua telapak tangan mata dewa berubah seperti es yg sudah membeku,inilah salah satu ilmu yg di keluarkan mata dewa yaitu salju putih di atas mega


mata dewa segera melompat ke atas setinggi dua tombak sambil mengarahkan kedua tangannya ke arah tubuh dayang yang kala itu masih melayang ke atas.


telapak tangan mata dewa yg sudah di bungkusi seperti es yg membeku,tampak memecah menjadi ratusan butir butir halus yg menyebar sangat cepat menuju kearah jasad dayang serumbe.


ketika butir butir halus itu mengenai tubuh dayang serumbe,dengan sekejap tubuh dayang serumbe di bungkusi butir butir halus tersebut dan tubuh dayang serumbe tampak seperti di bungkusi oleh bongkahan batu es yg sangat padat.


Tak lama tubuh dayang serumbepun terjatuh tepat di antara dua cabang pohon yg berbentuk seperti gunting raksasa dengan posisi jasad dayang serumbe terbaring.


mata dewa yg saat itu masih melayang dengan ketinggian dua tombak,segera menghentakan kedua kakinya ke batang pohon,dan melayang kearah pondok dan menjejakan kakinya tepat di samping dewi cadar hitam yg saat itu tegak berdiri dan diam membisu melihat semua gerakan yg di lakukan mata dewa


tanpa ada rasa kagum yg terselimuti di wajahnya,karena bagi dewi cadar hitam,apa yg di lakukan mata dewa barusan,sudah tidak asing lagi di lihat baginya.


mata dewa menatap jasad dayang serumbe yg terbaring di atas pohon sambil berkata tanpa berpaling kearah dewi cadar hitam

__ADS_1


"ilmu salju putih di atas mega,hanya mampu bertahan selama satu purnama penuh!.berarti aku harus menjaga jasad dayang serumbe selama seratus empat puluh empat purnama lagi!!!


__ADS_2