Pendekar Palu Dewa Naga Hijau

Pendekar Palu Dewa Naga Hijau
Episode lima iblis maut bab 8


__ADS_3

Malam hujan lebat dan kabut tebal menutupi keseluruhan bukit batu daya mulai dari puncak hingga kekaki dasar bukit batu daya,halilintar bergelegar,kilat sambung menyambung dari atas bukit batu daya


di kaki dasar bukit batu daya yg penuh bebatuan besar besar,tampak tiga orang manusia yg sedang duduk menghadap sebuah gundukan tanah yg bertancapkan satu nisan


ketiga orang ini tidak lain adalah pak uban,pabeak dan bangil,sekujur tubuh mereka telah basah kuyup terkena terpaan air hujan yg sangat lebat,sesekali kilat menyambar


tampak kesedihan terpancar dari raut wajah mereka masing masing atas kematian sahabatnya yaitu dayang serumbe yg sudah mereka kuburkan


hujan deras yg menimpa mereka dan sejuknya udara sampai menusuk tulang sumsum,seakan tidak mereka rasakan


yg mereka rasakan hanyalah kesedihan yg mendalam dan di lamuri api dendam terhadap lima iblis maut yg sudah menewaskan sahabat mereka


entah berapa lama mereka diam membisu dan memandang gundukan tanah bernisan satu,sehingga salah satu dari mereka berkata


"dayang sahabatku,istirahatlah dengan tenang,dan kami berjanji akan membalas apa yg di lakukan lima manusia iblis maut terhadapmu,agar roh mu tentram di alam sana"ucap pak uban dengan suara lirih dan tampak lelehan cair yg bercampur air hujan membasahi pipi orang itu,karna hatinya menangis dan sudah tidak mampu lagi untuk membendung rasa kesedihan yg bergejolak di hatinya


sedangkan pabeak masih menatap nisan sambil memegang tiang nisan tanpa mengeluarkan sepatah katapun


"Apa yg kau dapat hari ini sahabatku dayang,kelak akan kami balas,bahkan kau lihat, alampun ikut menangis atas kepergianmu sahabatku,dan aku bangil bersumpah mulai saat ini aku akan mencari lima iblis maut laknat itu,untuk menagih nyawa"geram bangil sampai mengepalkan tinju kedua belah tangannya,grahamnya bergemeletukan tanda orang ini menahan amarah yg teramat sangat


"bertenanglah sahabatku dayang serumbe"berkata pabeak sambil berdiri dan memegang kedua pundak sahabatnya


"pak uban,bangil..!!hari mulai menyongsong pagi,ada baiknya kita pulang saja"


pak uban hanya terdiam sesaat,dan kemudian berpaling kearah pabeak dan berdiri,begitu juga dengan bangil


"kau benar pabeak lebih baik kita pulang saja,tapi sebelum pulang aku ingin memberi hormat terakhir kepada sahabatku dulu"ucap pak uban seraya berpaling kearah kuburan dayang


pak uban merunduk setengah membungkuk tangan merapat di dada tanda orang tua ini memberi hormat dan di ikuti oleh kedua sahabatnya pabeak dan bangil,setelah itu mereka bertiga meninggalkan tempat di mana dayang serumbe di kuburkan


Kini gundukan tanah bernisan satu tampak sepi,yg terdengar hanya sambaran petir yg menggelegar di atas puncak bukit batu daya seakan dunia ini hendak kiamat di tambah lagi cahaya kilat yg seperti lidah api kian menyambar kemana mana.


sesaat sekitar kuburan dayang serumbe tampak terang benderang setelah itu gelap kembali seperti sedia kalanya


untuk kedua kalinya kilat menyambar sehingga menerangi bumi walaupun sesaat,tak jauh dari kuburan dayang  serumbe sekitar belasan tombak,berkelebat bayangan hitam dengan cepat menuju ke arah gundukan tanah bernisan satu,tak lama bayangan hitam ini berhenti di depan kuburan dayang  serumbe,untuk ketiga kalinya kilat menyambar dan menerangi bumi,tampak seseorang berdiri menghadap kubur dayang serumbe,orang ini berpakaian serba hitam dan wajahnya di tutupi oleh cadar sehingga tidak begitu jelas raut wajahnya apakah dia manusia atau siluman


apakah dia perempuan atau laki laki tidak bisa di tebak,orang bercadar hitam hanya berdiri diam mematung sambil mengamati gundukan tanah bernisan satu


setelah beberapa lama orang bercadar hitam itu terdiam kini dia mulai bersuara


"Dayang serumbe,takdir tidak bisa di hindari,kematianmu adalah takdir dan sudah menjadi suratan tuhan,segala sesuatu adalah kehendak tuhan"ucap orang ini dengan suara yg sanggat lembut dan merdu


mendengar dari suaranya,orang ini jelas seorang perempuan


sesaat orang bercadar hitam itu terdiam dan menghela nafas dalam dalam dan kemudian melanjutkan kata katanya


"kematianmu adalah takdir,dan kebangkitanmu juga takdir dayang serumbe,sudah lama aku membuntutimu,sudah beberapa hari menunggu,tapi kesabaranku ternyata membuahkan hasil yg tidak di sangka sangka hahaha" tawa orang bercadar hitam itu menggema di seluruh kaki dasar bukit batu daya


setelah orang itu puas tertawa kini dia membentangkan telapak tangan kanannya ke arah kuburan dayang,selarik sinar kuning bergulung gulung keluar dari telapak tangannya dan menuju kearah di mana dayang serumbe di kuburkan


sungguh di luar dugaan,gundukan tanah yg terkena sinar kuning kini terbelah dua membuka lebar,sesaat sinar kuning tersebut membelit satu sosok tubuh yg terkubur di dalam tanah dan melayang terangkat keatas perlahan lahan dan bergerak mengambang menuju kearah orang yg bercadar hitam


dengan cepat orang bercadar hitam ini merangkul jasad dayang dan membopong jasad tersebut sambil berkata


"Jasadnya sudah kudapatkan,aku harus segera menemui mata dewa"


sebelum orang ini melangkah pergi,seperti tadi dia mengembangkan telapak tangannya,membersit sinar kuning  dari telapak tangannya dan meliuk liuk seperti ular bergerak kearah rengkahan tanah di mana dayang dikuburkan


rengkahan tanah yg membuka lebar kini rapat kembali seperti sedia kalanya beserta batu nisan, seolah olah kuburan itu tidak terjadi sesuatu apapun


sunguh luar biasa kehebatan manusia satu ini,siapakah sebenarnya orang ini?untuk membuat tanah merekah bukan pekerjaan sangat mudah,hanya orang orang yg berilmu tinggi saja yg bisa melakukan pekerjaan segila ini


setelah kuburan dayang terlihat seperti semula,tak lama orang bercadar hitam yg membopong jasad dayang segera melompat


dengan sekali enjotan kaki laksana elang, orang bercadar hitam ini terbang setinggi lima tombak dan melesat masuk kedalam hutan

__ADS_1


*****


Di sebelah timur bukit batu daya terbentanglah satu daerah yang sangat kecil,walaupun terbilang daerah yg kecil,tapi daerah ini sangat subur


sebagian besar penduduk desa  bekerja sebagai petani,karena tanah di daerah mereka,mereka anggap merupakan tanah syurga


setiap mereka bercocok tanam selalalu mendapat keuntungan,padi padi tampak menguning padat dan subur bak hamparan  permadani emas


Desa batu daya adalah desa yg paling dekat dengan bukit batu daya,ada yg menyebut bukit itu seperti gantang atau bukit gantang(alat pengukur beras kala itu)ada juga sebagian yg menyebut bukit itu bukit unta,karna keunikan bukit batu daya apa bila di lihat dari arah yg berlainan bukit itu seperti sebuah gantang besar,dan apa bila di  lihat dari jurusan lain maka bukit itu mirip seperti punggung unta


tapi orang orang lebih kerap memangil bukit itu dengan sebutan bukit batu daya,karena bukit batu daya merupakan bukit yg hampir mirip berbentuk segi empat seperti batu raksasa yg sangat besar dan sedikit di tumbuhi pohon pohon kecil


dengan puncak bukit tampak seperti datar dan menjulang tinggi bak tiang raksasa penyangga langit dan merupakan gunung paling tinggi di antara gunung yg lain di sekitarnya


siapa saja yg memandang gunung batu daya maka matanya akan terpesona akan keindahan gunung batu daya,dari itulah penduduk desa batu daya lebih banyak menyebut bukit itu bukit batu daya


Desa batu daya merupakan desa yg paling subur,banyak desa desa lain yg iri akan kesuburan desa batu daya,sehingga banyak yg menyebut tanah desa batu daya adalah tanah syurga


desa batu daya mempunyai seoarang kepala kampung yg sangat di segani,selain jujur kepala kampung desa batu daya juga bukan orang sembarangan selain berilmu tinggi tapi juga arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan,sehingga banyak penduduk yg suka dengan kepala kampung mereka


sebagai desa yg di juluki tanah syurga,tentu saja desa ini banyak yg mengincar terutama para para rampok


tapi para rampok mustinya harus mikir tiga kali untuk merampok di desa batu daya kalau tidak mau berhadapan dengan kepala kampung yg berilmu sangat tinggi itu


Di suatu pagi,ketika sang mentari mulai menampakan wajahnya,kepala kampung yg sedang berdiri menatap bunga bunga yg tersusun rapi di  depan halaman rumahnya


memang sudah kebiasaan kepala kampung satu ini kalau pagi pagi dia selalu asik memperhatikan dan menyirami bunga yg dia tanami


Orang ini bertubuh gemuk dengan muka bulat,kumis lebat melintang bak bulan sabit,berpakaian warna hitam di hiasi ukiran berbentuk bunga bewarna keemasan dan di kepalanya di tutupi topi bewarna merah dan terselip dua helai bulu burung enggang


Ketika lagi asik memandang beberapa tanaman bunga miliknya tiba tiba satu suara berseru kepadanya


“wahai sahabat,sejak tadi aku memperhatikanmu,apakah tidak bosan bosannya kau memandangi bunga itu hik hik”


Kepala kampung tersentak dari pandangannya dan menoleh asal suara yg menyapanya barusan,setelah melihat siapa orang yg barusan menegur dan tidak jauh sekitar empat tombak ,tegak seorang pria paruh baya berambut panjang menjuntai ke bahu,berpakaian bewarna kuning gelap dan berkulit hitam tegak berdiri di depan halamanya


“sungguh ada angin apakah sehingga sahabat lama datang menyambagi kampung ku yg sangat kecil ini”ucap kepala kampung sambil memeluk pria tersebut


seakan mereka berdua sudah lama sekali tidak berjumpa.setelah selesai berpelukan, keduanya saling tertawa girang


"Tidak ku sangka ternyata kau semakin gemuk saja si tangan besi,tidak seperti aku yg selalu kelihatan semakin kurus hihihi’kata pria yg berpakaian kuning sambil terkekeh


“sahabatku majang,jangan pakai peradaban segala memangilku si tangan besi.kenapa kau tampak kurus karena setiap hari kau selalu bersemedi dan puasa untuk meningkatkan kekuatan ilmu mu,betul tidak”canda kepala kampung desa batu daya yg di juluki si tangan besi itu


“kau bisa saja dagoli,aku kurus bukan karena tidak makan atau puasa,dikarenakan sudah hidup setengah abad masih saja selalu sendiri tidak sepertimu sudah beranak tiga hahaha”pecahlah ketawa mereka di pagi itu sehingga banyak orang berlalu lalang memperhatikan tingkah laku mereka berdua


“dagoli sampai hati kau membiarkan sahabatmu ini datang jauh jauh tidak di persilahkan duduk”tegur majang bergurau


dagoli alias kepala kampung desa batu daya baru menyadari hal ini maka cepat cepat dia menyuruh sahabatnya masuk ke dalam rumah yg sangat besar itu


rumah kepala kampung desa batu daya hampir semua bangunannya terbuat dari kayu berlian(ulin) dan berbentuk panjang kedepan


“itulah saking senangnya aku majang sampai lupa menyuruhmu masuk ke dalam rumahku” ujar dagoli sambil menepuk jidatnya seraya mengajak majang sahabatnya kerumah


Di langkan rumah(teras)terdapat empat buah kursi yg terbuat dari rotan yg tersusun saling hadap berhadapan,sedangakan di tengah kursi terdapat sebuah meja terbuat dari kayu yg tidak berukuran besar


ketika mereka sampai di langkan rumah dagoli alias kepala kampung desa batu daya mempersilahkan sahabatnya duduk,dan memangil seoarang pembantunya untuk membuatkan minuman serta membawakan beberapa buah buahan


“dagoli sahabatku,kedatangan aku kesini ingin memberitahukan suatu hal dan kau harus selalu waspada”berkata  majang seperti memperingati temannya untuk berhati hati


mendengar perkataan majang,dagoli mengernyitkan pelipisnya tampak dia seperti tidak mengerti apa yg barusan di bicarakan sahabatnya


“maksudmu majang aku harus berhati hati bagaimana”tanya dagoli heran.


“apa selama ini kau tidak pernah mendengar tentang kekejaman lima orang tokoh silat aliran hitam yg selama ini membuat geger dunia persilatan golongan putih?”Tanya majang

__ADS_1


Dagoli tidak segera menjawab tapi mengalihkan pandangannya kearah halaman rumahnya


“aku pernah mendengar desas desus mereka selama ini,kalau tidak salah mereka yg di juluki lima iblis maut apa betul majang”seraya berpaling kearah sahabatnya


“Kau benar sekali dagoli,tujuan aku mampir kesini satu hal karena aku sedang memburu mereka,terakhir aku dengar mereka menjarah desa matan dan menyapu bersih semua penduduk yg ada di situ tanpa ampun”


Dagoli seperti ingin terlonjak dari tempat duduknya mendengar apa yg di katakan majang barusan


“apa !! apa kau tidak salah dengar majang kalau lima iblis maut menghabisi penduduk desa matan”tanya dagoli memastikan


“aku bukan hanya mendengar tapi melihat kampung matan sudah di huni para mayat mayat orang tua maupun yg masih kecil


“biadab!!,bentak dagoli seraya berdiri”grahamnya bergemeletukan tanda amarahnya meluap sampai ke ubun ubun


“bahkan aku melihat saudara sepupumu hasan mati dengan cara mengenaskan,lehernya robek dengan tubuh membiru"


Mendengar hal itu dagoli serasa di sambar petir di pagi hari dengan tubuh bergetar,dia seakan tidak percaya apa yg barusan di tuturkan sahabatnya majang


satu tangan menepuk pundaknya tidak lain adalah majang sambil berkata menenangkan sahabatnya


“tabahkan hatimu sahabat ku,aku tau hasan adalah adik sepupumu”


dagoli yg masih diam membisu dengan graham mengembung dan amarahnya meluap sampai keubun ubun,ingin rasanya seketika itu juga dia mau menghabisi lima iblis maut yg sudah membunuh sepupunya itu,tapi begitu teringat sesuatu segera dia bertanya dengan suara parau dan berat


“majang,apakah di situ kau melihat anak serta istrinya hasan…?” sambil memegang kedua pundak temannya


majang tidak langsung menjawab tapi hanya menggeleng gelengkan kepala.setelah menarik nafas dengan dalam maka majangpun menjawab


“setelah melihat mayat hasan sepupumu,aku langsung meminta bantuan para penduduk di kampung sebelah untuk menguburkan jasad mereka semua,tapi tidak menemukan anak dan istri hasan!”


“apa kau yakin majang..?”tanya dagoli penuh memastikan


“aku sangat yakin dagoli,aku tidak “


“jangan jangan lima iblis maut membawa istri dan anaknya...!!”potong dagoli dengan wajah marah


“bisa saja begitu.tidak jadi tidak mungkin kalau lima iblis maut membawa dayang inka,sedangkan kau tahu sendiri kebejatan lima iblis maut,bukan saja membunuh dan merampok tapi mereka juga suka menculik para gadis gadis desa untuk melampiaskan nafsu biadab mereka”


Brakkk…..


meja yg terbuat kayu ulin hancur di pukul dagoli,hingga orang itu benar benar sudah tidak tahan lagi menahan luapan amarahnya.majang yg tau sifat sahabatnya satu ini segera memujuk


“dagoli, sudahlah,tabahkan hatimu,takdir tuhan tidak bisa di elakan lagi,aku punya firasat lain,mungkin bisa saja dayang beserta anaknya kabur,menurut pemikiranku yg bodoh ini,lima iblis maut kalau seandainya dia menculik dayang,aku rasa tidak pula membawa serta putra hasan.?”


Dagoli tampak berpikir keras sesaat sambil menimbangkan ucapan majang yg di dengarnya itu


”kau benar majang,kalau dayang inka di culik.tidak mungkin ismail putranya di culik juga,aku juga berpikiran seperti itu,bisa saja hasan menyuruh istri dan anaknya kabur duluan,tapi kemana mereka perginya?”


Majang tidak menjawab hanya diam seolah seolah mencari jawaban,kemana kah kiranya dayang dan putranya pergi?sebelum membuka suara dagoli lebih dulu berkata


“majang mau kah kau bersedia membantuku..?”ucap dagoli seperti memohon


majang hanya tersenyum tipis


”bantuan apa sahabatku dagoli,selagi bisa,aku majang akan membantumu walaupun harus mempertaruhkan nyawa”


majang dan dagoli memang sudah lama menjalin persahabatan yg erat,ketika mereka berdua masih berumur sekitar lima belas tahun,bahkan majang banyak berhutang budi kepada sahabat satunya ini,maka tidak ada kata tidak sanggup walaupun dia tidak mengetahui pertolongan apa yg harus di perbuat untuk sahabatnya itu.


“majang maukah kau ikut bersamaku sekarang juga kita pergi ke desa matan…?”


“wahai sahabatku kenapa kita harus ke desa matan”Tanya majang heran


“aku ingin mencari dayang inka dan putranya,aku rasa mereka masih berada di sekitar kawasan kampung matan,dan terlebih lagi aku sangat menghawatirkan keadaan keponakan ku ismail”ucap dagoli dengan suara lirih tanda kekhawatiran terselimut di wajahnya yg bulat itu


“baiklah sahabat,kalau begitu kita berangkat sekarang juga,mumpung hari masih pagi”dagoli tidak menjawab dia hanya menganggutkan kepala tanda setuju

__ADS_1


akhirnya kedua orang itu pun melangkah pergi.tapi belum sampai sepuluh langkah mereka beranjak. tiba tiba satu suara datang dari sebelah barat menyindir mereka berdua


"Wahai adikku mau kemana kah kedua orang bodoh itu pergi pagi pagi begini hik hik hik “


__ADS_2