
Di pagi hari yg cerah tak kala sinar sang surya menerangi bumi dengan sinar ke emas emasan,tampak sekelompok burung sedang berkicau menyambut ke hadiran sang surya,dan tampak seokor sapi yg membawa gerobak yg berada di halaman pondok pak uban
seeokr sapi jantan berbulu agak ke coklat coklatan dan di belakang sapi tersebut ada sebuah gerobak yg terbuat dari kayu mengkirai dan roda gerobak tersebut dari kayu ulin
tak jauh dari sapi tersebut tampak empat manusia yg keluar dari dalam pondok,mereka tidak lain adalah pak uban,dayang serumbe,bangil dan pabeak yg sedang menuju ke sapi gerobak
"sayang,sahabat kita satu lagi tidak tidak hadir ikut serta dangan kita"kata pak uban sambil menaiki gerobak sapi
"kau benar pak uban,dan sampai saat ini aku tidak pernah lagi mendengar kabar dari nenek tujuh aura,apakah beliau benar benar mengundurkan diri dari dunia persilatan"menyampari pabeak sambil mengusap usap pungung sapi
"itulah yg aku pikirkan,di saat situasi seperti ini,kenapa banyak pendekar sakti dari glongan putih menghilang seperti di telan bumi,padahal orang orang seperti mereka sangat di butuhkan dalam dunia persilatan golongan putih"kata pak uban sambil memasang kopiah yg bewarna hitam di atas kepalanya,kopiah tersebut terbuat dari akar rotan.
dayang dan bangil sibuk mengemasi barang barang bawaan mereka dan menyusunnya di dalam gerobak.mereka hanya mendengar pembicaraan pabeak dan pak uban tapi engan untuk membuka suara
"dayang serumbe apakah kau tau tentang kabar nenek tujuh aura"tanya pak uban pada dayang serumbe yg lagi sibuk menaruh barang barang bawaannya
mendengar pertanyaan pak uban,dayang serumbe berhenti mengemaskan barang barangnya
"yg aku tau nenek tujuh aura sekarang sudah mempunyai murid seorang wanita dan menetap bekas kediaman gurunya di hutan palung"jawab dayang serumbe tegas
Pabeak dan bangil serentak menoleh ke arah dayang serumbe
"bagaimana kau bisa tahu dayang kalau nenek tujuh aura mempunyai seoarang murid"tanya pak uban ingin tau tentang sahabatnya itu
"sebelum aku cerita alangkah lebih baiknya kita berangkat sekarang mengenai nenek tujuh aura biar aku ceritakan dalam perjalanan saja"jawab dayang sambil menaiki gerobak sapi
pabeak yg tau maksud dayang supaya tidak menunda keberangkatan lagi langsung menaiki gerobat sapi dan mengambil rotan kecil dan menoleh kebelakang gerobak ternyata bangil juga sudah berada dalam gerobak
pabeak pun melecuti punggung sapi tersebut akhirnya gerobak mereka bergerak dan menuju ke dalam hutan
"sekarang ceritalah dayang,bagaimana sampai kau tahu kalau nenek tujuh aura mempunyai seorang murid"membuka suara pak uban karna penasaran tentang keadaan nenek tujuh aura yg merupakan salah satu sahabat terdekat nya
"baiklah pak uban aku akan ceritakan,tiga bulan yang lalu ketika aku melewati bukit gunung kambing,secara tidak sengaja aku melihat nenek tujuh aura belari sedang membawa anak kecil seorang perempuan,kalau melihat anak kecil yg di bawa nenek tujuh aura,aku perkirakan umurnya sekitar lima tahun,dengan penuh penasaran aku mengejar nenek tujuh aura dan memanggil beliau,tapi beliau sama sekali tidak berhenti,akhirnya aku lempari saja nenek tujuh aura dengan ranting kayu,tapi lemparan ku berhasil di elakannya"
"setan busuk"maki nenek tujuh aura"siapa yg berani melempari aku dengan ranting kayu,tunjukan kau punya muka sekarang"sambil nenek ini melihat kesana kemari,tapi tidak ada siapa siapa
"aneh"desis nenek tujuh aura dalam hati"
"tidak mungkin ranting kayu bisa jatuh kalau tidak ada seseorang yg melempar,sedangkan angin saja tidak berhembus kencang"nenek itu mengambil rating kayu tersebut dan menelitinya
"rating ini masih bagus dan tampak kalau ranting ini bukan jatuh karena angin,manusia mana yg berani main main dengan ku!!!"guman nenek tujuh aura dalam hati
Siapa nenek tujuh aura?
beliau adalah seorang tokoh sakti dalam dunia persilatan golongan putih,berpenampilan sangat unit,pakaian nenek tua ini bermacam macam warna yaitu merah,kuning,hijau,biru,ungu,coklat dan hitam yg berbentuk kotak panjang yg menghiasi seluruh pakiannya,wajahnya tampak tulang tulang yg membungkusi pipi,matanya cekung bulat besar dan berambut putih
umur nenek ini di perkirakan sekitar tujuh puluh tahun lebih
"setan busuk tampakan wajah mu"hardik nenek tujuh aura sekali lagi sambil melayangkan pandangan nya kesana kemari.tapi kali ini masih juga tidak ada tanda tanda manusia yg muncul.merasa tidak mendapat jawaban sama sekali nenek tujuh aura berteriak mengancam
"baiklah kalau tidak mau menampakan diri,akan aku racuni seluruh hutan ini dengan pukulan tujuh aura racun sejagad,biar..."belum selesai nenek peot ini bicara,sekelebat bayangan putih tiba tiba muncul di hadapan nenek tujuh aura
"maafkan atas kelancangan ku sahabat"kata dayang serumbe seraya membungkuk hormat kepada sahabatnya
__ADS_1
melihat siapa yg berada di hadapannya kontan saja nenek tua ini tertawa,
"aku kira monyet mana yg menghentikan perjalananku,rupa nya kau dayang serumbe"ucap nenek tujuh aura
walaupun di katakan monyet,dayang serumbe tidak marah,dia tau sekali watak nenek satu ini kalu lagi bercanda atau marah pasti tidak lepas dari menyebut kata kata monyet,dan dayangpun ikutan tertawa
"maafkan aku sahabat,tadi aku tidak sengaja melihatmu berlari dan mengejarmu,tapi ilmu lariku tidak mampu untuk mengejarmu,iseng iseng aku ambil ranting,aku lempari saja kearah mu sahabat hihihi"menjelaskan dayang sambil terkekeh
nenek tujuh aurapun ikutan tertawa sehingga hutan yg mulanya sunyi kini penuh dengan suara orang tertawa
tidak lama dayang tertawa sepintas matanya melirik seorang bocah perempuan yg bertelanjang dada berada di samping nenek tujuh aura,penasaran dayangpun bertanya
Sahabat!! siapa anak kecil yg kau bawa ini..?nenek tujuh aura yg masih tertawa berhenti dari tawanya dan tidak segera menjawab tapi memalingkan mukanya kearah bocah yg berada di sampinya itu
"intan!!ini adalah sahabatku dayang serumbe"ucap nenek tujuh aura pada cucunya
si cucu tampak tersenyum mungil melihat dayang serumbe,begitu juga dayang serumbe membalas senyuman anak kecil itu
"dia adalah murid ku dayang"jawab nenek tujuh aura
"aneh,dari mana nenek ini dapat murid,apa lagi dia memanggil bocah itu dengan sebutan cucu?setahu aku nenek satu ini tidak mempunyai sanak saudara" membatin dayang dalam hati
tiba tiba suara nenek aura menegur
"dayang kalau sudah tidak mempunyai keperluan apa apa lagi,aku mau melanjutkan perjalanan dulu"
"eh tunggu dulu sahabat !!,ada yg ingin aku bicarakan"cegah dayang melihat si nenek memulai melanjutkan perjalanannya
"aku tau apa yg ingin kau tanyakan pasti menyangkut prihal sepak terjangnya lima iblis maut bukan ?"
"iya sabahat ku, masalah lima iblis maut yg sudah mengacau,membunuh dimana mana"ucap dayang tanpa merasa kaget atas jawaban nenek tujuh aura
sebagai orang dunia persilatan pasti nenek ini tau tentang kejahatan lima iblis maut
"sudah lama aku mendengar tentang mereka dayang !!!"
"kalau sahabat sudah tau kenapa tidak turun tangan?"tanya dayang ingin tau reaksi nenek yg berada tiga tombak di hadapannya
si nenek bukannya menjawab pertanyaan dayang malah nenek tua ini tertawa
dayang serumbe semakin heran melihat nenek tujuh aura tertawa dan menegur
"sahabat ku nenek tujuh aura, kenapa malah ketawa..?"
Nenek tua itu tidak menjawab pertanyaan dayang serumbe,membuat dayang merasa keheranan
"nenek aneh"desis dayang serumbe dalam hati
setelah puas ketawa,nenek peot itupun berkata
"sahabat ku ketahuilah, sudah lama aku meninggalkan dunia persilatan yg penuh dengan kekejaman ini,maka dari itu"
"tapi sahabatku"potong dayang
__ADS_1
"sudah dayang jangan bahas itu lagi,sekarang aku ingin melatih murid ku ini,kelak dialah yg akan menggantikan aku"
dayang serumbe hanya terdiam tanpa sepatah katapun,dia tau kalau nenek satu ini tidak pernah berkata bohong apa yg di katakannya selalu benar
"baiklah dayang kalau tidak ada hal lain lagi,aku pamit dulu"sambil mengendong muridnya dan pergi
"sahabat kalau boleh tau hendak pergi kemana...?"tanya dayang
tapi alangkah kagetnya nenek peot beserta anak kecil itu sudah tidak ada lagi di hadapan dayang
"dasar nenek sinting"maki dayang dengan suara sangat pelan sekali
sambil melangkah untuk melanjutkan perjalanannya kembali,baru saja lima langkah dayang serumbe mengerakan langkahnya,tiba tiba ada satu suara yg membisiki di telinganya
"dayang kalau kau rindu padaku datanglah ke hutan palung, di situlah aku melatih murid ku hik hik hik"
dayang hanya tersenyum mendengar suara yg membisik di telingganya itu tidak lain adalah suara nenek tujuh aura dengan menggunakan ilmu suara jarak jauh
dalam dunia persilatan hanya orang yg berilmu tinggilah yg mempunyai ilmu pengirim suara jarak jauh
Dasar nenek sinting, nenek aneh hihihi...."ucap dayang pelan dan meneruskan langkahnya
mendengar cerita dayang serumbe pak uban,pabeak dan bangil hanya terdiam seakan mendengarkan dengan cermat cerita dayang serumbe
"begitulah ceritanya,tapi yg membuatku heran kenapa nenek tujuh aura mengundurkan diri dari dunia persilatan"tanya dayang pada sahabat sahabatnya
pak uban hanya menarik nafas dengan dalam dan berkata
"aku rasa ada benarnya juga ucapan nenek tujuh aura,kalu orang seperti dia mengundurkan diri,bukan suatu alasan untuk dia melatih muridnya,tapi menurutku di karnakan usianya juga sudah tua,mungkin saja itu alasan beliau kenapa mengundurkan diri dari dunia persilatan,tapi itu hanya dugaan ku saja dayang"
mendengar kata kata pak uban jelas jelas sangat menyinggung datok rantai jagad yg saat itu masih melecuti seekor sapi dengan rotan dan menoleh ke arah pak uban dengan mata yg menyorot
merasa di lihat pabeak atau datok rantai jagad,pak uban hanya terdiam tidak nyaman, bisa jadi orang tua satu ini tersinggung dengan kata kata pak uban barusan tentang usia,sedangkan datok rantai jagad umurnya kurang lebih dengan nenek tujuh aura
tapi aneh pabeak bukannya marah,tiba tiba saja suara tawanya mengelegar
dayang,bangil dan pak uban hanya diam melongo melihat temannya si rantai jagad tertawa
tampak pohon pohong di sekitar mereka lewati bergoyang dan tanah bergetar akibat hawa tenaga dalam pabeak yg di aliri melalui suara tawanya
mungkin kalau orang yg tidak memiliki kepandaian apa apa bisa sangat menyakitkan teling bagi yg mendengarnya,tapi pak uban,bangil maupun dayang,tawanya pabeak hanya tawa biasa
merasa puas tertawa orang tua satu ini mulai bicara
"pak uban apa yg kau katakan barusan ada benarnya juga,mungkin nenek peot itu sudah udzhur dan tambah jelek jadi malu untuk unjukan mukanya di dunia persilatan hahaha"
mendengar perkataan pabeak kontan saja pak uban dan kedua sahabatnya ikutan tertawa,kini hutan yg awalnya hanya bunyi kicauan suara burung menjadi mengema dan berisik
burung burung berterbangan karena terusik dengan kehadiran suara tawa mereka berempat
tapi hal yg tidak di sangka meraka,tiba tiba saja dari arah depan membentak satu suara sehingga membuat mereka terkejut.
"kambing kambing mana yg berani mengusik ketenangan lima iblis maut...!"
__ADS_1