Pendekar Palu Dewa Naga Hijau

Pendekar Palu Dewa Naga Hijau
Episode datok lembah kabut bab 3


__ADS_3

Hari berganti hari,bulan berganti bulan,tahun berganti tahun,waktu terus berpacu sangat cepat,tak terasa dua belas tahun telah terlalui.


Tampak matahari menampakan wujudnya dari sebelah timur,dengan cahaya ke emas emasan dan menyapu embun tebal yg menyelimuti pintu masuk goa wallet.


ismail yg dulunya bocah berusia enam tahun,kini sudah menjelma menjadi seorang pemuda tampan dan gagah,berkulit kuning bersih dengan tubuh yg tegap dan di hiasi otot otot yg bersembulan,rambutnya Panjang menjulai sampai kebahu,bermata bening tapi sangat tajam,di hiasi alis tebal seperti sayap elang,serta berhidung mancung.pemuda itu hanya mengunakan celana yg terbuat dari kulit kayu sehingga tampak bentuk tubuhnya yg kekar dan berdada bidang. 


Di dalam goa,kicauan suara burung walet yg jumlahnya mungkin ratusan itu sangat memekakan telinga bagi siapa saja yg mendengarnya,akan tetapi di lapat lapat riuhnya suara burung walet terdengar suara gelak tertawa seorang pria,sesekali pria itu berkata


“Awas kau libai,terbang saja sekencang kencangnya,aku pasti menangkapmu hahaha…!!!”


Pemuda tampan yg bukan lain adalah ismail,dia melompat keatas dimana terdapat ratusan burung walet yg berterbangan di atas atap goa,gerakan pemuda itu sungguh sangat luar biasa,mungkin sulit untuk di lihat dengan mata biasa,begitu pemuda tampan itu menginjakan kaki di lantai goa,tanpa menimbulkan bunyi sedikitpun,sudah di pastikan selama dua belas tahun ismail mendekam di dalam goa dan mempelajari semua ilmu yg di dapatinya dari dinding goa yg bertuliskan jurus jurus silat,pukulan pukulan sakti dan dasar dasar tenaga dalam.


Goa yg terdapat tiga buah batu datar sebesar kerbau dewasa itu terdapat satu batu ke tiga paling ujung.di atas batu besar ketiga terdapat batu kecil sebesar jari jempol orang dewasa yg memancarkan cahaya bewarna hijau sehingga cahaya yg keluar dari batu berwarna hijau itu mampu menerangi seluruh ruangan goa.


ismail seperti menggenggam sesuatu di tangan kanannya sambil pemuda itu berkata


“dapat lagi kau libai hahaha….”tawanya terkekeh seraya membuka genggeman tangannya.tampak seekor brung walet bertenger di atas telapak tangannya,tanpa ada rasa takut burung itu enggan mau terbang kembali, hanya berkicau sesekali,seolah mengerti apa yg di ucapkan ismail barusan.


"Libai!,sudah tujuh puluh lima kali,sepagi ini aku menangkapmu.ternyata gerakanmu tidak berubah selalu saja lambat haha…”


Burung walet yg berada di atas telapak ismail hanya berkicau sebentar dan terbang kembali berkumpul dengan kawanannya.


Libai bukan burung walet sembarangan,kecepatan burung itu terbang bak anak panah yg melaju deras lepas dari busurnya,kecepatan libai terbang sulit untuk di lihat dengan mata biasa,tapi bagi ismail secepat apapun libai terbang,dengan mudah pemuda itu menangkapnya.bagi ismail,libai satu satunya burung yg terbang sangat cepat di banding burung walet yg lainnya.


Setelah beberapa saat memperhatikan libai terbang,ismail melangkahkan kakinya ke gundukan batu paling ujung yg di atas batu tampak batu kecil yg mengeluarkan cahaya hijau,pemudah gagah itu duduk dengan menyandarkan punggung ke batu,tampak kesedihan batin yg di pendam ismail selama ini.karna terlihat jelas dari raut wajahnya yg tampak kusut ketika mengingat kejadian dua belas tahun yg lalu atas kematian orang tuanya di tangan lima iblis maut.


Bara api yg tersulut dendam masih membakar di dalam hatinya dan tak mungkin untuk padam sebelum kematian orang tuanya terbalas.


Riuh suara kicauan walet,membuat pemuda itu menguap,karena baginya,kicauan burung walet merupakan nyanyian alam yg menyejukan kalbu,hingga pemuda itu pun tertidur.semakin lama semakin kecil bunyi kicauan burung walet yg di dengar ismail


hingga pemuda itu mendengar sesuatu yg jelas di telinganya,suara itu bukan suara walet lagi,tapi merupakan suara seseorang berseru kepadanya.

__ADS_1


“ismai,ismai,ismail!!!,sentuhlah batu yg mengeluarkan cahaya warna hijau dengan jari telunjukmu!”


Seketika itu juga pemuda itu terbangun dengan nafas yg memburu,pandangannya liar menyapu kesana kemari,seakan mencari sesuatu,kini yg di dengar ismail hanya suara kicauan burung walet yg memekakan telinga,sambil pemuda ini berkata sangat pelan seseolah berkata pada dirinya sendiri.


“Aneh,apa aku tidak salah dengar,barusan aku mendengar ada suara seseorang memanggil ku,tapi…!!!


ismail tidak melanjutkan ucapanya,matanya terus menyapukan pandangan ke sekeliling goa,sesekali pemuda itu mendongakan kepalanya keatas,yg terlihat hanya ratusan sekawanan burung walet yg terbang di atas atap goa.


setelah puas ismail mengamati sekawanan burung walet terbang,pemuda itu bangkit berdiri  dan berpaling menatap batu kecil yg mengeluarkan cahaya hijau.


“Aku masih ingat kata kata orang yg barusan memanggil nama ku,memerintahkan ku untuk menyentuh batu ini,tapi….!ah…itu hanya mimpi saja!”walaupun mulutnya berkata lain,tapi keinginan hatinya untuk mencoba begitu besar,maka tanpa tunggu lama lagi ismail pun menyentuh dengan jari telunjuknya pada batu yg memancarkan cahaya hijau tersebut.


ketika jari telunjuk bersentuhan dengan batu itu,terjadi satu keanehan,yg membuat ismail tersurut beberapa langkah ke belakang.


Ke anehan bukan pada batu tersebut,tapi pendengaran ismail yg tajam menangkap bunyi yg bergemuruh dari arah sampingnya,begitu pemuda itu berpaling,kagetnya bukan main,jantung serasa copok,muka tampak pucak.


Karena dinding goa sebelah ujung batu di mana ismail berada, tampak merekah,dinding goa tersebut membelah menjadi dua bagian seperti pintu,dari balik dinding goa itu,tampak cahaya hijau yg tidak begitu terang.Saat kejadian itu,anehnya suara burung walet saat itu juga tampak sunyi,seakan seperti ada sesuatu kekuatan yg membungkam mulut mereka saat itu juga.


Pelan pelan ismail melangkah menuju dinding goa yg terbelah mejadi dua seukuran setengah tombak.


ismail berhenti di depan belahan dinding goa sambil tangannya meraba sisi belahan dinding tersebut sambil berkata sangat pelan


“Belahan dinding ini begitu halus,aku yakin dinding ini bukan sengaja terbelah dengan sendirinya,tapi ada tangan manusia yg membuatnya!!!”ismail menghentikan ucapannya,karena rasa penasaran ingin memasuki bagian dalam,tanpa ragu lagi,pemuda itu pun melangkah ke dalam dengan hati hati,tidak mustahil banyak senjata rahasia yg mengincarnya.


sebagai pemuda berotak pintar,tentu saja pemikirannya sangat tajam,karena baginya bukan mustahil ruangan yg serba rahasia itu,banyak tersimpan senjata senjata rahasia.


begitu ismail memasuki bagian dalam goa,ternyata ruangan itu tidak begitu besar,di ruangan itu terdapat batu seukuran anak kerbau satu tahun yg berbentuk datar di permukaan,di atas batu tersebut,tampak cahaya yg bewarna hijau dan agak redup,walaupun cahaya agak redup,tapi masih sanggup menyinari seluruh isi ruangan,


walaupun tampak samar samar,ismail menghentikan langkahnya di depan gundukan batu tersebut,dahinya berkerut ketika melihat ada tiga buah benda yg tergeletak di atas batu.


dari tiga buah benda yg di lihat ismail ,hanya satu saja yg menjadi pusat perhatiannya.

__ADS_1


benda itu memancarkan sinar berwarna hijau,setelah di di cermati lebih dekat lagi,ternyata benda itu berupa sebuah palu bewarna putih perak,di sisi palu terdapat gambar seekor naga  dengan mulut menganga,baik sisi kiri maupun sisi kanan palu tersebut terdapat dengan gambar naga yg sama,palu tersebut mempunyai gagang berkepala naga dan bewarna hijau.


setelah puas mengamati palu yg bergagang kepala naga,pemuda itu melihat benda yg kedua,begitu melihat benda yg kedua,pemuda itu berucap pada dirinya sendiri


“Kalau tidak salah,bukankah ini pakaian,tapi…pakian siapa?,apa benar di goa ini ada penghuninya,kalau benar,bisa jadi di sisi ruangan goa ini ada pintu keluarnya…?”sambil ismail menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan.


selama tiga kali hisapan rokok,pemuda itu tidak menemukan celah celah rahasia di ruangan tersebut.


“Tidak ada celah atau retak retak pada dinding ruangan ini,berarti tidak ada pula jalan keluar dari ruangan ini”pikirnya sambil menatap sebuah pakaian yg bewarna hijau dan terdapat sebuah ikat kepala yg bewarna hijau juga.


Kini perhatian pemuda itu pindah ke sebuah benda terakhir,benda itu adalah potongan potongan bambu yg terpotong sangat rapi sekali,bentuk potongan bambu itu sangat rata sebesar dua jari ukuran orang dewasa dengan Panjang tiga jengkal,dengan tersusun rapi dan bergulung,di ikat dengan sehelai tali rotan.


Tampak lama ismail memperhatikan gulungan bambu tersebut,sekilas matanya yg tajam melihat tulisan di potongan bambu,dengan rasa penasaran ismail mengambil potongan bambu itu,dan membuka ikatan tali rotan,begitu ikatan tali rotan  terlepas,terbukalah gulungan bambu itu dan mulai di baca ismail satu persatu.


“Jodoh,rezeki,maut,semua sudah di tentukan oleh yang maha kuasa,begitu juga dengan sebuah takdir,akan datang seorang pemuda yg akan menemukan jodohnya.


Palu itu adalah senjata sakti yg sulit di cari tandingannya.


“Palu?senjata sakti”desis ismail seraya matanya melirik ke palu yg memancarkan cahaya hijau redup itu sesaat,dan melanjutkan bacaanya kembali.


“ tidak ada makluk ciptaan yg tidak mempunyai nama,begitu juga dengan senjata ini.wahai anak manusia yg sudah di takdirkan dan berjodoh dengan senjata sakti palu dewa naga hijau,sudah saatnya untuk melangkahkan kaki di alam terbuka,demi menegakkan kebenaran,memerangi kebatilan yg sudah lama mendekam di bumi tuhan,jauhi sifat sifat dengki,sifat sifat tamak dan sifat sifat takabur,segungguhnya di atas langi masih ada langit.


Pergunakanlah ilmu dan akal demi memerangi kebatilan,ulurkan tangan untuk menolong yang lemah.


Wahai anak manusia,ambilah palu dewa naga hijau,jagalah seperti menjaga nyawa sendiri,pergunakan senjata palu dewa naga hijau dalam keadaan tersesak,dan simpanlah senjata ini di dalam tubuhmu.


ismail mengeryitkan pelipisnya.Sebagai pemuda yg berpikiran tajam,tidak masuk akal sebuah senjata bisa di masukan ke dalam tubuh seseorang,apa lagi senjata itu lumayan besar,orang gilapun mungkin berpikiran sama denganku pikirnya,tapi keraguan yg menyelimuti hatinya terjawab ketika dia melanjutkan bacaannya kembali.


PERHATIAN!!!


Karena athur sedikit sibuk akhir akhir ini mungkin updatenya agak lama

__ADS_1


__ADS_2