
Bocah yg berumur enam tahun sedang berlari kearah ibunya,tiba tiba menghentikan langkahnya,saat itu juga ismail melihat ibunya berlari ke arah pohon,kontan saja anak kecil itu memejamkan matanya sambil bersembunyi di balik pohon besar,sehingga lima iblis maut tidak mengetahui keberadaannya
apapun yg barusan di saksikan ismail,sunguh tidak patut untuk dilihat oleh anak kecil yg berusia enam tahun
dengan tangan kanannya ismail menutup mulutnya sekuat mungkin,agar suara teriakan yg ingin dia keluarkan terpendam dalam hati sanubarinya agar keberadaannya tidak di ketahui oleh lima iblis maut.
tak terasa air mata ismail keluar dari kedua belah kelopak matanya,tanda kesedihan yg luar biasa melanda di dalam hatinya.
ketika lima iblis maut berlalu dari tempat itu,ismail pun melangkah mendekati jasad ibunya yg tertindih oleh pohon besar. meledaklah isak tangis ismail,yg sudah tidak mungkin untuk di bendungnya lagi dan berteriak memanggil nama ibunya dengan sekuat tenaga
"ibuuu!!!"
sambil menangis,ismail mencoba berusaha untuk mengeser pohon besar yg menindih ibunya itu,tapi apa daya,beberapa kali ismail mencoba untuk menyingkirkan pohon besar yg menindih jasad ibunya,tampak tidak bergeming sedikit pun.tapi dengan tekad yg kuat,ismail tetap berusaha sekuat tenaga guna menyingkirkan pohon tersebut
sepintas mata ismail melihat sebatang kayu yg patah melintang di tanah sebesar lengan orang dewasa dengan panjang sekitar satu tombak,tidak tunggu lama ismail pun mengambil kayu tersebut.dan segera menancapkan ujung kayu ke sisi bawah pohon besar yg menindih jasad ibunya.
setelah berhasil menancapkan ujung kayu kecil di permukaan bawah kayu besar,ismail pun mencoba untuk mencungkil pohon yang menindih ibunya
air mata dan keringat ismail membaur menjadi satu,lelah,haus dan lapar sepertinya tidak di perdulikan ismail,bocah ini terus mencoba dan berusaha untuk menggeser pohon besar tersebut
tapi bagaimana pun usaha ismail,tentu hanya kesia sian yg di perolehnya
sekitar sepeminuman teh,bocah yg berusia sekitar enam tahun ini tampak kelelahan,maka ismail memutuskan untuk istirahat barang sejenak untuk melepaskan lelah,seraya duduk dan menyandarkan punggungnya ke pohon yg menindih jasad ibunya
dengan nafas terengah engah ismail membatin
"maafkan anak mu ini ibu yg tidak berguna dan tidak bisa membantu untuk mengeluarkan jasad ibu dari tindihan pohon besar ini"sambil memandang jasad ibunya yg berada di samping kanannya
"ibu"kembali suara hati ismail berkata
"aku bersumpah akan membalaskan dendam ke pada lima iblis maut,dan aku juga bersumpah,apa yg ibu alami ini,kelak mereka akan menerima kematian yg lebih parah lagi"seraya tangan ismail mengepal tanda kegeraman yg sudah memuncak,dan dia juga bertekad suatu saat nanti pasti akan membalaskan semua perbuatan lima iblis maut yg telah membunuh ibu dan ayahnya
ismail memandang lurus ke depan,tiba tiba ismail teringat kata kata orang tuanya,bahwa ada sebuah desa yg bernama desa rantau panjang,di desa itu ayahnya mempunyai saudara bernama kitung
"ya, paman kitung"ucap lirih ismail,tampak sekelumit harapaan yg muncul dari raut muka bocah ini
"mungkin dengan menemui paman kitung,aku bisa meminta bantuan untuk menggeser pohon sialan ini!!""pikir ismail sambil berdiri dan menoleh ke arah jasad ibunya
"ibu !! aku akan pergi dari sini untuk mencari paman kitung,dan meminta bantuan untuk mengeluarkan jasad ibu dari tindihan pohon ini!!mohon doa restu mu ibu !!"
setelah berkata pada mayat ibunya,ismail pun berlari menyusuri hutan untuk mencari paman kitung saudara ayahnya itu yang pernah di dengarnya dari cerita kedua orang tua nya.
ismail kecil terus berlari tanpa berhenti sejenak pun,dalam pikiran bocah ini,dia berharap akan menemukan sebuah kampung
dengan napas terengah engah dan keringat dengan deras yang bercucuran membasahi pakaian yg melekat di tubuhnya itu
Letih,haus,lapar dan kesedihan atas meninggalnya ibu bocah kecil ini,bercampur aduk membaur menjadi satu,semua itu sama sekali tidak di rasakan oleh bocah berumur enam tahun ini.
Seorang anak yg berusia enam tahun itu,sudah merasakan suatu kepahitan hidup yg begitu dahsyat dan tampak menangis ismail terus saja melangkahkan kakinya dengan cara berlari sekencang kencangnya
__ADS_1
semak belukar yg menghadang di depan,dengan gagah di terjang ismail,banyak luka luka yg menyayat kaki maupun tubuh ismail di karenakan semak yg di terjang ismail penuh dengan duri duri yg sangat tajam,maupun ranting ranting kecil
tapi ismail seolah tidak memperdulikan luka luka yang sangat terasa perih itu
kira kira dua kali sepeminuman teh,ismail yg terus berlari malah tampak seperti berpikir dan membatin
"celaka !!,aku tidak tahu di mana arah desa paman kitung yg di ceritakan oleh ayah dan ibu ku !!"sambil menyapukan pandangan sekelilingnya
dan saat itu ismail pun menghentikan langkah nya,sambil memandang kesana kian kemari.untuk mengetahui di mana keberadaannya saat ini,yg di lihat ismail hanya semak semak belukar yg di tumbuhi pohon pohon besar
"celaka !! aku pasti tersesat,dan aku pasti mati di dalam hutan celaka ini"sumpah serapah terucap darimulut ismail,seraya mendongak kan kepalanya ke atas untuk melihat sinar sang surya,agar dia bisa mengetahui apakah hari mau menjelang malam?
tapi kali ini juga ismail merasa kecewa.jangan kan matahari,dinding langit pun hanya tampak sedikit oleh penglihatan mata bocah kecil itu,di karenakan terhalang oleh kelebatan daun daun pohong yg besar dan begitu sangat lebat sehingga menghalangi pandangannya.
""celaka !!bahkan aku tidak mengatahui apakah hari akan menjelang malam"membatin ismail dengan raut muka penuh ketegangan.
"kalau kemalaman di hutan ini,aku bisa mati menjadi santapan binatang buas di sini!!!"
ismail pun menyandarkan tubuhnya ke salah satu pohong besar
anak kecil ini sudah bisa membayangkan kalau dia kemalaman di hutan,selain gelap,tentu saja hutan itu banyak binatang buas yg bisa saja menerkamnya dengan mudah untuk di jadikan santapan
""ya tuhan !!,tolonglah hambamu ini.bantulah aku keluar dari tempat ini!!
sambil menyeka keringatnya yg terasa perih ketika mengenai mata
Sesaat tampak anak kecil itu terdiam.
dengan penuh penasaran anak kecil itu mendongak kan kepalanya,dia ingin tahu suara apakah itu??
begitu matanya memandang ke atas,tampak sekelompok burung yg terbang mengintari pohon yg menjadi sandaran ismail.puluhan bahkan ratusan burung berputar putar di atas pohon tersebut seakan ada sesuatu yg menarik perhatian burung burung tersebut
melihat burung yg sangat banyak yg mengelilingi pohon yg menjadi tempat sandaran ismail,tampak sekelumit senyuman muncul dari raut wajah anak ini.
sebagai anak berusia enam tahun,di mana masa masa tengah asiknya bermain.tampak sekelumit kebahagian yg muncul di wajah anak itu.detik itu juga lupalah ismail dengan apa yg sedang dia rasakan
setelah puas memperhatikan sekelompok burung yg terbang,anak kecil itu pun menoleh kesana kemari untuk mencari sesuatu,sekilas matanya melihat ranting kayu sebesar jari jempol orang dewasa,ranting itu tidak begitu panjang,kira kira panjangnya tiga jengkal orang dewasa
ismail pun mengambil ranting kayu tersebut dan melemparkan ranting kayu ke sekelompok burung yg terbang di atas kepalanya.
ternyata lemparan ismail meleset dengan telak tidak mengenai sasaran
merasa penasaran akibat lemparannya tidak mengenai seekor burungpun,maka dia mencari beberapa ranting kayu,begitu ranting kayu telah banyak di kumpulkan ismail,bocah berusia enam tahun ini pun segera meleparkan ranting kayu ke arah burung tersebut.
tapi kali ini ismail di buat kecewa lagi,dengan penuh geram ismail terus melempar ranting kayu tersebut.entah sudah berapa banyak ranting kayu yg di lemparkan ke arah burung yg terbang berkeliling dengan cara berkelompok itu.tapi lagi lagi lemparan ismail masih juga tidak mengenai sasaran,sehingga ismail keletihan dan duduk dengan menyandarkan punggungnya ke pohon
dengan pandangan masih menatap sekelompok burung yg terbang di atas pohon tempat sandaran ismail
"ini burung aneh!!"pikir ismail,seperti berbicara pada dirinya sendiri
__ADS_1
Dari tadi kesitu terus terbangnya,seakan engan untuk terbang ke tempat lain??"
meskipun bocah ini masih berusia enam tahun.tapi kecerdasan pikirannya seperti anak berusia lima belas tahun.
karena sewaktu ismail masih bersama dengan kedua orang tuanya,ayah dan ibunya hampir setiap hari mengajarkan ismail menulis maupun membaca.dan juga kedua orang tua ismail mengajarkan nama nama hewan dan nama nama tumbuhan
""kalau dari suara dan bentuk burung ini,aku yakin pasti burung ini yang sering di sebutkan oleh ayah,yaitu burung walet,burung yang hidupnya di lembah lembah dingin,gelap dan??"ucapan ismail terhenti sesaat seraya berdiri dan melanjutkan ucapannya
"kata ayah,burung walet mempunyai sarang, pasti di tempat tempat yg dingin dan gelap??tapi dimana??dan tempat dingin dan gelap itu seperti apa???
seperti berpikir keras ismail untuk memecahkan pertanyaan pertanyaan yg mengeluti hatinya.
"ayah hanya menjelaskan dingin dan gelap,tapi tidak memberi tahu nama tempat dimana burung walet bersarang?
ismail terus berpikir keras dan tampak bibirnya menggucapkan sesuatu.
"goa!!iya benar goa"tampak sekelumit senyum tipis di raut muka ismail,ketika menyebutkan kata goa.
""ayah pernah bilang,kalau goa tempatnya sejuk dan sangat gelap,berarti di sekitar sini pasti terdapat sebuah goa.aku harus mencari goa tersebut sebelum hari menjelang malam"pikir ismail sambil menyapukan pandangan kesekeliling berharap menemukan sesuatu
begitu pandangan ismail ke arah barat,tanpa di sengaja ismail melihat sekitar belasan burung walet melewati semak belukar dan hilang.
"begitu melewati semak itu,burung walet tadi hilang??kemanakah perginya??"pikir ismail
dengan penasaran ismail pun melangkah menuju semak yg barusan di lalui oleh sebagian kelompok kecil burung walet
ismail menghentikan langkahnya dan memandang semak semak yg banyak di tumbuhi duri duri yg sangat tajam.tapi dengan penuh penasaran dan keinginan yg kuat,bocah ini nekat menerobos semak yg berduri
kini luka luka ismail semakin bertambah banyak,hingga ismail meringis kesakitan.
sekitar 15 kali hisapan rokok ismail menerobos semak semak berduri tampak dari celah celah semak ada sebongkah batu yg besar,maka ismail pun melangkah dan menerobosi semak tersebut
tak berselang lama, keluarlah bocah tersebut dari semak semak yg berduri
Sesaat ismail tertegun dengan apa yg di saksikannya saat ini.di hadapan ismail tampak sebuah batu sebesar kerbau di halaman yg luas dan di tumbuhi rumput alang alang,di samping kiri ismail terdapat sebuah goa lubangnya sebesar satu putaran tombak
ismail tersenyum tipis dan tidak pikir lama lagi,bocah yg berusia enam tahun itu segera melangkahkan kakinya mendekati mulut goa.
ketika ismail sampai ke mulut goa,ismail menghentikan langkahnya,dan menyapukan pandangannya keseliling goa tersebut,sejenak tampak bocah itu merasakan keraguan yg banyak menimbulkan pertanyaan demi pertanyaan di hatinya
apakah ismail masuk ke dalam goa atau dia meneruskan perjalanannya untuk mencari saudara ayahnya yaitu paman kitung??
tapi bagaimana kalau dalam perjalanan dia kemalaman di dalam hutan???pasti tidak dapat di bayangkan oleh ismail.apalagi kalau dia kemalaman di dalam hutan,pasti banyak binatang buas yg sudah mengincarnya untuk di jadikan santapan malam mereka
setelah lama ismail berpikir,maka bocah itu nekat untuk masuk ke dalam goa.maka dia pun melangkah pelan memasuki mulut goa
tapi baru beberapa saja ismail melangkah,tampak langkahnya terhenti,di karnakan di dalam goa tersebut sangat gelap,tapi dengan penuh penasaran ismail pun melanjutkan langkahnya yg tertunda sesaat
dengan melangkah pelan dan sangat hati hati ismail masuk ke dalam goa tersebut.
__ADS_1
sekitar lima belas langkah bocah itu melangkah,dari kejauhan mata ismail melihat setitik cahaya yg berwarna hijau sebesar kepalan tangan orang dewasa