
Selama diperjalanan menuju kediaman gerald aurea menangis.
"begitu besarkah salahku saat aku menolak menjadi kekasihmu, bukankah kukatakan aku akan tetap mencitaimu, bukankah kita berjanji untuk saling bertanya ketika ada masalah" batin aurea.
nenek gerald sengaja membiarkan aurea sendiri dimobil, dipaham bahwa cucunya itu akan menangis tanpa mau dilihat siapapun, dan pastinya tidak mau bercerita bukan tidak mau hanya saja belum siap.
sesampainya di kediaman gerald semua bertanya apa yang terjadi tidak ada yang percaya aurea melakukan hal kasar seperti yang bryan katakan.
sayang apa yang sebenarnya terjadi "tanya tamara lembut kepada putrinya itu"
dek.... ceritalah bang jo akan selalu disisimu, kau taukan kami sangat menyayangimu kenapa dek "kata jo"
aurea apa yang terjadi dek, apa kau juga terluka "tanya bastian"
duduklah kalian semua kita akan bicarakan apa yang terjadi dan bagaimana kedepannya "kata nenek gerald"
lalu nenek gerald menceritakan semua yang terjadi, tak lupa dia menceritakan bagaimana dia mengetahuinya.
seketika semua khawatir dengan aurea.
tamara, jo, jelita memeluk aurea memberi kekuatan kepada aurea.
__ADS_1
mery menelepon dokter.
sedangkan gery dan nenek gerald menghentikan bastian yang sudah tersulut emosi.
papi nenek lepaskan aku. aku akan membunuh bryan, berani sekali berbuat kejam terhadap adik bungsuku "teriak bastian"
ya sejak semua keluarga berdamai mereka memutuskan untuk tinggal bersama di rumah gerald, mereka mernovasi rumah itu sehingga lebih luas. Gery dan Mery meminta agar jo dan aurea memanggil mereka mami dan papi, bastian dan jelita memanggik tamara dengan sebutan mama dan edward papa, walau sudah tiada. Bastian, jo, jelita dan aurea sudah seperti saudara kandung tanpa cela, baik dikantor maupun dirumah mereka selalu kompak dalam hal apapun karna mereka berkomitmen agar selalu menjalin komunikasi yang baik.
dengar bastian... nenek punya rencana untuk itu "kata nenek gerald meredakan emosi cuvu sulungnya itu"
tapi kita makan dulu dan istirahat dulu, kita juga harus mempeehatikan psikologis aurea tidakkah kau lihat dia begitu lemah saat ini "kata nenek gerald"
begitulah bastian jika menyangkut adik-adiknya dia akan menjadi begitu galak, apalagi dia tau aurea terluka
**
kau begitu kuat nak menahan sakitmu "kata dokter kepada aurea"
terimakasih dok "kata aurea"
kau mau makan apa nak? biar mami siapin "tanya mery"
__ADS_1
apa saja mami "jawab aurea"
kami akan memasak sop untuk makan kita, kalian istirahatlah "kata tamara"
baik ma "kata urea"
setelah tamara dan meri keluar dari kamar aurea, bastian masuk
apa kau sudah membunuh wanita jahanam iti kakak "tanya jelita"
nenek dan papi melarangku, katanya mereka ada rencana untuk itu "jawab bastian"
mck... "desis jelita yang sudah ingin mencabik-mencabik wajah emily yang sudah melukai adik bungsunya ini"
jo... apa kau tidak ingin berbuat apa-apa kepada mereka "tanya bastian kepada jo"
kakak kita tidak boleh gegabah, aku tau apa yang kau rasakan bukankah aku juga kakaknya aurea, kita ikuti saja permainan nenek, kau tau kak, perusahaan frederik yang diselamatkan aurea dari kebangkrutan kemarin itu ulahnya wanita iblis itu kak, pamab herman sudah bercerita, katanya wanita iblis itu sebenarnya sudah memiliki kekasih dan dia memanfaatkan bryan. sedangkan bryan dibutakan oleh cintanya "tutur jo"
benarkah "kata aurea, jelita dan bastian bersamaan"
kompak sekali kalian cihhhh "kata jo".
__ADS_1