
Hari demi hari
Minggu demi Minggu
Bulan demi bulan telah terlwatkan.
1 tahun sudah aku lulus SMA.
Hari ini adalah hari keberangkatanku ke salah satu kota besar di negara ini.
Hati-hati ya nak kata mama
Iya ma, mama jaga kesehatan ya "jawabku"
Sesampainya di bandara aku buru-buru check-in.
Didalam pesawat aku merenung, mengingat semua omongan orang.
flashback
aurea.. apa kegiatanmu usai ujian tanya salah satu temanku.
aku membantu mamaku bertani "jawabku"
astaga... aurea kasihan sekali kamu itu, harusnya kamu itu kuliah aurea, bukankah ketika masih sekolah banyak yang mengatakan dan berharap kau menjadi dokter "katanya lagi".
hehehe😊😁.. iya aku nanti kuliah setelah aku memiliki tabungan tapi bukan berarti aku menjadi dokter itu harapan mereka bukan keinginan ku "jawabku".
__ADS_1
Ternyata kau bodoh ya aurea bukankah kau juga pinter dalam bidang itu, bukankah kau juga jurusan IPA ketika masih SMA "katanya".
aku hanya membalasnya dengan senyumanku..
lalu ia pergi.
benar aku dulu duduk di kelas IPA tapi sesungguhnya itu bukan keinginanku melainkan keluargaku yang menyarankan dengan beriming-iming aku akan di ajak kerja di perusahaannya kelak, dan setelah lulus sekolah aku dilupakan. Banyak orang yang menjodohkan aku dengan putra mereka hanya karna mereka berharap kelak aku menjadi seorang dokter tapi junur saja aku tidak punya keinginan sedikitpun di bidang itu. "batinku"
heiii kenapa bengong "mama mengejutkanku"
ma.. kenapa banyak orang berkeinginan aku menjadi seorang dokter ya? tanyaku.
aurea kalau gak mau dibidang itu jangan dipaksakan, kamu yang tau dan memahami kemampuanmu, melangkahlah kemana pun dan bagaimana pun kamu mau selama itu positif dan baik buat kedepannya mama akan selalu support kamu "jawab mama".
makasih ma.... kataku sambil memeluk mama karna mama tau betul kalau aku tidak suka dibidang itu.
jangan terlalu memusingkan dan memikirkan omongan orang kata mama sambil menepuk pundakku.
flashback on.
tak terasa pesawat yang aku tumpangi sudah mendarat dikota tujuanku.
terimakasih Tuhan... semoga ini langkah yang baik untukku kiranya Engkau melindungi dan menjaga aku selalu gumamku.
Dari kejauhan aku melihat bang jo melambai"kan tangannya tanda dia telah melihatku.
Aku berlarian menyambut rentangan tangan bang jo tanda dia ingin memelukku.
__ADS_1
bang jo kangen.... kataku dengan nada manja.
heiiii kau ini sudah 17 tahun, sudah punya KTP sebentar lagi akan menjadi mahasiswa masih saja manja kata bang jo.
iya tapi tetap saja bang jo aku ini adikmu tak salahkan aku bermanja kataku.
iya iya ayo kita kekostmu abang sudah menemukan yang recomended .... kata bang jo.
seriusan bang? gak banyak anak cowokbya kan bang? tanyaku.
iya ini kostnya khusus putri kata bang jo.
selama di perjalanan bang jo bang cerita dan mengingatkanku tentang kota ini dan untuk selalu berhati-hati.
sebelum melanjutkan perjalanan bang jo mengajakku makan di salah satu restoran.
mau makan apa? tanya bang jo.
samain aja sama bang jo kataku.
ketika menunggu pesanan makanan kami bang jo tiba-tiba bertanya "abang dengar ibu-ibu yang dulu suka menjodohkanmu dengan putranya sekarang malah menjauhi kamu ya dek?
hehe.... ya gitu bang jawabku.
kenapa? tanya bang jo
iya bang karna aku sempat memnunda lanjut pendidikanku bang, jadi mereka pikir aku gak akan lanjut lagi tak apalah bang, aku juga anggap perjodohan yg mereka buat itu hanya bercandaan jawabku dengan senyum getir..
__ADS_1
mengingat betapa mereka menyepelekanku.
ya sudah ayo makan kata bang jo menyodorkan makananku yang sudah diantarkab oleh pelayan restoran.