
hari ini adalah hari keberangkatan aurea ke negara S semuanya sedang bersiap-siap untuk keberangkatan aurea
sayang apa barang-barang yang ingin kau bawa sudah siap semuanya? "tanya tamara"
sudah ma.. "jawab aurea"
mari kita ke ruang tamu biar bibi yang membawa kopermu ke mobil "kata tamara sambil menuntun putri bungsunya itu"
are you ready baby?? "tanya bastian"
i'm not your baby kakak "kata aurea dengan wajah sebelnya"
tetaplah berkabar setiap harinya nak "kata herman sambil memeluk aurea"
__ADS_1
iya papi "kata aurea sambil membalas pelukkan herman"
aku pergi bang jo "kata aurea memeluk jo, tanpa disadari airmata mereka berdua keluar tanpa seijin pemilik mata"
kau tidak pergi dear, kau tetap disini, dihati kami jangan pernah katakan kau pergi, kau hanya melangkah kau tidak pergi "kata jo sambil memeluk erat adik bungsunya itu seolah tak ingin dilepas"
sudahlah jangan berlama-lama kak jo, bukankah aurea juga ingin mengunhungi makam papa edward "kata jelita sengaja agar meredahkan kesedihan dirumah".
baiklah, berangkatlah dear, hati-hati jaga dirimu, ingat kata papi gery tetap berkabar we always love and support you "kata jo sambil mengecup pucuk kepala adik bungsunya itu"
tidak membutuhkan waktu lama menuju makam edward aurea, jelita, tamara, nenek gerald, mery sudah sampai di makam edward.
sebelum berangkat ke negara S aurea ingin sekali mengunjungi makam papanya. walau masih dua minggu yang lalu dia berkunjung tak jarang aurea mengunjungi makam papanya apalagi sejak tinggal di rumah keluarga gerald.
__ADS_1
hai pa..... ini aurea. pa aurea datang lagi, aurea mau berangkat ke negara S pa.. doain aurea ya pa. aku yakin papa pasti tau apa alasan keberangkatan aurea Tuhan pasti memberi tau ke papa. tapi tak apa pa, aurea kuat pa. aurea berangkat ya pa "batin aurea sambil menatap makam papanya"
sayang.... lihatlah putri sekarang dia berusia 22 tahun, dia sudah sungguh sangat dewasa dalam segala hal. maaf sayang aku tidak bisa menjaganya dengan baik sehingga dia sampe terluka, tapi aku janji aku akan lebih menjaganya lagi "batin tamara menatap makam suaminya, bagaimana pun tamara sangat terpukul atas kejadian yang menimpa putrinya apalagi pada saat itu mereka masih di lokasi yang sama, tamara merasa bersalah atas kejadian itu"
nak... maaf mengingkari janji dalam menjaga istri dan anakmu, maaf nak putrimu terluka. hati dan tubuhnya terluka, tolong maafkan ibu nak "batin nenek gerald"
seusai mereka dari makam edward mereka juga pergi ke makam kakek gerald yang tak jauh dari makam edward
sayang.... maaf aku tidak menepati janjiku, cucu bungsu kita terluka. rasanya aku tidak pantas lagi berjanji kepadamu dan kepada anak bungsu kita edward. aku hanya bisa berusaha sekarang "batin nenek gerald menatap makam suaminya"
setelah usai mereka dari makam, segera mereka ke mobil dan menuju bandara.
mereka berangkat di kawal oleh beberapa pengawal. Bagaimana pun mereka masih trauma atas kejadian yang menimpa aurea apalagi emily mengancam aurea. diperjalanan menuju bandara semua hening tidak ada pembicaraan didalam mobil.
__ADS_1
tamara dan nenek gerald merasa gagal menjaga aurea sedangkan jelita dan mery menguatkan nenek gerald dan tamara agar tidak selalu menyalahkan dirinya.
sedangkan aurea hanya melihat keluar jendela mobil dengan tatapan kosong