
ketika aurea sedang menikmati angin malam dibalkon apartemennya tiba tiba ponselnya berdering
drrrtt drrrt
halo.... "kata aurea"
ha-halo aurea, kau kah ini "tanya orang dari seberang sana"
iya maaf ini siapa ya "tanya aurea karna nomor yang menghubunginya nomor baru di ponselnya dan tidak memiliki nama"
i-ini aku aurea, bryan "kata bryan dengan gugup"
bryan? "tanya aurea"
iya bryan frederik "jawab bryan"
ya... yang menelepon aurea adalah bryan. setelah dia mendapatkan kontak aurea dia sangat senang dan langsung menghubungi aurea.
__ADS_1
ohhh anak tante lusi dan paman herman, ada perlu apa "tanya aurea dengan dingin"
aku ingin meminta maaf dan berterimakasih kepadamu aurea "kata bryan, dengan nada lemah. seketika dia lemas mendengar suara aurea begitu dingin, seperti awal pertama kali mereka bertemu. sikap cuek, dingin aurea seolah kembali lagi kepada bryan".
minta maaf? berterimakasih? untuk apa? aku tidak paham apa yang kau bicarakan "kata aurea"
aku minta maaf atas kejadian-kejadian sebelumnya, maaf aku sungguh meminta maaf aku tau salahku begitu besar, aku menutup mata untuk segala sesuatu yang terjadi sampai kau begitu terluka, benar katamu aurea ketika aku mengetahui semuanya aku begitu terluka dan menyesal, dan aku berterima kasih atas setiap bantuanmu. walau aku membuatmu terluka kau tetap baik kepadaku. aku akan menebus semua kesalahanku aurea. "kata bryan"
aku sudah memaafkanmu lebih dulu, tidak perlu berterimakasih aku melakukan hal baik karna aku ingin menjadi orang yang baik lagi pula karna kita masih kerabat. jangan menghubungiku lagi jika itu bukan hal penting. jika ingin menghubungi aku, hubungi aku untuk membicarakan bisnis, aku tidak akan mendengarkan pembicaraanmu diluar pekerjaan. karna sekarang hal penting bagiku adalah bisnis selain itu tidak ada lagi. aku matikan telponnya disini sudah malam aku ingin beristirahat "kata aurea dingin"
setelah aurea mematikan telponnya dia menarik nafasnya sejenak. lalu membaringkan tubuhnya diranjang miliknya.
sementara bryan, mendengar ucapan aurea yang begitu dingin dia menteskan air matanya, lalu dia mengambil sebuah foto yang menunjukkan dirinya dan aurea beberapa tahun silam.
maaf... maaf aurea bagaimana caranya aku bisa menebus kesalahanku tolong jangan bersikap dingin terhadapku, aku tidak tau harus bagaimana jika kau begini "kata bryan sambil mengenggam foto"
bryan stress memikirkan aurea dia membeli beberapa minuman beralkohol lalu dia mabuk didalam kamarnya, dia tak pernah pergi ke club malam karna takut di manfaatkan oleh wanita ****** yang ada disana. dia selalu bertekad melepaskan keperjakaannya disaat dia sudah menikah nanti, bahkan ciuman pertamanya juga akan diserahkan di altar pernikahan disaat dia menikah nanti. ketika pacaran dengan emily dia tidak mau berciuman, dia hanya mencium pipi, kening dan tangan emily.
__ADS_1
saat jodi ingin mengajak bryan bermain game dia melihat adiknya itu sudah mabuk, lalu ia mendekati adiknya dan menamparnya.
bodoh.... apa yang kau lakukan ini "kata jodi"
pukul pukul pukul saja aku kak, aku pantas mendapatkan hukuman dari kalian, aku jahat, aku brengsek, aku ******** "kata bryan"
apa yang terjadi denganmu "kata jodi, bingung melihat adiknya untuk pertama kalinya bryan mabuk"
lalu bryan menceritakan apa yang terjadi.
aku harus apa sekarang kak? apa dia tidak akan memaafkanku? "tanya bryan sambil menangis"
tenanglah jika kau merusak dirimu dengan cara begini dia juga akan semakin membenci, kau taukan dia wanita baik-baik, bekerjalah dengan giat, buktikan padanya bahwa kau menyesali semuanya "kata jodi"
baiklah kakak "kata bryan"
bersihkan ini semua, bersihkan dirimu jangan sampe anak-anakku mencium aroma minumanmu itu, tidak baik untuk mereka, bersihkan juga dirimu dan istirahatlah "kata jodi sambil menepuk bahu adiknya itu"
__ADS_1
baik kakak, terimakasih "kata bryan"