
hari sudah malam, aku dan mama sedang duduk diteras rumah sambil berbincang".
re... kamu kan sudah selesai ujian, kamu mau kemana re? mau lanjut kuliah atau gimana re? tanya mama.
ma.... kalau rere merantau mama ijini gak? tanyaku kembali.
re... mama percaya rere, rere sudah dewasa mama juga yakin rere bisa jaga diri rere. jawab mama.
makasih ma... jawabku sambil memeluk mama.
emangnya rencana rere gimana? tanya mama.
rere mau kayak abang jo ma kerja sambil kuliah tapi rere nganggur dulu mah setahun buat ngumpulin duit daftar kuliah, rere gak mau di negeri ma rere mau di swasta biar kayak bang jo bisa sambil kerja ma. jawabku.
mama mengerutkan kening... re...... mama masih bisa biayain daftar kuliah mu, gak usah nganggur re lagian kamu mau kerja dimana re? kamu belum genap 17 tahun loh, kalau gak ada KTP ya gak bisa kerja re. jawab mama.
__ADS_1
hening........
ma... gimana kalau rere kerja di ladang mama tapi gaji rere ma. biar rere punya tabungan buat daftar kuliah ma sekalian nungguin rere bisa urus KTP ma. rere mau jadi anak yg mandiri ma. jawabku.
re.... mama bangga punya putri kayak rere. rere cepat sekali dewasa nak, ternyata masa sulit-sulit dulu bisa kita lewat bersama dan anak-anak mama sekarang hebat-hebat. jawab mama memelukku sambil menangis.
Sejak papa meninggal semua kerabat dekat papa menjauh seolah tak menganggap kami ada, bahkan disaat ada acara keluarga kami tak pernah di undang dan ketika kami kerumah kerabat kami selalu diabaikan.
Dulu disaat keadaan ekonomi kami memburuk sementara kami butuh duit buat sekolahku dan bang jo tak satupun keluarga mau menolong. kata mereka mama pasti tak sanggup bayar karna papa uda gak ada buat cari nafkah dan yang menjadi sumber penghasilan hanya warung saja.
Papa meninggal akibat kecelakaan kerja, keluarga menganggap mamalah penyebabnya karna mama tak mau membantu papa dalam mencari nafkah. Padahal papalah yang meminta agar mama tetap dirumah menemaniku dan bang jo.
karna sebelumnya mama bekerja dibagian pergudangan tempat papa bekerja.
Sementara mama adalah anak tunggal. Kakek dan nenekku dari mama sudah tiada sejak aku usia 3 tahun. rumah, sawah dan ladang yang dikelolah mama pada saat ini dikampung itu milik kakek dan nenek.
__ADS_1
sesungguhnya setelah papa tiada mama ingin langsung membawa kami kekampung agar tidak berlarut dalam kesedihan namun dikampung mama sekolah lumayan jauh sementara mama tidak tau mengendarai motor atau mobil itulah kendalanya sehingga kami bertahan di kota dan mama berinisiatif membuka warung walau kecil-kecilan.
trrrrrrrtttttt trrrrrttttt... bunyi getar ponsel ku.
heiiiii my litlle princesss and my queen. teriaknya. siapa lagi kalau bukan bang jo
Halooooo anak mama. sahut mama
mengapa mata kalian sembab. tanya bang jo.
Secret. kepo deh jawabku sinis ke bang jo.
hehhhh kalau jutek gitu kapan usainya jadi jomlo. kata bang jo sambil tertawa.
iya nih bang little princess kita uda gede uda gak baby girl lagi. uda mau 17 tahun bang dan uda mandiri bangat pikirannya bang. jawab mama
__ADS_1