
"Sarah mulai sekarang kau tidak akan tinggal di Gereja Santa lagi" Seorang biarawati mendekati Sarah yang sedang memetik bunga mawar di taman dan langsung mengeluarkan kata yang seharusnya tidak ingin dia ucapkan kepada Sarah
"Ibu biarawati apa maksud perkataan mu tadi ?" tanya Sarah yang langsung berhenti memetik bunga nya
"Intinya kau segera lah berkemas bereskan semua barang barang mu karna sore nanti akan ada orang dari kediaman kastil black rose yang akan menjemput mu" Ucap sang biarawati dia tidak tega menatap wajah Sarah anak angkat yang sudah dia besarkan dari kecil
"Ibu aku tidak akan melakukan nya jika kau tidak memberikan ku penjelasan yang masuk dalam nalar manusia" sahut Sarah yang masih penasaran
"Sarah kau biasanya menjadi anak yang penurut kenapa hari ini banyak tanya sekali,cepatlah kau pergi jika tidak aku tidak akan menemui mu lagi mulai sekarang" Biarawati itu langsung meninggalkan Sarah begitu saja
"Ibu..." Panggilan Sarah kepada biarawati itu tidak didengar oleh nya sama sekali
Sarah tidak tau apa alasan dia harus pergi meninggalkan gereja santa yang sudah menjadi rumah nya sejak kecil dan harus pindah ke sebuah kastil black rose yang bahkan Sarah sendiri tidak tau di mana tempat kastil tersebut dan bagaimana bentuk kastil tersebut.
"Hallo, biarawati Ana saya orang yang di utus dari kastil black rose datang ke sini untuk menjemput Nona Sarah" Utusan kastil tersebut datang terlalu cepat bagi biarawati Ana
__ADS_1
"Bukan kah kalian akan menjemput nya sore hari !!! kenapa jadi sekarang dan ini baru jam 10 pagi" Ucap biarawati Ana
"Tuan muda kami ingin bertemu dengan pengantin mereka lebih cepat karna itu kami membatalkan untuk menjemput Nona Sarah di sore hari dan langsung menjemput nya, tidak usah menyiapkan apa pun kami sudah menyiapkan semua perlengkapan Nona Sarah di sana" Jelas orang yang menjemput Sarah
"Ibu apa maksudnya dari pengantin ?" Sarah tiba tiba muncul dari belakang Ana menanyakan apa maksud dari perkataan orang tersebut
"Sarah kebetulan sekali kau sudah datang, pergilah ikuti tuan ini jika kau bertanya sekali lagi aku tidak akan menganggap mu sebagai anak ku lagi" biarawati Ana sebenarnya adalah orang yang paling sayang dengan Sarah tetapi dia harus bertindak keras kali ini, karena jika dia bersikap lemah lembut maka dia tidak bisa melepaskan Sarah untuk selamanya.
"Ibu..." saat mendengar perkataan biarawati Ana, Sarah tertunduk dan tidak mau menatap wajah sang ibu dia perlahan berjalan dan berkata kepada sang biarawati "Ibu jika selama membesar kan Sarah ada kekesalan dalam hati mu Sarah minta maaf, Sarah izin pamit" pertemuan terakhir mereka dan kata kata yang di ucapkan oleh Sarah benar benar menyayat hati sang biarawati.
Sarah bahkan tidak menoleh sedikit pun saat memasuki mobil hitam mewah di depannya dan langsung menutup pintu mobil dengan cepat.
"Sarah maafkan ibu...hikss ..." biarawati Ana adalah saksi hidup yang mengetahui sejarah dari leluhur Sarah, dia tahu bahwa suatu hari nanti Sarah akan di ambil dari genggaman nya dan pada hari itu juga kematian biarawati Ana akan tiba karena seseorang yang mengetahui latar belakang Sarah harus menyimpan rapat rapat rahasia nya dengan aman, dan hanya orang mati lah yang mampu menyimpan rahasia dengan aman.
"Biarawati Ana..." Ucap laki laki tua tersebut memanggil dan perlahan mendekati biarawati Ana yang berdiri sendirian di depan pintu gerbang
__ADS_1
"Saya tau Tuan Fang !" Biarawati Ana menelan ludah nya dan memejamkan matanya sambil menitikkan air mata nya
"Maafkan aku !" Fang seorang laki laki tua yang bekerja sebagai pengurus kastil black rose itu menusuk Biarawati Ana dengan pisau yang sudah dia siapkan di tangan nya.
"Ugh....Fa...ng.... huhhh" Nafas yang mulai berat terdengar dari biarawati Ana
"Katakan permintaan terakhir mu ?" bisik Fang di telinga biarawati Ana
"Ba...kar...huhh bakarlah gereja ini...bersama orang yang ada ...di dalam...uhuk !" Ucap biarawati yang sudah menyemburkan darah dari mulut nya
"Apa maksud mu biarawati Ana bukan kah mereka tidak tau apa pun?" Ucap Feng yang terkejut dengan permintaan biarawati Ana
"Uhuk !!! me...huhh mereka sudah tahu... semua nya Tuan Fang, kalian benar ... hanya orang mati lah yang mampu menyimpan rahasia dengan...a...man hahaha" tawa pasrah terdengar di akhir hayat biarawati Ana yang sedari tadi sudah di sanggah oleh Fang
Fang yang sedikit kesal mendengar nya langsung mengetikan jari nya begitu saja, satu ketikan dari jari Feng sudah mampu membakar seluruh gereja Santa dan orang orang yang ada di dalam nya.
__ADS_1
Walau kekesalan nya tidak terkendali Fang masih menghormati biarawati Ana yang sudah berkorban nyawa demi melindungi pengantin para Tuan Muda, hanya biarawati Ana lah yang jasad nya tidak di bakar oleh Fang.
Fang menguburkan jasadnya di suatu tempat di dekat gereja santa, pada akhirnya hari kematian biarawati Ana adalah hari runtuhnya gereja santa bangunan yang begitu megah tersebut dan semua orang mati dalam keadaan terbakar kecuali biarawati Ana.