
"Tap tap tap" Suara langkah terdengar dari balik lorong istana yang megah semu warga menyambut kedatangan raja mereka
"Selama beratus-ratus tahun kita menunggu kedatangan nya untuk mendamaikan kaum vampir akhirnya dia muncul dan memberikan kejayaan kepada kita. Marilah kita sambut Raja Alexander" Ucap Pastor Leo yang memberikan sambutan kepada Alexander yang kini tumbuh besar menjadi seorang Raja.
Raja yang berwibawa, tampan, dan cerdas bagaikan Jack Q. Di hari pengangkatan nya menjadi Raja ayah yang paling dia kagumi tidak hadir di acara pesta nya.
Setelah pengobatan nya menjadi Raja, Alexander bergegas meletakkan mahkota dan jubah kerajaan nya lalu mencari sang ayah berkeliling istana.
"Apa ini ? mengapa bisa turun salju" Ucap Alexander sambil terus berjalan hingga dia tiba di suatu tempat yaitu suatu makam yang begitu mewah, bersih dan berwarna putih bagaikan Salju.
Di sanalah ternyata Jack Q berada dan tertidur di atas makam Sarah.
"Ayah..." Panggil Alexander mencoba membangun kan Jack Q
"Aaa Jack Q apakah acara nya sudah mulai ?" Tanya Jack Q yang tiba tiba terbangun dan terkejut melihat Alexander sudah berada di samping nya
"Hahaha apa apaan ayah ini, selalu saja lupa akan acara acara penting yang ku buat. Acara nya sudah selesai ayah" Ucap Alexander sambil tersenyum ramah
Senyum Alexander mengingat kan Jack Q kepada Sarah bahkan selama Jack Q merawat dan membesarkan Alexander semua sifat serta kecerdasan yang dimiliki Alexander sama persis seperti Sarah.
"Maafkan ayah nak, lain kali ayah pasti akan menghadiri acara pernikahan mu" Ucap Jack Q sambil memandangi Alexander dengan tatapan mata nya yang sayu
"Aku tau ayah merindukan ibu sekarang, jadi ayah jangan memaksa kan diri untuk datang ke acara pesta hari ini. aku juga sedang merindukan ibu, tapi di sini dingin ayah ayo kita kembali salju nya semakin lebat" Sahut Alexander yang mulai mengeluarkan embun saat dia berbicara
"Tab tab tab" Suara langkah kaki kecil yang tak asing terdengar oleh Jack Q dan Alexander
Jack Q dan Alexander memalingkan badan nya dan melihat seorang perempuan memakai pakaian serba hitam dengan payung yang menutupi wajah nya.
"Siapa kau ?" Tanya Jack Q dengan rasa penasaran nya .
__ADS_1
"Tuan..." Suara lembut yang halus seperti suara Sarah membuat Jack Q mulai menitikkan air mata nya
"Sarah" Ucap Jack Q yang langsung berdiri di ikuti oleh Alexander.
Perempuan yang menutup wajah nya dengan payung tadi akhirnya membuka payung nya dan ternyata memang benar, Perempuan tersebut adalah Sarah yang telah berengkarnasi.
"Sarah..." Jack Q berlari menghampiri Sarah dan memeluk Sarah hingga membuat payung yang di pegang nya terjatuh ke tanah
"Tuan... Saya kembali" Ucap Sarah dalam pelukan Jack Q
"Kenapa, kenapa kau lama sekali ! Aku hampir menyerah menunggu mu" Ucap Jack Q yang menangis saat memeluk Sarah
"Maafkan saya tuan... kali ini saya tidak akan meninggalkan mu lagi" Ucap Sarah yang juga menitikkan air mata nya
"ibu..." Alexander berdiri kaku dan terdiam sejenak lalu melangkah kan kaki nya ke arah Sarah
"Ibu..." Alexander merebut pelukan Jack Q dari Sarah dan menangis sambil memeluk Sarah.
"Siapa perempuan ini menganggu suasana sedih ku saja" Ucap Alexander dengan kesal
"Uuuhhh kaka ku ternyata kesal, perkenalkan aku adalah anak perempuan dari pria tamban di pohon sana nama ku adalah Lily. aku juga anak dari nona cantik ini, Cup" Dari caranya berbicara dan mencium tangan sebagai tanda perkenalan sudah bisa di tebak kalau dia adalah anak Sarah dan Wang Jie.
"Kaka..." Panggil Wang Jie dengan perasaan takut nya
"Wang Jie" Jack Q langsung memeluk adik nya tersebut melepaskan rasa rindu nya
"Kaka... maafkan aku sudah meninggalkan mu dan yang lain" Ucap Wang Jie dengan perasaan lirih nya
"Jika sekali lagi kau meninggalkan ku,aku tidak akan memaafkan mu Wang Jie" Ucap Jack Q yang melepaskan pelukan nya secara perlahan
__ADS_1
"Apakah kalian melupakan ku juga ?" Seorang pria dengan pakaian yang selalu menggambarkan keceriaan dari diri nya, siapa lagi kalau bukan Ang Zie
"Ang Zie..." Jack Q dan Wang Jie memeluk adik kesayangan mereka tersebut dengan rasa bahagia
"Senang nya memiliki ayah ayah yang tampan seperti kalian berdua" Ucap Lily dengan gaya centil nya
"Lalu ayah kau, kau anggap apa ?" Tanya Wang Jie dengan Lily putri nya yang sedang tergila-gila dengan ketampanan Jack Q dan Ang Zie
"Aku sudah bosan melihat wajah tampan ayah hahaha" Balas Lily dengan wajah mengejek nya
"Tidak apa apa,yang penting ibu mu tidak pernah bosan melihat ketampanan ayah. Iya kan sayang" Godaan Wang Jie selalu berhasil kepada Sarah dan membuat pipi nya memerah
"Tunggu Sarah tidak tertidur, lalu kenapa dia tidak menjadi tiga orang ? siapa yang membatalkan rengkarnasi nya" Tanya Jack Q dengan wajah bingung nya
"Maafkan aku ayah, aku yang membatalkan rengkarnasi ibu. Aku ingin melihat ayah bahagia bersama saudara saudara ayah dan saat bersama ibu seperti dulu" Ucap Alexander yang masih mengingat kenangan nya saat kecil
"Lalu bagaimana caranya kalian tau bahwa akan ada rengkarnasi Sarah di sini ?" Tanya Jack Q kepada 2 adik nya
"Aku tinggal di daerah bersalju, aku selalu bilang tidak akan pernah ada Aurora jika tidak ada rengkarnasi dari Sarah. Dan beberapa waktu lalu Aurora yang begitu indah muncul dan pengumuman pengangkatan Raja vampir baru tersebar ke seluruh penjuru, karna itulah aku datang kemari dengan lily" Jelas Wang Jie dengan singkat padat dan jelas
"Lalu kau Ang Zie ?" Tanya Jack Q kembali
"Bukankah sudah ku katakan. Aku pasti akan menemui kaka dengan Wang Jie nanti, sebenarnya aku lebih duku rengkarnasi dari pada Sarah seperti nya kaka tidak merasakan kehadiran ku... Aku duduk di atas pohon sana dari tadi, aku ingin menyapa mu tapi kau seperti nya berbicara dengan anak mu maka nya aku tidak keluar sampai waktu nya datang" Jelas Ang Zie kepada Jack Q
"Kalau begitu mari kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam kerajaan, mari kita melepaskan rindu kita karna kita sudah berkumpul kembali" Ucap Alexander dan mengajak keluarga nya untuk masuk ke dalam istana
Kini semua nya kembali seperti semula yang berbeda hanyalah anak anak mereka yang sudah tumbuh dewasa. Sifat Sarah bahkan tidak berubah sedikit pun bahkan wajah wajah suami mereka tetap muda seperti awal bertemu.
Sakit yang begitu menusuk di hari kepergian orang orang tercinta nya kini telah terobati dengan kedatangan mereka kembali.
__ADS_1
TAMAT~