
"Pekerjaan kantor benar benar melelahkan !!! Bagaimana cara nya Kaka tertua bisa melewati ini semua dengan ekspresi datar di muka nya setiap hari ? Huh... aku tidak habis pikir" Keluh Wang Jie yang sedari tadi memberikan tanda tangan di beberapa lembar kontrak kerja
"Kalvin" Panggil Wang Jie dengan santai
"Ada apa tuan muda ?" Tanya singkat Kalvin
"Mau kah kau menolong ku untuk membuatkan kopi ini ?" Tanya Wang Jie
"Segera saya laksanakan Tuan muda" Ucap Kalvin dengan hormat
"Buatlah satu cangkir untuk mu juga !!! Luka yang di akibat kan oleh Vampir Lotus waktu itu masih belum total karna mereka melukai mu tepat di bagian orang vital" Jelas Wang Jie sambil memegang pulpen di tangan nya
"Bagaimana Tuan Muda dapat mengetahui nya ?" Ucap Kalvin dalam hati nya
"Kaka tertua yang memberi tahu ku !!! Sekarang kau lakukan lah tugas mu" Ucap Wang Jie kembali
"Segera hamba laksanakan Tuan muda" Ucap Kalvin yang langsung menjalan kan tugas nya
"Tuan muda kedua benar benar unik bisa membaca isi hati seseorang" ucap Kalvin kembali dalam hati nya saat membuat kan kopi untuk Wang Jie
Kopi yang di berikan Wang Jie bukan lah kopi biasa, kopi tersebut berbentuk seperti gula balok dan mampu menyembuhkan luka lama yang masih tidak bisa sembuh.
__ADS_1
"Tuan Muda ini kopi anda" Ucap Kalvin yang menyodorkan kopi ke arah Wang Jie
"Terimakasih, kau boleh istirahat dan nikmat lah kopi mu selagi hangat itu akan membantu mu menyembuhkan luka lebih cepat" Jelas Wang Jie sambil menyeruput kopi nya dengan nikmat
"Baik Tuan Muda" ucap Kalvin yang langsung menutup pintu kantor Wang Jie
"Hah... aku jadi tidak sabar untuk tinggal dengan Sarah, sebentar lagi adalah giliran ku hidup bersama dengan nya" Ucap Wang Jie dalam hati nya sambil menyentuh bibir nya sendiri dan mengingat betapa manis nya bibir Sarah saat dia pertama kali mencium Sarah
"Tak pernah ku temui bibir yang begitu manis selain bibir Sarah, jika mengingat nya hanya akan tersisa rada candu di dalam diri ku hahaha" Ucap Wang Jie kembali dari dalam hati nya.
"Tak tak tak" suara jam dinding terus berbunyi dan langit menunjukan warna yang hampir gelap
Wang Jie kembali ke Kastil Black Rose dan membersihkan dirinya seperti biasa, membaca buku, membuat musik, dan istirahat.
"Kaka tertua ? kenapa dia pulang ?" pikir Wang Jie
Wang Jie pun langsung turun dan menyambut kedatangan Jack Q dengan Sarah.
"Hoaammm kak siapa yang malam malam begini datang bertamu ?" Tanya Ang Zie yang masih tertidur
"Kaka tertua sudah pulang" Sahut singkat Wang Jie
__ADS_1
"Hah ! benarkah ? apakah Sarah juga ikut pulang ? aku benar benar merindukan Sarah" Ucap Ang Zie yang langsung merasa segar
"Seperti nya begitu, ayo kita sambut mereka pulang" Ucap Wang Jie yang langsung membuka kan pintu untuk Jack Q
"Kaka tertua kau sudah pulang" Ucap Ang Zie merasa bahagia
"Tolong suruh beberapa pelayan untuk membantu ku membawa barang barang yang ada di mobil, aku tidak tenang di rumah sakit jadi aku membawa Sarah kembali Pulang bersama dengan anak ku" Jelas Jack Q sambil membuka kan pintu mobil untuk Sarah
"Sarah ayo turun perlahan lahan" Ucap Jack Q sambil mengulurkan tangan nya dan memapah Sarah secara perlahan
"Wang Jie tolong kau angkat anak ku" Pinta Jack Q
"Baik Kak" secara perlahan Wang Jie mengangkat bayi nya yang sedang tertidur pulas walaupun bukan anak kandung nya Wang Jie tetap menyayangi anak tersebut seperti anak nya sendiri
"Kak boleh kah aku yang memegang nya ?" pinta Ang Zie
"Ini bawa lah dia" Ucap Wang Jie yang langsung memberikan bayi tersebut kepada Ang Zie
"Apakah dia belum memiliki nama ?" Tanya Ang Zie
"Iya dia belum memiliki nama" Ucap Jack Q
__ADS_1
"Kalau begitu kita akan membuat pesta pemberian nama untuk anak ini bagaimana Kaka tertua ?" Tanya Ang Zie
"Boleh saja kita akan mengadakan pesta beberapa hari kedepan untuk anak ini" Ucap Jack Q yang langsung naik ke kamar nya sambil membawa Sarah