Penguasa Terkuat

Penguasa Terkuat
Meninggalkan Gunung


__ADS_3

Cahaya emas itu mengelilingi tubuh Xiao Fan dan memaksa masuk melewati pori-pori kulitnya.


Rasa sakit bagaikan terbakar di bawah api yang sangat panas dapat Xiao Fan rasakan ketika cahaya emas itu masuk kedalam tubuhnya.


"Arghh..." urat-urat terlihat di sekitar leher dan wajahnya. Xiao Fan menggertakkan giginya mencoba menahan aliran rasa panas itu.


Hingga ketika Xiao Fan tak kuasa menahan rasa panas yang semakin membakar dalam tubuhnya, ia akhirnya pingsan di tempat.


Sementara itu, cahaya emas terus menelusuri setiap titik di tubuh Xiao Fan dan akhirnya berhenti tepat di bawah pusarnya.


Cahaya itu perlahan memadat dan membentuk sebuah pagoda disana.


Tubuh Xiao Fan bercahaya untuk sesaat hingga kemudian akhirnya cahaya itu menghilang.


Saat tengah hari tiba, Xiao Fan terbangun dan merasakan ada perubahan aneh dalam tubuhnya.


Ia terus berfikir apa keanehan itu tetapi tidak menemukannya, "Apa yang berubah dengan tubuhku? Eh, tunggu dulu... Bukankah aku belum makan dari kemarin? mengapa akuntidak merasa lapar sama sekali?"


Xiao Fan terus bergumam, memang tidak ada perubahan lain dalam tubuhnya selain rasa laparnya menghilang.


"Ini hebat, jika seperti ini aku bisa bertahan tanpa makan selama tiga hari penuh."


Xiao Fan tersenyum, dia tiba-tiba teringat kembali tentang rasa panas dalam tubuhnya yang telah menghilang.


"Hmm, mungkinkah cahaya emas itu yang membuatku tidak kelaparan?"


Xiao Fan berjalan beberapa meter untuk mengambil buku usang yang tergeletak di tanah.


Dia duduk di kasurnya dan mulai membaca halaman pertama buku itu dengan sangat serius.


Meski Xiao Fan tumbuh bersama kakeknya di puncak gunung, jauh dari pemukiman penduduk, tetapi itu tidak menjadikan Xiao Fan bodoh.


Tetapi sebaliknya, pemahaman Xiao Fan tentang sesuatu benar-benar menakutkan.


Ini telah dia buktikan ketika masih berumur 8 tahun dan ia sudah menghafal banyak herbal yang diajarkan kakeknya hanya dalam waktu satu hari.


Padahal kakeknya memerlukan waktu berminggu-minggu untuk mengingat semua herbal itu.

__ADS_1


Xiao Fan dengan cepat membalik halaman selanjutnya hingga dia sampai di akhir halaman.


Pa!


Xiao Fan menutup buku usang itu, "Buku ini menjelaskan tentang dasar-dasar Kultivasi.. Hal yang penting dalam berkultivasi adalah fondasi, semakin kokoh fondasimu, maka semakin baik."


Di dalam buku itu juga menjelaskan tentang hal-hal yang harus Xiao Fan lakukan sebelum memulai Kultivasinya dan juga sebuah teknik bernama tinju elang angin.


Tepat beberapa detik setelah itu, buku itu tiba-tiba berubah menjadi debu dan tersapu oleh angin.


Xiao Fan terkejut, dia menghela nafas sambil bergumam. "Untung saja aku sudah menghapal semuanya."


Dia berdiri, berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Karena siang telah berganti malam hari, Xiao Fan memutuskan untuk memulai latihan nya besok pagi.


Ketika malam hari tiba, hanya sebuah cahaya dari lilin yang menerangi rumah kayu itu. Xiao Fan duduk di sebuah meja makan, di depannya terlihat sayuran yang sudah di masak dan juga sepiring nasi.


Ketika Xiao Fan makan, dia tiba-tiba teringat dengan bayangan kakeknya. Meski dari luar Xiao Fan terlihat kuat, tetapi sebenarnya dalam hatinya begitu rapuh.


Setelah menyelesaikan makan malam, Xiao Fan pergi untuk tidur mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Karena besok adalah waktu dimana ia mulai berlatih, Xiao Fan membutuhkan energi yang cukup untuk itu.


Ia berlari turun menuruni gunung kemudian setelah mencapai bawah, Xiao Fan berlari naik. Ia mengulangi itu sebanyak tiga kali.


Tubuhnya telah mencapai batas dengan seluruh ototnya mengalami kesakitan. Dadanya begitu sesak, bahkan Xiao Dan kesulitan mengambil nafas.


Meski dalam kondisi tubuh seperti itu, Xia Fan berdiri dan mulai melanjutkan latihannya. Dia tengukrap dengan kedua tangannya di samping badan... Seperti posisi Push-up


"1, 2, 3, 4, ...."


Xiao Fan melakukan Push-up hingga mencapai angka seratus setelah itu berganti untuk melakukan Sit-up.


Saat itu matahari telah mencapai puncaknya dengan sinarnya yang begitu menyengat tubuh.


Xiao Fan tergeletak di bawah pohon samping rumahnya dengan nafas tidak merata. Tubuhnya mengeluarkan banyak keringat, terlihat seperti sehabis mandi.


Saat Xiao Fan sedang mengatur nafasnya, Pagoda emas yang ada di dalam tubuhnya tiba-tiba bersinar.

__ADS_1


Energi emas mengalir keseluruh tubuh Xiao Fan dan membuatnya menjadi semakin santai.


Nafasnya sudah tidak begitu berat seperti tadi, kini Xiao Fan bisa bernafas dengan lega. "Tunggu dulu, kemana semua rasa sakit itu?"


Xiao Fan duduk dengan wajah terkejut, sekujur tubuhnya mati rasa dengan rasa sakit tak tertahankan. Tetapi itu dengan cepat menghilang, bagaimana ia tidak terkejut?


"Kurasa ada yang aneh dengan tubuhku semenjak cahaya itu masuk." Xiao Fan berfikir ringan, karena seluruh rasa sakit di tubuhnya telah menghilang, ia memutuskan untuk melanjutkan latihannya.


Xiao Fan terus mengulangi latihan yang sama setiap hari, untuk membentuk fondasi yang kuat, Xiao Fan tidak bisa bermalas-malasan.


Ia tahu bahwa jalan untuk menjadi seorang penguasa ada sebuah hal yang berat.


Mungkin bagi sebagian orang melihat apa yang Xiao Fan lakukan hanyalah hak yang sia-sia. Tetapi sebenarnya setiap latihan yang Xiao Fan jalani telah sepenuhnya mengubah fisiknya.


Bahkan jika saat ini Xiao Fan kembali ke kota dan memberi pelajaran pada pria yang membunuh kakeknya, Ia memiliki kesempatan untuk menang.


Setiap kali Xiao Fan kelelahan, Pagoda emas itu dengan cepat bereaksi untuk membantunya menyembuhkan lukanya.


Dengan begitu, waktu berjalan dengan sangat cepat. Tiga tahun telah berlalu semenjak kematian kakek Hong (Kakek Xiao Fan).


Kini Xiao Fan telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang cukup tampan, ia saat ini telah berumur 17 tahun, tetapi tinggi badannya lebih dari anak seusianya, tingginya hampir mencapai 190 cm dengan rambutnya berwarna hitam pendek.


Tatapan matanya tajam dengan dua bola mata yang berwarna hitam legam. Otot-ototnya juga terlihat cukup keras karena pelatihan yang tidak masuk akal selama tiga tahun penuh.


Jika itu orang biasa, maka bisa dipastikan mereka tidak akan bisa bertahan lebih dari satu hari.


Xiao Fan berdiri tepat di depan makan kakeknya, tidak seperti tiga tahun yang lalu, kini dia tersenyum di depan makam kakeknya.


"Kakek, terimakasih telah merawatku selama ini, sekarang aku telah memutuskan untuk menjadi seorang Penguasa yang akan mengubah hukum di dunia ini. Jadi tolong lihatlah aku dari atas sana."


Xiao Fan memberi penghormatan terakhir, dia memandang rumah kayu dengan banyak kenangan di kepalanya.


Rumah inilah tempat ia tumbuh besar, banyak kenangan tentang kakeknya di rumah ini. Tetapi jika Xiao Fan terus menetap di rumah itu, dia tidak akan bisa berkembang.


Dengan pakaian sederhana dan juga sebuah tas di pundaknya, Xiao Fan berjalan menuruni gunung dengan mata bersinar.


"Petualangku dimulai dari sini."

__ADS_1


***


To Be Continued.


__ADS_2