
Kota Han adalah salah satu kota kecil yang letaknya tiga mil disebelah selatan kerajaan bulan cerah.
Mayoritas orang yang tinggal disana adalah seorang manusia biasa, ada juga beberapa yang merupakan seorang Kultivator, tetapi tidak begitu kuat.
Kota Han dipimpin oleh seorang walikota bernama Jiu Len. Dia adalah seorang Kultivator yang ada di ranah perbaikan tingkat kedua.
Jika itu adalah di kerajaan bulan cerah, Jiu Len hanyalah dianggap sebagai orang biasa karena ada banyak orang dengan kekuatan sepertinya di kerajaan.
Saat ini, di sebuah hutan yang terletak disekitar gunung. Seorang pemuda duduk di bawah pohon yang letakkan ada di dekat sungai.
Ia terlihat sedang membakar ikan hasil tangkapan sambil bersiul senang, "Ikan hasil tangkapan hari ini cukup besar. Aku bisa bertahan seharian penuh jika memakan ikan ini."
Xiao Fan dengan mulut penuh air liur tidak sabar menunggu ikan itu matang. Tetapi sebelum ia dapat menikmati ikan itu, teriakan seorang gadis terdengar.
Meski Xia Fan bukanlah seorang Kultivator, terapis karena latihannya yang begitu ekstrim, seluruh panca inderanya telah di tingkatkan melebihi standar manusia biasa.
"Ada seseorang dalam bahaya.."
Xiao Fan berdiri, ia memejamkan matanya mencoba merasakan dari mana suara itu datang.
"Ah, dari sana.."
Xia Fan berlari bagaikan seekor cheetah, itu sangat cepat bahkan melebihi seorang Kultivator di tingkat ketiga ranah perbaikan.
Tak berselang lama, Xiao Fan dapat melihat seorang gadis kecil berumur 10 tahun dengan tubuh penuh luka.
Sedangkan di depannya seorang gadis dewasa dengan pedang melindunginya dari serangan bandit.
Ada sekitar sepuluh bandit yang mengepung gadis itu, rata-rata bandit itu memiliki Kultivasi di tingkat pertama ramah perbaikan.
Mereka jelas lebih kuat dari orang biasa.
Tetapi gadis itu bahkan lebih menakutkan lagi, dia berada di tingkat ke-empat dari ranah perbaikan. Jelas saja identitasnya bukan orang biasa.
Selain itu, Alasan mengapa gadis itu bisa kalah melawan puluhan bandit yang memiliki Kultivasi jauh di bawahnya adalah karen makanan merek telah diberi racun.
Salah satu diantara rekan gadis itu berkhianat dan meracuninya serta rekannya yang lain.
"Gadis cantik, mengapa kamu tidak menyerah saja dan membiarkan kami ... Bermain-main dengan tubuhmu." Seorang pria patuh baya dengan senyuman cabul di wajahnya berkata.
Dia mengenakan bandana merah di kepalanya dengan kumis panjang di wajahnya membuat senyumannya terlihat sangat buruk.
Tepat di samping pria tadi, ada seorang wajah yang Xiao Fan kenal. Orang yang telah membunuh kakeknya.
__ADS_1
Hanya dengan melihat wajah itu saja, amarah dalam diri Xiao Fan meluap-luap.
"Lebih baik kalian melepaskan ku atau akibatnya akan sangat buruk." Gadis cantik itu berkata lemah, racun itu sudah menyebar keseluruh tubuhnya membuatnya menjadi sangat lemas.
"Konsekuensi? Ahaha, gadis cantik, kau sangat lucu. Tidak ada seorangpun disekitar sini, lebih baik pikirkan cara agar bisa lolos dari kami hahaha..." Pria dengan bandana merah tertawa keras. Dia berjala. maju berniat untuk melakukan sesuatu yang cabul dengan gadis itu.
"Jangan mendekat atau aku akan bunuh diri.." Gadis cantik itu mengarahkan pedang ke lehernya, bersiap untuk bunuh diri.
"Silahkan saja, tetapi apa kamu yakin dengan itu. Bahkan dengan mayatmu, kami masih akan menodainya hahaha.."
Mendengar itu, Gadi cantik menggertakkan giginya, ia ingin menangis. Ia juga harus melindungi adiknya yang masih kecil.
"J–Jika saja aku lebih waspada, ini semua tidak akan terjadi." Tepat ketika gadis cantik itu memejamkan matanya, sebuah siluet hitam datang dari balik pepohonan dan menghantam salah satu bandit itu menghasilkan suara ledakan yang cukup keras.
Boomm!
Mendengar itu, gadis cantik tiba-tiba membuka matanya, sosok pria tinggi dengan pakaian sederhana berdiri di hadapannya dengan salah satu tangannya berlumuran darah setelah memukul salah satu dari puluhan bandit itu.
"Jaga adikmu, biarkan aku yang mengurus para bandit ini." Xiao Fan berkata.
Gadis tadi benar-benar berterimakasih dengan kedatangan Xiao Fan, tetapi dia juga khawatir karena ia tidak dapat merasakan adanya Qi di dalam tubuh Xiao Fan. Yang artinya Xiao Fan hanyalah orang biasa.
Melihat ekspresi khawatir itu, Xiao Fan tersenyum, "Yakinlah, aku akan baik-baik saja."
Instingnya telah meningkat pesat karena pertarungan hidup dan mati itu.
Saat ini, pria yang telah Xiao Fan pukulan tadi tergeletak tak sadarkan diri dengan tulang hidung dan beberapa giginya terlepas dari mulutnya.
"Bajingan! Siapa kamu, beraninya mencampuri urusan kami." Seorang pria bertubuh besar berteriak marah.
Dia sangat waspada terhadap Xiao Fan karena bisa mengalahkan temannya Naganya dengan sekali serangan.
Xiao Fan tidak menjawab, sebaliknya dia memberi tatapan tajam pada kesembilan bandit itu.
Xiao Fan menatap salah satu bandit yang terlihat paling lemah diantara mereka. Ia mengepalkan tangannya, dia berlari maju dengan sangat cepat bahkan pergerakannya tidak dapat di ikuti oleh sembilan bandit lainnya.
"Bunuh dia!!.."
Swosshh!!
Xiao Fan dengan mudahnya menghindari serangan bandit itu, dia melompat dan memberikan pukulan keras pada seorang bandit yang terlihat Pong lemas.
Benar saja, setelah menerima pukulan dari Xiao Dan, bandit itu seketika tergeletak tak sadarkan diri.
__ADS_1
Whuss!
Xiao Fan mundur dua langkah, sebuah pedang menebas kearahnya. Karena tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Xiao Fan akhirnya menghabisi para bandit itu dan menyisakan seorang yang tidak lain adalah pembunuh kakeknya.
Melihat tatapan penuh niat membunuh dari Xiao Fan, bandit itu menjadi pucat. Ia berjalan mundur ketakutan.
Xiao Fan mengambil dua buah kerikil dari tanah dan melemparkannya kearah bandit itu.
Bang! Bang!
Dua kerikil itu tepat mengenai lututnya, karena kerikil itu bergerak dengan cukup cepat, itu bahkan menembus kulit dari bandit itu.
"Arghhh.. Kakiku.." Teriakan bandit itu menggema, dia menatap Xiao Fan penuh ketakutan.
"Ampuni aku ... A–Aku hanya di paksa oleh mereka."
Xiao Fan tidak mendengarkannya, "Kau! Apakah kau masih mengingatku?"
Mendengar pertanyaan Xiao Fan bandit itu menjadi bingung, tetapi setelah dia melihat wajah Xiao Fan lebih dekat, dia akhirnya sadar.
"K–Kamu..."
Tanpa membiarkan nya berkata lagi, Xiao Fan mengambil sebilah pedang yang tergeletak di tanah tak jauh darinya.
Dia menebas kepala bandit itu tanpa ampun, bahkan setelah membunuhnya, Xiao Fan tidak merasakan perasaan puas atau yang lain.
Melihat kepala bandit yang tergeletak di atas tanah, Xiao Fan meraskaan bahwa ia ingin muntah.
Meski dia terlihat begitu dingin, tetapi ini adalah pertama kalinya dia membunuh seseorang.
"Haaa, pembunuhan pertamaku."
Xiao Fan berbalik, dia minat bahwa gadis tadi pingsan dengan seorang gadis kecil yang juga ikut pingsan di sampingnya.
Xiao Fan membawa dua gadis itu ke pinggiran sungai, tempat dimana ia membakar ikan tadi.
Tiba-tiba ia teringat dengan ikan yang ia bakar beberapa saat yang lalu. Karena ia telah pergi kurang lebih setengah jam, jelas ikan yang ia bakar tadi menjadi hangus.
"Tidaakkk!!.."
***
To Be Continued
__ADS_1