PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 1 Zaman perang


__ADS_3

Pada suatu hari Ray dan teman-temannya sedang berlibur ke sebuah pedesaan. Ditengah perjalanan Ray bertemu dengan sekelompok orang yang berjalan dengan mengenakan pakaian aneh.


"Ehh, ada apa tuh ramai-ramai?" Seru Ray kepada teman-temannya.


"Iya, tapi kok pakaian mereka aneh ya?" Sambung salah satu temannya.


"Coba deh aku tanya sama salah satu dari mereka? " Ray berkata dengan nada yang penasaran.


Ray segera menghampiri sekelompok orang itu, dan langsung bertanya kepada salah satu dari mereka.


"Maaf pak, ini ada apa ya?" Tanya Ray.


"Oh, Kami sedang menuju kehutan, disana sedang ada perayaan, semacam peringatan tentang leluhur kami. Makanya kami semua berpakaian seperti ini" Jawab salah seorang dari kelompok itu.


"Oh, Begitu ya pak, terimakasih ya pak" Sambung Ray sambil berjalan menghampiri teman-temannya.


Setelah mendapatkan jawaban, Ray pun bergegas kembali menuju teman-temannya, dan menjelaskan apa maksud dari sekelompok orang-orang tersebut. Setelah mendengar penjelasan Ray, Ternyata mereka tertarik dan ingin melihat seperti apa perayaan tersebut. Akhirnya mereka pun bergegas kehutan tempat perayaan tersebut.


Sesampainya didepan gerbang masuk hutan, Ray dan teman-temannya dilarang memasuki hutan tersebut dengan alasan tidak mengenakan pakaian dan atribut perayaan.


Akhirnya dengan terpaksa mereka pun kembali dengan rasa penasaran. Namun saat mereka ingin kembali, Ray melihat sebuah pohon yang sangat besar serta menjulang tinggi. Melihat pohon itu seketika muncul lah ide brilian Ray.


"Wah, itu ada pohon besar, kita lihat perayaan dari atas pohon itu aja gimana?" Ajak Ray kepada temen-teman nya.


"Ide bagus tuh" sambung teman-temannya.


Mereka pun langsung memanjat pohon besar tersebut dengan cepat dan sampai di dahan pohon paling atas. Namun setelah sampai didahan pohon paling atas Ray terpeleset hingga terjatuh dari pohon tersebut.


"Aaaaaaahhhhh..." Bruaaaakk suara tubuh Ray yang terjatuh ketanah.


Ray mencoba berdiri dengan kesakitan, ia meringis kesakitan dan mencoba memanggil teman-teman nya yang masih berada di atas pohon.


"hoii Masih pada diatas? Gue naik lagi ya!!" Ray berteriak memanggil teman-temannya.


Namun tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab teriakan Ray. Merasa ada yang aneh akhirnya Ray memutuskan untuk memanjat pohon itu kembali.


Sesampainya diatas pohon, Ray tidak melihat satupun teman-temannya.


Sambil keheranan Ray Bergumam.


"Loh, kok pada gak ada?, pada kemana nih?"


Setelah melihat teman-temannya tidak ada, Ray pun turun dari atas pohon tersebut. Ray langsung merogoh saku celana dan mengambil telepon genggam miliknya untuk menghubungi teman-temannya.


"Aneh kok gak ada sinyal gini, padahal tadi baik-baik aja kok, apa rusak gara-gara tadi jatuh" Ray bergumam dengan nada kebingungan.


Dari kejauhan tampak seorang menunggangi kuda dengan sangat cepat. Namun setelah jarak semakin dekat, sang penunggang berhenti tepat dihadapan Ray.


Dengan herannya Ray pun berkata


"Wajahmu?"


Sang penunggang pun ikut keheranan dan mereka berdua berkata secara bersamaan "Wajahmu mirip sekali denganku!!!"


Penunggang kuda itu tanpa basa basi langsung turun dari kuda nya dan meminta Ray untuk menggantikan dirinya.


"Maukah kau menjadi pangeran Adipati menggantikan diriku?" pinta seorang penunggang tersebut.


Dengan heran Ray bertanya "pangeran Adipati? Maksudnya apa ?".


"Sudah bertanya nya nanti saja, nih ambil pedang ku dan simpan untuk mu". Sambung sang penunggang kuda.


Ray yang sangat penasaran ingin melihat perayaan tersebut tanpa berfikir panjang lagi langsung meng-iya kan tawaran tersebut. Lalu Sang penunggang itu pun langsung memberikan pedangnya kepada Ray.


"Jadi aku hanya perlu membawa pedang ini untuk masuk kedalam perayaan itu?" Ray berkata dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Ya, ini untukmu.. Kau boleh memilikinya" jawab sang penunggang.


Setelah memberikan pedangnya, sang penunggang kuda segera pergi dengan tergesa-gesa. Ray lalu menyelipkan pedang tersebut dipinggangnya sambil bergaya ala ksatria pemberani.


"Dengan begini aku bisa ikut perayaan, bukan sebagai penonton, tapi sebagai pemeran tokoh ksatria haha"


Tidak lama dari kejauhan ada sekelompok orang menunggangi kuda menghampiri Ray dan berkata.


"Syukurlah, anda baik-baik saja tuan, hamba sangat khawatir kalau saja tuan tidak ditemukan".


Dengan bergaya seperti seorang ksatria Ray pun berkata. "Tenang saja wahai kau anak muda, saya tidak akan kemana-mana karena saya adalah ksatria sejati".


"Oh, baiklah kalau begitu sekarang kita segera kembali ke istana tuan" ajak salah satu dari kelompok berkuda tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dan akhirnya mereka semua kembali ke istana. Sesampainya di Istana mereka disambut oleh sang raja dan kedua pangeran istana tersebut. Salah seorang prajurit disana berbisik kepada Ray agar Ray memberikan salam hormat kepada raja. Namun entah apa yang ada di fikiran nya, bukan menunduk dan memberi hormat, Ray justru berakting layaknya seorang ksatria dan berkata


"Perkenalkan aku adalah Adipati, seorang Ksatria sejati".


Semua orang dalam istana pun terkejut dan terheran-heran.


Salah satu prajurit itu pun lantas berbisik kepada Ray, "Apa yang anda lakukan tuan? Apakah anda bersungguh-sungguh dengan perkataan anda barusan tuan?".


Ray pun balas berbisik kepada prajurit tersebut.


"Bagaimana Akting ku? Terlihat meyakinkan dan natural kan?. Tentu saja aku yakin dengan semua ucapanku ini".


Salah satu pengawal kerajaan pun lantas berkata kepada Raja, "Maaf baginda raja, mungkin saja tuan muda sedang letih dan kecapaian maka dari itu ia berkata sedikit ngelantur. Dan saya mohon izin untuk mengantar tuan muda untuk istirahat".


Sang raja pun memerintahkan pengawal untuk mengantar Ray kekamarnya."Baiklah, antar Adipati kekamarnya".


Disaat menuju kamar, Ray berpapasan dengan seorang wanita cantik dan wanita itu menyapa dengan sopan dan hormat "hormat tuan Adipati, anda sudah kembali? Syukurlah anda baik-baik saja".


Dengan raut wajah terkesima, Ray pun berbisik kepada pengawal "hei, wanita cantik itu siapa?"


Dengan sedikit mengelak, Ray menjawab "tidak.. Aku tidak lupa kok, Kalau begitu ayo kita segera kekamar"


Setelah sampai didepan kamar, alangkah terkejutnya Ray melihat ada seorang wanita cantik berada didalam kamarnya.


Anda sudah kembali tuan?" Tanya Andini.


"Ya aku sudah kembali" jawab Ray.


Tiba-tiba terdengar suara kentongan dari luar kamar dan semua pengawal serta prajurit terlihat berlari dan bergegas menuju halaman istana.


Dengan kebingungan, Ray keluar kamarnya dan berkata "Ada apa sih ini?.


Sang pengawal menghampiri Ray dan berkata "maaf tuan, apakah anda akan terus berdiri disana? Kita akan segera berkumpul dihalaman istana".


"oh, disuruh ngumpul, oke ayo kita berangkat" seru Ray dengan santai.


Setelah semua berkumpul, sang raja memberitahukan kepada semua bahwa benteng milik kerajaan tengah diserang, dan Raja pun segera mengerahkan pasukan untuk siap-siap berperang.


"Waaah, Ini adalah drama yang sesungguhnya, aku gak sabar lihatnya" Ray berkata didalam hatinya dengan penuh semangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tidak lama kemudian Ray bersama prajurit serta punggawa perang sampai dimedan perang. Dari kejauhan terlihat ribuan orang berbaris dan bersiap berperang.


Ray yang melihat ribuan orang merasa senang bukan main, ia berdecak kagum dan berkata


"Waaah ternyata, orang disini sangat antusias ya dengan perayaannya, gak main-main rakyatnya bisa sekompak ini dalam jumlah yang bisa dibilang fantastis".


Lalu terdengar suara aba-aba dan perang pun dimulai. Perang pun pecah dan terlihat sengit bersama suara gesekan pedang dan juga hantaman tameng.

__ADS_1


Ray dengan semangat terus berteriak sambil menunggangi kuda dibelakang pengawalnya. "Ayo maju, seraaang! Hajar.. hajar".


Tiba-tiba dari arah samping musuh melayangkan tombak kearah Ray. Dengan sigap Ray menunduk, akan tetapi dirinya lantas terjatuh.


Ray yang terjatuh langsung diacungkan pedang oleh musuh. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Ray lantas meladeni musuh yang mengacungkan pedang tersebut. Kemudian Ray mencabut pedang dari pinggangnya dan berkata


"Jadi kamu lawanku? Ayo sini maju".


Crassshh...


Sabetan pedang pun meluncur kearah Ray, lalu Ray tergores oleh pedang musuh, dengan kesal Ray pun berkata. Hoii.. Kamu boleh aja mendalami peran, tapi lihat-lihat juga dong jangan sampai mencederai pemeran yang lainnya".


Secara tiba-tiba musuh yang tengah berhadapan dengan Ray, ditusuk oleh salah seorang prajurit tepat dihadapan nya. Ray seketika terdiam dan tercengang melihat kejadian tersebut. Ia langsung ketakutan, segera ia mengamati semua yang ada disekitar medan perang tersebut. Terlihat pemandangan yang sangat mengerikan terjadi di medan perang.


Setelah melihat semuanya Ray berlari sekencangnya, dan mencari tempat untuk bersembunyi. Ray menemukan sebuah pohon yang rindang, dan bersembunyi dibalik pohon tersebut. Sambil gemetar Ray bergumam "Ternyata ini bukanlah akting, ini perang SUNGGUHAN!".


Dengan rasa panik dan ketakutan Ray merogoh saku celana sembari mengambil telepon genggam miliknya, Ray bermaksud menelepon teman-temannya, namun lagi-lagi tidak ada sinyal sama sekali. "Sial! Nih Hp rusak lagi, sinyalnya sama sekali gak ada" gumam Ray.


Tidak lama, salah satu prajurit musuh menemukan persembunyian Ray. Sambil mengacungkan tombak, prajurit itu pun mencoba menebas Ray.


"Akan kubunuh kau Pangeran Adipati"


"Aaaaaaaahhh" Teriak Ray.


Crasssshh.. Terdengar suara tusukan tombak,


"Anda baik-baik saja tuan Adipati?"


Dengan sigap, pengawal menyelamatkan Ray dengan membunuh musuh terlebih dahulu.


"Telat sedikit saja aku sudah mati, te..terimakasih telah menyelamatkan ku" Ucap Ray dengan nada ketakutan.


Akhirnya perang pun berakhir dan mereka semua kembali ke istana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ray masih terheran-heran dengan kejadian yang baru saja ia alami. Ia pun lantas bertanya kepada salah satu pengawal.


"Apakah ini perang sungguhan?"


"Iya tuan muda, ini adalah perang, kami mempertahankan wilayah dari serangan musuh, jika kita biarkan musuh akan mengambil alih wilayah kita tuan" jawab pengawal.


Ray pun dengan rasa takut mencoba bertanya lebih rinci lagi, ia menanyakan asal usul Adipati dan hal-hal lainnya.


Pengawal pun menjawab "Anda adalah Adipati, putra pertama dari Raja Adipura, dan anda memiliki dua orang adik bernama Adiputra dan Adiparna. Sebentar lagi Raja akan memilih siapa yang akan dijadikan raja berikutnya. Secara sistematis anda lah kandidat kuat calon raja berikutnya, tapi anda harus berhati-hati kepada adik-adik anda, mereka juga ingin menjadi raja. Jadi saya harap anda berhati-hati".


Mendengar cerita dari pengawal, Ray pun semakin panik dan ia langsung berlari keluar. Dirinya berlari menuju ke tempat ia terjatuh pertama kali. Ray berkali kali memanjat pohon tersebut dan melompat terjun berharap bisa kembali ketempat asal ia berada. namun itu semua sia-sia, ia tetap tidak kembali ketempat asalnya.


"Siaal, aku dimana? Kenapa aku bisa terjebak ditempat seperti ini?!"


Pengawal yang mengejarnya pun segera menghampiri dan bertanya kepada Ray "Apa yang anda lakukan disini tuan? Apakah anda baik-baik saja?"


"Ini dimana? Tahun berapa sekarang?" tanya Ray.


"ini adalah wilayah kekuasaan Adi berada di desa fura island. Ini tahun 600 tuan" pengawal menjelaskan.


Dengan kagetnya Ray berkata,


"Apaaa!!! tahun 600? Berarti aku ada dimasa lalu?" 


"Apa maksud anda tuan? Masa lalu?" pengawal pun kebingungan dengan ucapan Ray.


Dan akhirnya Ray menceritakan tentang asal usulnya kepada pengawal tersebut, akan tetapi pengawal tidak percaya dengan semua ucapan Ray.


"Apakah anda bergurau tuanku? sepertinya anda terlalu lelah dalam perang tadi sehingga anda jadi ngelantur seperti ini, hamba sebagai pengawal anda akan melindungi anda apapun yang terjadi, bahkan dengan nyawa sekalipun, sebuah kebanggan apabila gugur dipeperangan demi menjaga kekuasaan dan melindungi anda".

__ADS_1


Dengan ketakutan akhirnya Ray beserta pengawal kembali ke istana.


...----------------...


__ADS_2