PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 8 Senyuman Andini


__ADS_3

Akhirnya hari penyerangan pasukan Adipati dan Andi pun akhirnya tiba. Terlihat di istana Fura Island semua pengawal dan para jendral berkumpul di ruang pertemuan.


"Apakah semuanya sudah siap!!" Teriak Adipati dengan lantang.


"Siap!!!"


Sahut para pengawal dan jendral perang dengan lantang nya.


"Kita harus merebut istana Kira dari Adiparna, mohon bantuan nya semua, Kita pasti menang melawan pasukan Adiparna." ucap Adipati 


"baiklah, semuanya ayo berjuang!, Kita beri mereka pelajaran yang berharga." Sambung Adipati.


Dan merekapun bergegas meninggalkan ruang pertemuan untuk segera menuju medan pertempuran.


Didepan pintu kamar, Andini berdiri dan memperhatikan Adipati dengan tatapan penuh harapan. Adipati yang melihat Andini pun segera menghampiri Andini.


"kali ini aku tak akan ingkar janji lagi, aku akan merebut kembali apa yang memang milik ayahmu, siapkan pesta besar untuk menyambut kepulangan ku ya Andini" ucap Adipati sembari menepuk bahu Andini lalu bergegas pergi.


Pasukan Adipati pun segera melakukan pergerakan menuju medan perang. Sementara itu ditengah perjalanan menuju medan perang, pasukan Andi mensusul para pasukan Adipati. Dan terlihat jelas jumlah pasukan aliansi tersebut sangat banyak dan bisa di katakan melebihi pasukan tempur Adiparna.


Setelah bertemu nya pasukan Andi dan juga Pasukan Adiparna, mereka berdua pun saling sapa.


"Sudah siap kan lo Ray" Ucap Andi


"Yeaah.. Ini adalah dunia impianku, dimana bisa bebas bertarung tanpa ditangkap pihak yang berwajib" gumam Andi kepada Adipati.


"Gue sih malah pengen nya gak ada perang, pengen nya bisa menyelesaikan ini semua tanpa harus berperang" balas Adipati kepada Andi.


Tak terasa berjalan sambil berbincang-bincang para pasukan Aliansi pun sudah hampir sampai di medan perang.


"Dikit lagi sampai nih di depan benteng nya Adiparna" Ujar Andi kepada Adipati.


Akhirnya pasukan aliansi pun sampai di depan benteng pertahanan Adiparna. Di depan sana, dengan pemandangan yang terlihat samar-samar. Nampak dari kejauhan ribuan pasukan Adiparna sudah bersiap untuk menyambut kedatangan pasukan perang Adipati juga Andi.


Sesampai nya, Adipati berteriak kepada Adiparna yang terlihat dari kejauhan berada di depan barisan prajurit perang dengan menunggangi kuda.


"Apa salah Raja Kira, sampai kau menyerang dan mengkhianati nya?!!" Teriak Adipati.


"Kau memang sangat naif ya?!!" Balas Adiparna.


"Di zaman perang ini, yang kuat lah yang akan berkuasa, jadi sekarang aku akan memulai memimpin negeri ini mulai dari sekarang" Sambung Adiparna.


"Bersiap lah kau Adipati, Kau akan ku hancurkan !!" Lanjut Adiparna.


"Ciihh.. Kau sudah di buta kan oleh kekuasaan, sekarang aku akan beri tahu bagaimana rasanya di khianati". Teriak Adipati kepada Adiparna.


"Baiklah semuanya seraaaang!!!" Perintah Adipati.


"Majuuuuu!!!" Terdengar teriakan para prajurit.

__ADS_1


Akhir nya perang pun pecah, para pasukan perang tampak saling menghujamkan tombak serta pedang-pedang mereka.


Ditengah pertempuran, Andi menghampiri Adipati.


"Hey Ray, Adiparna serahkan saja sama gue, biar gue bawakan kepalanya kesini" ucap Andi kepada Adipati sembari berlari dan memerintahkan pasukannya untuk maju menyerang.


"Main putuskan sendiri aja dia" gumam Adipati sembari bertempur.


"Semuanya ayo maju, hari ini kita dapatkan kepala Adiparna" perintah Andi kepada pasukan nya sembari berlari menuju tempat Adiparna berada.


Dan perang pun terus berlangsung dengan sengit. Jual beli serangan dan prajurit pun banyak yang jatuh berguguran. Pasukan Aliansi terus menyudutkan pertahanan Adiparna. Setelah berperang begitu lama, akhirnya Andi dengan pasukan nya telah sampai di depan lapis pertahanan Adiparna. Dan akhirnya pasukan Adiparna pun langsung terpojok dan telah habis di bantai pasukan Andi. Adiparna yang tinggal sendiri pun hanya bisa pasrah dan segera menyerahkan diri.


Tanpa basa-basi, Andi yang sudah menaklukan pasukan pertahanan Adiparna pun bergegas menyerang Adiparna.


"Gak perlu Adipati yang kesini, gue sendiri pun udah cukup buat menghabisi lo!. Habis lah Kau Adiparna. Ucap Andi yang langsung menyerang Adiparna.


Dan Adiparna pun kalah dan tewas di tangan Andi. Perang pun akhirnya selesai. Dengan tewas nya Adiparna, dengan begitu kemenangan di raih pihak pasukan Aliansi Adipati dan Andi.


Sekarang wilayah Kira pun telah di kuasai Adipati, kini wilayah Kira telah menjadi bagian kekuasaan Adipati.


Setelah perang usai Adipati segera menemui Andi dan mengucapkan terimakasih karena telah membantu nya melawan Adiparna.


"Baiklah, terimakasih atas bantuanmu Andi, sampai bertemu diperang selanjutnya aku harap jalinan ini akan berlangsung selamanya" ucap Adipati.


Selesai perang besar tersebut, Andi pun bergegas kembali ke wilayah nya.


Mereka berdua beserta para pasukannya segera meninggalkan medan perang tersebut dan menuju ke istana nya masing-masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai nya di Istana, Seperti biasa nya Adipati langsung menuju halaman belakang istana sembari melihat bintang-bintang. Tak lama berselang, datang lah Andini dan langsung duduk di sebelah Adipati.


Sambil menoleh kearah Andini, Adipati pun menyapa nya.


"Oh, kamu Andini" sapa Adipati.


"Akhirnya aku memenangkan perang ini Andini" sambung Adipati.


"Hmmmm" jawab Andini dengan sikap yang dingin.


"Kau tahu Andini, sepertinya aku akan terus menang dalam setiap perang, firasatku mengatakan bahwa aku akan bisa menaklukan negeri ini" terang Adipati dengan penuh keyakinan.


Adipati pun lalu mengarahkan pandangan nya ke arah langit. Dan kemudian terdiam sejenak, sembari melanjutkan perkataannya.


"Walaupun aku memenangkan perang ini, tapi aku tidak senang sama sekali. Aku sangat berharap bisa mewujudkan dunia yang damai tanpa perang, mewujudkan nya dengan cara damai tanpa berperang satu sama lain, apakah hal itu bisa terwujud di era seperti ini yaa?" Adipati melanjutkan perkataan nya.


"Hmm... Kalau kamu ingin melakukan nya aku akan sangat mendukung mu, aku yakin kamu pasti bisa mewujudkan itu semua aku pun percaya kamu bisa menaklukan negeri ini dan menciptakan dunia tanpa perang, aku percaya kepadamu" jawab Andini dengan penuh keyakinan.


"Maaf Andini, hanya ini saja yang bisa kulakukan, mungkin tidak terlalu berarti banyak bagimu, tapi aku harap dengan kemenangan ini ayahmu sudah merasa lebih tenang di alam sana" ucap Adipati kepada Andini.

__ADS_1


Ahh.. Lihatlah bintang-bintang disana, sangatlah indah bukan, sangat tenang melihat mereka disana. Aku harap semua orang bisa merasakan ketenangan seperti ini" lanjut Adipati.


"Aku ingin semua orang di negeri ini merasakan kedamaian seperti apa yang aku rasakan sejak aku kecil". Sambung Adipati.


Keesokan harinya, Adipati berniat mengajak Andini pergi ke makam ayah dan kakaknya untuk menjenguk mereka berdua.


Dari luar kamar, Adipati langsung membuka pintu kamar dan menghampiri Andi seraya berkata.


"Andini.. Kita jalan-jalan keluar yuk" ajak Adipati


"Kita mau kemana?" Tanya Andini dengan nada bingung.


"Sudah jangan banyak bertanya, ayo sekarang ikut saja dengan ku" jawab Adipati sembari menarik tangan Andini.


"Tapi kita mau kemana, tidak biasa nya kau mengajak aku keluar seperti ini". Tanya Andini yang semakin penasaran.


"Sudah bertanya nya nanti saja, sekarang aku ingin terus melihatmu tersenyum dan bahagia, itu lah amanah dari ayah mu kepadaku" ujar Adipati yang terus menarik tangan Andini.


Akhirnya mereka berdua pun tiba dimakam ayah dan kakak Andini.


Setiba nya di makam, Andini pun meneteskan air mata sembari memandangi makam ayah dan kakaknya.


Sambil terus meneteskan air mata nya, Andini pun berucap.


"Ayah.. Aku disini menjenguk mu, aku harap kau bisa melihat ku sekarang. Aku sekarang sudah menjadi putri mu yang dewasa, jadi ayah jangan terlalu mengkhawatirkan aku ya.. aku disini sekarang bisa menjaga diri dengan baik ayah!!".


Aku berjanji kepada mu, tidak akan menangis, aku akan jaga diri baik-baik. Aku rindu sekali padamu ayah, apa kamu tidak merindukanku juga ayah? kau tidak pernah menemuiku sampai saat ini dan terpaksa aku yang datang kesini sekarang menemuimu. Aku harap kamu tenang disana ayah" ungkapan Andini kepada ayah nya.


Dan Andini mengalihkan pandangan nya ke arah makam kakaknya.


"Maafkan aku ya kak, aku tidak menjadi adik yang baik bagimu, aku sering membantah apa perintahmu. Dan Mulai sekarang aku berjanji akan menjadi anak yang baik. Kau juga kak, beristirahatlah dengan tenang yaa.." ungkapan Andini kepada kakaknya.


Setelah itu Andini pun segera mengusap air matanya dan memandangi Adipati.


"Eeeh.. Maaf aku tidak bermaksud membuatmu bersedih, aku ha..hanya.." Ucap Adipati dengan terbata-bata.


"Terimakasih telah mengajakku kesini" ucap Andini sembari tersenyum.


"Hmm, kau akhirnya tersenyum Andini, yuk sekarang kita kembali keistana" ucap Adipati sembari merangkul Andini.


Andini pun segera melepaskan tangan Adipati dari bahunya dan berkata


"Apa maksudmu? Bukan karena kau mengajak ku ke tempat ini berarti kau bisa seenaknya. Aku akan pulang sendiri, selamat tinggal" sembari berjalan pergi meninggalkan Adipati.


"Iyeuuhh... dia kenapa sih? Dasar Perempuan memang sulit dimengerti yah?" Gumam Adipati didalam hati.


Akhirnya mereka masing-masing pergi meninggalkan makam Ayah dan kakak Andini untuk kembali pulang ke istana.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2