
Sesampainya di Istana Adipati segera menuju kekamarnya dan mendapati Andini sedang duduk terdiam sambil menangis. Adipati pun segera mendekati Andini yang sedang terdiam dan merenung.
"A.. Aku pulang Andini" sapa Adipati dengan nafas yang setengah terengah-engah.
Andini pun hanya diam dan tidak menjawab apapun. Melihat Andini yang seperti itu, Adipati pun segera mendekati dan berbicara padanya serta mencoba menghibur dirinya.
"Maafkan aku Andini, aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu. Aku tidak bisa menyelamatkan ayahmu" ucap Adipati.
"Oh iya.. Dan ini beliau juga menitipkan surat untukmu" sambung Adipati sembari menyodorkan sepucuk surat kepada Andini.
Andini yang tadi membelakangi Adipati segera membalikkan tubuh nya dan menerima surat yang Adipati bawakan untuk nya. Andini pun langsung membuka surat itu dan membacanya.
*Apakabar anakku tersayang? Aku harap kau baik-baik saja dan selalu bahagia, mungkin selagi kau membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di dunia ini*.
*Ya.. Aku tidak dapat berkata apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf kepadamu karena tidak bisa menjadi ayah yang baik bagimu. Tapi ketahuilah sampai kapanpun aku akan tetap menyayangi mu. Aku tahu sudah lama kita tidak bertemu. Sebenarnya aku ingin sekali melihat senyum manismu saat kau dewasa seperti sekarang, tapi apa boleh buat aku tidak akan bisa melihatnya lagi sekarang dan juga selamanya*.
*Aku sangat rindu saat kita masih bermain bersama di Istana, Kau tersenyum padaku dan hatiku sangatlah senang melihat kau bisa tersenyum bahagia seperti itu*.
*Yaah... mungkin hanya itu yang bisa aku ucapkan padamu*.
*Walaupun aku sudah tiada, aku berharap kamu tidak melupakan aku atau pun membenci ku. sekali lagi maafkan semua kesalahan yang telah ku perbuat selama ini*.
*Mulai sekarang teruslah hidup dengan bahagia, jangan pernah bersedih aku terluka jika melihatmu bersedih apalagi menangis*,
S*elamanya kau akan tetap menjadi putri kecilku yang lucu, kau akan selalu ada didalam hatiku sampai kapanpun*.
**Salam sayang Ayahmu**
**Raja Kira**
Setelah membaca surat dari ayah nya yaitu Raja Kira. Ia pun menangis sesenggukan seraya berkata.
"Kau berjanji akan menemuiku disini dan menengok aku? Sekarang kau malah pergi untuk selamanya dan tidak menepati janjimu!! Dasar laki-laki memang tidak dapat dipegang janjinya!" Teriak Andini masih sambil menangis terisak-isak.
Adipati pun segera memeluk Andini dan berkata "Ayahmu tidak meninggalkanmu, dia akan tetap ada dihatimu dan selalu menjagamu seperti apa yang ia lakukan selama ini."
__ADS_1
"Sebenarnya ayahmu sangatlah peduli padamu, sampai akhir hayat nya pun ia masih mengingat mu" ujar Adipati untuk menghibur Andini.
Andini yang masih terlarut dalam kesedihan nya, tetap terdiam dan tanpa sepatah kata pun ia ucapkan. Saat ini Andini hanya bisa menangis dan Adipati pun saat ini tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan kesedihan nya.
"Baiklah hanya ini yang dapat ku lakukan untuk mu, mungkin kamu butuh waktu sendiri untuk sejenak melepaskan semua beban dihatimu. Aku juga pamit keluar sebentar, aku ingin akan pergi ke belakang Istana untuk menenangkan diri sejenak". Sambung Adipati sembari beranjak keluar kamar.
Setelah itu Adipati duduk dibelakang Istana sembari melihat bintang-bintang. Sejenak ia teringat akan surat yang ia terima dari Raja Kira.
"Oh iya aku belum membaca surat dari raja Kira" ucap Adipati dalam hati.
'*Teruntuk Adipati, terimakasih kau telah datang dan menolongku, kuharap kau selamat dan tidak terjadi apa-apa. Aku salut dengan keberanianmu datang, padahal kau juga tahu tidak mungkin bisa menang melawan Adiparna dengan jumlah pasukannya yang sangat banyak*.
*Yah.. Aku sekarang merasa cukup lega telah menitipkan putri kecil ku kepada mu, aku harap kau bisa menjaga putri kecil ku dengan baik. Aku tidak akan memaafkan mu jika sesuatu terjadi kepada nya*.
.
.
.
**Salam Raja Kira**
"Hmmm... Padahal gue belum pernah ketemu sama dia, tapi kenapa gua merasa kayak udah deket banget ya?" Gumam Adipati dalam hati.
Tidak lama datang pengawal pribadi Adipati menghapiri.
"Anda senang sekali berada di tempat ini tuan Adipati?" Sapa pengawal pribadi Adipati.
"Ehh.. kau Tobi, iya hanya disini aku merasa tenang, lihatlah bintang-bintang itu terlihat sangat indah ya?" Tanya Adipati sembari menunjuk kearah langit.
"Oh iya, aku dengar kau pernah bekerja untuk ayah Andini saat masih kecil? Apa kau tau hubungan antara Andini dan ayahnya seperti apa?" Lanjut Adipati.
"Sebenarnya putri Andini adalah anak perempuan paling disayang oleh ayahnya, namun akibat serangan dadakan dari prajurit raja Keil, aku ditugaskan membawa putri Andini keistana dirga. Semenjak itulah Andini tidak lagi bertemu dengan ayahnya, ayahnya tau sangat berbahaya bagi Putri Andini jika terus di Istana Kira. Karena diluar sana musuh Raja kira sangatlah banyak, dan raja Kira adalah orang yang sangat kejam jadi tak heran jika beliau memiliki banyak musuh" jawab pengawal itu.
"Hemmm.. Ketika itu berapa kah usia Andini?" Tanya Adipati penasaran.
"putri Andini saat itu baru berusia 10 tahun" jawab Tobi, pengawal pribadi Adipati.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa kau menjadi pengawal pribadiku?" Tanya Adipati lagi.
"Setelah hamba mengantar Putri Andini, hamba dijegat oleh pasukan Keil, dan dipaksa untuk mengatakan dimana putri Andini. Namun Ayah anda Raja Adipura lah yang menyelamatkanku, beliau bersama prajuritnya menyelamatkanku dan beliau juga melatih hamba sampai seperti ini". Jelas Tobi sang pengawal Adipati.
"Emmhh.. pantas saja Andini sangat kecewa dengan ayahnya, ia berfikir kalau seolah-olah ayahnya telah menelantarkan dan membuang dirinya" ucap Adipati dalam hati.
"Lalu kenapa aku bisa menikah dengan Andini?" Ucap Adipati yang semakin ingin tahu.
"Setelah 5 tahun berlalu hamba menemui Raja Kira, dan menceritakan semua yang hamba alami. Kemudian Raja kira memutuskan menikahkan Anda dengan putri Andini, beliau adalah ayah yang baik, beliau yakin di Istana ini lah putri Andini akan aman, maka dari itu untuk menyelamatkan anak nya dari ancaman musuh-musuh nya beliau rela tidak bertemu dengan anak nya selama bertahun-tahun. Semu ini ia lakukan untuk memastikan putri nya aman dan baik-baik saja. Jawab Tobi kepada Adipati.
Selesai melayangkan banyak pertanyaan kepada Tobi sang pengawal pribadi nya, Adipati pun langsung berdiri dengan berkata.
"Dengan ini wilayah Kira telah dikuasai sepenuhnya oleh Adiparna, baiklah kita rebut apa yang menjadi hak Andini!!" Seru Adipati dengan penuh semangat.
"Tapi tuan, kita masih belum cukup pasukan untuk menandingi besarnya pasukan Tuan Adiparna" sela Tobi si Pengawal Adipati.
Tiba-tiba datang seorang prajurit memotong pembicaraan mereka berdua.
"Lapor tuan Adipati, orang yang kemarin mengaku utusan dewa datang dan ingin menemui anda" lapor prajurit.
Adipati segera beranjak dari tempat duduknya dan langsung bergegas pergi dari sana.
"Baiklah aku akan menemuinya" jawab Adipati sembari bergegas ke ruang pertemuan.
Sesampai nya di ruang pertemuan, Adipati segera menyambut Andi, teman Adipati yang satu nasib terjebak di era perang ini.
"Hei Apakabar nya Andi?" Sapa Adipati.
"To the point aja ya Ray, gue mau menawarkan kerja sama, gue dengar kabar kalau istana ini lagi berseteru sama Adiparna. Jadi gue mau ngajakin aliansi untuk melawan Adiparna, gimana?" Ajak Andi.
"Waah.. Pas banget, gue baru mau siapin pasukan buat perang dengan Adiparna". Jawab Adipati dengan senang.
"Oke.. baik lah, mulai sekarang siapkan pasukan di istana ini, satu minggu lagi kita akan menyerang Adiparna." Ucap Andi sembari beranjak pergi.
"Udah mau langsung pamit nih? gak mau makan-makan dulu disini? Udah mau langsung pergi aja?" Teriak Adipati menahan Andi.
"Terimakasih atas tawaran nya Ray, gue buru-buru. Sampai jumpa minggu depan Ray, gak usah banyak basa-basi langsung aja kumpulin dan persiapkan pasukan perang lo!!" pamit Andi.
Dengan begitu Akhir nya Adipati dan Andi pun melakukan aliansi. Dan akan segera melakukan serangan terhadap Adiparna satu minggu kedepan.
...----------------...
__ADS_1