
Setelah Kemenangan atas pasukan Adiparna. Adipati pun melanjutkan tugasnya sebagai raja dari kerajaan fura island. Hari demi hari Adipati pun mulai terbiasa akan suasana di zaman perang ini.
Di suatu ruangan kerja Raja, Adipati duduk dan nampak kebingungan.
"Aku disini ngapain ya? apa cuma sekedar duduk santai begini? seperti nya akan terasa sangat membosankan nih." Gumam Adipati di dalam hati.
Tidak lama berselang datang sang pengawal pribadi Adipati untuk memberikan tugas bagi sang raja.
"Mohon izin yang mulia Adipati, hamba datang membawa catatan berisi daftar nama semua yang ada di dalam istana, disitu sudah terdaftar semua nama dan juga tugas mereka masing-masing" ucap pengawal pribadi Adipati sembari memberikan tumpukan kertas tebal.
"Haaah?! Tebal sekali kertasnya, sebenernya seberapa banyak sih orang yang ada di dalam istana ini?!" Teriak Adipati sambil menyeka kertas tebal tersebut.
"Hmmm, siapa namamu? " Tanya Adipati.
"Hamba Tobi yang Mulia" jawab sang pengawal dengan heran.
"Aneh sekali tuan Adipati sampai lupa dengan nama ku". ucap Tobi sang pengawal Adipati dalam hati.
"Jadi apa yang harus aku lakukan dengan semua nama ini, Tobi?" Tanya Adipati sembari menunjuk kertas tebal tersebut.
Tobi pun menjawab pertanyaan yang di layangkan Adipati.
"Tugas anda adalah memeriksa semua nama dan memberikan tugas bagi masing-masing yang sesuai dengan keahliannya." Jawab Tobi.
"Ooh.. Oke baiklah, akan segera kuperiksa semua nya" ujar Adipati.
Baru beberapa saat memeriksa kertas tebal itu, Adipati pun merasa bosan dengan tugas nya.
"Sebenarnya, berapa orang sih yang ada di dalam istana ini? kok gak habis-habis ini kertas lembaran nya." keluh Adipati dengan nada yang malas.
"Sekarang kan gue seorang Raja sekaligus pemimpin di Istana ini, gue gak boleh ngeluh. Semangat, Ray Semangat !!" Ucap Adipati sembari menyemangati diri nya sendiri.
Setelah lama berselang, Adipati pun akhir nya telah menyelesaikan tugas-tugas nya.
"Fiuuhhh.. Akhir nya selesai juga periksa buku tebal ini". Ucap Adipati sembari menghela nafas nya.
Dan setelah selesai memeriksa catatan tersebut, Adipati segera memanggil semua orang yang ada di istana untuk berkumpul. Adipati menjelaskan kepada semua orang yang berkumpul, bahwa ia telah membagi-bagi tugas semua orang yang ada di Istana Fura Island.
"Baiklah semuanya, ada perubahan untuk tugas-tugas kalian. Aku hanya ingin kalian tidak merasa tertekan dan merasa nyaman didalam istana ini" jelas Adipati.
"Aku telah memberikan tugas kepada kalian dengan se adil-adil nya dan juga yang cocok untuk kalian sesuai kemampuan serta keahlian yang di miliki masing-masing orang di Istana ini". Sambung penjelasan Adipati.
Adipati segera membacakan tugas masing-masing penghuni Istana Fura Island tersebut. Dan setelah Adipati membacakan tugas masing-masing, mereka semua segera meninggalkan ruang pertemuan dan melanjutkan tugas mereka masing-masing.
"Tobi !! , tunggu sebentar!" Tahan Adipati.
"Iya yang mulia, apa ada yang bisa hamba bantu?" Tanya Tobi yang langsung berhenti menghadap Adipati.
"Begini, hmmm.. mau gak ajarin aku berkuda hehe" pinta Adipati kepada Tobi dengan malu.
__ADS_1
"Tentu saja dengan senang hati hamba siap tuan Adipati" jawab Tobi.
"Gak usah terlalu formal begitu juga kali" gurau Adipati sembari menepuk pundak Tobi.
Setelah itu, Mereka berdua pun segera menuju lapangan untuk berlatih berkuda. Adipati dengan semangat nya langsung menaiki kuda mencoba menunggangi nya. Berkali kali Adipati terjatuh dari kuda yang ia tunggangi. Akan tetapi ia tak patah semangat dan terus melanjutkan dengan penuh semangat walapun sesekali memegangi beberapa bagian tubuhnya dan meringis kesakitan.
"Aduuhh.. Sakit, ternyata susah juga menunggangi kuda hehe". Ucap Adipati sembari melanjutkan latihan nya.
Nampak dari kejauhan Andini terlihat memperhatikan Adipati yang sedang berlatih berkuda. Ia pun terheran dengan Adipati yang tidak bisa menunggang kuda.
"Raja macam apa itu, menunggang kuda saja tidak bisa. Raja seperti dia ingin menaklukan negeri ini? Memang orang yang aneh, dia adalah orang yang sangat naif" ucap Andini di dalam hati.
Tidak lama, ada salah seorang pengawal pribadi Adipati menghampiri Andini. Ia menjelaskan bahwa Adipati adalah orang yang pantang menyerah dalam hal apapun.
"Mohon maaf Putri Andini, apa yang anda lakukan di tempat ini?" Tanya pengawal pribadi Adipati tersebut.
Dengan sedikit terkejut Andini menjawab pertanyaan pengawal pribadi Adipati tersebut.
"Hmmm.. Aku sedang memperhatikan Raja mu, bukankah dia orang yang payah?" ujar Andini.
"Apakah Raja seperti itu terlalu naif untuk bisa memerintah Istana ini dan bermimpi menaklukan negeri ini?, Apakah itu mungkin?" Sambung Andini.
"Mohon maaf, sebenarnya Tuan Adipati adalah orang yang sangat berbakat di balik kelakuan konyol nya. Setelah perang melawan Raja Geng-gis, kami semua mulai menaruh keyakinan kalau tuan Adipati sanggup menaklukan negeri ini" Jawab pengawal pribadi Adipati.
"Oohh.. Mungkin kau benar, entah kenapa aku yang tidak pernah perduli kepadanya, sedikit demi sedikit aku pun mulai menaruh keyakinan dan harapan kepada nya. Bukankah itu terdengar aneh ?" ujar Andini.
"Dan kami pun siap bertaruh nyawa demi tuan Adipati, dia lah orang yang bisa memimpin kami semua dengan bijak. Baiklah, mungkin hanya itu saja yang bisa hamba jelaskan, sekarang hamba mohon pamit untuk melanjutkan tugas hamba". sambung pengawal itu sembari beranjak pergi.
Andini pun terus memperhatikan Adipati dan terlihat sesekali tersenyum melihat Adipati terjatuh dari kuda nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan Pada keesokan harinya, Adipati menemui Andini dan berniat mengajak nya jalan-jalan dengan menunggang kuda.
"Hai Andini ikut aku yuk, kita nge-date" ajak Adipati dengan senang.
"Nge-date? Apa itu?" Tanya Andini dengan nada yang bingung.
"Sudah gak usah banyak tanya, ikut saja yuk!" Ucap Adipati sembari menarik tangan Andini.
Mereka berdua pun akhirnya tiba dilapangan dan Adipati langsung menunjukan kuda. Tanpa banyak bicara, Adipati langsung membopong Andini untuk menaiki kuda itu.
"Hei, apa yang mau anda lakukan tuan Adipati?" Tanya Andini.
"Sudah cepat naik saja" balas Adipati sembari membantu Andini menaiki kudanya.
Setelah itu mereka berdua pun menaiki kuda itu bersamaan. Adipati segera memerintahkan kuda nya untuk berjalan.
"Hari ini aku akan mengajakmu keliling desa ini dengan membonceng mu menunggangi kuda hehe" ucap Adipati.
__ADS_1
"Apa ini yang anda sebut dengan nge-Date? Apa asik nya berkeliling desa hanya dengan membonceng ku berkuda? protes Andini dengan dingin nya.
"Sudahlah jangan banyak protes, hari ini aku jamin kamu akan bersenang-senang dengan ini semua" jawab Adipati.
Mereka pun mengelilingi desa dengan menunggangi kuda sambil berbincang-bincang. Sesekali Adipati menjahili Andini dengan membuat kuda berlari cepat. Dan nampak sesekali raut wajah Andini terlihat tersenyum senang. Setelah asik berkuda bersama mereka pun segera pulang ke Istana Fura Island. Dsn sesampainya di Istana terlihat Tobi berjalan menghampiri Adipati dan Andini yang baru saja turun dari kuda nya.
"Lapor yang mulia Adipati, ada seseorang pelayan wanita ingin bertemu dengan Anda" ucap Tobi.
"Wanita? Siapa dia? dan mau apa dia ingin menemui ku?" Ujar Adipati.
"Oke baiklah aku akan segera menemuinya" sambung Adipati.
Di ruang pertemuan terlihat seorang wanita sedang duduk menunggu kedatangan Adipati. Melihat Adipati, wanita itu segera membungkuk dan berkata.
"Mohon ampun yang mulia Adipati, hamba adalah Yuni, tujuan kedatangan hamba datang ke istana ini ialah untuk memohon izin untuk menjadi pelayan putri Andini. Hamba berharap yang mulia mau menerima hamba sebagai pelayan sekaligus pengawal putri Andini". Jelas wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"Hmmm.. pengawal wanita ya? Sebenarnya aku sangat membutuhkannya, karena mulai saat ini mungkin akan semakin banyak pertempuran yang akan terjadi. Jadi apa kemampuanmu Yuni?" Tanya Adipati kepada wanita bernama Yuni tersebut.
"Hamba mampu beladiri yang mulia Adipati." Jawab Yuni kepada Adipati.
Sriiiing...
Tiba-tiba terdengar suara pedang yang dicabut dari sarungnya.
"Buktikanlah kalau kau seorang ahli beladiri." ujar Tobi sambil melayangkan sabetan pedang kearah Yuni.
Namun dengan sigap Yuni menghindari sabetan pedang yang di layangkan Tobi ke arah nya. Adipati pun terkejut bukan main dan berkata "Hei.. apa yang kau lakukan Tobi !!, kau bisa membunuhnya". Teriak Adipati kepada Tobi.
"Gila nih orang !! bisa mati tuh anak orang kalo tadi kena". Ucap Adipati dalam hati.
Tobi pun segera memasukan kembali pedangnya dan berkata
"maaf yang mulia hamba hanya ingin berniat menguji wanita ini apakah ia layak untuk menjadi pengawal pribadi putri Andini". Jelas tobi kepada Adipati.
"Hamba tidak keberatan yang mulia, asalkan hamba bisa di terima di istana ini sebagai pelayan serta pengawal Putri Andini." Ucap Yuni kepada Adipati.
"Baiklah, Sudah cukup jelas yang mulia Adipati. Hamba sudah bisa melihat kemampuan wanita ini, refleks nya sangat cepat dan pergerakan nya juga terampil yang mulia Adiapati". Ujar Tobi kepada Adipati.
Dengan melihat kemampuan dan penjelasan Tobi tentang Wanita tersebut, Akhirnya Adipati pun menerima Yuni sebagai pelayan sekaligus pengawal pribadi Andini.
"Sebelumnya aku sangat mengkhawatirkan keselamatanmu Andini, tapi saat ini aku merasa sedikit lebih lega dengan adanya Yuni sebagai pengawalmu" ujar Adipati sembari memandang wajah Andini.
"Baiklah mulai sekarang Yuni adalah bagian dari Istana ini" ucap Adipati kepada seluruh orang yang ada di dalam ruang pertemuan tersebut.
"Sekarang kau resmi menjadi pelayan serta pengawal pribadi Putri Andini." ujar Adipati kepada Yuni.
"Aku harap kau bisa melindungi putri Andini dari segala yang membahayakan diri nya, tolong jaga putri Andini dengan baik ya Yuni" Sambung Adipati kepada Yuni.
Setelah selesai dengan pertemuan Adipati dan Yuni, mereka semua bergegas pergi meninggalkan ruang pertemuan dan melanjutkan tugas mereka masing-masing.
__ADS_1