PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 6 Pengkhianatan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Ankira yaitu Kakak Andini dari istana Kira datang berkunjung ke istana Fura Island. Andini pun berbicara secara empat mata dengan kakaknya.


"Andini kamu harus segera ikut kakak dan pergi dari istana ini! Ini adalah perintah ayah". Ucap kakak Andini.


"Mengapa aku harus meninggalkan istana ini kak?" tanya Andini dengan keheranan.


"Akan aku jelaskan diperjalanan cepatlah ikut aku" jawab kakak Andini.


Andini pun menolak ajakan kakaknya "Beri aku penjelasan yang masuk akal mengapa aku harus meninggalkan istana ini".


"Baiklah.. Aku akan jelaskan, ini semua demi keselamatan mu. Akan ada perang sangat besar disini dan istana ini akan diserang habis-habisan" terang kakak Andini.


"Aku tidak akan meninggalkan istana ini, bukankah aku sudah terbiasa dengan perang dan penyerangan? Tidak hanya diistana ini, diistana kita pun kau dan ayah sering diserang. Ini sudah menjadi hal yang biasa buatku, kalau alasannya seperti itu aku tidak bisa mematuhinya kak" jawab Andini dengan tegas.


"Perang ini berbeda Andini! Ini adalah perang pengkhianatan" ucap kakak Andini.


"Pe..perang pengkhianatan? Maksud kaka apa? Aku tidak mengerti" tanya Andini.


Dan akhirnya kakak Andini pun menceritakan tentang perang pengkhianatan itu. Perang pengkhianatan adalah dengan bersatunya pasukan keluarga Andini dengan adik Adipati yaitu Adiparna.


"Tidak bisa dipercaya, adik yang sangat baik ternyata adalah musuh didalam selimut" ujar Andini dengan nada sangat kesal.


"Mau bagaimana lagi Andini, aku tidak bisa menentang keputusan ayah untuk bersatu dengan Adiparna dan melakukan kudeta" ucap kakak Andini.


"Aku datang kesini untuk menyelamatkanmu, aku mohon kali ini saja kau turuti aku" sambung kakak Andini.


"Mau bagaimanapun aku ini istri Adipati, sudah menjadi tanggung jawabku untuk bersama dengannya apapun yang terjadi, aku tidak akan ikut denganmu kak!" tegas Andini.


Andini pun segera pergi meninggalkan kakaknya, namun diam-diam Tama menguping pembicaraan mereka berdua.


Ankura pun berpamitan kepada Adipati dan segera meninggalkan istana Fura Island.


"Ah.. Sudah mau pulang kakak ipar? Cepat sekali, tidak bermalam disini saja?" ucap Adipati.


"Tidak, terimakasih atas tawarannya, aku harus segera kembali ke istana, masih ada urusan yang harus diselesaikan" tolak kakak Andini.


Dan rombongan kakak Andini pun segera pergi meninggalkan istana Fura Island.


Sementara itu didalan kamar, Andini hendak menemui Adipati dan memberi tahu tentang apa yang akan dilakukan Adiparna.


Sreekk... terdengar suara ranting pohon yang terinjak.


"Siapa itu?!" teriak Andini.


Penasaran dengan suara itu, Andini segera menghampiri asal suara tersebut. Sesaat keluar dari kamar, Tama yang ternyata mengintip dan mengintai Andini dengan cepat menyergap dan membawa pergi Andini.


Andini pun dikurung didalam gubuk jauh ditengah hutan.


"Dimana aku !? Tempat apa ini?". Tanya Andini dengan kebingungan.


Adiparna pun langsung menemui Tama yang telah berhasil menculik Andini.


"Putri Andini sudah saya bereskan tuan Adiparna, sekarang hamba tinggal menunggu perintah yang mulia" ucap Tama.


"Aku tahu ini pasti akan terjadi, Andini adalah orang yang sangat polos, tidak mungkin ia akan ikut dengan kakaknya ke istananya. Maka dari itu kutugaskan kau sebagai mata-mata di istana kakak ku" ucap Adiparna.


"Kau bertindak sangat cepat dan pintar, untuk mencegah Andini membocorkan kudeta kita, kau segera menculiknya, kerja bagus Tama". Sambung Adiparna memuji Tama.


"Baiklah kau kembali ke istana fura dan lanjutkan tugasmu. Andini biar menjadi urusanku". Sambung Adiparna.


"Baik yang mulia" ucap Tama.


Sementara itu di Istana Kira, tempat ayah Andini tinggal, sesampainya di Istana Kira kakak Andini segera menjelaskan kepada Raja Kira tentang penolakan Andini untuk ikut bersamanya.


Tep..tep..tep.. Terdengar suara lagkah kaki yang tergesa-gesa.


"Lapor yang mulia, hamba mendapat kabar bahwa Putri Andini menghilang" lapor prajurit Kira.


"Ini pasti ulah Adiparna! Kurang ajar sekali dia, sampai terjadi sesuatu dengan putri kesayanganku, akan kuhabisi dia!" Ucap ayah Andini dengan sangat marah.


"Aku akan segera menemui Adiparna ayah, untuk menanyakan hal ini." ucap Kakak Andini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di istana Fura island.


"Wuaah... Andini kemana sih, bikin khawatir aja, pergi gak bilang-bilang" ujar Adipati dalam hati.


"Tuan! Putri Andini tidak dapat ditemukan, kami sudah mencari diseluruh Istana" lapor salah satu prajurit Adipati.


Tanpa berfikir panjang Adipati segera mencari Andini.


"Baiklah aku akan pergi keluar dan mencarinya" ucap Adipati.

__ADS_1


"Baiklah, hamba akan ikut bersama anda, dan menyiapkan pasukan untuk membantu mencari" ujar pengawal pribadi Adipati.


Sementara itu, Ankira kakak Andini bersama pasukannya yang tengah dalam perjalanan menuju Istana Adiparna, tiba-tiba di hadang dan diserang oleh pasukan Adiparna.


"Heii... apa-apaan ini! Kurang ajar Adiparna menyerang kita, dia mengkhianati kita! Ayo mundur semuanya" perintah kakak Andini.


Namun pasukan Adiparna telah mengepung pasukan kakak Andini, merekapun tidak bisa kemana-mana dan akhirnya dengan pasukan seadanya kakak Andini kalah dalam penyerangan tersebut.


Salah satu prajurit berhasil selamat dalam insiden tersebut segera kembali ke istana Kira. Dengan tubuh penuh luka dan tergesa-gesa ia melaporkan kejadian yang mereka alami.


Dengan emosi yang meledak-ledak. "Sial.. Aku benar-benar ditipu oleh bocah ingusan seperti Adiparna!". Teriak Raja Kira.


Sehabis menyerang pasukan Ankura, pasukan Adiparna langsung bergerak menuju Istana Kira untuk melakukan serangan.


"Lapor yang mulia, Pasukan Adiparna sudah berada didepan benteng pertahanan kita" lapor salah satu prajurit Kira.


"Kurang ajar, aku benar-benar dijebak oleh bocah itu. Ujar raja kira dengan sangat emosi.


"Baiklah, kita hadapi mereka, semua pasukan segera bersiap!!" perintah raja Kira.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Adipati terus mencari Andini yang menghilang secara tiba-tiba. Dan tak sadar mereka sudah berada didalam hutan belantara.


"Eeehh.. Kok ditengah hutan gini ada gubuk ya?" tanya Adipati dengan nada bingung.


"Ayo kita kesana untuk mencari tahu" sambung Adipati.


Sementara itu di gubuk tempat Andini disekap, anak buah Adiparna sudah  bersiap untuk segera mengeksekusi Andini.


"Ternyata ini putri Andini? Cantik juga ya! Hehe.. Sayang sekali kalau wanita secantik ini harus dihabisi" ujar anak buah Adiparna.


"Siapa kamu?!! Jangan mendekat.. Pergi!!" teriak Andini dengan ketakutan.


"Tenang saja Cantik, aku tidak akan menyakitimu! Aku hanya ingin bersenang-senang denganmu.. Ayo kemarilah mendekat padaku, Haha." ucap anak buah Adiparna


Namun Andini dengan sigap mengambil segenggam tanah dan melemparkan nya ke arah wajah pria itu, dengan begitu Andini berhasil keluar dan melarikan diri dari gubuk tersebut.


Dan sampai lah Adipati didepan gubuk tersebut. Adipati lantas membuka pintu gubuk tersebut dan menemukan seorang pria sedang kesakitan sambil mengusap-usap mata nya.


"Maaf pak, anda baik-baik saja?" tanya Adipati. 


"Kau!! aku pernah melihatmu, kau salah satu prajurit Tuan Adiparna kan? Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya pengawal Adiparna.


"Kau menculik Andini ya?!! Dimana dia? cepat Jawab" tanya Adipati.


Tiba-tiba ada salah seorang prajurit Adipati menghadap Adipati dan melaporkan kejadian yang di lihat nya.


"Lapor tuan Adipati, Hamba menemukan Tuan Ankira sudah tidak bernyawa bersama prajurit-prajurit nya, seperti nya mereka habis berperang dan kalah" lapor seorang prajurit tersebut.


"Apaa?!!, baiklah ayo kita menuju tempat itu" Ujar Adipati.


Kemudian Adipati beserta yang lainnya, segera bergerak menuju tempat kejadian tersebut.


Ditempat lain, Andini terus berlari menjauh dari gubuk tersebut. Setelah lama berlari Andini pun duduk di balik batu besar dan bersembunyi dari kejaran anak buah Adiparna.


Tak lama kemudian, terdengar gemuruh langkah tapak kuda dari kejauhan. Ternyata suara tapak kuda itu ialah Adiparna beserta pasukan nya yang tengah menuju Istana Kira.


"Heii.. Apa yang kau lakukan di sini?! Sudah kau selesaikan perintah dari ku?!" tanya Adiparna.


"Mohon maaf yang mulia, Putri Andini melarikan diri dan kami sedang mencarinya" jawab prajurit tersebut.


"Dasar Bodoh, kenapa bisa sampai ia kabur? cepat cari sampai ketemu dan segera habisi dia!" perintah Adiparna.


Dan Adiparna pun segera melanjutkan perjalan untuk berperang dan bergabung bersama pasukannya melawan raja Kira.


Craackk....


Terdengar suara ranting kayu terinjak oleh Andini. Ia yang bermaksud lari pun ketahuan dan di kejar oleh prajurit tadi.


Bruaakk....


Andini tergelincir dan terjatuh kejurang. Pria yang mengejar Andini pun bergegas menghampiri Andini yang sudah tidak berdaya di bawah jurang.


"Akhirnya ku dapatkan juga, akan ku habisi kau sekarang juga!!" ujar pria itu.


Namun sebelum pria tersebut sempat menghabisi Andini pengawal Adipati dengan cepat menebas prajurit itu dari belakang. Andini pun selamat dan akhirnya ia bertemu dengan Adipati.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Adipati sembari membantu Andini berdiri.


"Aduuhh.. Kaki ku sakit sekali dan tidak bisa di gerakkan" ucap Andini dengan nada kesakitan.


"Seperti nya kaki mu terkilir, ayo sini aku gendong sampai ke Istana" ujar Adipati.

__ADS_1


"Aku ingin memberi tahu sesuatu hal yang sangat gawat kepadamu" ucap Andini.


"Sudah bicara nya nanti saja ayo kita kembali ke Istana dulu" sela Adipati.


tiba-tiba ada seorang prajurit menyela perbincangan Adipati dan Andini.


"Lapor tuan Adipati! Tuan Adiparna sedang berada di istana Kira, mereka sedang berperang!!" Lapor salah satu prajurit Adipati.


"Apa! Yang benar saja, apa maksudnya ini?!" Tanya Adipati dengan terkejut.


Andini pun menyela pembicaraan Adipati dan memberitahukan pengkhianatan yang dilakukan oleh Adiparna dan pasukan nya terhadap Adipati.


"Tidak! Tidak mungkin adikku melakukan hal itu!!" Ucap Adipati dengan tidak percaya.


"Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin, saudara, keluarga, ayah semuanya bisa saja jadi pengkhianat untuk sebuah kekuasaan, di era ini kekuasaan lah yang paling utama" jelas Andini.


"Ini adalah rencana Adiparna untuk menguasai negeri ini, dia Akhirnya mengkhianatimu dan juga mengkhianati Raja Kira". Sambung Andini.


"Berarti, Ankira dibunuh oleh Adiparna" gumam Adipati dalam hati.


"Andini kamu cepat kembali ke istana, aku akan kesana dan membantu Ayahmu" perintah Adipati.


"Pasukan tuan Adiparna sangatlah banyak tuan, bahkan kalau kita mengumpulkan semua pasukan kita tidak akan seimbang dengan pasukannya" ucap pengawal Adipati.


"Aku tidak peduli, ayah Andini adalah ayahku juga, dan sampai kapanpun aku tidak akan memaafkan seorang pengkhianat!" Tegas Adipati.


"Memangnya kau bisa apa? Dengan pasukan seadanya dan nekat kesana untuk melawannya, kau hanya akan mengantarkan nyawamu saja" ucap Andini sembari meneteskan air mata.


"Kau jangan bersedih Andini, aku berjanji akan menyelamatkan ayahmu!" Ujar Adipati, sembari memegang pundak Andini dan mengusap air matanya.


"Ayo semua kita siapkan pasukan dan segera menuju ke Istana Kira" lanjut Adipati.


"Siap tuaan!!" Ucap seluruh prajurit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, perang yang sangat sengit tengah terjadi di wilayah Kira. Pasukan Adiparna terus menggempur benteng pertahanan raja Kira. dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang, raja Kira pun dengan cepat mulai terdesak.


"Kurang ajar! Bocah ingusan itu!! dari mana dia memiliki pasukan tempur sebanyak itu?!!" gumam raja Kira dengan sedikit tidak percaya.


Pasukan Adiparna terus menggempur lawan-lawannya dan hampir memasuki markas Raja Kira.


"Berkat bantuan dari pasukan Geng-gis, yang tidak terima dikalahkan oleh Kakak, akhirnya mereka memberontak dan bebondong-bondong bersatu denganku, Hahaha" jelas Adiparna.


"Sedikit lagi kita bisa menaklukan wilayah Kira" sambung Adiparna dengan senangnya.


"Grrrrr... baiklah mungkin inilah akhir dari Raja Kira". Ucap raja dengan pasrah.


Seorang prajurit melapor kepada Raja Kira dengan tergesa-gesa ia berkata."Lapor yang mulia, pasukan musuh sudah mencapai lapisan pertahanan terakhir kita, sedikit lagi mereka akan menembusnya yang mulia".


"Dan hamba juga mendapat informasi bahwa pasukan bala bantuan Adipati tengah menuju kesini yang mulia" sambung prajurit tadi.


"Apakah sempat mereka membantu?! Sedikit lagi Adiparna akan mengalahkanku disini" Ucap Raja Kira.


"Aku pun tahu kalau pasukan Adipati tidak seimbang dalam soal jumlah, Anak itu!! bener-benar nekat sekali !!" Sambung Raja Kira.


Sementara itu Adiparna yang mengetahui kalau Adipati datang untuk membantu Raja Kira, ia tertawa sambil berkata.


"Apakah ini lelucon? Ayah dan menantu saling membantu, hahaha... Tapi apa yang mereka lakukan akan sia-sia akan kuhabisi sekaligus Kakakku!!".


Semuanya !!! cepat cari Adipati dan bawakan kepalanya untukku!!" Perintah Adiparna kepada seluruh prajurit disana.


"Siap, laksanakan yang mulia Adiparna" serentak para prajurit bergegas pergi mencari Adipati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dan ditengah perjalanan Adipati menuju istana Kira, seorang prajurit Kira menghadang dengan tubuh penuh luka, dan memberikan dua buah surat kepada Adipati. "Apakah anda tuan Adipati? Hamba membawa titipan  surat dari yang mulia Raja Kira".


"Yaa.. Aku Adipati, ada apa dengan Raja Kira? dan dimana dia??" Tanya Adipati.


"Yang mulia Raja sudah tewas tuan, dan kami semua mengalami kekalahan" jawab prajurit itu.


"Berhubung Raja Kira sudah dikalahkan, otomatis wilayah ini sudah dikuasai tuan Adiparna, sebaiknya kita mundur tuan Adipati" Ajak pengawal Adipati.


Nampak dari kejauhan, terlihat kerumunan kuda perang menuju arah Adipati.


"Itu dia pasukan Adipati, ayo kita serang dan dapatkan kepalanya!!!" Teriak pasukan Adiparna menuju pasukan Adipati.


"Tuan Adipati, disini sangat berbahaya ayo kita mundur sekarang juga" ajak pengawal Adipati.


Dan Adipati beserta pasukannya mundur dari medan perang dan kembali ke Istana.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2