PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 4 Rencana Besar


__ADS_3

Keesokan paginya para pengawal beserta dewan perang berkumpul untuk berdiskusi dan merencanakan strategi untuk melawan Geng-gis. Akan tetapi Adipati tidak tampak sedari tadi.


"dimana tuan Adipati belum datang kesini juga!?" ujar salah satu pengawal.


"Padahal diskusi perang sudah hampir di mulai" sambung dewan perang.


"Cepat kekamar tuan Adipati dan minta untuk segera datang kesini". Perintah sang pengawal pribadi Adipati.


Salah satu prajurit segera menuju kamar Adipati untuk memanggil Adipati mengikuti diskusi perang. Sesampainya dikamar Adipati, alangkah terkejutnya prajurit itu, ia menemukan Adipati sudah tidak ada dikamarnya. Mendapati Adipati tidak berada di kamar nya, sang prajurit tersebut segera melaporkannya kepada para dewan perang.


"Lapor, tuan Adipati tidak ada dikamarnya ia sepertinya kabur lagi". Ujar sang prajurit.


"Ggrrrr ada apa dengan dia, selalu saja lari saat ada musuh yang menyerang" ujar salah satu pengawal.


"Baiklah cari sampai ketemu tuan Adipati, dan pastikan jangan ada yang mengetahui tentang ini selain kita, ini akan membuat wilayah kita malu kalau sampai berita ini tersebar" . Sambung sang pengawal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain Adipati yang kabur dari istana terus berlari tanpa tujuan. Tanpa terasa ia telah memasuki hutan belantara. Tepat di tengah hutan tersebut, ia terpeleset dan kemudian pingsan.


Setelah beberapa saat ia pingsan, kemudian dirinya siuman dan membuka mata nya, dengan keadaan setengah sadar ia berucap dalam hati. "akhh.. Dimana aku? Sial, ternyata masih di masa menyebalkan ini, aku kira aku sudah kembali".


Melihat Adipati yang seolah kebingungan, Seorang bocah laki-laki menghampiri dan bertanya kepadanya "anda sedang mencari apa? Apakah anda tersesat tuan?".


Adipati menjawab "ahh.. Iya aku tersesat sepertinya, kamu lagi apa dek ditengah hutan seperti ini?" Tanya Adipati.


"Saya sedang mencari kayu bakar untuk memasak, sepertinya hari mulai gelap, bagaimana kalau anda menginap dirumah saya, setelah itu tuan bisa melanjutkan perjalanan tuan esok harinya." Tanpa basa basi Adipati meng-iyakan tawaran itu dan segera menuju rumah bocah laki-laki tersebut.


***


Sesampainya dirumah, Adipati bertanya kepada bocah itu. "Hmmm terimakasih ya sudah menolongku, oh iya, ngomong-ngomong aku berada dimana?" tanya Adipati.


"Ini adalah rumahku yang terletak diwilayah Geng-gis earth" jawab bocah itu


"Apa ini wilayah Geng-gis? Adipati terkejut bukan main.


"Aku seharusnya menghindari wilayah Geng-gis malah tersesat di wilayah ini, sial!". Gumamnya dalam hati.


Daaagg... Dagg....Daggg.. Terdengar suara hantaman pintu diketok dengan sangat keras. "Hooii apakah disini ada makanan? Cepat bawa semua pada kami" teriak seseorang dari luar rumah.


Adipati terkejut dan bertanya "siapa mereka, sangat tidak sopan mengetuk pintu dengan keras dan meminta makanan seenaknya."


Bocah itu tersenyum kepada Adipati dan bergegas menghampiri prajurit tersebut sambil berkata "Nanti akan aku jelaskan, anda tunggu disini sebentar." 


Setelah memberikan makanan kepada prajurit bocah itu lalu menjelaskan pada Adipati.


"Mereka adalah prajuritnya Geng-gis, tuan Geng-gis adalah raja diwilayah ini, kabarnya mereka akan melakukan penyerangan terhadap wilayah fura Island. Merupakan hal yang wajar apabila mereka mengambil dan merampas makanan kami, mereka mengambil itu semua untuk persediaan selama menempuh perjalanan, Sebagian dari kami pun akan menjadi prajurit bila waktunya tiba".


Adipati pun bertanya lebih dalam lagi "kapan waktu itu tiba?".


"Saat seorang anak laki-laki menginjak usia 15 tahun, kami akan diangkat menjadi prajurit dan siap bertempur" jawab anak itu.

__ADS_1


"Yang benar saja? Apakah kalian tidak pergi sekolah? Usia sepertimu seharusnya pergi kesekolah dan menuntut ilmu". Ucap Adipati.


Anak itu pun kebingungan dan bertanya "apa itu sekolah? Saya baru dengar hal itu".


Adipati bergumam dalam hati "huh, aku lupa dijaman seperti ini yang ada hanyalah perang, mana ada sekolah".


"Aaaah.. Tidak lupakan saja perkataanku yang tadi hehe". Ucap Adipati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di dalam istana fura Island terjadi kegaduhan akibat menghilangnya Adipati.


"*S**ial kemana perginya tuan Adipati, kalau begini kita akan kalah tanpa perlawanan kalau tuan Adipati belum kembali saat pertempuran dimulai*." Ucap salah satu pengawal istana.


"Baiklah malam ini kita akan membagi tugas mencari tuan Adipati, bagaimanapun caranya tuan kita harus ditemukan sebelum musuh sampai kesini. Bagi yang menemukan tuan, jangan bertindak sendiri dan segera kembali untuk melapor, Mengerti!". Ujar pengawal pribadi Adipati.


"Dimengerti" serentak prajurit menyebar untuk mencari Adipati.


Setelah lama mencari ke berbagai pelosok, akhirnya salah satu prajurit menemukan keberadaan Adipati. Prajurit tersebut langsung bergegas kembali dan melaporkan semuanya ke istana.


"Ayo kita menuju ketempat tuan berada, hal ini jangan sampai bocor kepada seluruh warga dan juga prajurit lainnya". Dengan prajurit seadanya, pengawal pribadi Adipati pun bergegas menuju tempat tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu dirumah anak laki-laki tersebut Adipati sedang berbincang-bincang dengan anak itu. Anak itu lantas menceritakan semua yang warga desa alami kepada Adipati. Mendengar cerita miris yang dialami anak itu dan warga desa, Adipati pun bertekad membuat dunia tanpa perang.


"Kalau begini aku harus menguasai semua wilayah dan menjadi pemimpin akan kuciptakan dunia yang damai dan tanpa perang". Ucap Adipati dalam hati.


Beberapa saat Adipati merogoh tasnya dan berniat mencari sesuatu barang yang ia bawa di dalam tasnya untuk diberikan kepada anak laki-laki itu.


"Apa itu?" tanya anak laki-laki dengan keheranan.


"Ini adalah sebuah lampu tembak, siapa tau bermanfaat untukmu, nih kau tekan tombol ini dan akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang" jelas Adipati.


"Waah.. Indah sekali terimakasih banyak" ucap anak itu dengan nada gembira.


Tak lama datanglah para prajurit Adipati dan mendobrak pintu salah satu warga. "Dimana tuan Adipati, serahkan pada kami". 


Warga pun segera berkumpul untuk melakukan perlawanan semampunya. Mendengar kegaduhan dari luar, Adipati segera keluar.


"Hooii kalian! Apa yang kalian lakukan, hentikan semua ini!" perintah Adipati.


Seketika kegaduhan berhenti, dan pada akhirnya warga pun tahu bahwa sebenarnya Adipati adalah raja dari fura Island. Mereka semua duduk bersama kemudian menceritakan semua keluh kesah dan penderitaan yang mereka alami selama kepemimpinan Geng-gis. Mendengar hal itu, Adipati semakin merasa iba dan tekadnya untuk menciptakan dunia tanpa perang semakin besar. Dengan keyakinannya Adipati pun mencoba meyakinkan bahwa ia akan melakukan hal yang baik, ia akan mencoba menciptakan dunia tanpa perang sehingga dunia akan menjadi damai. Mendengar hal itu, para warga mulai yakin dan percaya kalau Adipati akan mewujudkan itu semua.


Setelah selesai dengan perbincangan antara mereka, Adipati dan para pasukan nya mulai menyusun rencana untuk melawan pasukan Geng-gis.


"Akan tetapi yang jadi masalahnya adalah jumlah pasukan Geng-gis yang banyaknya bahkan 10x lipat bila dibandingkan seluruh pasukan Adipati yang ada di istana. Apakah ada cara lain kita menang melawan musuh sebanyak itu?". Tanya Adipati kepada pengawal pribadinya.


"Dalam situasi ini kita tidak akan menang jika menghadapi pasukan merka secara langsung". Jawab sang pengawal.


"Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya cara untuk menang, cukup hanya dengan membunuh raja Geng-gis" sambung Adipati.

__ADS_1


"Akan tetapi membunuh raja Geng-gis saat ini adalah hal yang mustahil tuan" jelas salah seorang pasukan tempur fura Island.


"Benarkah itu ?! berarti tidak ada cara lain untuk menang?" Ucap Adipati dengan nada pasrah.


"Membunuh Raja tidak akan semudah itu tuan, raja mereka pasti dilindungi dengan sangat ketat, bahkan kita tidak tahu letak pasti dimana raja itu berada". Sang pengawal menjelaskan.


"Sial, kalau seperti ini kita pasti tidak akan bisa menang menghadapi pasukan Geng-gis". Keluh Adipati.


Sementara, Adipati dan para pasukannya berdiskusi, di sisi lain para warga pun juga melakukan diskusi memikirkan strategi untuk bisa mengalahkan pasukan Geng-gis. Dan pada akhirnya mereka memiliki ide yang sangat brilian.


"Masih ada kami tuan" ucap salah satu warga desa.


"Kami punya rencana yang mungkin bisa membantu" sambungnya.


Setelah warga menjelaskan rencana mereka kepada Adipati dan para pasukannya. Adipati beserta pasukannya pun segera menyusun dan langsung menjalankan rencana yang telah mereka buat. Seluruh pasukan Adipati segera bergerak mendaki pegunungan. Dari atas pegunungan, terlihat jelas pasukan Geng-gis dengan jumlah yang sangat banyak.


"Gilaa ini pasukan banyak banget, gak akan menang kalo kita berhadapan langsung dengan pasukan itu". Ucap Adipati.


Akhirnya rencana besar dimulai...


"Ingat baik-baik rencananya ya semuanya, saat warga desa memberi kode, disitulah letak raja berada lalu kita akan segera menuju kesana dan menghabisi raja" Ucap Adipati.


"Mengerti tuan!!" jawab seluruh pasukan Adipati.


Sementara itu warga desa mulai melancarkan rencananya, mereka menuju tempat pasukan Geng-gis berada. Sesampainya di depan markas pasukan Geng-gis, mereka dihadang dan di interogasi oleh penjaga markas tersebut.


"Mau kemana kalian?" Ucap penjaga.


"Mohon ijin tuan, kami datang membawa makanan dan hasil ladang kami untuk diberikan kepada yang mulia tuan Geng-gis, dan kami akan memberikan sedikit hiburan kepada yang mulia". Ucap salah satu warga.


"Baiklah ayo ikut aku". Ajak sang penjaga.


Setelah sampai ditempat raja berada, mereka pun memberikan seluruh makanan dan melakukan suatu pertunjukan untuk menghibur sang raja.


"Waahh!! hebat, ayo lakukan lagi, sangat menghibur akrobat kalian" Ucap raja Geng-gis dengan gembira.


Ditengah pertunjukan yang dilakukan warga, dimulai lah rencana mereka. Salah seorang warga yang melakukan pertunjukan, mengeluarkan lampu tembak yang sebelumnya diberikan Adipati kepada bocah laki-laki desa tersebut. Lalu ia pun mengarahkan lampu tembak pemberian Adipati kearah langit dan akhirnya rencana pun berjalan.


Dari atas pegunungan pasukan Adipati sudah bersiaga menunggu terlihatnya pancaran cahaya lampu tembak dari warga. Dan terlihat lampu sudah dinyalakan, pasukan Adipati pun langsung bergerak menuju sumber cahaya tersebut.


Pasukan Adipati pun bergerak kesana untuk melakukan serangan mendadak terhadap Raja Geng-gis. Disana terlihat hanya ada beberapa penjaga dan pengawal yang berada di tempat raja Geng-gis. Dengan sedikitnya pengawalan dan penjagaan terhadap raja Geng-gis, pada akhirnya sang raja Geng-gis berhasil dikalahkan dengan mudah oleh pasukan Adipati.


Dengan berhasilnya pasukan Adipati membunuh raja Geng-gis, wilayah Geng-gis earth pun telah dikuasai oleh Fura Island.


Keesokan harinya, Adipati berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada warga desa. Dengan ini seluruh warga terbebas dari rampasan paksa oleh pihak Geng-gis, seluruh hasil ladang dan yang lainnya menjadi hak penuh mereka.


"Terimakasih atas semuanya tuan Adipati, terimakasih banyak" ucap anak laki-laki tersebut.


"Melihat senyummu dan senyum seluruh warga desa, rasanya aku akan terus melanjutkan petualanganku di zaman ini. Aku berjanji tidak akan kabur lagi, akan kuhadapi semua musuh dan mengalahkannya" ucap Adipati.


"Aku harus terus melangkah walaupun sedikit, perwujudan dunia yang damai dan tanpa perang akan kumulai dari sini" sambung Adipati.

__ADS_1


Akhirnya Adipati dan para pasukan perang pun pulang dengan kemenangan besar.


...----------------...


__ADS_2