PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 5 Pesta Kemenangan Adipati


__ADS_3

"Tuaan Adipati sudah datang...." Teriak penjaga gerbang Istana Fura Island.


"Hormat kami tuan Adipati, selamat datang dan selamat atas kehebatan tuan mengalahkan ratusan ribu pasukan Geng-gis dengan hanya membawa sedikit pasukan" sambut para prajurit dengan gembira.


"Baiklah saatnya kita berpesta untuk merayakan kemenangan besar ini" ucap salah satu pengawal pribadi Adipati.


Akhirnya semua yang ada di istana melakukan perayaan besar-besaran untuk merayakan kemenangan mereka. Namun dalam suasana pesta yang sangat meriah ini, Adipati Tampak hanya diam dan termenung.


"Anda kenapa tuan? Tampaknya anda gelisah sekali?" tanya pengawal kepada Adipati.


"Aaah.. Tidak kok aku sangat menikmati pesta ini, kalian lanjutkan saja, aku mau pergi mencari udara segar dulu" pamit Adipati.


Adipati beranjak dari tempat ia duduk dan segera pergi meninggalkan ruangan pesta tersebut. Adipati pun duduk-duduk merenung dibelakang istana sambil melihat bintang-bintang.


Tak lama kemudian datanglah Andini dan segera duduk disebelah Adipati.


"Kenapa tidak ikut berpesta bersama yang lainnya? Apa ada masalah sampai anda termenung dan menyendiri seperti ini disini?" tanya Andini.


"Anu.. Gak kok, aku sangat menikmati pestanya, aku sangat senang kita bisa meraih kemenangan besar seperti ini" elak Adipati.


"Oohh.. Baiklah kalau begitu...


Aku sudah mengetahui kalau kamu sebenarnya lari dari istana, dasar pengecut, kau ini laki-laki hadapi masalahmu bukan menghindarinya" ucap Andini.


"Emm.. Aku tau kok, aku memang pengecut dan aku tidak sehebat para prajurit dan ksatria di istana ini, tapi berkat semua kejadian kemarin aku jadi memahami kalau hidup itu sangatlah berarti. Kita harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup" jawab Adipati.


"Mungkin aku hanyalah orang yang naif untuk mengatakan bahwa aku akan memenangkan semua perang ini, mengalahkan semua musuh-musuh dan menciptakan dunia tanpa perang di zaman ini. Aku ingin sekali melihat rakyat hidup bahagia dan bisa tersenyum bahagia, seperti apa yang aku rasakan sejak aku kecil". Lanjut Adipati.

__ADS_1


Andini sependapat dengan Adipati bahwa peperangan harus di hentikan dan semua rakyat bisa hidup dengan damai tanpa adanya perang lagi. Andini pun merasa senang mendengar apa yang di ucapkan Adipati barusan.


Andini berkata sambil tersenyum "Apa kamu bergurau? Baru menghadapi Geng-gis saja kamu sudah lari, akan ada banyak musuh kuat dan hebat setelah ini, apa kamu yakin akan bisa menghadapi mereka semua?"


"Eehhh... Kamu tadi tersenyum hehe" Canda Adipati.


"Aku tidak tersenyum kok" ucap Andini sambil memalingkan wajahnya.


"Eemm.. Setelah melihat senyum mu itu aku semakin bertekad untuk menaklukan semua musuh, dan memulai kehidupan tanpa perang di era ini, aku hanya ingin melihat kedamaian di dunia ini, aku berjanji padamu, aku tidak akan kabur atau melarikan diri lagi" ucap Adipati.


"Oohh... Aku sangat menantikan saat itu loh" ujar Andini.


"Laki-laki harus bisa menepati janjinya dan memegang ucapannya, kalau sampai kamu melarikan diri lagi, aku tidak akan memaafkanmu sampai kapanpun" sambung Andini.


Adipati pun membalas perkataan Andini dengan tersenyum "aku janji.."


Tak lama kemudian datanglah prajurit melapor pada Adipati."Lapor yang mulia, Tuan Adiparna datang berkunjung". 


Lalu Adipati pun bergegas untuk menyambut Adiparna.


"Selamat datang adik ku, apa kabar?"


"Kabar baik kakak, aku datang untuk mengucapkan selamat atas kemenangan yang sangat luar biasa ini" jawab Adiparna.


Akhir nya mereka pun larut dalam pesta perayaan istana itu. Mereka duduk bersebelahan dan berbincang-bincang, sampai akhirnya Adiparna memberitahu apa maksud kedatangannya ke Istana.


"Begini kak, maksud kedatangan aku kesini ingin memperkenalkan seorang prajurit, ia ingin sekali mengabdi kepada kakak, karena kehebatan kakak, ia sangat kagum padamu".

__ADS_1


"Oh ya? Hehe kamu buat aku malu saja, oh iya dimana orangnya? Apa dia ikut bersamamu?" tanya Adipati.


"Oh iya itu dia orangnya, perkenalkan dia adalah Tama, ia adalah ksatria pedang paling berbakat diistana ku." ucap Adiparna.


Andini yang duduk bersebelahan dengan Adipati pun terheran dan kaget, bagaimana bisa Tama yang merupakan ksatria dan bawahan paling setia Adiparna bisa dengan mudah ingin mengabdi pada Adipati.


Lalu Andini bertanya pada Adiparna,


"Maaf sebelumnya sudah lancang pada anda tuan Adiparna, bukankah ia adalah bawahan paling setia di istana anda dan dia merupakan ahli pedang yang paling anda andalkan dalam perang?".


"Itu benar sekali putri Andini, ia adalah bawahan paling setia dan saya sangat andalkan dalam setiap peperangan kami. Namun aku juga tidak bisa memaksa ia untuk tetap tinggal di istana ku kalau ia ingin hengkang dan mengabdi bagi tuan Adipati, aku tidak keberatan kalau ia harus mengabdi pada kakak"  jawab Adiparna.


"Bagaimana pun Fura Island adalah bagian dari ku juga, aku berfikir kalau memang dengan bergabungnya Tama di Istana kakak, dia bisa diandalkan dan juga berguna untuk kemajuan Istana ini". Sambung Adiparna.


"Hamba sangat ingin mengabdi kepada anda tuan Adipati, terimalah hamba sebagai prajurit sekaligus bawahan anda tuan" . Ujar Tama sambil membungkukkan kepalanya.


"Sudah..Sudah, tidak apa-apa kalau dia ingin bergabung diistana ini silahkan saja, semoga dengan kedatangan Tama kita bisa menjadi lebih kuat dalam perang. Baiklah, mari kita rayakan kedatangan Tama" ucap Adipati.


Andini pun bergumam dalam hati.


"semoga firasat buruk ku ini tidak menjadi kenyataan".


Setelah puas berpesta, Adiparna pun berpamitan untuk segera pulang ke istananya. Namun setelah Adiparna meninggalkan Istana, Andini tidak sengaja melihat Adiparna sedang berbincang dengan Tama dengan gelagat yang sedikit mencurigakan. Gelagat yang mencurigakan itu membuat Andini semakin khawatir akan apa yang nanti nya terjadi.


Andini pun semakin merasa ada yang tidak beres dengan semua ini.


Kalau memang mereka akan melakukan sesuatu yang buruk, Aku harus segera menghentikan ini semua sebelum terlambat". Ucap Andini.

__ADS_1


__ADS_2