PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU

PERANG DAN CINTA PENJELAJAH WAKTU
Episode 10 Kisah Andini sang Ratu Fura Island


__ADS_3

Suatu pagi yang cerah di Istana Fura Island, terlihat Adipati sedang duduk di ruangan kerja raja. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang sedang menuju ruangan Adipati tersebut. Suara langkah kaki tersebut ialah langkah kaki salah satu prajurit yang berniat menghadap Adipati.


"Lapor yang mulia Adipati, hamba ingin memberitahukan bahwa ada dua orang ahli pedang meminta izin bergabung dengan kerajaan Fura Island yang mulia" ujar prajurit tersebut.


"Mohon yang mulia Adipati untuk segera menemui dua orang itu". Sambung sang prajurit tersebut.


"Hah?!... Ada lagi yang ingin bergabung dengan kita?." Ujar Adipati dengan nada yang sedikit kaget.


"Baiklah ayo kita temui mereka". Sambung Adipati sembari berjalan menuju ruang pertemuan.


sesampai nya di ruang pertemuan, Adipati segera menuju kursi dan segera duduk di kursi tersebut. Dengan sigap dua orang tersebut memberi hirmat kepada Adipati dan lengsung memperkenalkan diri.


"Hamba Ganding dan ini saudara kembar hamba Gandung. Tujuan kami datang ke Istana ini adalah untuk meminta izin bergabung di istana ini. Kami ingin mengabdi kepada anda dan istana ini yang mulia Adipati. Kami sangat berharap yang mulia bersedia menerima permohonan kami untuk bergabung dan mengabdi di Istana Fura Island" mohon Gandung dan Ganding sambil menunduk kepada Adipati.


Adipati terdiam sejenak mendengarkan penjelasan Gandung dan Ganding. Setelah itu Adipati melayangkan beberapa pertanyaan kepada mereka berdua. Adipati menanyakan asal usul serta yang lain nya kepada saudara kembar tersebut.


Sehabis menanyakan asal usul dan yang lainnya, Adipati pun bersedia menerima Gandung dan Ganding untuk menjadi bagian dari istana Fura Island. Setelah semua selesai dan di rasa cukup, Adipati pun segera menuju kamarnya untuk beristirahat.


Beberapa saat tibalah Adipati di depan pintu kamar nya. Alangkah terkejut nya ia melihat ada sosok Andini yang sudah berada di dalam kamarnya.


"Eehh! Ternyata ada Andini disini sedang apa dia dikamarku tidak seperti biasanya" gumam Adipati dalam hati.


"Tumben sekali dia ada di kamarku.. Aneh sih, gak biasa-biasa nya. Hmmm... gak apalah mungkin dia kesini ingin bermesraan dengan ku, lagi pula kami kan sepasang suami istri, wajar kalo dia ada di kamar suami nya hehe" sambung Adipati dalam hati.


Adipati pun segera masuk ke kamar nya dan langsung menyapa Andini. Dengan perasaan yang berdebar-debar, Adipati memberanikan diri menyapa Andini yang sedang duduk di kamar nya.


"Andini ada apa? tidak seperti biasanya kamu berada dikamarku?" . Sapa Adipati kepada Andini.


"Hmmm.. hamba.. hamba.." jawab Andini dengan nada sedikit terbata-bata.


Tanpa mendengar penjelasan Andini, Adipati pun langsung menyela pembicaraan Andini dan berkata.


"Aku tahu maksudmu kesini Andini, sudah lah terus terang saja Andini tidak usah malu-malu". Sela Adipati sembari merangkul bahu Andini.


Adipati langsung memegang kedua pundak Andini dan menghadapkan tubuh Andini ke hadapan Adipati. Dengan sangat percaya diri, Adipati langsung mendekatkan wajah nya kearah wajah Andini seperti akan mencium nya.


...Praaakkk !!!!...


Tiba-tiba terdengar suara tamparan yang cukup keras.


Adipati pun meringis kesakitan sembari berkata kepada Andini.


"Aduuhh, apa yang kamu lakukan Andini, sakit tahu, aduuhh" tanya Adipati sambil memegangi pipi nya.


"Dasar lelaki mesum, pergi sana.. pergi.. cepat pergi !!" teriak Andini sembari memukul-mukul tubuh Adipati.


"Aahhh.. iya, iya, iyaa... aku pergi!!! galak banget sih! Huh dasar nenek lampir!! ". Ejek Adipati sambil berdiri dan keluar dari kamarnya.


Segera Adipati keluar kamar nya dan bergegas keluar meninggalkan kamar nya.


"Loh, itu kan kamar gue, kenapa gue yang di suruh pergi?. Aahh, yasudahlah dari pada gue mati di pukulin tuh perempuan". Ujar Adipati sembari menggerutu.


"Mana sakit banget lagi nih pipi di tampar, aahh.... Mendingan gue ke halaman belakang istana aja deh lihat bintang-bintang" sambung Adipati sambil berjalan menuju belakang istana.


Sementara itu di halaman belakang istana, Adipati bertemu Tobi yang sedang berpatroli. Adipati pun segera menghampiri Tobi dan menyapa nya.


"Tobi, kebetulan sekali kita ketemu disini, ikut aku sebentar!!" kata Adipati sembari menuju menara pengawasan.


Mereka berdua segera berjalan menuju menara pengawasan untuk berbincang-bincang. Sesampai nya di atas menara, Adipati melayangkan beberapa pertanyaan kepada Tobi.


"Tobi, aku ingin bertanya padamu, selama aku menikah dengan Andini, apakah kami selalu terpisah kamar?" Tanya Adipati dengan nada yang penasaran.


"Awalnya setelah pernikahan selesai dilaksanakan, anda dan Putri Andini berada di satu kamar yang sama yang mulia. Namun setelah beberapa hari anda memutuskan untuk tidak mau satu kamar bersama Andini" Jawab Tobi.


"Ooohhh.. jadi gitu ya, kenapa ya si Adipati bersikap gitu sama Andini?." Ucap Adipati ddalam hati dengan sedikit perasaan heran.


"Ahh.. masa bodo lah dengan urusan mereka berdua" sambung Adipati dalam hati.


"Apakah ada lagi yang ingin yang mulia tanyakan? Apabila sudah tidak ada lagi, hamba izin melanjutkan patroli kembali" ujar Tobi sembari berpamitan kepada Adipati.


"Aku rasa cukup, aku hanya bertanya itu saja Tobi, baiklah silahkan kamu lanjutkan patroli nya. Pastikan keamanan Istana ini Tobi!!" ujar Adipati yang sedikit memberi semangat kepada Tobi yang sedang berpatroli.


"Baik yang mulia, Hamba akan menjaga dan melindungi Istana ini dengan sekuat tenaga hamba. Baiklah yang mulia hamba mohon pamit untuk melanjutkan patroli." sambung Tobi sembari berjalan melanjutkan patroli nya.


"Aneh sekali, Tuan Adipati seperti hilang ingatan. Beliau selalu menanyakan hal-hal yang seharus nya ia tahu" Ucap Tobi dalam hati.


"Tapi yasudahlah, aku akan lanjutkan patroli ku". sambung Tobi sembari bergerak patroli.


****


Adipati yang berada di atas menara pengawas langsung duduk-duduk termenung sembari melihat ke arah langit untuk memandangi bintang-bintang. Saking menikmati nya melihat bintang-bintang di atas langit, tak terasa Adipati tertidur di atas menara tersebut. Beberapa saat ia tertidur, Akhir nya ia terbangun dan segera duduk kembali.


"Hoaaammm... rupanya gue ketiduran di sini, saking nyaman nya disini". Ucap Adipati sembari menguap.


"Mendingan gue ke kamar aja deh, ngantuk juga lama-lama disini" sambung Adipati yang beranjak meninggalkan manara pengawas tersebut.


****


Adipati segera menuju ke kamarnya, namun nampak nya Andini masih berada di kamar Adipati. Adipati yang sudah berada di depan pintu kamar nya pun tidak langsung masuk, ia terlihat mengintip kamar nya.

__ADS_1


"Aduuh... Kayak nya tuh nenek lampir masih ada di kamar gue deh, gue intip dulu aahh.." ucap Adipati dalam hati sembari mengintip dari lubang pintu kamar nya.


Di dalam kamar Adipati, terlihat Andini sedang memegang tas beserta barang-barang yang ada di dalam tas Adipati.


"Eehhh.. ngapain tuh perempuan bongkar-bongkar tas gue, sembarangan aja nih !!" Adipati menggerutu sendiri.


Adipati pun segera membuka pintu kamar nya dan masuk untuk menegur Andini yang tertangkap basah membuka tas nya.


"Heii Andini, apa yang kau lakukan dengan tas dan barang-barang milikku!?" tanya Adipati dengan nada sedikit kesal.


Andini pun lantas menjawab tudingan yang di arah kan Adipati kepada nya.


"Apa-apaan kau ini, lihat kamar mu berantakan sekali. Kotor jorok dan barang-barang berserakan dimana-mana !!" jawab Andini sembari memasukan satu persatu barang milik Adipati ke dalam tas nya.


"Lagi pula kau itu orang yang sangat aneh ya, kau menyimpan benda-benda aneh yang tidak bermanfaat sama sekali" sambung Andini sembari mengomeli Adipati.


"Ehh, anu.. hmmm..." ucap Adipati yang kehabisan kata-kata.


"Baiklah.. semua nya sudah bersih dan rapih, aku segera kembali ke kamar ku" ucap Andini yang bergegas keluar kamar Adipati.


Namun tak sengaja Tobi yang selesai berpatroli melihat kejadian tersebut. Tobi merasa senang karena melihat keakraban antara Adipati dan Andini.


Adipati yang berniat ingin menutup pintu kamarnya, seketika Tobi menghampiri nya dan segera menyapa Adipati.


"Hormat yang mulia Adipati, Apakah anda belum tidur?" Tanya Tobi kepada Adipati.


"Ehh..kau Tobi, hmm iya sekarang aku ingin menutup kamarku dan tidur" Jawab Adipati.


"kenapa kau cengengesan begitu Tobi? Apa ada yang lucu denganku?" Tanya Adipati sembari memperhatikan sekitar.


"Ahh.. tidak yang mulia, hamba hanya senang melihat Anda dan putri Andini sudah mulai akrab". jawab Tobi.


"Bukankah wajar suami dan istri itu rukun?" Ujar Adipati.


"Dari pertama kali anda menikah, baru ini lah hamba melihat anda dan putri Andini bisa sedekat itu" jawab Tobi dengan tersenyum senang.


"Oalah.. ternyata selain pisah kamar, si Adipati itu juga gak akur sama si Andini" ucap Adipati dalam hati.


"Setelah sekian lama untuk pertama kali nya hamba melihat Anda akur dan nampak terlihat akrab tuan" jawab Tobi.


Dengan penasaran Adipati bertanya kepada Tobi bagaimana diri nya bisa menikah dengan Andini. Dan dengan masih terbawa suasana serta hati yang senang Tobi menceritakan awal mula Andini datang ke Istana Fura Island.


...***** _FLASHBACK KISAH ANDINI_ ******...


Pada suatu ketika di Istana Kira, tampak kegaduhan yang sangat luar biasa. Raja Kira terlihat sibuk mengatur para pasukan nya.


Ternyata Istana Kira sedang di serang secara mendadak oleh pasukan Keil Castle. Serangan dadakan tersebut membuat Raja Kira sedikit khawatir akan keselamatan putri kesayangan nya. Sang Raja Kira berinisiatif membawa putri tercinta nya ke wilayah yang aman. Raja Kira segera memerintahkan Tobi yang saat itu masih menjadi salah satu prajurit dari Istana Kira untuk membawa Andini ke salah satu istana yang menjadi sekutu nya.


"Siapa pun, cepat bawa Putri Andini ke wilayah sekutu kita yaitu wilayah Malaya Segera !!" teriak Raja Kira.


Kebetulan yang maju adalah Tobi yang baru saja menginjak usia 15 tahun dan baru diangkat sebagai prajurit oleh Raja Kira.


"Apakah kau yakin bisa membawa putri ku dengan selamat sampai tujuan ?!!" Tanya Raja Kira kepada Tobi.


"Percayakanlah Andini kepada Tobi ayah, aku mengetahui kemampuan dia, Kami selalu berlatih bersama untuk mengasah kemampuan berpedang kami berdua. Dan aku yakin Andini akan selamat sampai ke wilayah Malaya." Jawab Ankira yang mana adalah kakak Andini.


"Baiklah, Aku tugaskan kau Tobi untuk mengantar Putri Andini ke wilayah Malaya!!" perintah Raja Kira pada Tobi.


"Laksanakan yang mulia!!.. Hamba mohon pamit" Ujar Tobi sembari berpamitan dan membawa Andini pergi.


Perang pun tak terbendung lagi, Raja Keil beserta pasukan nya langsung mengepung dan menggempur pertahanan dari Istana Kira. Namun dengan keahlian yang dimiliki Raja Kira, Pasukan perang dari Kira Island pun dengan mudah memukul mundur pasukan dari pasukan Keil Castle.


****


Sementara itu, Tobi yang ditugaskan Raja Kira untuk mengantar Andini pun telah sampai di Istana Malaya. Dan dirinya langsung di sambut langsung oleh Raja Malaya sendiri.


"Selamat datang Hei Ksatria, terimakasih kau telah mengantarkan putri Andini kesini dengan selamat" Ujar Raja Malaya kepada Tobi.


Setelah itu, Andini segera di antar ke kamar oleh pelayan kerajaan Malaya tersebut. Dan Tobi pun segera beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga nya. Setelah cukup beristirahat, Tobi berpamitan untuk segera kembali ke Istana Kira.


Tobi bergegas kembali ke wilayah Kira, ia berinisiatif mengambil jalur pintas agar cepat sampai Istana Kira dan membantu Raja Kira berperang melawan kerajaan Keil Castle. Namun tak disangka-sangka, ada beberapa pasukan Keil yang terpecah akibat kekalahan yang dialami mereka saat mundur dari medan perang.


Tobi yang sendirian di hadang oleh sekelompok pasukan Keil Castle. Tanpa basa basi mereka pun langsung menyerang Tobi.


"Aku kenal orang ini, aku pernah melihat nya bertarung bersama saat penyerangan Kira terhadap Geng-gis!!". Ujar salah satu prajurit dari sekelompok orang tersebut.


"Aku telah mendengar kalau putri dari Raja Kira telah di sembunyikan ke wilayah sekutu mereka, ayo kita tangkap dia dan paksa untuk memberitahukan dimana putri Raja Kira." Sambung prajurit Keil tersebut.


Tobi yang sendirian pun berusaha melawan serangan dari pasukan Keil tersebut. Dirinya melawan dengan segenap kemampuan yang ia miliki. Sampai akhir nya Tobi tersudut dan terdesak oleh para pasukan Keil yang menyerang nya.


Dari kejauhan tampak beberapa orang dengan menunggang kuda melintas tempat pertarungan tersebut. Ternyata penunggang kuda tersebut ialah Raja dari Fura Island yang mana adalah ayah dari Adipati.


"Aku kira ada hewan besar apa disini, ternyata ada para prajurit perang" Ujar Raja Adipura.


"Heii !! Sebaiknya kalian menyingkir dari wilayah ini, wilayah ini adalah wilayah Fura Island. Kalian masuk wilayah ini dan bersenjata lengkap, kalian telah mengganggu waktu berburu ku !." Teriak Raja Adipura.


Tidak ingin berurusan dengan Raja Fura Island dan pasukan nya, Para prajurit Keil Castle pun segera pergi meninggalkan wilayah tersebut. Melihat pertarungan barusan Raja Adipura pun kagum akan kemampuan yang dimiliki oleh Tobi.


"Lalu kau siapa anak muda? kau sedang apa di hutan seperti ini, apakah kau sedang dalam peperangan dan melarikan diri ke dalam hutan ini?" Tanya Raja Adipura kepada Tobi.

__ADS_1


"Maafkan hamba yang mulia, hamba telah lancang masuk wilayah anda tanpa izin". Jawab Tobi sembari menundukkan kepala nya.


Dan Tobi pun menceritakan semua nya kepada Raja Adipura, bahwa ia telah diserang oleh kelompok prajurit Raja Keil. Para prajurit tersebut ternyata tersesat di hutan itu saat mundur dari medan perang.


Setelah itu Tobi berterimakasih kepada Raja Adipura dan berniat untuk berpamitan. Namun hutang budi tetaplah hutang, Tobi menanyakan kepada Raja Adipura apa yang harus ia lakukan untuk membalas kebaikan Raja Adipura.


"Terimakasih banyak atas pertolongan anda yang mulia, apa ada yang bisa hamba lakukan untuk membalas kebaikan anda yang mulia?" Tanya Tobi.


Raja Adupura mengambil kesempatan tersebut untuk meminta Tobi untuk menjadi bagian dari Istana Fura Island. Pada Akhir nya Tobi ikut dengan Raja Adipura dan di angkat sebagai pengawal pribadi Adipati.


Raja yang telah melihat kemampuan berpedang Tobi, lantas mengasah dan melatih kemampuan berpedang Tobi agar menjadi lebih hebat. Semakin hari Tobi semakin mahir dalam kemampuan berpedang nya. Sejak saat itulah Tobi selalu diandalkan oleh Raja Adipura dalam setiap peperangan.


****


Tidak terasa 5 tahun sudah berlalu semenjak bergabung nya Tobi di Istana Fura Island. Tobi yang merindukan akan tempat kelahiran nya, memberanikan diri memohon kepada Raja Adipura untuk pulang sebentar menjenguk keluarga nya.


Raja Adipura pun mengizinkan Tobi untuk pulang ke tanah kelahiran nya yaitu Istana Kira. Dan Tobi pun segera bergegas menuju Istana Kira. Sesampai nya di Istana Kira, Tobi langsung menghadap Raja Kira dan menceritakan semua yang telah terjadi selama lima tahun belakangan.


Tobi menceritakan semua yang ada di dalam Istana Fura Island, termasuk Adipati yang tak luput dari pembahasan nya. Mendengar cerita Tobi tentang Adipati, Raja Kira pun lantas meminta Tobi untuk menjemput Andini. Namun bukan untuk kembali, melainkan untuk bergabung menjadi bagian dari kerajaan Fura Island.


"Apakah anda benar-benar yakin yang mulia Raja Kira?." Tanya Tobi menegaskan kembali Raja Kira.


"Aku hanya ingin menjamin keselamatan putri tercinta ku, Aku yakin kalau Putri Andini akan aman berada di Istana Fura Island dengan ada nya kau sebagai pengawal pribadi dari Adipati". Jawab Raja Kira.


"Banyak sekali musuh di luar sana yang ingin merebut wilayah Kira ini, Aku sendiri Khawatir akan keselamatan putri ku apabila ia tinggal di Istana ini. Lagi pula Istana Malaya pun sama hal nya dengan wilayah Kira yang rentan sekali terhadap serangan. Mengingat wilayah tersebut merupakan sekutu kita". Sambung Raja Kira menjelaskan.


"Ini mungkin tugas terakhir yang aku berikan untukmu, setelah itu mengabdi lah dengan sepenuh hati pada Raja Adipura dan lindungilah Putri kecil ku." Raja Kira menambahkan perkataan nya.


"Baiklah yang mulia, Hamba akan laksanakan perintah Anda dengan segenap jiwa raga hamba. Baiklah Kalau begitu Hamba mohon Izin untuk melaksanakan nya". Ujar Tobi sembari berpamitan kepada Raja Kira.


Tobi pun langsung menuju wilayah Malaya untuk melaksanakan tugas yang diberikan Raja Kira. Dan sampai lah Tobi di Istana Malaya, kemudian ia menjelaskan tujuan ia datang ke Istana Malaya. Setelah mendengar penjelasan dari Tobi, Raja Malaya pun megizinkan Andini untuk di bawa pergi menuju Istana Fura Island.


****


Akhirnya Tobi dan juga Andini sampai di Istana Fura Island. Ia menjelaskan secara rinci maksud dan tujuan nya membawa Andini ke Istana Fura Island. Raja Adipura pun menerima Andini sebagai menantu nya. Akhirnya mereka berdua pun segera melaksanakan pernikahan.


Namun tampak nya pernikahan itu tidak berjalan dengan harmonis, di karenakan pernikahan tersebut tidak di landasi dengan rasa cinta diantara kedua nya. Akan tetapi sebagai sepasang suami isteri, mereka tetap melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan.


"Walaupun kita sudah menikah, jangan berfikir kau bisa se enak nya dan semau nya di Istana ini." Ujar Adipati kepada Andini.


Adipati pun memerintahkan Andini untuk tidak tinggal sekamar dengan nya. Adipati selalu menjaga jarak nya dengan Andini, Hingga selama menjalani pernikahan tak sedikit pun tumbuh rasa cinta atara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai menceritakan semua nya pada Adipati, Tobi pun segera berpamitan kepada Adipati. Setelah mendengar cerita Tobi barusan, Adipati pun segera menutup pintu kamar nya untuk segera tidur.


Sementara itu, Andini di dalam kamar nya tampak kebingungan terhadap benda milik Adipati yang tidak sengaja terbawa oleh nya.


"Benda Apa ini? Dasar lelaki aneh, benda seperti ini terus di simpan." Ujar Andini.


Namun tidak di sengaja Tobi yang melintas di depan kamar Andini mendengar perkataan Andini. Andini yang melihat Tobi pun lantas memanggilnya.


"Tobi aku lihat kau bercakap-cakap bersama Raja mu ya?" Tanya Andini penasaran.


"Kamu membicarakan apa dengan nya?" Sambung Andini.


"Tuan Adipati bertanya kepada hamba tentang awal mula anda datang ke Istana ini" Jawab Tobi.


"Hamba tidak sengaja melihat apa yang terjadi barusan antara anda dan juga tuan Adipati. Hamba sangat senang akhir nya anda bisa akrab dengan tuan Adipati". Tobi menambahkan.


Dengan tersipu malu, Andini lantas mengutarakan perasaan yang sedang ia alami sekarang.


"Mungkin ini terdengar konyol dan memalukan, awal kedatangan ku kesini, tidak ada sedikit pun rasa pada orang itu. Namun entah kenapa belakangan ini aku mulai merasa nyaman berada di sisi nya". Jelas Andini kepada Tobi.


"Semakin ia bertingkah konyol, aku pun seakan ikut terbawa suasana yang ia ciptakan. Dahulu ia selalu menjaga jarak dengan ku, Namun belakangan ini ia mulai terbuka dan tak ragu menceritakan keluh kesah nya padaku". Andini menambahkan.


"Aku mulai percaya akan mimpi nya, walaupun terdengar hampir mustahil menciptakan dunia tanpa perang saat ini". Ujar Andini kembali.


"Ya, hamba pun mulai menaruh harapan besar pada tuan Adipati. Hamba yakin kalau beliau mampu mewujudkan mimpi nya itu". Sambung Tobi sembari menjelaskan kepada Andini.


"Baiklah, mungkin itu saja tuan Putri, Hamba mohon izin untuk kembali ke pos penjagaan". Kata Tobi sembari pergi meninggalkan Andini.


Setelah Tobi pergi, Andini segera melihat kembali barang milik Adipati yang tidak sengaja terbawa oleh nya.


"Benda apa ini ya? bentuk persegi seperti batu, namun aku bisa bercermin bila ku pandangi bagian depan nya" Ucap Andini dalam hati.


Ternyata benda milik Adipati yang terbawa oleh Andini adalah sebuah Telepon genggam, benda tersebut biasa di sebut Handphone atau HP.


Dan setelah melihat-lihat benda milik Adipati tersebut, Andini pun lantas bergegas menutup pintu serta jendela kamarnya dan bersiap untuk tidur.


****


Keesokan pagi nya, Adipati sedang melihat-lihat sekitar, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada tas milik nya. Tidak lama ia menyadari bahwa Handphone milik nya tidak ada di dalam tas nya.


"Aduuh... kemana lari nya ?". Ucap Adipati sembari merogoh-rogoh tas milik nya.


"Hmmm.. ya Sudah lah, mungkin terjatuh saat berperang kemarin". Sambung Adipati dalam hati.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2