![Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]](https://asset.asean.biz.id/perjalanan-dewa-perang-hidup-santuy-dengan-system-.webp)
Pov Dion.
Aku terbangun di sebuah Ruangan, tapi anehnya aku tau ini Ruangan nya siapa, yap benar ini adalah tempat Singgasana Nya Latina, tapi anehnya aku kok kayak berada di atas gitu, Akupun merasakan ada tatapan banyak otang yang menuju ke arahku.
Saat aku melihat kedepan, ternyata aku di tatap oleh para petinggi kekaisarannya Latina, Dan mereka menampilkan wajah terkejut dan seraya tidak percaya apa yang mereka lihat sekarang. Ada wanita yang menatap ku dengan tatapan kerinduan, aku bisa merasakan apa arti dari tatapan semua orang yang ada disini.
Ada yang menatapku seperti melihat hantu, ada juga yang terkejut, bingun, penasaran dan sebagainya.
"Gu-Guru apa itu kamu" Ucap wanita di bawah ku yang ternyata Latina.
Pov Dion End.
"Ohhhh... Muridku, sudah lama kita bertemu." Balas ku dengan lambaian tangan.
"Guruuuuu!!!." Teriak Latina melesat terbang ke arahku.
Brukkk!!
Saat Latina sampai di tempatku aku hanya membalas pelukan Latina.
"Guru Hiks... selama ini aku menyarimu Hiks..." Tangis Latina di dalam pelukanku.
Banyak tatapan mengarah ke kami dan semua orang menjadi bingung, sementara itu ada laki-laki yang langsung berteriak.
"Bersujud di depan Leluhur!!!." Teriak Pria itu yang tidak lain adalah Suami Latina, namanya adalah Lichen D Dion.
Semua orang disitu pun langsung bersujud, tapi mereka tidak tau apa-apa dan hanya menuruti kata2 Kaisar mereka.
"Latina lepaskan pelukanmu ini." Ucap Ku sambil melepaskan Pelukan Latina.
"Umm... Baiklah." Jawab Latina enggan untuk melepaskan pelukanya.
"Jadi bisa jelaskan kenapa aku bisa ada di sini?." Tanya ku kepada Latina.
"Sebenarnya..... Latina pun bercerita lima ribu tahun yang lalu, Saat itu Latina kepingin bertemu Guru (kediaman ku hanya bisa di masuki oleh Latina saja, Kediaman ku itu berada di dimensi lain dan berada di pulau terbang,) dan Latina setelah datang kesana aku hanya mendapati sebuah Telur sebesar Tubuhku melayang di tempat bekas rumah tempat Guru tingal, kukira itu adalah peninggalan Guru, setelah itu aku membawanya ke istana dan menampatkan di atas Singga sanaku. Sekarang Tiba2 Guru keluar dari Telur putih itu" Seperti itu lah cerita Latina.
"Ternyata begitu ya." Ucap ku sambil melihat kesekeliling.
"Hemmm aku tidak memakai bajau?." Ucap ku setelah memandangi tubuhku sendiri dan ternyata aku tidak memakai baju, setelah itu aku langsung meminta ke Yui untuk memakaikan baju.
__ADS_1
'Yui pakaikan Baju' Ucap ku lewat pikiran.
[Baik Tuan] Jawab Yui. Tak lama Kemudian Dion sudah memakai baju serba Putih.
"Gini lebih baik." Ucapku lalu berdiri dari situ.
"Li'er suruh mereka berdiri." Pinta ku kepada Latina menyuruh yang bersujud untuk berdiri.
"Baik Guru... Semuanya Berdiri." Ucap Latina sambil mengangkat tanganya.
Semua orang pun berdiri tak terkecualu Lichen dan berserta Anaknya, Para petinggi di sana masih terbingunkan dan Anak nya Latina juga bingung.
"Ayah siapa Pria itu." Tanya Gadis yang berada di Samping Lichen.
"Pelankan suaramu, Beliau adalah Leluhur Kekaisaran ini, dan Beliau adalah Guru dari Ibumu." Jawab Lichen ke pada anaknya.
"Apa benar itu Ayah." Tanya Lelaki yang verada di belakang Lichen.
"Benar, Meskipun Leluhur ada begitu banyak perubahan pada dirinya, tapi Ibumu akan selalu tau siapa Gurunya." Jawab Lichen yang menjelaskan ke pada anak-anaknya.
"Mari Guru Duduk di sini." Ucap Latina mempersilakan Dion untuk duduk di Tempat Lichen, Lichen yang melihat itu hanya bisa memaklumi saja, sebab ia juga akan melakukan seperti yang Istrinya lakukan.
Setelah aku Duduk Latina berdiri di sampingku di temani Lichen yang juga berada di samping kiri ku sementara Latina di samping kanan. Aku sekilas memandang Lichen dan melihat Statusnya, setelah melihat Statusnya aku mengangguk-ngangguk.
"Hmmmm... pencapaian mu lumanyan juga Bocah." Ucap ku ke arah depan, tapi Lichen tau siapa yang di maksud Bocah itu.
"Terimaksih Leluhur telah memujiku." Jawab Lichen sambil agak menunduk.
"Li'er mana anak mu?." Tanyaku ke pada Latina.
"Saya akan memperkanalkan dulu Guru.... Kalian bersepuluh cepat perkenalkan diri kalian." Ucap Latina sambil memandang kesepuluh anaknya.
Setelah itu ada Sepuluh Muda-Mudi berjalan ke depan Dion sambil berlutut satu kaki.
"Nama saya Linwen D Dion Leluhur" Ucap Linwen.
"Nama saya Qinshu D Dion Leluhur" Ucap Qinshu.
"Nama saya Tina D Dion Leluhur" Ucap Tina
__ADS_1
"Nama saya Rina D Dion Leluhur" Ucap Rina
"Nama saya Mia D Dion Leluhur" Ucap Mia
"Nama saya Xinxi D Dion Leluhur" Ucap Xinxi
"Nama saya Rena D Dion Leluhur" Ucap Rena
"Nama Saya Karina D Dion Leluhur" Ucap Karina
"Nama saya Hana D Dion Leluhurl Ucap Hana
"Nama Saya..." Ucap Gadis kecil yang terpotong Karena Aku mengangkat tangan ku.
"Kemarilah" Ucap Ku kepada Gadis kecil itu.
"Sena cepat kemari." Ucap Latina sambil tersenyum, Gadis kecil yang di panggil Sena itu menghampiri Latina.
"Ini Guru." Ucap Latina yang menaruh Sena di pangkuan ku. Karena aku menyukai anak kecil apa lagi imut dan menggemaskan, Yap di Bumi dulu aku adalah orang yang biasa di sebut Pedofil, dan Latina tau kalok aku menyukai Anak kecil.
(Apa kalian kebingungan, Kenapa Latina hanya memiliki anak sepuluh selama sembilan Juta tahun ini, Karena Latina adalah Ras Immortal dan sudah melepas Tubuh Fana nya, jadi memiliki anak satu pun sudah menjadi berkah apalagi Sepuluh. Lichen pun juga Ras Immortal.)
"Namu Sena ya." Tanya ku ke pada Anak Kecil ini.
"Hmmmmm." Jawab Sena Mengngagguk.
"Sisanya kembalilah." Ucap ku keoada kesembilan anak Latina.
"Baik Leluhur*All." Ucap mereka bsrsamaan, setelah mereka pergi, Tiba-tiba ada Suara dari para Petinggi itu.
"Maaf Yang Mulia Kaisar, Sebenarnya apa yang terjadi." Ucap Seseorang sambil menundukkan badanya.
"Ahhhhh... aku lupa kalian belum tau siapa Brliau. Beliau adalah Leluhur Kekaisaran ini dan juga Guru dari Permaisuri." Jelas Lichen kepada Semua Orang.
"Ahhhhh... jadi Begitu*All." Semua orang berguman dengan kata-kata yang sama.
"Dan juga, Beliau adalah Orang yang biasa di sebut sebagai Dewa Perang, Karena keberanian Beliau dalam membantai Musuh yang melebihi Batas Normal bagi kita bayangkan." Tambah Lichen dengan nada berwibawanya.
Terjadi lah ke gaduhan di dalam Ruang singgasana itu, setelah mereka mengetahui tentang Leluhur Kekaisaran Dion ini, Sebenarnya mereka sudah mengetahui latar belakang apa yang di miliki Kekaisaran tapi sebagian orang di dalam sini hanya mengnganggap itu sebagia Dongeng saja. Kenapa Begitu? Karena Nama Dewa Perang adalah Esentitas Yang hebat, sangat hebat.
__ADS_1