![Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]](https://asset.asean.biz.id/perjalanan-dewa-perang-hidup-santuy-dengan-system-.webp)
Author: Kalok ada yang Typo maklumi saja, Meskipun ini adalah Karya ke tiga ku.
Dion sekarang nampak menikmati secangkir teh dan di temani Sena yang berada di pangkuanya, Sementara di samping Kiri Dion Ada Lichen dan di samping Kanan ada Latina.
"Hahhhh... Sudah beberapa lama aku tidak menikmati secangkir teh ini." Ucap ku sambil menggoyangkan Cangkir ku.
"Guru, kalok boleh tau, Sekarang Guru mau kemana setelah kesini." Tanya Latina sambil memandang Gurunya.
"Hmmmm... gak tau, Mungkin kayak nya aku akan kembali kerumah." Ucap ku sambil membayangkan muka keluargaku.
"Ehhhhh... Ternyata guru punya kelurga!!." Ucap Latina dengan nada tinggi.
"Ya, aku mempunyai keluarga, dan semua keluargaku masih lengkap, aku juga mempunyai adik serta kakak." Ucapku membayangkan Muka lucu adikku saat dia marah.
"Emang keluarga Guru ada dimana?" Tanya Latina
"Mereka Berada di Alam Fana, dan lebih tepatnya di Alam Fana Paling Bawah." Jawabku sambil memandang kedepan.
"Tempatku dulu tinggal adalah tempat yang damai, meskipun itu hanya di berbagai wilayah saja, tapi disana tidak ada peperangan yang kayak di sini. juga disana tidak ada yang namanya Kulivator tapi Disana ada Seni Beladiri." Lanjutku menjelaskan.
"Wahhhhh... ternyata Guru dulu tinggal disana ya, Guru apa disana tempatnya Asik?" Tanya Latina menyakan Tentang Bumi.
"Disana sangat seru, karena ada barang2 modren, dan berbagai alat canggih lainya." Jawabku sambil melihat ke Latina.
"Aku pengen kesana kalok Guru bilang tempat itu Asik, tapi Guru inikan sudah Puluhan juta Tahun Guru mengembara, apa disana baik2 saja?" Ucap Latina.
"Hemmmm... Setelah aku lihat2 Dengan Mata Semesta ku, perbandingan Waktu di Tempatku berasal dan di sini sangat jauh berbeda, Satu juta tahun disini Atau Alam Kulivator kalok disana itu hanya Satubulan saja." Ucapku sambil melihat kedepan dan Mataku juga memancarkan Cahaya Ungun ke hitaman secara bersamaan.
"Paman kenapa matamu bercahaya?" Tanya Sena melihat mataku.
"Shhhtttt... Kamu tidak boleh melihatnya." Ucapku sambil menutup mata Sena.
"Kenapa?" Tanya Sena Kebingungan.
"Karena nanti Sena tidak bisa melihat Ayah dan Ibumu lagi." Jawabku sambil menonaktifkan Mata Semesta.
"Gu-Guru Mata Ap-apa itu, Saat aku memandangnya sekilas, aku bisa membayangkan Kalok aku terjatuh dari jurang yang sangat dalam, setelah itu aku bisa melihat dua mata yang memandangku dengan tekanan yang sangat mengerikan." Tanya Latina dengan kringat yang sudah membanjiri tubuhnya, Lichen pun juga malah ia Hampir pingsan, Karena tingkatanya ada di bawah Latina.
"Hemmmm... Aku mendapat mata ini saat aku berpergian di Alam Dewa. Tapi tadi adalah 0.01% Kekuatan Mata ini." Jawabku dan kedua orang di samping kiri dan Kanan ku bergidik Ngeri.
"Hiiii... kenpa Guru selalu saja membuatku terkejut." Ucap Latina membasuh keringat yang ada di dahinya.
"Hahahaha... Muridku, apa kamu tau puncak Ranah Kulivator itu berada di Ranah Apa?." Tanya ku ke pada Latina.
"Ya jelaslah ada di Ranah Immortal." Ucap Latina bangga.
__ADS_1
"Salah." Ucapku singkat dan Latina langsung Dwon begitu saja.
"Apa maksud Guru, dulu Guru juga bilang kalok Ranah puncah itu berada di Ranah Immortal." Ucap Latina bingung.
"Ya itu dulu, aku juga menganggap Ranah Immortal adalah Ranah puncak Kulivator, Tapi Lima Juta tahun lalu, aku mendapatkan pencerahan, dan Dari itu aku tau masih ada Lima tingkatan lagi Setelah Alam keabadian/Immortal." Ucapku sambil mengelus kepala Sena, Sena disini hanya mendengarkan ku dan ia tidak mengerti sama sekali ucapanku yang tadi. sementara Lichen hanya menyimak saja.
"Apaaaaa!!! masih ada Lima tingkatan lagi." Teriak Latina sambil berdiri di tempat duduknya.
"Apa saja itu Guru." Tanya Latina setelah ia duduk.
"Setelah Alam Keabadian, Dilanjut dengan Alam Penguasa, Alam Penguasa di bagi menjadi Lima tingkatan dan..... Guru mu ini tidak bisa memberitahukanya, Karena hanya orang terpilih saja yang bisa mendengar atau yang tau Lima tingkatan ini." Ucapku sambil melihat ke arah Latina.
"Dan juga, senbenarnya kamu bisa saja melewati batasan Ranah, tapi kamu sudah tidak Suci lagi." Lanjut ku sambil menyeruput teh ku yang sudah Dingin.
"Apa maksud Guru kalok aku sudah tidak Suci lagi?." Tanya Latina Bingung.
"Karena Kamu sudah Bersuami, dan tubuh Mu sudah tidak Suci lagi, Setelah aku mendapat pencerahan itu, Aku juga mendapat pengetahuan, dan disalah satu pengetahuan itu aku mendapat informasi kalok hanya Dua Mahluk saja yang bisa menembus Batasan Ranah Kulivator." Jawabku serta menjelaskan ke pada Latina.
"Hmmmmm... Maksud guru, aku sudah tidak Suci lagi itu Karena aku sudah memiliki anak Begitu?." Tanya Latina.
"Benar." Jawab ku singkat
"Hahhhhhhh..." Latina menghembuskan nafas panjang dari mulutnya.
"Kalok Begitu Guru sudah berada di Ranah berapa?." Tanya Latina yang kembali Fress.
"Dan juga, aku bisa menghancurkan Alam Semesta dengan Jentikan Jariku, serta bisa membuat ulang Alam Semesta dengan jentikan ku lagi." Ucap sambil memainkan tanganku.
"Hahhhhh... Aku sudah tidak bisa terkejut lagi." Ucap Latina sambil memagang kepalanya, Lichen pun juga sama.
"Sena tidak mengerti sama sekali." Ucap Sena dengan tingkah Lucunya. Dan aku serta Semuanya tertawa melihat tingkah laku Sena.
"Hahahaha... Anak Ibu sangat Lucu. Oh ya Guru, Guru kapan perginya." Tanya Latina sambil memandang Gurunya.
"Hemmmmm... Aku sudah sangat merindukan Mereka, rencananya Nanti aku akan kesana." Jawabku.
"Apa Guru Secepat itu akan Pergi." Ucap Latina dengan nada sedih.
"Yaaa... mau bagai manalagi, Guru mu ini sudah sangat lama tidak bertemu Keluarganya." Ucap ku sambil menepuk-nepuk kepala Latina.
"Baiklah-Baiklah." Ucap Latina pasrah, karena dia berencana untuk menahan kepergian Dion.
"Hahaha... Jangan Sedih begitu, sebulan sekali aku akan kesini." Ucap ku sambil meminta Livhen untuk menyeduhkan Teh.
"Tapi Guru, Kata Guru tdi perbandingan Waktu disini sama disan sangat Berbedah Jauh." Ucap Latina cemberut, Karena sudah mengerti perbedaan Waktu di Bumi dan Di Alam Atas/Alam Kulivator.
__ADS_1
"Hahahahaha... bener juga ya.." Ucapku Tertawa serta Menyeruput Teh.
"Tapi tenang saja, aku tidak akan kenapa-napa." Lanjutku.
"Aku tau Guru tidak akan Kenapa-napa, Hmphh." Ucap Latina sambil cemberut.
"Hihihihihi... Mama sangat Lucu." Tawa Sena sambil Melihat ke Arah Ibunya.
"Aisssss... Sampai di tertawai anaknya Hahahaha..." Tawa ku serta tawa Lichen.
"Issss... Sebel Deh." Ucap Latina menyilangkan Tanganya serta buang muka karena malu.
Akhirnya Hari Sore pun tiba, Sekarang Semua orang penting di Istana itu berkumpul di halaman Belakang Istana, Dan Dion nampak berdiri sendiri membelakangi kerumunan orang yang sedang melambaikan tangannya.
"Guru jangan lupa untuk kesini lagi Hikss.." Ucap Latina sambil menangis.
"Kalok ada Waktu, Leluhur bisa kesini kapan Saja." Ucap Lichen.
"Pamaaannnn... Janji ya banti akan kesini Lagi!!." Teriak Sena.
"Yahhhh... Kalok aku Inget Hahahaha...." Ucapku yang langsung menghilang dari hadapan Semua Orang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Author: Like Ngap.