Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]

Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]
Menuju Bumi


__ADS_3

Author: Kalok ada yang Teypo maklumi saja ya Para pembaca, Soalnya jemari2 ku agak besar, dan Keybord Hp ku juga agak kecil jadi ya begitulah.


Lanjut Kejalan Cerita.


Saat ini Dion lagi berada di dalam Lorong waktu, karena perbedaan Waktu dari Dunia Kulivator berbeda dengan Bumi, ahasil Dion melakukan perjalanan Ruang Waktu. Bisa saj Dion langsung sampai ke Bumi dengan bantuan Yui, tapi Dion merasa itu terlalu gampang dan memilih untuk melakukan sendiri dalam perjalanan ke Bumi.


"Yui, apa di System juga bisa menukar Poin dengan Uang yang ada di Bumi?." Tanyaku ke pada Yui.


[Bisa Tuan, 1Poin sama dengan 10.000.000Rp.] (Saya disini menggunakan Uang Rupiah, Karena Dion berasal dari Negara +62.)


"Ahhhhhh... jadi bisa, kalok begitu Yui buatkan aku Kartu Bank yang Nominalnya Unlimited, dan Isi kartu itu dengan Uang 100Triliun." Pinta Dion ke Yui.


[Baik Tuan, Prosea pembuatan hanya membutuhkan 1Detik saja. 1.. Pembuatan berhasil, Black Card sudah di simpan di Penyimpanan System.] Ucap Yui


"Ahhhh... Yui memmang bisa di andalkan." Puji Dion ke Yui.


[Itu sudah tugas Yui untuk melayani Tuan.] Ucap Yui yang tersenyum, meskipun itu hanya Emoticon di Layar yang berada di depan Dion.


"Hemmmm... hampir sampai rupanya." Ucapku memandang kesepan, tak berselang lama, Di lintasan Lorang Waktu seperti bergelombang dan menciptakan Portal, Portal itulah yang akan membawa Dion ke tempat tujuan.


"Mari masuk." Ucapku Memasuki Portal itu.


Swinggggggg.... Suara Dion saat masuk Portal.


Di Luar angkasa terciptalah belahan Seperti pecahan Kaca yang beru di lempar batu, dari dalam Belahan tersebut, munculah Sosok yang sangat Rupawan dengan Rambut Putih menjulang sampai bisa meyentuh tanah. Sosok tersebut bukan lain adalah Dion sendiri.


"Hemmmm... Sepertinya sudah sampai." Ucapku sembil memegang dagu.


"Ohhhhh... aku bisa melihat Bumi dari sini!!." Ucapku dengan semangat, karena aku sudah tidak sabar untuk melihat Kedua Orangtua ku.


(Kenapa Orangtua Dion bisa selamat dari badai yang menerpa rumahnya?Jawabanya adalah, Hanya bagian atas atau bagian lantai Dualah yang terbawa Badai itu, dan kamar Dion berada di lantai dua, sementara Kedua Orangtua Dion berada di lantai satu bersama adiknya. Kalok kakaknya lagi keluyuran di Luar saat musibah itu terjadi.)


Dion langsung melesat dengan kecepatan cahaya menuju ke Bumi, dan jalur lintasan Dion seperti tercipta sebuah Cahaya ke emasan yang memanjanh, dan itu seperti Meteorid/Komet. Taulah. Dion pun sampai ke Bumi, meskipun sekarang masih melayang di angkasa Luar, jarak Dion dengan Bumi seperti jarak Bumi dan Bulan.


"Ahhhhh... aku sudah tidak sabar ingin bertemu mereka, tapi tunggu dulu." Ucapku sambil melihat kearah tubuhku, dan mendapati Penampilanku seperti orang Cina Kuno,


"Hemmmm... ganti baju saja lah, kalok soal rambut, aku sangat menyayangi rambut panjang ku ini." Ucapku sambil mengelus rambut putihku yang panjang.

__ADS_1


"Yui, ganti pakaaian ku seperti yang ada di Bumi." Pinta ku kepada Yui.


[Haik Tuan.] Setelah Yui menjawab dan pakain Dion langsung berubah dengan celana Jens dan Kaos Hitam Polos disertai Hodie Putih Polos.


"Berangkat!!!." Ucapku langsung melesat ke Arah Bumi lebih tepatnya di Negara +62.


Dion melsat bagaikan Meteorid mengarah ke Bumi Seperti Mau menjatuhkan tubuhnya, tapi setelah melewati Asmofer, Dion menambah kecepatanya dan sudah tidak menimbulkan Efek ataupun saat Dion menambahkan Lajunya. Karena Kecepatan Dion sudah diluar nalar, Tak berselang lama Diin sudah sampai di tujuan.


"Akhirnya, Ayah ibu anakmu ini datang." Ucapku melesat ke arah Pulau J bagian T, Dan dikota B.


"Ahhh... sampai depan Rumah, emmm... gimana ya, masuk, engak, masuk, engak, masuk. Ahhhh bodo amatlah yang penting masuk." Ucapku langsung membuka pintu Rumah, setelah tebuka sepenuhnya, aku bisa merasakan kenangan masalalu yang sangat membahagiakan bersama keluargaku di dalam Rumah ini.


"Aku pulang!!!." Ucapku dengan nada keras, tapi aku Gugup, karena Aku sadar Paras ku sudah berbeda jauh dan aku juga berpikir mereka akan mengenaliku atau tidak.


"Kakak Dion!!!" Teriak Anak Kecil Berumur sepuluh tahunan berlari ke arahku dengan air mata menetes di kedua matanya.


"Tiara!!!." Sapaku balik dengan memeluknya dan aku juga menangis, karena ini sudah Sepuluhjuta tahun aku tidak melihat adikku tersayang.


"Tiara siapa itu!!." Teriak seseorang Wanita dari arah Dapur, tapi saat dia melihatku.


"Dion!!! apa ini benar kamu nak!!." Ucap Ibuku Sambil memegang pipiku dan karena perasaan Ibu kepada anaknya itu kuat, jadi insting ibuku saat melihatku seperti sudah mengenaliku, meskipun penampilan eajahku sudah beda jauh.


"Ya ampun, ini beneran anakku." Ucap Ibuku dengan berlinangan air mata.


"Ya ini Dion Bu." Ucapku yang juga berlinang air mata.


"Kamu kemana saja selama Sepuluh bulan ini, dan apa kamu tidak apa2, Ap kmu lapar, kalok kamu lapar ibu akan menyiapkan makanan." Ucap Ibuku bertubi-tubi.


"Nanti aku ceritakan semuanya, kalok soal lapar, ya aku suxah lapar banget." Ucapko berbohong, karen Aku sudah tidak butuh makan lagi, tapi Aku merindukan masakan Ibuku.


"Baiklah, Ibu akan menyaikan makanan kesukaan mu." Ucap Ibuku sambil pergi kedapur.


"Tiara, mana Ayah dan Kakak?" Tanyaku ke pada Tiara, aku sebenarnya tau kalok Ayah dan Kakak ku tidak ada di rumah.


"Ayah dan Kakak lagi mengurus surat kehilangan Kakak Dion, itu ak


kata Mama." Ucap Tiara yang sudah tidak nangis lagi, tapi masih berada di gendongan Dion.

__ADS_1


"Apa Tiara lapar, kalok lapar ayo makan bareng." Ucapku Sambil mengelus kepala Tiara.


"Hemmm... Tiara Lapar." Jawab Tiara sambil senyum.


Dion sambil menggendong Tiara menuju ke arah meja makan, setelah sampai di meja makan, Dion memangku Tiara sambil bersanda gurau untuk menunggu Masakan Ibu Dion matang/Sudah Siap.


"Bagai mana kabar Kak Diona selama aku tidak ada." Tanyaku kepada Tiara.


"Kak Diona selalu mengunci diri di kamar setelah Kak Dion menghilang." Jawab Tiara.


"Sampai begitunya ya dia, Hahhhh..." Ucapku sambil menghela nafas, Kenapa Kakak perwmpuanku bersikap seperti itu, Jawabanya adalah, Kakak perempuanku terlalu menyayangi ku, bukan skasih sayang sebagai Saudara. Melainkan sebagai lawan Jenis.


Kakak Dion itu kalok di artikan dia itu Brocon, Kakak perempuan yang menyukai Adik laki2nya sendiri. Dan Dion mengetahui kalok kakak nya menyukai dirinya, Ayah dan Ibuku juga tau kalau kakak ku mencintaiku. Ahasil, Orang tuaku hanya diam saja seperti tidak melarang nya dan malah seperti mendukung. Aneh. Memang aneh tapi itu kenyataan yang ada di cerita ini.


"Kak Dion," Ucap Tiara sambil memandang kearahku.


"Ya ada apa Tiara." Tanya ku ke Tiara.


"Kenapa kakak sangat Ganteng." Ucap Tiara pipinya yang merona merah.


"Hmmm... kakak dari dulu memang ganteng kan?." Ucapku sambil mengelus kepala Tiara.


"Benar apa yang di katakan adik mu Dion, kenap kamu bertambah Ganteng." Ucap Ibuku yang menaruh Nasi putih di meja.


"Hmmmm... mungkin karena aku pulang dari Dunia lain." Ucapku sambil memainkan Pipi Tiara.


"Kamu ada2 saja Dion." Ucap Ibuku yang tidak percaya.


"Aku bisa menunjukkanya." Ucapku sambil menunjukkan Elemet Api yang berada di telapak tanganku.


"Lihat, ini namanya Elemet Api." Ucapku sambil memainkan Elemet Api yang berwarna putih itu di tangan ku.


"Ap-apa itu Dion, Ke-kenapa muncul Ap-api di tangan mu." Ucap Ibuku terbata-bata karena melihat Api putih di tangan ku.


"Ibu, aku tadi sudah bilang, kalok aku dari Dunia-." Ucapku terpotong saat mendengar suara di sampingku.


"Di-Dion." Ucap seorang wanita yang ada di sampingku.

__ADS_1


__ADS_2