![Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]](https://asset.asean.biz.id/perjalanan-dewa-perang-hidup-santuy-dengan-system-.webp)
Dion sekarang harus menghadapi kedua Wanita yang selalu bertatapan seperti sedang bersaing. Nampak juga dari wajah ke dua wanita itu tetlihat bahagia, apa lagi Fanesha. Setelah Dion pindah kekota, dirinya harus dilanda perasaan cemas dan kawatir. Tapi sekarang ia bisa melihat laki–laki pujaan hatinya.
"Jadi, sekarang bagaimana." Tanya Dion melihat ke arah kanan dan kiri.
"Gaktau." Jawab Diona.
"Aku ingin memelukmu lebih lama." Jawab Fanesha yang tidak mau melepaskan Dion.
Tak lama setelah Fanesha berbicara seperti itu, Diona langsung mentap Fanesha dengan Wajah persaingan lagi.
"Hahhhhhh... kalian ini, Kakak. Apa kamu tidak bisa berbagi." Tanya Dion melihat ke arah Diona.
"Jangan panggil aku kakak, pangil Sayang saja, kalok soal berbagi hmmmmmm...." Ucap Diona sambil memegang dagunya.
Nampak Wajah Fanesha menjadi cerah setelah mendengar ucapan Dion, tapi sesaat ia juga cemas kalok Diona tidak mau berbagi.
"Hahhhhh... kalok begitu, Fanesha harus membuktikan kalok dirinya memang mencintaimu." Ucap Diona sambil melihat ke arah Fanesha.
"Benarkah, kalok begitu..." Ucap Fanesha yang langsung berdiri, setelah itu ia duduk di pangkuan Dion sambil memegang kedua pipinya dan taklama kemudian, Fanesha mendekatkan Wajahnya ke wajah Dion.
Cuuppp.....
"Ehhhhhhh... apa yang kaulakukan." Ucap Diona kaget dengan tindakan yang Fanesha lakukan.
"Membuktikan Cintaku kepada Dion Sayang." Balas Fanesha yang sudah berciuman sama Dion.
"Ta–tapi... ahhhhh.... sudah lah." Ucap Diona sambil membuang muka dan menyilangkan kedua tanganya di dada.
'Yui, tampilkan Status mereka berdua.' Batin Dion berbicara dengan Yui.
[Baik Tuan.] Balas Yui.
Status Diona:
Name: Diona
Age: 20
Ras: Manusia
Gender: Wanita
Sifat: Penyayang keluarganya sendiri, Baikhati kepada keluarganya, Suka kebersihan, Tidak menyukai tempat kootor, Dll yang bersikap positif.
Perasaan: Sangat mencintai Adiknya sendiri/Dion(121%).
__ADS_1
Kondisi: Sehat
Status Fanesha:
Nama: Fanesha
Age: 18
Ras: Manusia
Gender: Wanita
Sifat: Pekerja keras, Pantang menyerah, Baik, Berbakti kepada orangtua, Percaya diri.
Perasaan: Mencintai Sahabat dari Kecil/Dion(119%).
Kondisi: Sehat.
'Yui, apa maksud dari Persenan itu.' Ucap Dion berbicara sama Yui.
[Itu tanda bahwa kedua wanita itu mencintai Tuan, 100% saja sudah cukup untuk kepercayaan satu sama lain, Apa lagi lebih dari Seratus persen, itu malah terbaik dari yang terbaik.] Ucap Yui sambil menjelaskan.
'Ahhhh... jadi begitu ya, kalok begitu aku beruntung sangat beruntung memiliki Kedua wanita ini.' Ucap Dion terngiangngiang.
[Benar Tuan.] Balas Yui dengan Layr yang bergambar Emoticon yang lucu.
"Hehehe..." Tawa Diona senang.
"Curang." Ucap Fanesha
"Sini–sini, kalian sekarang harus saling akur satu sama lain mulai sekarang. Aku akan membawakalian kehubungan serius di masa depan." Ucap Dion yang juga merangkul Pinggang Fanesha. Diona dan Fanesha menyandarkan kepalanya di Dada Dion dengan perasaan yang berbunga–bunga di hati mereka.
"Begini lebih baik." Ucap Dion menikmati sensasi seakarang ini.
Hari sudah mulai gelap, dan Paman serta Bibi meninggalkan Rumah Dion, sementara Fanesha masih tinggal di Rumah, karena dia saat mau pulang nanti bersikeras akan tinggal Dengan Dion mulai sekarang. Ya mereka setuju–setuju saja.
"Baiklah, aku akan ke kamar dulu." Ucap Dion beranjak pergi dari ruang tamu.
"Dion, besok kamu sekolah lagi apa tidak." Ucap Ibu bertanya ke Dion.
"Kalok masalah sekolah biar aku pikirkan nanti." Ucap Dion sesaat membalikkan badanya setelah itu melanjutkan jaklannya ke arah Kamar.
"Aku juga akan ke kamar dulu." Ucap Diona menuju ke arah Kamar Dion.
"Aku ikut." Ucap Fanesha mengikuti Diona.
__ADS_1
"Hahhhh... Dasar, masa muda jaman sekarang lebih Blak–blakkan." Ucap Ibu sambil melihat kepergian Diona dan Fanesha.
"Yah, ayah ayo kekamar, Tiara cepat tidur besok kamu harus sekolah." Ucap Ibu menganjak Ayah kekamar dan memberi tahu Tiara kalok di besok harus Sekolah.
"Bentar, aku mau ke kamar Kak Dion dulu." Ucap Tiara berlari kecil kearah lantai Dua tempat kamar Dion.
"Jangan bergadang ya." Ucap Ayah.
"Ya Ayah." Ucap Tiara yang sudah di Lanati Dua. Setelah Tiara tiba di dwpan kamar Fion ia langsung membukanya, Tiara melihat di atas ranjang ada Tiga orang yang lagi tidur dan ia mendekat perlahan–lahan untuk tidak membangunkan Kakak–kakaknya.
Setelah Tiara sudah berada di dwkat ranjang, ia mulai manaiki ranjang tersebut dan mendekat kearah Dion, Tiara langsung membaringkan Tubuh nya di atas Tubuh Dion.
"Ohhhh... Tiara, Apa Tiara mau tidur disini." Ucap Dion yang dari tadi sudah tau Gerak–Gerik Tiara.
"Emmmmm..." Tiara hanya mengangguk sebagai balasan tak lama kemudian ia tertidur di Atas tubuh Dion dan dada Dion di gunakan Tiara untuk bantalannya.
Sementara kedua wanita itu menggunakan Tangan Dion untuk bantalan mereka, Kenapa mereka bisa tertidur secepat iru? Jawabnya karena, saat mereka berada di dekat Dion Mereka merasakan Perasaan yang sangat nyaman, di karena kan perasaan nyaman tersebut mereka bertiga langsung terlalap tidur.
"Ahhhhhhh.... Aku akan menjaga senyum mereka." Ucap Dion yang melihat ke arah Ketiga wanita yang mukanya tersenyum sambil tertidur.
"Bukan hanya mereka saja, tapi seluruh keluargaku akan kujaga, serta orang–orang di luar sana kalok ada butuh pertolongan akan ku tolong dengan sukarelawan." Ucap Dion sambil ber nostalgia saat ia melihat senyuman orang yang ia bantu/saat kesusahan dan senyuman mereka sudah berarti bagi Dion.
"Hemmmm... apa dia baik–baik saja ya." Ucap Dion sambil membayangkan Seorang wanita Dari Ras Dewi.
"Mana mungkin ia dalam bahaya, kalok dia sebdiri saja sangat kuat." Ucap Dion mengingat kalok Dewi yang ia bayangkan itu adalah Dewi Perang, sama seperti Dion, Dewu itu menyadang gelar Dewi Perang, semenatara Dion Menyandang gelar Dewa Perang.
Dion dan Dewi itu pernah melakukan duel, malah bisa di bilang Sering. Saat itu Dion masih belum menembus batas Ranah, tapi kekauatan Dion masihlah sangat kuat, Dewi itu selalu kalah dalam Duel melawan Dion. Tapi ia tak pernah menyerah dan terus–terusan menantang Dion dalam Duel, ya meskipun ia selalu kalah lagi, tapi itu tidak membuatnya berhenti untuk menantang Dion.
Setetalah Dion menghilang selama lima juta tahun, Dion tidak pernah bertemu sama Dewinitu lagi. Makanya Dion sekarang mengingat Dewi itu yang selalu membuatnya terhibur saat duel berlangsung. Nama Dewi itu adalah Freya, ya Dion selalu mengingat nama itu setwlah sekian lamanya tidak bertemu.
"Hahhhhh... apa aku mencintainya, kenapa saat aku mengingat ia kembali, pikiranku selalu muncul wajah dirinya. Yui apa benar aku mencintainya?." Ucap Dion sambil bertanya ke Yui.
[Benar Tuan, Sekarang ini, Tuan telah jantuh cinta ke pada Dewi itu.] Ucap Yui membenarkan ucapan Dion.
"Kalok begitu, tampilkan kegiatan ia sekarang." Ucap Dion menyuruh Yui untuk melihat Freya.
[Baik Tuan.] Ucap Yui dan tak lama kemudian Dion bisa melihat layar yang menampilkan Seseorang Wanita yang sangat cabtik sedang mendekap kedua kakinya.
Juga wajah wanita yang tak lain Freya sendiri itu nampak sedang menangis, dan mengucapkan nama seseorang.
"Dion dimana kamu, kau tau aku kesepian saat ini Hiksss... Dion." Ucap Freya menangis sambil mengucap kan nama Dion.
"Ahhhhhh.... aku membuat seorang gadia menangis." Ucap Dion yang hatinya tidak enak, karena membuat wanita menangis.
"Yui kirimkan Pesan keoadanya, kalok aku baik–baiksaja dan juga tuliskan di pesan itu aku akan kesana tidak akan lama lagi." Ucap Dion menyuruh Yui untuk mengirimkan pesan kepada Freya.
__ADS_1
[Baik tuan.] Balas Yui yang langsung mengerjakan apa yang di suruh Dion tadi.
Author: Yo para pembaca sekalian, kalok ada yang Typo di maklumi saja. Karena Hp Author itu Hp Kentang/Lawas.