![Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]](https://asset.asean.biz.id/perjalanan-dewa-perang-hidup-santuy-dengan-system-.webp)
Author: Kalok ada Typo maklumi saja Ngap.
Pov Diona.
Aku sedang mencari keberadaan adik ku tersayang, karena musibah Badai angin bulan lalu, adikku menjadi korban karena badai itu dan juga selama sepuluh bulan ini aku selalu meminta para Polisi untuk mencari Adikku yang hilang. Sebenarnya aku sudah putus asa tapi setiap mengingat wajah adikku aku kembali bersemangat untuk mencarinya terus.
"Hahhhh... kata Polisi disini sudah berusaha untuk mencari Dion, tapi mereka tetap tidak bisa menemukanya. Aku juga sudah memposting Foto adikku di sosial media, tapi warga Net juga tidak mengetahui keberadaan Dion." Ucapku
"Nak tenang dan rilekskan pikiranmu, pasti Dion akan ketemu. Dan juga kamu belum makan dari kemarin, setelah ini kita pulang saja, nak." Ucap Seseorang Pria yang berada di depan Diona.
"Tapi Ayah, Dion masih belum ketemu, dan juga aku sangat mengawatirkanya." Ucap Diona sambil menangis.
"Tenang lah Diona, Dion pasti akan ketemu nanti, sekarang kita pulang saja dulu, Firasat Ayah mengatakan kalok kita sekarang harus pulang." Ucap Ayah sambil berjalan keluar dengan di susul Diona.
"Baiklah." Ucap Diona yang sudah lesu.
Skip depan Rumah.
"Siapa yang ada dirumah kok ramai sekali." Ucap Ayah penasaran, tapi sebelum Ayah Dion memegang ganggang pintu, Diona langsung membuka pintu itu dengan kasar dan ia langsung berlari ke arah orang2 yang sedang berbincang itu.
"Di–Dion." Ucap Diona melihat lelaki Yang mirip dengan adiknya, tapi sudah beda jauh dengan yang dulu.
"Ahhhh... Kakak." Balas Dion terkejut melihat kakak nya.
"Dion!!!." Teriak Diona dengan kencang dan langsung memeluk Dion.
Diona Pov End.
"Dion!! kemana saja kamu selama ini Hikss..." Ucap Diana sambil menangis.
"Emmmmm... akubkan menjelaskanya sekarang, tapi tenanglah dulu Kak." Ucap Dion sambil menenangkan Diona.
"Baiklah, kamu jelaskan sekarang." Balas Diona sambil menyeka Air matanya.
"Bailah kita duduk dulu." Ucap Dion kembali duduk di meja makan.
Akhir nya Dion menceritakan tentang perjakanannya di Dunia Lain, tentunya Dion mengarang cerita ini. Dion menceritakan, Ia terjebak di Dunia yang banyak sekali monsternya, dan ia harus bertahan hidup di dunia yang penuh moster itu sendirian. Setelah sepuluh tahun berlalu Akhirnya Dion mengetahui cara kembali ke Bumi, Karena Dion sudah mengetahui caranya Dion langsung saja melakukan perpindahan antar Dunia Lain. Beruntung Dion tidak tersesat saat kembali ke Bumi.
"Begitulah ceritanya, kalok kalian tidak percahaya, lihatlah ini." Ucap Dion sambil mengeluarkan berbagai Elemet dasar, Seperti Api, Petir, Tanah, Air, Angin. Dan Elemet itu berputar–Putar si telapak tangan Dion.
"Baiklah, Tapi Kakak masih tidak menduga, kalok kamu sepuluhtahun di Dunia itu." Ucap Diona yang ada di sampimg kanan Dion serta memeluk tangan Dion.
"Ayah tidak menduga, kalok Anak ku sudah melewati masa–masa sulit seperti itu." Ucap Ayah Dion sambil menggelengkan kepalanya.
"Anak ibu sekarang menjadi mandiri dan kuat." Ucap Ibu Dion sambil tersenyum.
"Kakak Hebat." Ucap Tiara yang berada di pangkuan Dion.
"Baiklah2, mari kita makan, setelah itu semua nya akan bersantai." Ucap Ibu sambil memberikan nasi putih ke piring Dion.
"Makan yang banyak Dion, lihat lah ini masakan favoritmu." Ucap Diona sambil memberikan Ayam Goreng Krispi.
"Sudah2 ini sangat kebanyakan." Ucap Dion sambil melepaskan Hodie nya. Rambut panjang Dion terurai ke bawah dan itu menambah kesan ketampanan Dion.
"Woww... Kakak rambutmu sangat panjang." Ucap Tiara sambil menyentuh Rambut Dion dan memaikannya.
"Dion, nanti kita akan keluar untuk memotong rambutmu." Ucap Diona yang juga memegang Rambut Dion.
__ADS_1
"Ehhhh... memotongnya." Ucap Dion terkejut dan langsung menyembunyikan rambutnya ke dalam baju.
"Tidak2 tidak, rambut ini yang telah menemaniku di dunia lain." Ucap Dion sambil mengelangkan keoalanya.
"Hey ayolah, nanti akan kakak kasih hadiah kalok kamu memotongnya." Ucap Diona sambil tersenyum misterius.
"Hadiah?." Balas Dion Bingung.
"Ya nanti akan kakak kasih hadiah, Hehehehe." Ucap Diona yang menambahkan tawa misteriusnya.
"Emmmmm... baiklah, aku akan memotongnya, tapi hanya sampai ke pinggang saja memotong rambutnya." Ucap Dion yang sudah pasrah.
"Hehehehehe." Tawa keberhasilan Diona.
Ayah dan Ibu Dion hanya tersenyum melihat keluarga mereka lengkap kembali dan merasa senang karena rumah mereka tidak sepi lagi. Akhirnya mereka selesai makan dan sekarang Dion lagi menunggu Diona di depan rumah.
"Ayo berangkat." Kata Diona sambil memeluk Tangan Dion.
"Uhhhhh... bagian itu sangat empuk." Guman Dion yang di denger Diona. Akhirnya Diona mengencangkan pelukanya.
"Ayo kita ke tukang cukur." Ucap Diona yang paling bersemangat, karena Adik tersayangnya sudah kembali.
"Ahhhhh.... jalan nya jangan cepat–cepat." Ucap Dion yang menyesuaikan jalannya.
Skip Tukang Cukur.
"Baiklah kita sampai." Ucap Diona dan langsung menarik Dion untuk masuk.
"Mas, tolong potong rambut Suamiku!!." Ucap Diona yang membuat Dion terkejut.
"Lihat lah para wanita yang menatapmu, mereka seakan ingin melahpmu langsung di tempat." Balas bisik Diona ke Dion.
"Ohhh begituya." Balas Dion yang mengerti, karena di seperpanjang jalan, Dion selalu mendpatkan tatapan tidak mengenakkan.
"Iya Mbak sebentar." Balas Seseorang Pria yang baru keluar dari ruangan Rumah Cukur itu.
"Mas nya Duduk disini." Ucap Pria itu mempersilakan Dion duduk di Tempat cukur, Sementara Diona berada di belakang dan duduk sambil tersenyum ke arah Dion.
"Ahhhh... Bro potong sampai pingagang saja." Ucap Dion menunjukkan rambutnya.
"Wowww... rambut mu sangat panjang Bro, juga apa kamu mengecat rambut ini.
"Tidak2 tidak, ini rambut alami ku." Ucap ku sambil membenarkan dudukku di kursi itu.
"Baiklah, kalok begitu." Ucap Tukang cukur itu.
Akhirnya Rambut Dion di potong, sementara Dion sendiri menangis di dalam hatinya. Setelah selesai memotong rambut, Dion dan Dioana kembali berjalan–jalan kembali. Mereka berdua bukan lagi dibilang jalan–jalan. Lebih tepatnya adalaj Kencan.
"Kita kemana lagi, Ketaman sudah, Bioskop juga sudah, dan semua sudah." Ucap Diona sambil memakan Eskrim Coklat.
"Aku akan mengajakmu ke tempat yang indah." Ucap Dion sambil memegang pinggang Diona.
"Tapi, tutup mata mu Dulu." Lanjut Dion dan Diona mukanya sudah memerah.
"Um... baiklah." Balas Diona sambil memejamkan matanya.
Setelah itu Dion langsung melesat ke udara dengan kecepatan tinggi, sebelum itu Dion memberi perlindungan untuk Diona, biar tidak kena dampak saat terbang melasat dengan kecepatan tinggi. Setelah sampai di luar angkasa.
__ADS_1
"Bukalah mata mu Kak." Ucap Dion menyuruh Diona membuka matanya.
"Woahhhhh... Kita dimana?. Bukanya ini sekarang ada di luar angkasa, indah nya." Ucap Diona kagum saat membuka matanya dan melihat dirinya berada di luar angkasa, dan melihat bintang–bintang yang berkdip–kedip.
"Indah kan." Ucap Dion yang melihat kearah depan.
"Dion!." Ucap Diona memanggil Dion.
"Ya." Balas Dion sambil melihat Diona.
Cup....
"Hehhhh??" Dion pun menjadi bingung, karena tiba tiba di Cium bibirnya sama Diona.
Karena Dion sudah memgetahui kalok kakaknya mencintai dirinya sejak dulu, Dion membalas Ciuman dari kakaknya entah di masa depan ia memanggil Diona dengan apa, dan Dion juga harus mencintai kakak nya mulai sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😑😑
__ADS_1