![Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]](https://asset.asean.biz.id/perjalanan-dewa-perang-hidup-santuy-dengan-system-.webp)
Dion sedang berleyeh–leyeh di depan rumah, disitu terdapat dua kursi dan satu meja yang berada di tengah. Dikursi satunya terdapat Fanesha yang sedang memainkan Hp, karena di desa sinyal Hp kadang ada kadang tidak ada.
"Fanesha, kapan kamu pulangnya." Tanya Dion melihat Fanesha.
"Aku gak pulang kerumah, aku akan tinggal disini sekarang." Balas Fanesha yang juga melihat ke Dion.
"Nanti ayah dan Ibu akan membawa pakaianku kemari." Lanjut Fanesha.
"Hmmmm... jadi begitu, terus Sekolah mu gimana?" Tanya Dion menanyakan tentang Sekilah Fanesha.
"Aku gak Sekolah lagi, kata Ayah dan Ibu aku cuman harus mengurus kamu saja." Balas Fanesha dengan polosnya.
"Ah–ahhh... begitu ya." Ucap Dion yang langsung cengingisan.
Dan saat itu Dion berfikir, apa di keluarganya sering menjodohkan keluarga sendiri, tapi saat ia ingat betul–betul. Memang, seluruh keluarga/kerabatnya itu semua memang aneh. Salah satunya yang aneh ya... tentang menjodohkan keluarga sendiri, tapi harus ada ikatan cinta dari kedua belah pihak, kalok tidak ada cinta di kedua belahpihak, perjodohan itu tidak akan mungkin terjadi.
"Setelah di ingat keluarga kita aneh ya." Ucap Fanesha yang seakan mengerti isi pikiran Dion.
"Ya kamu benar, keluarga kita memang aneh." Balas Dion juga sependapat dengan Fanesha.
"Neee... Sayang, apa kamu mau menceritakan apa yang terjadi saat kamu hilang selama sepuluh bulan." Tanya Fanesha sambil menatap mata Dion dengan punuh kasih Sayang.
"Baiklah, ceritanya begini......." Akhirnya Dion menceritakan apa yang ia ceritakan kepada Oarangtua serta Diona dan Tiara.
"Jadi kamu terlempar di dunai lain gitu?" Ucap Fanesha yang sekarang berada di pangkuan Dion, Posisinya sedang menghadap kee Dion dengan kedua tangan melingkar ke leher Dion.
"Yap, disana sangat mengerikan, tapi selama sepuluh tahun itu aku berkerja keras untuk bertahan." Ucap Dion, jelas Dion berbohong.
"Jadi itulah yang membuat penampilanmu berubah deratis dan juga aku suka rambutmu yang sekarang." Ucap Fanesha sambil memainkan Rambut Dion.
Setelah mereka mengobrol ringan membahas tentang perjalanan Dion yang Dion buat–buat. Akhirnya Siang pun tiba, sekitar jam satu Dion menatap layar System yang menampilkan sosok Wanita yang sangat cantik nan imut yang seperti menunggu seseorang.
"Baiklah, Yui langsung pidahkan aku kesana." Ucap Dion menyuruh Yui untuk meneleprotkan Dion ke tempat Freya berada.
__ADS_1
[Baik Tuan.] Balas Yui yang di susul dengan tubuh Dion hilang.
Sementara di tempat Alam Dewa.
"Dion kapan kamu akan datang, kau tau aku sangat merindukanmu, setelah tidak ada kabar selama lima juta tahun dari kamu. Perasaan tidak nyaman di hatiku terus bergejolak dan sangat ingin melihat sosok mu lagi. Katanya kamu mau menjemputku, tapi sekarang kamu kemana." Ucap Wanita yang tak lain adalah Freya, Freya sendiri sedang murung dan grlisah. Karena Dion tidak kunjung datang.
"Apa segitunya kamu merindukanya?" Suara yang tiba–tiba ada di belakang Freya.
"Ya aku sangat merindukanya, sampai–sampai aku langsung ing–" Ucap Freya berhenti karena ia baru sadar kalok suara di belakangnya sudah tidak asing baginya, setelah ia menoleh kebelakang dengan cepat, Freya sudah tidak bisa menahan kesedihanya selama ini.
"DIONN!!!." Teriak Freya yang langsung memeluk Pria yang tak lain adalah Dion sambil menangia keras.
"Hikss... akhirnya kamu datang Hikss..." Ucap Freya dengan tersedak–sedak.
"Maaf kan aku yang selama ini membuatmu khawatir, aku janji tidak akan membuatmu khawatirlagi." Ucap Dion sambil membelai Kepala Freya.
"Janji Hikss..." Ucap Freya menatap Dion.
Mereka berdua berciuman sudah hampir setengah jam, tapi di antara kedua belah pihak tidak mau ada yang melepaskan Ciuman tersebut. Satujam berlalu akhirnya Freya melepaskan Ciuman teesebut dengan enggan, tapi apa daya bagi Freya. Tiba–tiba saja nafas Freya memburu dan badanya sangat panas apa lagi di bagian ituya Muehehehehe...
"Ada apa dengan mu Fre." Tanya Dion yang melihat perubahan tubuh Freya.
"Gak tau Hahh... hahhh... tiba–tiba Hahhhh... tubuhku menjadi panas hahhh....." Ucap Freya dengan nafas memburunya.
"Hemmmm... itu reaksi biasa saat wanita sedang terangsang." Jelas Dion dengan pengetahuannya tentang Wanita.
"Jadi gimana cara menghilangkan Ransangan ini." Ucap Freya yang mukanya sudah memerah.
"Hmmmmm... kalok begitu percayalah padaku dulu." Ucap Dion sambil memegang pundak Freya.
"Aku akan selalu percaya padamu." Balas Freya.
"Baiklah, kamu ikut dengan ku dulu." Ucap Dion yang langsung menggendong Tubuh Freya layaknya tuan Putri, Freya sendiri malah menjadi sangat ***** saat mencium tubuh Dion.
__ADS_1
Akhirnya Dion membawa Freya ke Alam Jiwanya, Alam Jiwa sendiri terbuka saat Kulivator sudah memahami satu Hukum Alam Semesta. Tapi memahami Hukum itu ibarat kamu sedang menghafal Triliuan kata, atau lebih banyak lagi setelah bilangan Triluinan angka. Itu saja masih Hukum Alam tingkat rendah, bagaimana yang dengan tingkatan atasnya lagi?.
Sementara Dion sudah membuka Alam Jiwanya setelah tiba di Dunia Kulivator, lebih tepatnya mendapat hadiah dari System sebelumnya. Tapi Alam Jiwa Dion yang sekarang sudah lebih baik ketimbang pemberian System pertama. Kembali kecerita.
Dion meletakkan Freya di kasur yang tiba–tiba mucul dari kekosongan, tempat Dion sekarang berada di pedang Rumput yang sangat Luas dan di akhiri pepohonan. Setelah Dion meletakkan Freya di kasur, Dion langsung melucuti Pakian milik Freya. Freya hanya bisa percaya keoada Dion kalok Dion nanti tidak akan melakukan hal yang melebihi batas.
"Aku kan membuatmu Klimaks, jadi jangan tahan saat ada sesuatu yang akan keluar dari Kemaluanmu." Ucap Dion yang sudah melepas semua pakaian Freya.
"Emmmm baik." Ucap Freya sambil menutup Bagian Sensitifnya dan Kedua Gunung kembar dengan kedua tangannya.
Dion memulai aksinya dengan meraba bagian Paha milik Freya, Freya sendiri saat di sentuh Sudah mengverang dan mendesah. Dion melanjutkan dengan memegang tangan Freya yang menutupi bagian Terlarangnya.
"Aki malu." Ucap Freya sambil melihat ke arah Dion.
"Tenang saja, masalah ini akan selesai dengan Cepat." Ucap Dion yang langsung mengelus bagian Daging terbelah itu.
Freya mengeluarkan suara merdu dari mulutnya, Dion sendiri masih melanjutkan dengan memasukkan ke lobang Belahan Daging tersebut dengan jari, saat sudah memasukkan jarinya. Bersamaan Freya langsung Klimaks.
"Fyiuhhhhh... Akhirnya selesai juga." Ucap Dion. membersihkan Tangnya yang basah akibat Cairan yang keluar dari itunya Freya.
"Hehhhhh... Ternyata di langsung tertidur, meskipun Freya itu Dewa, tapi soal beginian dia alan capet lelah." Ucap Dion yang menyelimuti tubuh Freya.
"Kalok begitu aku akan pulang dulu, Yui kalok Freya sudah sadar, bilang ke aku ya." Ucap Dion ke Yui.
[Siap Tuan, Tuan apa itu nikmat?.] Balas Yui seta menanyakan apa perbuatan Dion tadi Nikmat.
"Ap–apa yang ka–kamu katakan Yui, jelas itu sangat Nikmat, itu normal bagi seseorang Pria yang merasakan kenikmatan seperti yang tadi." Ucap Dion ngaku kalok dia memang menikmati perbuatanya tadi.
[Ohhhh... gitu, Yui cuman nanya saja.] Ucap Yui memunculkan emoticon tersenyum.
"Baiklah, kalok begitu aku akan pulang dulu." Ucap Dion yang langsung menghilang dari Alam Jiwa dan langsung muncul di kamar Dion.
Dionendapat pengalaman yang mbuat ia susah menghilangkan pengalaman itu, ya... Dion sendiri tidak tau kenapa dia melakukan itu. Hanya saja di buku yang ia pernah baja entah apa buku itu. Dibuku itu menjelaskan cara mengurus wanita yang sedang Begini, Begitu Dll.
__ADS_1