Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]

Perjalanan Dewa Perang[Hidup Santuy Dengan System]
Mendapat Informasi Dari Yui(System)


__ADS_3

Author: Bro kalok ada yang Typo biarin saja, Thor sebenarnya males untuk memperbaiki yang Typo, susah nyariknya.


Kembali ke cerita.


Hari malam menjelang pagi, di kamar Dion sekarang ada empat orang yang lagi tertidur, antara lain dan tidak bukan Dion sendiri, Diona, Fanesha dan Tiara. Kamar Dion tiba–tiba terbuka, ternyata yang membuka adalah Ibu(Author belum menulis nama Orangtua Mc ya, nanti kalok taimingnya sudah pas, nama Orangtua Mc akan Thor tulis.).


"Hahhhhh.... sudah hampir jam tujuh, mereka ini masih tertidur, haihhhhh..." Ucap Ibu sambil menggelengka kepalanya.


"Tiara bangun, kamu harus Sekolah, nanti telat lho." Ucap Ibu ke Tiara sambil Menggoyangkan Tubuh Tiara.


"Hoaammm..." Tiara bangun sambil ngangop(Thor gak tau kata yang pas saat bangun tidur, jadi yahhh... begitu deh.)


"Iya Ma." Balas Tiara mengucek matanya bergantian dan dia turun dari ranjang serta jalan menuju kebawah untuk mandi.


Karena pergerakan Tiara, kedua wanita yang masih tidur tadi terbangun. Saat mereka berhasil mengumpulkan nyawa(kalian taulah), mereka tersadar kalok mereka sedang memeluk seseorang, reaksi mereka pertama terkejut tapi tak lama setelahnya mereka tersenyum dan kembali memeluk Pria yang tak lain Dion.


Dion tidak merespon pergerakan mereka berdua, karena Dion tidak merasakan ancaman dari sekitar, oleh sebab itu Dion B aja. Sebenarnya Dion bisa saja langsung bangun tapi ia masih menikmati Empat Buah surga yang menempel di kedua tangnya. Euluhhh... Eluhhhhh... mantap pisan atuh tee.


Apa kalian bertanya kenapa Fanesha gak Sekolah? jawabanya adalah, Fanesha sudah putus Sekolah saat masih kelas 2 SMA, dikarenakan, musibah yang terjadi saat Dion Hilang. sebab itu lah Fanesha menjadi putus Sekolah, Karena semangat Fanesha menjadi hilang saat mendengar kabar tentang Dion yang hilang, setelah sepuluh bulan Fanesha tidak Sekloh dan hanya dirumah saja.


Tiba–tiba iya mendengar kabar dari Ayah dan Ibunya kalok Dion sudah ketemu dan sekarang ia berada dirumahnya. Posisi Fanesha saat itu masih di Desa dan langsung menyuruh Orangtuanya untuk ke kota menemuai Dion, setelah sampai di Kota/Rumah Dion, Fanesha tidak melihat Dion dan hanya Ibu Dion saja.


Fanesha di beri tahu kalok Dion lagi jalan–jalan sama Diona, Fanesha hanya bisa tersenyum saja dan duduk–duduk di ruang tamu sembari menunggu Dion. Setelah itu kalian tau sendiri kan?.


Diona terbangun dan langsung mengecup Bibir Dion, setelah itu ia beranjak dari ranjang menuju ke bawah untuk mandi. Fanesha yang melihat itu sesaat terkejut dan akhirnya ia juga melakukan apa yang di lakukan oleh Diona tadi, setelah mengecup Bibir Dion Fanesha juga turun kebawah untuk mandi.


Sudah sifat wanita kalok soal kebersihan, bukan hanya bersih di tubuh sendiri, tapi sekitar nya juga harus bersih. Dion sendiri yang dari tadi menikmati Buah surga di kejutkan dengan Serangan duakali di arah bibirnya, karena Dion sekarang calon bapak Rumah tangga ia langsung memaklumi saja serangan tadi.


"Biginilah kalok kau sudah Goodloking, Kaya, Ganteng dan Kuat, hidup terasa berisi serta membahagiakan." Ucap Dion ke pada para pembaca.


Author: Mau jadi miskin, jelek, nasib buruk dan juga menjadi kayak tahu.


"Ahhhh... jangan penciptaku, nanti kehidupanku menjadi berantakan" Ucap Dion merengek.


Author: Taulah, Skip.

__ADS_1


Abaikan Obrolan diatas.


"Aisss... Author malah marah, taulah. Kalok begitu keteras dulu, sambil menikmati matahari di pagi hari yang cerah ini." Ucap Dion beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju teras.


"Beginilah hidup." Ucap Dion menyeruput teh hangat yang tiba–tiba muncul ditanganya.


"Yui, apa ada Informasi baru." Tanya Dion ke Yui.


[Ada Tuan, sekitar sebulan dari sekarang Bumi akan di landa serangan Monster dan Iblis. Itu dikarenakan, Portal Dunia Monter dan Iblis rusak, kalok Monster ataupun Iblis melewati Portal itu, mereka akan di arahkan menuju kesini.] Jelas Yui memberi Informasi yang tidak terlalu penting itu.


"Apa setelah monster dan iblis itu datang, Manusia di Bumi ini akan memdapat berkah dari Dewa, yakan?." Ucap Dion menebak apa yang akan terjadi nanti.


[Kok Tuan bisa tau?.] Tanya Yui bingung sambil menunjukkan emoticon nya di layar System.


"Ya taulah, masa hal kecil begini aku tidak tau."'Sebenarnya ini sama persis di Cerita Novel ataupun Komik.' Ucap Dion setelah itu ia berguman sendiri.


[Terus Tuan akan melakukan Apa? Tuan kan seharusnya melindungi Keluarga Tuan, kalok Moster dan iblis itu datang. Bukanya kesenanggan Tuan akan terganggu.] Ucap Yui sambil bertanya apa yang akan dilakukan Dion nanti.


"Tenang saja Yui, apa kamu tidak sadar disini ada aku sama kamu." Ucap Dion menyadarkan Yui.


"Mereka bukanlah apa–apa, hanya debu di depan mataku." Ucap Dion sambil menatap ke Arah langit.


"Biar manusia di bumi merasakan apa itu memperjuangkan hidup mereka di ambang kematian. aku mau melihat apa respon seluruh Dunia nantinya." Lanjut Dion menyeruput tehnya.


"Sayang, ayo kebawah makanannya sudah matang." Ucap Diona berteriak dari lantai bawah.


"Dan juga kalok ada yang berani mengusik keluarga ku nanti, balasanya MATI!!!." Ucap Dion Pelan dengan di akhiri kata Badasnya.


"Iya aku akan turun." Balas Dion yang langsung beranjak dari teras menuju meja makan.


Dion serta keluarga kecilnya menikmati makanan yang di buat oleh Ibu mereka, Tiara sendiri sudah berangkat Sekolah di anatar Ayah yang juga berangkat kerja, jalan yang dituju Ayah kerja sejalan dengan tempat Sekolah. Jadi ya begitu deh, setelah mereka selesai makan, Dion menghampiri Ibunya yang sedang mencuci Piring di dapur.


"Ibu, aku mau mengasih ini." Ucap Dion sambil menyodorkan Black Card nya.


"Apa ini Nak?." Tanya Ibu dengan penasaran saat menerima kartu itu.

__ADS_1


"Itu kartu Sejenis ATM Bu, tapi Versi Sultanya/Atau hanya orang–orang kaya saja yang punya." Ucap Dion(Gua gak tau asal–usul Black Card.)


"Ehhhhhhh.... kamu seriusan Nak. Dan juga kamu dapet kartubini darimana?." Tanya Ibu dengan penasaran.


"Sudahlah Bu, di dalam kartu itu ada Uang Seratus Triliun, gunakan Uang itu untuk Keluarga kita. dan Pin kartu itu 55555." Ucap Dion yang langsung pergi menuju ke Ruang santai, Muka Ibu sudah layaknya Patung yang hanya diam sambil mulutnya terbuka.


"Haisss.... anak satu ini, aku bangga sudah mempunyai anak seperti Dion." Ucap Ibu sambil bersyukur serta senang bersamaan.


Setelah sampai di ruang santai, Dion mendapati Diona dan Fanesha lagi nonton Tv bareng, mereka berdua menjadi akur setelah mereka sepakat akan membagi Dion sama rata.


"Kalian akurnya cepet banget." Ucap Dion dari belakang dengan pose memeluk leher mereka bersamaan.


"Sayang, duduk sini." Suruh Diona sambil menepuk–nepuk bagian tengah mereka berdua. Maksudnya Dion disuruh duduk di tengah.


Setelah Dion duduk, Diona dan Fanesha langsung berbaring di kedua paha Dion sambil mengganti Chenel di Tv. Sementara Fanesha memaikan Tangan Dion.


"Apa aku hanya sebagai bantal disini." Tanya Dion keoada dirinya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.........

__ADS_1


__ADS_2