PERJALANAN HIDUP REMAJA

PERJALANAN HIDUP REMAJA
Di supermarket


__ADS_3

setelah selesai sarapan rani lansung menuju kamar dan melanjutkan main hp sambil menunggu bibinya yang bersiap siap.


setelah 2 jam baru rani dan bibinya pergi ke supermarket .


saat di dalam supermarket rani hanya mengikuti bibinya dari belakang sambil bermain hp


"rann ada yang mau kamu beli?"


"ada bi, aku mau beli perlengkapan aku dulu"


"baiklah rann, kamu pergi beli kesana bibi tunggu di tempar kasir"


"baik bi"


rani pun berjalan sambil memilih perlengkapan nya. saat sedang memilih rani bertemu dengan niko yang sedang belanja juga di supermarket yang sama.


"hai rann"


"eh niko, lagi ngapain lo di sini"


"gue mau beli bakso disini.. hahahaha


ya.. mau belanja keperluan nenek lah"


"hoo ... sendirian?"


"iya, lo sendiri sama siapa disini?"


"sama bibi gue, yaudah nik gue mau ke kasir dulu, bibi udah nungguin di sana"


"oke rann"


kok jantung gue begini amat ketemu sama niko, niko kok tampan banget kalau sedang belanja. suami idaman banget. batin rani


"udah belanjaan nya rann"


"udah bi"


sambil memberikan barang belanjaan ke kasir


setelah selesai membayar barang belanjaan bibi ina dan rani lansung pulang kerumah.


akhirnya mereka sampai dirumah, rani lansung duduk sofa depan tv sedangkan bibi sibuk memasukan barang ke dalam kulkas.


"rann kamu mau apa siang ini?"


"rani mau makan mie aja bi?"


"kok makan mie sih rann, nanti bibi bilangin sama ibu mu"


"ehh jangan bi, yaudah terserah bibi aja"


"yaudah rann, kamu bereskan dulu barang barang kamu kamar nanti bibi panggil kalau udah masak"


"siap komandan hehehe"


rani pun berjalan menuju kamar sedang bibi sibuk memasak di dapur.


saat sampai di kamar rani menghempas kan badan di kasur lalau mengambil handphone nya di dalam tas dan melihat pesan yang masuk.


ternyata dari huska, kenapa tiba tiba huska ngechat ya? lebih gue telpon aja.

__ADS_1


"halo huska"


"hallo ran"


"kenapa lo WhatsApp gue"


"lo sibuk nggak?"


"nggak ka, emang kenapa?"


" emm.. gue main kerumah lo yah, gue bosan ni di rumah


"yaudah lo lansung aja kerumah"


"oke ran, bye rann"


"bye ka"


tuut...


telpon pun berakhir. rani bangun dari tempat tidur dan lansung memasukan barang yang dibelikan ke lemari dan sebagiannya di letakan di atas meja rias nya.


setelah selesai rani keluar dari kamar dan menuju ke dapur, ternyata bibi ina belum selesai masak.


"ehh rani, udah selesai beres beres belanjaan nya?"


"udah bi, bibi belum selesai masak ya, rani bantuin ya bi"


"iya rann"


mereka sedang asyik memasak sesekali mengobrol bercanda, akhirnya masakan sudah masak.


"ayo ran kita makan"


"iya bi"


tok tok tok


"siapa itu rann"


"mungkin huska bi, tadi dia bilang mau main kerumah"


"yaudah kamu bukain pintu sana, sekalian ajakin makan ya"


"iya bi"


rani berjalan menuju pintu dan membuka pintu, ternampak lah huska yang beridiru sambil memegang tas yang berisi laptop.


"ayo masuk ka, sekalian makan siang d rumah gue, gue sama bibi lagi makan juga"


"iya rann, gue juga lapar hehehe"


"haii bibi ina"


"hai huska, ayo sekalian makan "


"iya bi, makasih bi"


mereka bertiga pun makan sesekali tertawa di sela sela makan, tau sendiri lah kan huska itu gimana orangnya, banyak bicara tapi baik banget orangnya.


setelah selesai makan merek membereskan meja makan, bibi ina mencuci piring sedangkan rani dan huska membersihkan meja makan yang berserakan.

__ADS_1


setelah itu rani dan huska berpamitan untuk ke kamar .


"huska lo kenapa bawak lapto?"


sambil membuka Ganggang pintu


"gue rencana mau ngajak lo nonton drakor gue, gue ada drakor baru"


"hpo gitu, lo tunggu disini gue mau kebawah ambil cemilan biar tambah lengkap hehe"


"ambil yang banyak ya rann"


"dasar lo ka, ngajak gue nonton tapi gak bawak makanan"


"lo kaya gak tau gue aja"


rani pun keluar kamar menuju dapur untuk mengambil beberapa cemilan yang baru di beli di supemarket tadi dan tak lupa minuman dingin di dalam kulkas.


rani masuk lagi kekamar dan mereka berdua duduk dibawah yang beralas karpet bulu bulu.


"ran gue boleh cerita gak?"


"lo ini kenapa sih ka, kalau mau cerita ya cerita aja, kenapa pakek izin kaya izin sama guru aja lo"


"hehehe, kemaren pas istirahat gue ngatain perasaan gue sama alfin tapi.."


"tapi kenapa ka"


rani mendengar dengan serius


"hiks hiks hiks gue di tolak rann whuaaa"


"eh lo kenapa nangis ka, jangan nangis gini dong, gue kan jadi ikutan sedih. yang penting lo udah mengatakan perasaan. lo sama alfin dan lo udah hebat ka, lo berani mengatakan perasaan lo duluan"


sambil mengelus punggung huska


"iya tapi gue malu kalau di tolak rann, gue jadi canggung sama alfin"


"kenapa lo malu, kan lo ngatain nya pakek baju"


"iss rani lo sempat sempatnya bercanda sama gue"


"maaf ka, gue mau menghibur lo"


"gue juga bilang sama alfin, kalo kita tetap teman, dan dia bilang iya tetap teman"


"yaudah ka tang penting pertemanan lo sama alfin kan gak putus masih bisa berteman"


"iya tapi untuk sementara ini lebih baik gue menjauh dari alfin "


"kenapa lo menjauh, nanti alfin merasa gak enak dan bersalah kalau lo ngejauhi nya"


"tapi gue malu bertemu dengan alfin rann"


"lo harus berani ka, anggap aja gak terjadi apa apa sama lo dengan alfin"


"gue usahain besok ran"


"yaudah lebih baik kita lanjutkan nonton"


"oke oke, tolong ambilkan gue minum rann"

__ADS_1


"ini minuman untuk lo yang penting lo senang hahahaha"


"hahahaha dasar lo rann"


__ADS_2