PERJALANAN HIDUP REMAJA

PERJALANAN HIDUP REMAJA
Perjalanan Pulang


__ADS_3

didalam mobil jantung rani terasa begitu kencang tidak beraturan karena niko duduk disebelah rani di bangku belakang.


aduhh mampus gue kalau kedengaran oleh niko detak jantung. batin rani


sepertinya rani ngantuk, gue WhatsApp aja rani, gak enak kalau kedengaran sama ortu rani. gumam niko


"ran, kamu kalau mau tidur bersandar aja"


niko me WhatsApp rani.


"eh kok niko ngechat gue ya? ada apa ya? gue buka aja, apa maksud niko?apa dia ingin gue bersandar di bahunya"


hahaha niko peduli juga sama gue batin rani.


"iya nik" membalas WhatsApp niko.


yaudah mendingan gue tidur aja, lumayan bisa bersandar sama niko, kapan lagi kan hahaha.


batin rani tertawa sangat senang


rani pun tertidur dan bersandar di bahu niko, ayah dan ibu rani hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak nya yang seenak nya bersandar.


"kok jantung gue berdetak kencang ya, gak mungkin gara gara rani bersandar di bahu gue. iya sih gue suka sama rani tapi gak seperti ini sebelumnya" batin niko


setelah beberapa jam dalam perjalanan mereka sampai juga di jakarta.


"nik rumah kamu dekat mana"


.ayah.


"di lorong depan hotel ..... om"


akhirnya sampai di rumah niko.


"om tante terima kasih ya atas tumpangannya"


"iya nik"


"ran gue masuk kerumah dulu ya, makasih ya ran" sambil tersenyum ke rani.

__ADS_1


"iya nik, sama sama" balik tersenyum.


"nanti kabari gue kalau lo sudah sampai d rumah ya" sambil membuka pintu mobil.


apaan sih maksud niko suruh gue kabari dia, apa mungkin niko suka sama gue? tapi gak mungkin , kalo iya dia suka kenapa gak nyatain perasaan nya selama ini. gumamnya.


akhirnya setelah bertengkar dengan pikirannya nya sendiri rani pun sampai d rumah ya.


dan mereka pun turun dari mobil dan masuk kerumah.


"kak yuni... rani kangen"


sambil memeluk kakaknya yang sedang menunggu nya di sofa depan tv.


"lebay banget kamu ran, sepertj 1 tahun gak ketemu aja" melepas pelukan adiknya.


"memang satu kali kak"berjalan menuju kamar.


"yun, kamu gak seperti itu. adii kamu baru pulang sudah bertengkar saja kalian"


"maaf yah" menunduk kan kepalanya.


"iya bu" berjalan menuju meja makan.


"kamu panggil rani sana"


ayah mwnyuruh kak yuni memanggil rani sambil mengambil piring"


"iya yah"


***di dalam kamar


kenapa kakak gue jahat banget sih, tapi , emang begitu sih dari dulu suka bertengkar. tapi jangan jangan gitu juga, emang dia gak kangen sama gue. yaudahlah kenapa gue seperti ini sih.


saat sedang melamun di atas tempat tidur tiba tiba di balik pintu kamar rani bunyi suara kak yuni yang menyuruh makan.


"ran kita makan yuk, ibu sudah siapkan makanan" sambil membuka kenop pintu kamar rani.


"iya kak nanti aku nyusul, aku mau bereskan baju dulu.

__ADS_1


"yaudah jangan lama"


"iya kak"


setelah selesai membereskan baju rani menuju ruang makan yang sudah ada ibu ayah dan kak yuni.


mereka berempat makan tanpa suara dan selesai makan pun rani menuju kamar karena dia lupa ngabari ke niko kalau dia sudah sampai.


mendingan gue WhatsApp aja. batin rani


"nik, gue sudah sampai rumah"


"Alhamdulillah, yaudah lo istirahat sana"


"iya nik"


WhatsApp pun berakhir.


niko tumben perhatian gini sama gue, ada apa ya? apa mungkinn... tidak ran jangan pikir aneh aneh gak mungkin dia suka sama gue.


gumam rani.


setelesai selesai bergumam sendiri rani melanjutkan tidurnya yang hanya sebentar di atas mobil.


***di bandung


rani kapan pulang kagi ya ke bandung, gue kangen nih sama rani. kenapa gue begitu ya sama ortu aja kalau pergi ke luar kota gue nggak pernah kangen seperti ini.


apa gue WhatsApp aja , tapi gak mungkin lah dia kan juga baru pergi masa gue tanya kapan balik ke bandung.


alfin yang sedang tadi duduk di sofa memikirkan rani sambil nonton tv tapi pikirannya ntah kemana.


jangan lupa vote like dan coment ya ..


❤️


❤️


❤️

__ADS_1


__ADS_2